Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Implementasi Lingkungan Belajar Yang Positif Dan Kolaboratif Antara Guru Dan Orang Tua Untuk Meningkatkan Holistik Integratif Di PAUD Hamong Putra Lampung Tengah
IMPLEMENTASI KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HAMONG PUTRA LAMPUNG TENGAH Oleh: Mukhlisatun Intianah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang ditunjukkan melalui rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam mengelola emosi, ketergantungan pada orang lain, kurangnya tanggung jawab, serta keterbatasan dalam menaati aturan dan berinteraksi sosial. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum selarasnya stimulasi yang diberikan di lingkungan sekolah dan rumah, serta belum optimalnya kolaborasi antara guru dan orang tua, khususnya dalam komunikasi yang masih bersifat informal, insidental, dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak di Kelompok Bermain Hamong Putra Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merancang kegiatan tematik seperti Market Day dan melibatkan orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan anak. Pada tahap komunikasi, interaksi dilakukan melalui WhatsApp dan komunikasi langsung saat penjemputan, namun masih bersifat terbatas, tidak terjadwal. Pada tahap pelaksanaan, orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, namun keterlibatannya masih bersifat pasif dan terbatas. Pada tahap evaluasi, kolaborasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada perkembangan sosial-emosional anak yang masih bervariasi, di mana terdapat anak yang sudah mampu berinteraksi dengan baik, namun masih ada anak yang kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, belum mandiri, dan belum mampu menyesuaikan diri secara optimal. Kesimpulan nya diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur, intensif, dan berkelanjutan agar tercipta keselarasan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.