Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Al-Qur’an
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

implementasi metode an-nahdliyah dalam meningkatkan kualitas belajar membaca dan menulis al-qur'an di RTQ (Roudlotul Ta'limil Qur'an) Darul Falah

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan pembelajaran di RTQ Darul Falah Seputih Banyak Lampung Tengah yang mana lembaga ini menggunakan metode an-nahdliyah. Di sebuah lembaga pendidikan masih di temukan beberapa permasalahn di dalam nya.Seperti yang terjadi di lembaga pendidikan ini masih di temukan beberapa murid atau siswa yang masih kurang bisa membaca dan menulis al-qur’an. Dengan adanya permasalah yang demikian maka RTQ Darul Falah menggunakan metode an-nahdliyah untuk meningkatkan kualitas belajarsiswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif di lakukan menggunakan penggumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode an-nahdliyah sangat berpotensi dan medukung akan kualitas belajar membaca al-qur’an di lembaga pendidikan TPQ atau RTQ

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Kemampuan Berpikir Aritmatik, Kelancaran Membaca Al-Qur'an dan Lingkungan Belajar terhadap Kualitas Hafalan Juz Amma Mahasiswa PGMI UMALA

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir aritmatik terhadap kualitas hafalan juz amma mahasiswa PGMI UMALA</li> <li> Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara kelancaran membaca al-qur&rsquo;an terhadap kualitas hafalan juz amma mahasiswa PGMI UMALA</li> <li> Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara&nbsp; lingkungan belajar terhadap kualitas hafalan juz amma mahasiswa PGMI UMALA</li> <li> Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh simultan yang signifikan antara kemampuan berpikir aritmatik, kelancaran membaca al-qur&rsquo;an dan lingkungan belajar terhadap kualitas hafalan juz amma mahasiswa PGMI UMALA.</li> </ol> <p> catatan</p> <ul> <li> Judul ini sudah cukup jelas, namun penggunaan kata &ldquo;Eksplorasi&rdquo; menunjukkan bahwa penelitian ini mungkin bersifat deskriptif atau kualitatif. Jika penelitian lebih cenderung kuantitatif dengan pengujian pengaruh, kata &ldquo;Analisis&rdquo; atau &ldquo;Pengaruh&rdquo; mungkin lebih tepat. Misalnya, &quot;Analisis Pengaruh Kemampuan Berpikir Aritmatika, Kelancaran Membaca Al-Qur&#39;an, dan Lingkungan Belajar terhadap Kualitas Hafalan Juz Amma pada Mahasiswa PGMI UMALA.&quot;</li> <li> Teori yang digunakan harus mendalam, terutama terkait bagaimana kemampuan berpikir aritmatika berhubungan dengan kemampuan menghafal. Sebutkan literatur yang mendukung bahwa keterampilan kognitif tertentu (seperti matematika) dapat mempengaruhi daya ingat. Selain itu, teori tentang hafalan Al-Qur&#39;an dan bagaimana lingkungan belajar, seperti dukungan keluarga atau fasilitas pendidikan, dapat memengaruhi hasil hafalan perlu dijelaskan lebih jelas.</li> <li> <p> Secara keseluruhan, proposal ini memiliki tema yang sangat relevan dan menarik, terutama dalam konteks pendidikan di lingkungan berbasis keagamaan seperti PGMI. Pendekatan multidimensi yang menggabungkan kemampuan kognitif, kemampuan membaca, dan faktor lingkungan dalam pengaruhnya terhadap hafalan Al-Qur&#39;an memberikan penelitian ini nilai tambah. Namun, metodologi, rumusan masalah, dan hipotesis perlu lebih diperinci agar penelitian ini dapat menghasilkan data yang kuat dan konklusif.</p> </li> </ul> <p> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meneropong Clicktivism Melalui Lensa Alqu'an : Pengaruh dan Relevansinya Terhadap Perubahan Sosial (Studi Tematis Ayat-ayat Sosial)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola partisipasi sosial masyarakat dari bentuk aktivisme konvensional menuju aktivisme berbasis media sosial yang dikenal sebagai clicktivism, yang memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana aktivitas ini berkontribusi terhadap perubahan sosial dan bagaimana kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena clicktivism dalam perspektif Al-Qur’an serta mengkaji relevansinya terhadap perubahan sosial berdasarkan ayat-ayat sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), menggunakan metode tafsir maudhu‘i melalui pengumpulan dan analisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan tema sosial, didukung oleh literatur tafsir klasik dan kontemporer serta kajian ilmiah terkait aktivisme digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa clicktivism memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai Qur’ani seperti amar ma’ruf nahi munkar, ta‘āwun, keadilan, dan tanggung jawab sosial, serta dapat berfungsi sebagai sarana awal