Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: toleransi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Kiai/Tokoh Agama Islam Dalam Membangun dan Mempertahankan Moderasi Beragama Di Desa Sidomakmur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

maintain social harmony within a diverse society. It aims to analyze the role of religious leaders in reinforcing religious moderation in Sidomakmur Village. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving religious leaders, community leaders, and village residents as the research subjects. The results show that religious leaders play a strategic role as mentors, advisors, and role models in instilling the values of religious moderation. The strategies used include persuasive, dialogical, and humanistic approaches through sermons, religious study sessions, and social interactions. The impact of these roles is reflected in increased tolerance, strengthened social harmony, and conflict resolution through deliberation. However, there are several challenges, including the influence of external religious ideologies and the rapid development of social media. Overall, the role of religious leaders is considered effective in maintaining religious moderation and community harmony.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Dalam Menerapkan Pendidikan Multikultural Untuk Menguatkan Nilai Kejujuran Toleransi Dan Cinta Damai Pada Anak Usia Dini Di RA Nurul Muttaqin

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas bagaimana guru di RA Nurul Muttaqin mengajarkan nilai-nilai multikultural seperti kejujuran, toleransi, dan cinta damai kepada anak usia dini. Hal ini penting dilakukan agar karakter positif anak terbentuk sejak dini dalam lingkungan yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara dengan kepala sekolah serta guru, dan pengumpulan dokumen pendukung. Data yang terkumpul kemudian diproses dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam menerapkan pendidikan multikultural untuk menguatkan kejujuran, toleransi, dan cinta damai anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Tahun Ajaran 2025/2026 dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai karakter secara preventif dalam kegiatan sehari-hari. Guru berperan sebagai teladan, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis, serta menanamkan nilai melalui metode seperti bercerita, bermain peran, dan kerja kelompok. Selain itu, penerapan aturan kelas, pemberian penguatan positif, serta kerja sama dengan orang tua menjadi faktor pendukung dalam membentuk karakter anak yang jujur, toleran, dan cinta damai secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru PAI dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Inklusif untuk Menumbuhkan Toleransi Antar Siswa Beragama di SD Negeri 1 Metro Utara.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberagaman latar belakang agama siswa di sekolah dasar menuntut penerapan strategi pembelajaran yang mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menumbuhkan sikap toleransi antar siswa. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghormati melalui proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif guna menumbuhkan toleransi antar siswa beragama di SD Negeri 1 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, guru kelas, dan siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif dilakukan melalui penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, pemberian keteladanan sikap saling menghargai, pembiasaan kegiatan belajar bersama tanpa diskriminasi, serta kerja sama antar guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Strategi tersebut berperan dalam menumbuhkan sikap toleransi antar siswa sejak dini. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menanamkan sikap toleransi beragama di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam mencegah Intoleransi Beragama Pada Siswa SMAN 01 PUNGGUR

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mencegah perilaku intoleransi di kalangan siswa. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dan interpretasi tematik dalam tinjauan literaturnya. Penelitian ini berfokus pada sejumlah dokumen tertulis yang relevan, khususnya yang membahas peran pendidikan agama Islam dalam pencegahan intoleransi. Sumber sekunder, seperti buku, jurnal, dan materi tertulis lainnya, juga dimanfaatkan untuk memperoleh wawasan, fakta, serta analisis yang lebih mendalam. Data dianalisis menggunakan metode analisis konten, yang memungkinkan peneliti mendeskripsikan serta mengaitkan data dengan dokumen pendukung terkait pendidikan agama Islam. Melalui analisis ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam mencegah intoleransi melalui pengajaran nilai-nilai Islam seperti toleransi, keadilan, dan saling menghormati. Guru berfungsi sebagai panutan dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler untuk mempromosikan kerukunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peran penting terutama dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa berdasarkan nilai-nilai luhur Islam. Mereka tidak hanya bertugas mengajarkan aspek teoretis agama, tetapi juga berfungsi sebagai teladan moral dan spiritual yang mengajarkan akhlak mulia, keadilan, dan perilaku intoleransi dalam pendidikan. Nilai toleransi diajarkan kepada siswa dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bijak dan berbasis pada nilai-nilai moral dan keagamaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail