ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol>
<li>
Penguasaan materi nilai-nilai moderasi beragama santri PP. Ma’arif NU Metro Lampung dalam menjaga kerukunan masyarakat beragama.</li>
<li>
Pendampingan calon santri lulusan yang akan mengabdi kepada masyarakat di daerahnya tinggal dalam mengamalkan paham agama yang moderat.</li>
</ol>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol>
<li>
Menganalisis efektivitas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan kemampuan self-defense pada santri putri.</li>
</ol>
<p>
2. Menilai perubahan tingkat sexual awareness pada santri putri setelah mendapatkan layanan konseling kelompok dan membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan layanan</p>
<p>
</p>
<p>
catatan</p>
<p>
1. Judul bisa diperpendek tanpa kehilangan maknanya. Misalnya, "Efektivitas Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kesadaran Seksual dan Pertahanan Diri untuk Mencegah Pelecehan Seksual pada Santri Putri." Kata-kata yang terlalu panjang bisa disederhanakan agar lebih fokus.</p>
<p>
2. Perkuat argumen mengapa pesantren tempat penelitian menjadi tempat yang perlu difokuskan. Misalnya, dengan menjelaskan tantangan yang dihadapi santri putri dalam menghadapi isu pelecehan seksual karena karakteristik lingkungan yang lebih tertutup atau konservatif. Jelaskan juga pentingnya peningkatan <em>sexual awareness</em> di lingkungan berbasis agama.</p>
<p>
3. Secara keseluruhan, proposal ini menyentuh topik yang sangat penting dengan relevansi sosial yang tinggi. Pendekatan konseling kelompok menawarkan solusi yang proaktif, tetapi metodologi dan detail eksekusi harus diperjelas untuk memastikan bahwa penelitian dapat berjalan dengan baik dan hasilnya dapat diukur secara objektif.</p>
<p>
<br />
</p>
<p>
</p>
<p>
</p>
ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol style="list-style-type:lower-alpha;">
<li>
Menganalisis literatur terkait internasionalisasi pendidikan tinggi Islam dan <span style="background-color:#ff0000;">manajemen khazanah pesantren</span>.</li>
<li>
Mengidentifikasi praktik terbaik dan model manajemen khazanah pesantren yang relevan untuk internasionalisasi.</li>
<li>
Menyusun rekomendasi strategis untuk implementasi berbasis manajemen khazanah pesantren dalam pendidikan tinggi Islam.</li>
</ol>
<p>
Komentar:</p>
<p>
1. Manajemen Khazanah Pesantren atau Manajemen Pesantren Khazanah?</p>
<p>
2. Sebaikknya lebih difokuskan saja pada "Manajemen".</p>
<p>
</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran Ilmu Shorof di Pondok Pesantren Wali Songo. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat partisipasi dan pemahaman siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Partisipan penelitian adalah siswa yang mengikuti pembelajaran Ilmu Shorof, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes (pretest dan posttest) serta lembar observasi untuk mengukur keaktifan siswa. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keaktifan dan pemahaman siswa setelah penerapan metode Talking Stick, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai antara pretest dan posttest. Oleh karena itu, hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa metode Talking Stick berpengaruh positif terhadap hasil belajar dapat diterima. Kesimpulannya, metode Talking Stick efektif sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Ilmu Shorof. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi praktis bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan merupakan sistem terstruktur untuk memberdayakan kualitas hidup manusia, namun proses internalisasi nilai seringkali terkendala oleh dominansi metode ceramah yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilainilai keislaman serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif lapangan digunakan untuk memperoleh data autentik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas guru, siswa, dan pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan peran sentral sebagai teladan (uswatun hasanah), motivator, dan pembimbing spiritual. Nilai-nilai keislaman diinternalisasi melalui strategi pembiasaan ibadah rutin, pemberian nasihat persuasif, dan pengawasan kedisiplinan yang terintegrasi dengan budaya pesantren. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan perilaku religius siswa dari jenjang kelas X hingga XII, di mana aspek adab terhadap guru mencapai tingkat capaian tertinggi sebesar 95%. Lingkungan pesantren yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh teknologi digital menjadi penghambat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan peran guru sebagai agen perubahan melalui pendekatan keteladanan sangat efektif dalam membentuk karakter islami yang permanen pada peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan karakter literasi santri di Pondok Pesantren Nurul Qodiri dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kendala dalam pembinaan literasi santri, seperti kurangnya konsistensi kegiatan belajar ketika ustadz tidak hadir, rendahnya motivasi sebagian santri, serta penggunaan handphone yang lebih dominan untuk hiburan dibandingkan sebagai sarana belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi ustadz dan santri yang telah lulus Alfiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan literasi santri dilakukan melalui kegiatan ngaji kitab, diskusi, dan belajar mandiri. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter santri seperti kebiasaan membaca, kemandirian, serta tanggung jawab dalam belajar. Peran ustadz sangat penting sebagai pembimbing dan motivator dalam membentuk kebiasaan literasi santri. Selain itu, penggunaan handphone memberikan dampak ganda, yaitu sebagai alat bantu belajar sekaligus potensi pengganggu konsentrasi. Faktor pendukung pembinaan literasi meliputi lingkungan pesantren yang kondusif dan tradisi keagamaan yang kuat, sedangkan faktor penghambat antara lain kurangnya konsistensi, rasa malas, serta penggunaan handphone untuk hiburan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter literasi di pesantren berjalan dengan baik, namun perlu penguatan dalam pengawasan penggunaan teknologi dan peningkatan motivasi belajar santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembinaan karakter santriwati di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al-Anshori Tulang Bawang Barat Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan teori Thomas Lickona yang mencakup tiga dimensi karakter (moral knowing, moral feeling, dan moral action), penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santriwati dan ustadzah pembina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter telah berhasil membangun aspek moral knowing melalui kajian kitab dan moral action melalui pembiasaan ibadah serta kedisiplinan asrama. Namun, aspek moral feeling masih memerlukan penguatan agar santriwati melakukan kebaikan berdasarkan kesadaran hati, bukan sekadar kepatuhan terhadap sanksi. Faktor pendukung utama adalah lingkungan religius dan keteladanan pendidik, sedangkan hambatan muncul dari heterogenitas latar belakang santri dan pengaruh lingkungan luar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk sikap transformasi sosial santri, tidak hanya pada aspek ritual tetapi juga kepedulian kebersihan lingkungan pesantren. Pembelajaran PAI diharapkan menginternalisasikan nilai teologi pembebasan yang menumbuhkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial sebagaimana gagasan Hasan Hanafi bahwa teologi harus berorientasi pada pembebasan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI dalam membentuk sikap transformasi sosial santri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Safinatun Najaa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan perencanaan memuat nilai tanggung jawab sosial melalui materi fiqh thaharah dan akhlak, namun masih normatif. Pelaksanaan menggunakan metode bandongan, sorogan, ceramah, dan keteladanan, tetapi internalisasi nilai kebersihan masih instruktif. Evaluasi melalui pengamatan perilaku tanpa instrumen formal. Sikap transformasi sosial tampak pada partisipasi kebersihan, meskipun masih dipengaruhi aturan. Pembelajaran PAI berkontribusi dalam membentuk kesadaran sosial santri, namun masih memerlukan penguatan pendekatan yang lebih kontekstual dan transformatif agar nilai-nilai teologi pembebasan dapat mendorong kesadaran kritis, kepekaan sosial, serta partisipasi aktif santri dalam perubahan sosial secara mandiri sesuai dengan perspektif hermeneutika pembebasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan aritmatika dasar santri di pondok pesantren masih tergolong rendah, yang berdampak langsung pada pemahaman ilmu hisab. Problematika ini diperparah oleh model pembelajaran matematika yang masih berpusat pada guru dan tidak terkait dengan konteks keagamaan santri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah model pembelajaran matematika berbasis aritmatika yang terintegrasi dengan ilmu hisab efektif meningkatkan kompetensi hisab santri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest control group design yang melibatkan santri pada kelas tingkat ulya di Pondok Pesantren Roudlotussolihin Purwosari. Kelompok eksperimen menerima pembelajaran berbasis aritmatika terintegrasi hisab, sedangkan kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Instrumen berupa tes kompetensi yang telah divalidasi (α = 0,78). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis aritmatika terbukti secara signifikan meningkatkan kompetensi hisab santri dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model ini efektif dan relevan untuk meningkatkan kemampuan hitung keagamaan santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) dalam menentukan strategi bisnis Koperasi Kafi Mart Pondok Pesantren Wali Songo Sukajadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara terstruktur kepada pengelola, karyawan, santri, serta masyarakat sekitar, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kafi Mart memiliki kekuatan berupa captive market santri, lokasi strategis, dukungan pesantren, dan loyalitas pelanggan. Kelemahan utama terletak pada sistem manajemen yang belum terdigitalisasi dan keterbatasan variasi produk. Peluang pengembangan berasal dari tren ekonomi pesantren dan digitalisasi usaha, sedangkan ancaman berasal dari persaingan toko sekitar dan perubahan preferensi konsumen. Strategi yang direkomendasikan adalah penguatan manajemen digital, diversifikasi produk, dan peningkatan kualitas pelayanan. Penerapan analisis SWOT terbukti membantu koperasi dalam merumuskan strategi bisnis yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The use of waterproof make-up among female students (santri putri) in Islamic boarding schools has the potential to invalidate ablution (wudu) due to its function as a barrier (ha’il) that prevents water from reaching the skin. This phenomenon reflects a weak understanding of fiqh al-thaharah, which is closely related to the suboptimal implementation of fiqh instruction at Pondok Pesantren Ma’arif Metro 28 Purwosari. This study aims to analyze the factors contributing to inadequate fiqh learning, describe students’ behavior in using waterproof make-up, and explain its relationship with worship practices, particularly ablution. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical case study design. The findings indicate that weak fiqh instruction is influenced by the lack of integration of contemporary fiqh issues, predominantly theoretical and textual teaching methods, minimal practical demonstrations related to man‘ al-wuṣūl, and low levels of religious awareness among students. These findings confirm that non-contextual fiqh learning leads to a low understanding of the legal requirements of valid ablution, thereby encouraging the use of waterproof make-up without consideration of worship validity. Therefore, strengthening contextual and case-based fiqh education is an urgent necessity in responding to the dynamics of modern lifestyles. Keywords: Islamic Boarding School, Waterproof Make-up, Fiqh, Thaharah, Ablution. Penggunaan make-up waterproof di kalangan santri putri di pondok pesantren berpotensi membatalkan wudu karena fungsinya sebagai penghalang (ḥā’il) yang mencegah air sampai ke kulit. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pemahaman fikih al-thaharah yang berkaitan erat dengan belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya pembelajaran fikih, mendeskripsikan perilaku santri dalam penggunaan make-up waterproof, serta menjelaskan kaitannya dengan praktik ibadah, khususnya wudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembelajaran fikih dipengaruhi oleh kurangnya integrasi isu-isu fikih kontemporer, metode pengajaran yang masih dominan bersifat teoritis dan tekstual, minimnya demonstrasi praktis terkait konsep man‘ al-wuṣūl, serta rendahnya tingkat kesadaran religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran fikih yang tidak kontekstual menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap syarat sah wudu, sehingga mendorong penggunaan make-up waterproof tanpa mempertimbangkan keabsahan ibadah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan fikih yang kontekstual dan berbasis kasus menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika gaya hidup modern.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren meliki peran yang sangat penting dalam membentuk kemampuan keagamaan santri, khususnya dalam bidang membaca Al-Qur’an. Kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar menjadi dasar utama dalam memahami ajaran Islam serta membentuk karakter religius peserta didik. Untuk mencapai kemampuan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. RTQ Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak Lampung Tengah merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang secara khusus membina santri dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asatidz menerapkan strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Strategi tersebut dilakukan melalui penyusunan materi yang sistematis, metode klasikal dan individual dengan koreksi langsung, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif dan kerja sama dengan wali santri. Penerapan strategi ini meningkatkan kelancaran membaca, ketepatan makhraj, pemahaman tajwid, serta kedisiplinan dan kepercayaan diri santri. Dengan demikian, strategi yang diterapkan di RTQ Pondok Pesantren Darul ‘Ulum terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam membangun kepemimpinan pengurus yang efektif, termasuk di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran mirroring behavior dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan pengurus pesantren serta menganalisis hubungan mirroring interpersonal dengan performa kepengurusan, termasuk dampaknya terhadap kedisiplinan dan pembentukan karakter santri. Masalah penelitian berfokus pada ketidakpastian hubungan antara mirroring behavior dua arah dengan efektivitas kepemimpinan, serta risiko inkonsistensi yang mengancam keberlanjutan sistem kepengurusan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan model field research dan bersifat deskriptif-analitik, penelitian lapangan ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dayamurni dengan subjek penelitian para pengurus dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mirroring behavior terwujud dalam tiga bentuk utama: mirroring verbal (peniruan gaya bahasa dan intonasi kyai/nyai), mirroring non-verbal (peniruan bahasa tubuh, cara berpakaian, dan gestur), serta sinkronisasi emosional (penyelarasan kondisi emosional dengan figur panutan). Temuan ini mengonfirmasi bahwa pengurus berperan sebagai “cermin” figur otoritas yang menciptakan efek domino kepemimpinan bertingkat, meningkatkan kepatuhan santri berbasis rasa hormat dan keteladanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Tradisi puasa sunnah merupakan salah satu praktik keagamaan yang berkembang di lingkungan pesantren dan diyakini berperan dalam pembentukan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi puasa sunnah serta perannya dalam membentuk kedisiplinan diri santri di Pondok Pesantren Darussalam Simpang Mesir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santri, ustaz/ustazah, serta pengasuh pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik puasa sunnah, seperti puasa laduni, puasa 41 hari, puasa nyatus, puasa naun, dan puasa Daud, berkontribusi dalam melatih pengendalian diri, keteraturan waktu, kesabaran, serta kepatuhan santri terhadap aturan pesantren. Puasa sunnah juga mendorong santri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah, belajar, dan aktivitas keseharian. Dengan demikian, puasa sunnah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk kedisiplinan diri santri di lingkungan pesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan metode Sorogan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren, memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman agama Islam bagi para santri. Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, metode ini diaplikasikan salah satunya pada santri kelas Alfiyah Awal untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami kitab-kitab fiqh, termasuk kitab fatkhul Qorib. Fatkhul Qorib, sebagai kitab fiqh klasik yang dipelajari di pesantren, menjadi fokus utama dalam pembelajaran sorogan di Kelas Alfiah Awal, mengingat kitab Fatkhul Qorib memberikan dasar yang kuat dalam memahami hukum-hukum Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pertanyaan penelelitian dalam penelitian ini yaitu bagaimana Implementasi Metode Sorogan kitab fatkhul qorib Pada Santri Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Implementasi Metode Sorogan Kitab Fatkhul Qorib Pada Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan metode sorogan kitab fatkhul qorib pada santri kelas alfiyah awal di pondok pesantren nurul anwar metro. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi metode sorogan kitab Fatkhul Qorib kelas Alfiah Awal di Pondok Pesantren Nurul Anwar dimulai dengan doa dan bacaan Surat Al-Fatihah lalu secara bergiliran membaca. Metode ini memungkinkan pembelajaran personal, memperdalam pemahaman santri, dan memperkokoh penguasaan kitab. Faktor pendukung seperti dedikasi pengajar dan antusiasme berperan penting, meskipun ketergantungan pada kitab terjemahan dan ketidakseriusan menjadi hambatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
kesadaran spiritual, menjadi tantangan serius bagi generasi muda, termasuk di kalangan santri. Meskipun pesantren telah berupaya membentuk karakter dan akhlak santri, ancaman dekadensi moral, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindak kekerasan, masih menghantui akibat lemahnya fondasi spiritual. Kondisi ini juga dirasakan di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro, di mana masih ditemukan sebagian santri yang memiliki akhlak kurang baik dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan, sehingga diperlukan upaya lebih intensif untuk memperkuat spiritualitas sebagai pijakan utama dalam membangun moralitas. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis proses, pola berpikir, dan pendekatan logis ilmiah, dengan hasil yang difokuskan pada lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui survei langsung di tempat penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan rutin Mujahadah di Pondok Pesantren Rodlatul Qur’an Metro sebagai upaya penguatan spiritualitas santri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan Mujahadah. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil dari penelitian ini menunjukan Mujahadah menjadi elemen penting dalam penguatan spiritualitas santri di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro. Melalui rutinitas yang melibatkan salat Magrib berjamaah, Tilawatil Qur'an, pembacaan sholawat, dan doa, santri dilatih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi dan keikhlasan. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran spiritual yang mendalam. Dampaknya terlihat pada perubahan positif dalam diri santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui studi komparasi hasil belajar antara siswa reguler dan siswa pondok pesantren kelas V di SD NU Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdesain komparatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68siswa, teknik sampling yang digunakan teknik pengambilan sampel, yaitu probabilitas pengambilan sampel dan non probability sampling, sehingga diperoleh 15 siswa yang tinggal di pondok dan 15 siswa yang tidak tinggal di pondok. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa reguler dan siswa pondok pesantren hal iini dibuktikan dengan uji homogenitas dimana nilai signifikasi signifikansi 0.335 > 0,05, dan uji t-test yaitu 1.005 ˃ 2.042 dan nilai signifikansi yaitu 0,000 ˂ 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan diatas di peroleh nilai signifikasi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai taraf signifikansi 5% atau 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan nilai-nilai tasawuf dalam membentuk karakter religius santri di pesantren tersebut. Pondok Pesantren Darussaadah Seputih Jaya Lampung Tengah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius santri melalui penerapan nilai-nilai tasawuf. Pendidikan berbasis tasawuf menjadi pendekatan utama dalam membangun kesadaran spiritual, moralitas, dan etika santri. Namun, permasalahan dalam penerapan nilai-nilai tasawuf masih ditemukan, seperti kesulitan santri dalam menginternalisasi konsep taubat, zuhud, wara, faqir, sabar, tawakkal, dan ridha dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus pondok, ustadz, dan santri, serta observasi langsung di lingkungan pesantren. Selain itu, analisis dokumen juga digunakan sebagai sumber data sekunder. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf diterapkan dalam kehidupan santri melalui pembiasaan ibadah, bimbingan spiritual, dan keteladanan dari para ustadz. Santri diajarkan untuk selalu melakukan introspeksi diri, hidup sederhana, menjauhi perkara syubhat, dan mempercayakan segala urusan kepada Allah. Nilai-nilai tersebut terbukti efektif dalam membentuk karakter religius yang kuat dan menjadikan santri lebih disiplin serta memiliki ketahanan moral yang tinggi. Dengan demikian, pendekatan tasawuf dapat dijadikan model dalam pendidikan karakter berbasis pesantren guna menghasilkan generasi muslim yang berakhlak mulia dan bertakwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Character education has become a phenomenon and an interesting discussion since the last few years. To make matters worse, many educational figures have discussed and conducted research on character education, by connecting character education with the role of educators or educational institutions themselves. Likewise, seeing the role of Islamic boarding schools in character education in the era of disruption. So far the existing studies have not explicitly discussed the process of shaping the character of the nation by Islamic boarding schools. This study aims to complement the previous studies with the aim; first, to determine the role of character education in the students of the Al- Quranyy Islamic Boarding School. Second, knowing the factors inhibiting and supporting the implementation of character education in the Al-Quranyy Kotagajah Islamic boarding school students. This type of research is field research with a qualitative approach. The results of the research are as follows: first, the role of the Islamic boarding school in shaping the character of the students can be seen in the implementation of character education at the Al-Quranyy Kotagajah Islamic boarding school which is carried out through the material taught in the Islamic boarding school then through these materials the students are able to practice it correctly. The implementation of character education is also carried out through the example of kyai, dormitory caregivers, teachers who interact with them, especially those in the board