dalam membangun kesadaran dan partisipasi sosial di era digital, meskipun sering kali masih bersifat simbolik dan belum diikuti tindakan nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa clicktivism memiliki potensi sebagai media transformasi sosial yang konstruktif apabila diiringi dengan aksi konkret, sehingga integrasi antara partisipasi digital dan tindakan nyata menjadi kunci dalam mewujudkan perubahan sosial yang sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru TPA dalam menggunakan metode an-Nahdliyah di TPA AN-NUR desa sumber agung kecamatan muara sungkai kabupaten Lampung Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam menerapkan metode An-Nahdliyah pada pembelajaran Al-Qur’an di TPQ An-Nur Desa Sumber Agung Kecamatan Muara Sungkai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan santri. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, demonstrator, dan pengelola kelas dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode An-Nahdliyah. Penerapan metode ini dilakukan secara klasikal dengan menggunakan sistem ketukan serta tahapan pembelajaran yang terstruktur melalui program jilid dan sorogan. Metode An-Nahdliyah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri, baik dari segi kelancaran, ketepatan tajwid, maupun keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, jumlah tenaga pengajar, waktu pembelajaran, serta kedisiplinan santri, guru mampu melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode An-Nahdliyah sangat dipengaruhi oleh optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Metode Wafa Terhadap Kemampuan Membaca Alquran Siswa Pada Pembelajaran Tahsin Tahfidz di SMP Cendekia Madani Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Wafa terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VII SMP Cendekia Madani Metro. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa serta perlunya metode pembelajaran yang efektif, sistematis, dan menarik. Metode Wafa merupakan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang mengintegrasikan pendekatan otak kanan dengan sistem pembelajaran 5P (Pembukaan, Pengalaman, Pengajaran, Penilaian, Penutupan) dan irama nada hijaz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 30 orang, sekaligus dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data meliputi angket, tes membaca Al-Qur’an, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r_xy) sebesar 0,399 dengan nilai t_hitung (2,722) > t_tabel (2,048) pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Tingkat hubungan kedua variabel berada pada kategori rendah dengan kontribusi metode Wafa terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an sebesar 15,9% (koefisien determinasi), sedangkan 84,1% dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, bimbingan guru, lingkungan keluarga, dan faktor internal siswa. Dengan demikian, metode Wafa berpengaruh positif namun masih tergolong rendah terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, sehingga diperlukan optimalisasi penerapan metode ini secara lebih maksimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Mekanisme Penguatan Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Tradisi Mappanre Temme pada Masyarakat Bugis Perantauan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan Islam tidak hanya berlangsung melalui lembaga formal, tetapi juga berkembang dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat sebagai bagian dari proses internalisasi nilai. Dalam konteks ini, tradisi keagamaan lokal dapat berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang kontekstual. Namun, kajian mengenai bagaimana mekanisme penguatan pendidikan Islam berlangsung dalam praktik tradisi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penguatan pendidikan Islam dalam tradisi khataman Al-Qur’an (Mappanre Temme) pada masyarakat Bugis di Desa Sukorahayu, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre Temme berlangsung melalui mekanisme internalisasi nilai yang mencakup dimensi akidah, ibadah, akhlak, dan sosial. Mekanisme tersebut terwujud melalui pembacaan Al-Qur’an sebagai praksis ibadah, penyampaian paseng sebagai transmisi nilai moral, keteladanan tokoh agama dan adat sebagai model pembelajaran, serta partisipasi kolektif masyarakat sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial. Selain itu, tradisi ini tetap relevan dalam konteks masyarakat Bugis perantauan meskipun menghadapi dinamika sosial seperti modernisasi dan mobilitas penduduk. Dengan demikian, tradisi Mappanre Temme dapat dipahami sebagai model pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal yang bekerja melalui mekanisme internalisasi nilai secara kultural dalam kehidupan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Konsep Interaksi Sosial Asosiatif dalam Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsīr Al-Munīr Dan Tafsīr Al-Mīṣbaḥ)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji konsep interaksi sosial asosiatif dalam Al-Qur’an melalui analisis komparatif terhadap penafsiran Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsīr al-Munīr dan M. Quraish Shihab dalam Tafsīr al-Miṣbāḥ, serta menelaah relevansinya dengan teori interaksi sosial menurut Ahmad Siddiq dan soerjono soekanto. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami nilai-nilai sosial Qur’ani dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat modern saat ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi sosial asosiatif dalam Al-Qur’an tercermin dalam nilai ta‘āwun (kerja sama), ta‘āruf (saling mengenal), dan tanggung jawab sosial, sebagaimana termuat dalam ayat-ayat ijtimā‘iyyah. Kedua mufasir memiliki kesamaan bahwa interaksi sosial harus berlandaskan kebaikan dan ketakwaan. Perbedaannya, Wahbah Az-Zuhaili lebih menekankan aturan dan konsekuensi hukum, sedangkan M. Quraish Shihab lebih menekankan nilai kemanusiaan dan penerapannya dalam kehidupan sekarang. Lebih lanjut, konsep tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan pemikiran Ahmad Siddiq melalui Trilogi Ukhuwwah serta teori interaksi sosial asosiatif Soerjono Soekanto. Dengan demikian, nilai sosial dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun masyarakat yang rukun, harmonis, dan saling menghargai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Akhlak Tabayyun dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqashidi atas Ayat-Ayat Tabayyun

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI TAFSIR AYAT-AYAT MERITOKRASI DALAM AL-QUR’AN: STUDI PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meritokrasi merupakan sistem penempatan individu dalam jabatan atau peran berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kelayakan, bukan karena hubungan kekerabatan, status sosial, atau kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tafsir ayat-ayat meritokrasi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed serta menganalisis relevansinya terhadap sistem kepemimpinan meritokratis kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan meritokrasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Abdullah Saeed, kitab tafsir, buku, jurnal, dan kajian akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui empat langkah tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas, karakter, empati, dan tanggung jawab moral. QS. Al-Qaṣaṣ [28]:26 menekankan kompetensi dan amanah, QS. Al-Isrā’ [17]:84 menegaskan kesesuaian peran dengan karakter individu, dan QS. At-Taubah [9]:128 menghadirkan model kepemimpinan yang empatik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, meritokrasi dalam perspektif Al-Qur’an menawarkan paradigma kepemimpinan yang holistik, etis, dan relevan bagi tata kelola organisasi maupun pemerintahan kontemporer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Metode Sorogan untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an pada Siswa Kelas VII SMP Ma’arif 1 Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa masih menjadi hambatan signifikan dalam pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran konvensional yang berpusat pada kelas sering kali membatasi kemampuan guru dalam memberikan bimbingan individual untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode sorogan serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan diterapkan melalui sesi membaca Al-Qur’an secara individual di hadapan guru sehingga memungkinkan koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan. Penerapan metode ini berkontribusi pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan dalam penerapan kaidah tajwid, serta kepercayaan diri siswa. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta variasi kedisiplinan belajar. Secara keseluruhan, metode sorogan terbukti sebagai pendekatan yang efektif karena memberikan perhatian personal dan umpan balik langsung dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran orang tua untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar membaca Al-Qur'an di TPA Nurul Huda desa Bumi ratu nuban Lampung Tengah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi anak untuk belajar membaca Al-Qur’an di Desa Bhakti Negara, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian orang tua dalam mendampingi anak belajar membaca AlQur’an, yang disebabkan oleh kesibukan kerja dan kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi orang tua , dan anak-anak usia 10–11 tahun di RT 03 Desa Bhakti Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kata Kunci: Peran orang keterlibatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi anak dalam belajar membaca Al-Qur’an. Bentuk keterlibatan tersebut tua, motivasi anak, meliputi bimbingan langsung, pengawasan, komunikasi yang baik, serta membaca Al-Qur’an.pemberian motivasi berupa pujian dan hadiah. Kendala yang dihadapi .orang tua antara lain keterbatasan waktu, kelelahan setelah bekerja, dan kurangnya kemampuan mengaji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya peran aktif orang tua dalam membentuk karakter religius anak sejak dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Konsep Waktu Dalam Al-Qur'an (Studi tafsir Tematik)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu merupakan elemen fundamental dalam ajaran Islam yang memiliki dimensi teologis, filosofis, dan praktis. Al-Qur’an secara eksplisit mengangkat tema waktu dalam berbagai ayat, menunjukkan urgensinya dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep waktu dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik, dengan menitikberatkan pada penafsiran dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama Republik Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan tematik (maudhū‘i), yakni dengan mengumpulkan dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan waktu. Waktu diposisikan sebagai anugerah dari Allah untuk dikelola dan dimanfaatkan sekaligus ujian bagi manusia, serta menjadi sarana untuk beramal, merenung, dan membangun kesadaran eskatologis. Studi ini menegaskan pentingnya pemahaman konseptual tentang waktu dalam perspektif Al-Qur’an guna membentuk kesadaran spiritual dan etika waktu dalam kehidupan Muslim.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Guru Dalam Mengatasi Siswa Yang Mengalami Kesulitan Belajar Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di MTs Ma’arif Roudlotut Tholibin Met ro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh guru dalam mengatasi siswa yang mengalami kesulitan belajar pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di MTs Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro. Kesulitan belajar yang dialami siswa dapat berupa kesulitan dalam membaca, memahami, dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an serta hadist. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Subjek penelitianya yaitu guru Al-qur’an hadist dan siswa-siswi MTs Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro. Uji keabsahan datanya menggunakan triangulasi. Teknik analisis datanya yaitu menggunakan redaksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, di antaranya pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif seperti metode tartil, drill, serta pemberian motivasi. Strategi-strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa serta mengurangi kesulitan belajar yang mereka alami. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadist.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran pendidikan agama islam dalam meningkatkan literasi Al Qur'an siswa kelas X SMA Taruna Gajah Mada Metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SMA Taruna Gajah Mada merupakan sekolah berbasis militer yang menekankan disiplin dan ketangguhan. Di tengah fokus utama pada pendidikan fisik, sekolah ini juga menerapkan pembiasaan membaca Al-Qur’an untuk membentuk karakter spiritual siswa. Literasi Al-Qur'an tidak hanya mencakup kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya. Oleh karena itu, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam meningkatkan literasi Al-Qur'an di SMA Taruna Gajah Mada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, kepala sekolah, serta beberapa siswa kelas X, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam pembelajaran Al-Qur'an. Strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran berbasis praktik langsung, pembiasaan membaca Al-Qur’an sebelum dan di antara jam pelajaran, serta penguatan karakter berbasis nilai Islam. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan kurangnya motivasi siswa, guru PAI mengatasinya melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dan orang tua. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran aktif guru PAI dalam pembelajaran Al-Qur’an memiliki dampak positif terhadap literasi Al-Qur'an siswa, baik dalam aspek membaca, memahami, maupun mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari seluruh elemen sekolah, literasi Al-Qur’an dapat terus ditingkatkan secara efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail