ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan modul pembelajaran numerasi terintegrasi sosial emosional yang dapat digunakan oleh guru di RA Ma'arif 1 Kota Metro dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika kepada anak usia dini. Secara spesifik, tujuan pengabdian ini adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>
Mengembangkan Modul Pembelajaran Numerasi Terintegrasi Sosial Emosional</li>
</ol>
<p style="margin-left:21.3pt;">
Menyusun modul pembelajaran yang mengintegrasikan pengajaran numerasi (angka, penghitungan, pola, dan bentuk) dengan pengembangan keterampilan sosial emosional pada anak usia dini. Modul ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh, yang tidak hanya mengembangkan keterampilan kognitif, tetapi juga membantu anak dalam membangun kemampuan mengelola emosi dan berinteraksi secara positif dengan orang lain.</p>
<ol>
<li value="2">
Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Numerasi dan Sosial Emosional</li>
</ol>
<p style="margin-left:21.3pt;">
Melatih dan memberdayakan guru RA Ma'arif 1 Kota Metro untuk memahami dan mengimplementasikan pendekatan pengajaran yang mengintegrasikan numerasi dan sosial emosional. Melalui pelatihan dan pendampingan, guru diharapkan dapat menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk anak-anak, yang memperhatikan kebutuhan kognitif dan emosional mereka.</p>
<ol>
<li value="3">
Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Emosional Anak</li>
</ol>
<p style="margin-left:21.3pt;">
Meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali dan mengelola emosi, berempati terhadap orang lain, serta bekerja sama dalam konteks pembelajaran matematika. Pembelajaran yang terintegrasi dengan sosial emosional ini bertujuan untuk menciptakan anak-anak yang tidak hanya mahir dalam konsep-konsep dasar matematika, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik, yang mendukung perkembangan holistik mereka.</p>
<ol>
<li value="4">
Menyediakan Solusi Pembelajaran yang Kontekstual dan Relevan untuk Anak Usia Dini</li>
</ol>
<p style="margin-left:21.3pt;">
Menghasilkan sebuah solusi pembelajaran yang kontekstual, berbasis pada kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan, sehingga modul yang dikembangkan benar-benar relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di RA Ma'arif 1 Kota Metro. Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh guru secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk anak-anak dalam jangka panjang.</p>
<ol>
<li value="5">
Meningkatkan Kolaborasi antara Guru dan Pengabdi Universitas Ma'arif Lampung</li>
</ol>
<p style="margin-left:21.3pt;">
Meningkatkan kerjasama antara tim pengabdi dari Universitas Ma'arif Lampung dengan guru RA Ma'arif 1 Kota Metro melalui pendekatan partisipatif. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta pengalaman belajar yang saling memperkaya, baik bagi guru maupun tim pengabdi, dalam rangka mengembangkan kemampuan profesional di bidang pendidikan anak usia dini.</p>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p style="margin-left:21.3pt;">
Penelitian dengan judul "Transformasi Keagamaan dan Sosial dalam Komunitas Thorikoh Qodiriyah Naqsabandiyah Roudlotus Solihin Purwosari Lampung Tengah" memiliki beberapa tujuan diantaranya:</p>
<ol>
<li>
Menganalisis Perubahan Keagamaan yaitu Meneliti bagaimana transformasi ajaran dan praktik keagamaan terjadi dalam komunitas tersebut, termasuk pemahaman dan penerapan ajaran Thorikoh, serta bagaimana anggota komunitas merespons perubahan tersebut.</li>
<li>
Mengidentifikasi Pengaruh Sosial melalui Menilai dampak sosial dari transformasi keagamaan dalam komunitas, seperti perubahan dalam struktur sosial, hubungan antaranggota, dan peran sosial yang dijalankan oleh individu dalam komunitas Thorikoh tersebut.</li>
<li>
Mengeksplorasi Dinamika Internal dan Eksternal dengan jalan Memahami faktor-faktor yang mendorong perubahan tersebut, baik dari dalam komunitas (internal) maupun dari luar (eksternal), seperti perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya di sekitar mereka.</li>
<li>
Mendokumentasikan Perkembangan Komunitas dengan cara Melacak perkembangan sejarah dan dinamika komunitas Thorikoh Qodiriyah Naqsabandiyah di Roudlotus Solihin, termasuk bagaimana komunitas ini beradaptasi dengan perubahan zaman.</li>
<li>
Mengkaji implikasi dari transformasi tersebut terhadap kehidupan spiritual, sosial, dan budaya anggota komunitas, serta terhadap persepsi dan hubungan mereka dengan masyarakat luas.</li>
<li>
Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Universitas Ma’arif Lampung, maksudnya Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dan bahan ajar yang berharga dalam pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang studi agama, budaya, dan masyarakat. Hal ini dapat digunakan untuk memperkaya kurikulum universitas ma’arif lampung yang mengedepankan karakter ahlus sunah wal-jamaah an-nahdiyah serta menjadi inspirasi bagi penelitian-penelitian selanjutnya dalam bidang Thorikoh.</li>
</ol>
<p>
</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola partisipasi sosial masyarakat dari bentuk aktivisme konvensional menuju aktivisme berbasis media sosial yang dikenal sebagai clicktivism, yang memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana aktivitas ini berkontribusi terhadap perubahan sosial dan bagaimana kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena clicktivism dalam perspektif Al-Qur’an serta mengkaji relevansinya terhadap perubahan sosial berdasarkan ayat-ayat sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), menggunakan metode tafsir maudhu‘i melalui pengumpulan dan analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema sosial, didukung oleh literatur tafsir klasik dan kontemporer serta kajian ilmiah terkait aktivisme digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa clicktivism memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Qur’ani seperti amar ma’ruf nahi munkar, ta‘āwun, keadilan, dan tanggung jawab sosial, serta dapat berfungsi sebagai sarana awal dalam membangun kesadaran dan partisipasi sosial di era digital, meskipun sering kali masih bersifat simbolik dan belum diikuti tindakan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa clicktivism memiliki potensi sebagai media transformasi sosial yang konstruktif apabila diiringi dengan aksi konkret, sehingga integrasi antara partisipasi digital dan tindakan nyata menjadi kunci dalam mewujudkan perubahan sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tradisi keagamaan berperan sebagai sarana penting dalam penanaman nilai-nilai islam di dalam komunitas, tetapi mengalami transformasi sejalan dengan kemajuan modern dan teknologi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai islam dalam tradisi keagamaan masyarakat desa Bumiharjo, mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi keagamaan sebagai media internalisasi nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, menganalisis perubahan praktik keagamaan masyarakat desa Bumiharjo dari segi bentuk, intensitas,dan partisipasi,serta mengkaji perbedaan respons antara generasi tua dan generasi muda dalam menjalankan tradisi keagamaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi untuk memahami makna praktik keagamaan dari sudut pandang data diperoleh melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi keagamaan seperti, pengajian, yasinan, dan tahlilan tetap berperan penting sebagai sarana utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai islam melalui proses hubilitasi, interaksi sosial, dan pengalaman bersama.Namun praktik keagamaan menunjukan adanya praktik keagamaan, menunjukan adanya perubahan, dicirikan oleh variasi bentuk, tingkat keterlibatan, dan pemaknaan, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung bersikap fleksibel dan individualistik. Studi ini memberikan konstribusi dalam kajian sosial keagamaan dengan mengungkapkan bahwa tradisi keagamaan adalah medium yang dinamis untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai islam ditengah perubahan sosial
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan sosial di masyarakat pedesaan dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI). Perubahan sosial yang didorong oleh modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya mobilitas sosial telah mengubah pola kehidupan beragama masyarakat desa secara signifikan. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional seperti masjid, surau, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan madrasah diniah kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi tokoh agama, guru PAI, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial telah melemahkan otoritas keagamaan tradisional, menggeser pola pewarisan nilai-nilai Islam, dan mengurangi partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, teknologi digital juga membuka peluang baru bagi inovasi pendidikan agama apabila dimanfaatkan secara positif. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptasi pendidikan agama Islam yang integratif, memadukan pendekatan tradisional dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana, serta memperkuat peran keluarga dan lembaga keagamaan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berpengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA AL HUDA TULUNG BALAK Oleh : Alisa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di RA Al Huda Tulung Balak. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional sebagai fondasi dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi sosial, serta pengendalian emosi anak. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai perkembangan sosial emosional yang sesuai dengan tahap usianya, namun masih ditemukan beberapa anak yang mengalami kendala dalam mengelola emosi, menunjukkan kepercayaan diri, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait implementasi strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi guru dalam mengembangkan sosial emosional anak dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain peran, aktivitas kelompok, metode bercerita, serta keteladanan guru dalam interaksi sehari-hari. Guru juga berperan dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta adanya kolaborasi antara guru dan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keragaman karakteristik anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi guru di RA Al Huda Tulung Balak telah dilaksanakan secara sistematis dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual maupun praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada aspek sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning pada materi aritmatika sosial kelas VII SMP yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA serta terbatasnya bahan ajar yang mendorong pembelajaran penemuan mandiri. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dimodifikasi hingga tahap develop dengan uji coba terbatas. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VII MTs Al-Asror Lampung Timur. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket praktikalitas guru dan siswa, serta tes kemampuan pemecahan masalah (pretest-posttest). Hasil penelitian menunjukkan: (1) LKPD yang dikembangkan dinyatakan sangat valid oleh ahli materi (88,89%) dan ahli media (88,57%); (2) LKPD dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon guru (92,77%) dan siswa (90,00%); (3) LKPD efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan nilai N-Gain sebesar 0,57 (kategori sedang). Produk LKPD memiliki karakteristik memuat enam sintaks Discovery Learning yang terintegrasi dengan langkah pemecahan masalah Polya, menggunakan bahasa komunikatif, dan menyajikan masalah kontekstual. Kesimpulannya, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan layak digunakan untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi aritmatika sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HAMONG PUTRA LAMPUNG TENGAH Oleh: Mukhlisatun Intianah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang ditunjukkan melalui rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam mengelola emosi, ketergantungan pada orang lain, kurangnya tanggung jawab, serta keterbatasan dalam menaati aturan dan berinteraksi sosial. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum selarasnya stimulasi yang diberikan di lingkungan sekolah dan rumah, serta belum optimalnya kolaborasi antara guru dan orang tua, khususnya dalam komunikasi yang masih bersifat informal, insidental, dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak di Kelompok Bermain Hamong Putra Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merancang kegiatan tematik seperti Market Day dan melibatkan orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan anak. Pada tahap komunikasi, interaksi dilakukan melalui WhatsApp dan komunikasi langsung saat penjemputan, namun masih bersifat terbatas, tidak terjadwal. Pada tahap pelaksanaan, orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, namun keterlibatannya masih bersifat pasif dan terbatas. Pada tahap evaluasi, kolaborasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada perkembangan sosial-emosional anak yang masih bervariasi, di mana terdapat anak yang sudah mampu berinteraksi dengan baik, namun masih ada anak yang kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, belum mandiri, dan belum mampu menyesuaikan diri secara optimal. Kesimpulan nya diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur, intensif, dan berkelanjutan agar tercipta keselarasan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
maintain social harmony within a diverse society. It aims to analyze the role of religious leaders in reinforcing religious moderation in Sidomakmur Village. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving religious leaders, community leaders, and village residents as the research subjects. The results show that religious leaders play a strategic role as mentors, advisors, and role models in instilling the values of religious moderation. The strategies used include persuasive, dialogical, and humanistic approaches through sermons, religious study sessions, and social interactions. The impact of these roles is reflected in increased tolerance, strengthened social harmony, and conflict resolution through deliberation. However, there are several challenges, including the influence of external religious ideologies and the rapid development of social media. Overall, the role of religious leaders is considered effective in maintaining religious moderation and community harmony.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan sosial emosional anak melalui bermain loose part di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional anak usia dini yang perlu di kembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kegiatan bermain loose part yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam kegiatan bermain loose part. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, serta memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Kegiatan bermain loose part terbukti efektif dalam mengembangkan sosial emosional anak, yang di tandai dengan meningkatnya kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, serta pengendalian emosi. Selain itu anak juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti lebih mandiri, percaya diri,dan mampu menyelesaikan konflik sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain loose part merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Krisis nafkah dalam pernikahan dini di Sukadana menunjukkan adanya persoalan serius dalam relasi keluarga yang berdampak pada meningkatnya cerai gugat. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti faktor umum perceraian seperti ekonomi dan disharmoni rumah tangga, sementara kajian yang secara spesifik mengaitkan krisis nafkah dalam pernikahan dini dengan perspektif sosial-legal masih terbatas. Artikel ini menganalisis bagaimana ketidakmampuan suami dalam memenuhi kewajiban nafkah bertransformasi menjadi alasan yuridis dalam cerai gugat serta bagaimana dinamika tersebut mencerminkan interaksi antara faktor struktural, kultural, dan normatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain eksploratif-analitis melalui pendekatan sosial-legal. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan enam informan serta analisis putusan pengadilan dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis nafkah dipengaruhi oleh ketidaksiapan ekonomi akibat pernikahan usia dini, rendahnya pendidikan, serta lemahnya internalisasi norma hukum keluarga. Selain itu, terjadi pergeseran makna nafkah dari kewajiban normatif menjadi beban struktural serta perubahan relasi kuasa dalam rumah tangga yang memicu konflik. Temuan ini menegaskan bahwa cerai gugat berfungsi sebagai mekanisme sosial-legal untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi perempuan serta mencerminkan kebutuhan akan model keadilan keluarga yang lebih responsif terhadap realitas sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk sikap transformasi sosial santri, tidak hanya pada aspek ritual tetapi juga kepedulian kebersihan lingkungan pesantren. Pembelajaran PAI diharapkan menginternalisasikan nilai teologi pembebasan yang menumbuhkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial sebagaimana gagasan Hasan Hanafi bahwa teologi harus berorientasi pada pembebasan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI dalam membentuk sikap transformasi sosial santri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Safinatun Najaa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan perencanaan memuat nilai tanggung jawab sosial melalui materi fiqh thaharah dan akhlak, namun masih normatif. Pelaksanaan menggunakan metode bandongan, sorogan, ceramah, dan keteladanan, tetapi internalisasi nilai kebersihan masih instruktif. Evaluasi melalui pengamatan perilaku tanpa instrumen formal. Sikap transformasi sosial tampak pada partisipasi kebersihan, meskipun masih dipengaruhi aturan. Pembelajaran PAI berkontribusi dalam membentuk kesadaran sosial santri, namun masih memerlukan penguatan pendekatan yang lebih kontekstual dan transformatif agar nilai-nilai teologi pembebasan dapat mendorong kesadaran kritis, kepekaan sosial, serta partisipasi aktif santri dalam perubahan sosial secara mandiri sesuai dengan perspektif hermeneutika pembebasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengajian rutin jum’at Desa Sukamaju merupakan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang signitifkan bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengajian sebagai ruang perempuan dan spiritualitas dalam meningkatkan peran sosial ibu-ibu di lingkungan masyarakat desa. Penelitian menggunakan metode kualitataif dengan desain studi lapangan. Data di perloleh melalui observasi langsung terhadap kegiatan pengajian, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota, serta dokumentasi aktivitasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, membangun kesadaran spiritual kolektif, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagi kegiatan bermasyarakatan. Melalui pengajian, ibu-ibu tidak hanya memperdalam nilai religiusitas, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kapasitas sosial dalam kehidupan publik di desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional serta menguji pengaruh signifikan penerapan model CTL terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di salah satu Madrasah tsanawiyah didaerah Bekri. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling yang menghasilkan satu kelas eksperimen (pembelajaran CTL) dan satu kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika berbentuk essay sebanyak 5 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model CTL dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penerapan model pembelajaran kontekstual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model CTL sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan realitas sosial dalam tradisi tedhak siten di Desa Sukajadi, Lampung Tengah, melalui perspektif konstruksi sosial. Tradisi tedhak siten sebagai bagian dari warisan budaya Jawa mengalami dinamika makna dan praktik seiring perubahan sosial, modernisasi, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori konstruksi sosial yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tedhak siten tidak hanya merepresentasikan ekspresi budaya lokal, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi antar generasi dan negosiasi makna dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat. Proses eksternalisasi tampak dalam pelaksanaan tradisi sebagai ekspresi nilai kolektif, objektivasi tercermin pada pelembagaan simbol dan ritual, sedangkan internalisasi terjadi melalui pewarisan nilai sosial dan pendidikan Islam dalam keluarga. Namun demikian, modernisasi dan pertimbangan ekonomi menyebabkan terjadinya penyederhanaan praktik serta pergeseran pemaknaan tradisi di kalangan generasi muda.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tradisi tahlilan dan kenduri sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berkembang dalam kehidupan sosial keagamaan. Di Kampung Negara Jaya, tradisi ini masih dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur, doa bersama, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Pelaksanaannya tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat dan keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai akhlak dan sosial yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai akhlak dan sosial yang terkandung dalam tradisi tahlilan dan kenduri serta mengkaji perannya dalam pembentukan karakter masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri mengandung nilai-nilai akhlak seperti keikhlasan, adab, tanggung jawab, dan saling menghormati, serta nilai-nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan silaturahmi. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius dan memperkuat hubungan sosial masyarakat, serta menjadi bagian penting dari pelestarian kearifan lokal yang bernilai edukatif bagi generasi mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial siswa, khususnya melalui media sosial. Namun, belum optimalnya penguatan etika digital dalam pendidikan menyebabkan munculnya reasoning gap, yakni kesenjangan antara kebebasan berekspresi dan kesadaran moral siswa, yang tercermin dalam perilaku anonim tanpa pertimbangan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku anonim pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Ma’arif 1 Kota Metro. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan berbagai platform media sosial, masih ditemukan interaksi negatif seperti ejekan, hinaan verbal, dan komentar tidak pantas yang mengarah pada perundungan siber ringan. Untuk mengatasinya, guru PAI menerapkan strategi berupa pembinaan moral, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islam seperti konsep tabayyun dalam pembelajaran, konseling personal, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk etika digital dan menanamkan akhlakul karimah melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji konsep interaksi sosial asosiatif dalam Al-Qur’an melalui analisis komparatif terhadap penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsīr al-Munīr dan M. Quraish Shihab dalam Tafsīr al-Miṣbāḥ, serta menelaah relevansinya dengan teori interaksi sosial menurut Ahmad Siddiq dan soerjono soekanto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami nilai-nilai sosial Qur’ani dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat modern saat ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi sosial asosiatif dalam Al-Qur’an tercermin dalam nilai ta‘āwun (kerja sama), ta‘āruf (saling mengenal), dan tanggung jawab sosial, sebagaimana termuat dalam ayat-ayat ijtimā‘iyyah. Kedua mufasir memiliki kesamaan bahwa interaksi sosial harus berlandaskan kebaikan dan ketakwaan. Perbedaannya, Wahbah Az-Zuhaili lebih menekankan aturan dan konsekuensi hukum, sedangkan M. Quraish Shihab lebih menekankan nilai kemanusiaan dan penerapannya dalam kehidupan sekarang. Lebih lanjut, konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran Ahmad Siddiq melalui Trilogi Ukhuwwah serta teori interaksi sosial asosiatif Soerjono Soekanto. Dengan demikian, nilai sosial dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana persepsi siswa kelas empat di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama di Metro Manila terhadap penggunaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berbasis praktikum dasar (IPAS). Penelitian ini menggunakan metode survei yang dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif. Dua puluh lima siswa kelas empat C berpartisipasi dalam survei. Kuesioner skala Likert dengan tiga indikator utama—antusiasme siswa dalam belajar, pemahaman konseptual, dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan praktikum dasar digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi siswa. Untuk memastikan tren opini siswa mengenai penerapan pembelajaran berbasis praktikum dasar, analisis data dilakukan menggunakan perhitungan persentase. Berdasarkan hasil penelitian, indikator minat belajar siswa mencapai persentase 86%, pemahaman konseptual 84%, dan keterlibatan aktif siswa 88%, yang semuanya termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa latihan praktik dasar dapat memperkuat pengetahuan konseptual, meningkatkan minat belajar, membantu siswa memahami isi secara lebih praktis, dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan media sosial telah mengubah praktik jual beli, termasuk transaksi jual beli sapi, yang memberikan kemudahan namun juga meningkatkan potensi wanprestasi akibat ketidaksesuaian antara kesepakatan dan pelaksanaan. Penelitian ini penting karena belum terdapat kajian spesifik mengenai akibat hukum wanprestasi dalam jual beli sapi melalui media sosial berdasarkan hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk wanprestasi dan menganalisis akibat hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika penjual menyerahkan sapi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperjanjikan. Akibat hukum yang timbul berupa pembatalan perjanjian dan pengembalian uang muka sebagai bentuk pertanggungjawaban penjual. Hal ini menunjukkan bahwa wanprestasi dalam transaksi melalui media sosial tetap menimbulkan konsekuensi hukum dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan.