ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Penelitian ini bertujuan untuk:</p>
<ol>
<li>
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam tentang penggunaan teknologi dalam penguasaan Bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li>
<li>
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam peran teknologi dalam penguasaan Bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li>
<li>
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam tentang hal- hal yang mempengaruhi penguasaan tehnologi dalam penguasaan bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li>
</ol>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN INKLUSIF ANAK USIA DINI BERBASIS PARENTING PADA KELUARGA MASYARAKAT DI KOTA METRO Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus seperti ADHD, disleksia, dan speech delay. Namun, implementasi pembelajaran inklusif di lingkungan keluarga masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman orang tua, keterbatasan model pembelajaran adaptif, serta minimnya dukungan fasilitas. Padahal, keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif melalui pendekatan parenting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran inklusif anak usia dini berbasis parenting pada keluarga masyarakat di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia dini berkebutuhan khusus di Kota Metro. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusif berbasis parenting berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi dan asesmen kebutuhan anak, penyesuaian materi dan aktivitas pembelajaran, kegiatan bermain edukatif, keterlibatan aktif orang tua, serta evaluasi berkelanjutan. Pembelajaran dilakukan secara fleksibel, alami, dan berbasis pengalaman sehari-hari dalam keluarga. Orang tua berperan sebagai pendidik utama yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak serta memberikan pendampingan secara intensif. Kesimpulannya, model ini efektif dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus, meskipun masih diperlukan penguatan dalam sistematisasi dan dukungan profesional agar hasilnya lebih optimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA AL HUDA TULUNG BALAK Oleh : Alisa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di RA Al Huda Tulung Balak. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional sebagai fondasi dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi sosial, serta pengendalian emosi anak. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai perkembangan sosial emosional yang sesuai dengan tahap usianya, namun masih ditemukan beberapa anak yang mengalami kendala dalam mengelola emosi, menunjukkan kepercayaan diri, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait implementasi strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi guru dalam mengembangkan sosial emosional anak dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain peran, aktivitas kelompok, metode bercerita, serta keteladanan guru dalam interaksi sehari-hari. Guru juga berperan dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta adanya kolaborasi antara guru dan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keragaman karakteristik anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi guru di RA Al Huda Tulung Balak telah dilaksanakan secara sistematis dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual maupun praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada aspek sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan media eco printing dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di RA Perwanida Metro Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak kelompok B2, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media eco printing dapat dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterlibatan, antusiasme, serta keaktifan anak dalam pembelajaran. Selain itu, media eco printing terbukti dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aspek koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketelitian, serta kemandirian. Temuan ini didukung oleh hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media eco printing merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan yang bersifat kreatif, konkret, dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HAMONG PUTRA LAMPUNG TENGAH Oleh: Mukhlisatun Intianah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang ditunjukkan melalui rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam mengelola emosi, ketergantungan pada orang lain, kurangnya tanggung jawab, serta keterbatasan dalam menaati aturan dan berinteraksi sosial. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum selarasnya stimulasi yang diberikan di lingkungan sekolah dan rumah, serta belum optimalnya kolaborasi antara guru dan orang tua, khususnya dalam komunikasi yang masih bersifat informal, insidental, dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak di Kelompok Bermain Hamong Putra Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merancang kegiatan tematik seperti Market Day dan melibatkan orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan anak. Pada tahap komunikasi, interaksi dilakukan melalui WhatsApp dan komunikasi langsung saat penjemputan, namun masih bersifat terbatas, tidak terjadwal. Pada tahap pelaksanaan, orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, namun keterlibatannya masih bersifat pasif dan terbatas. Pada tahap evaluasi, kolaborasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada perkembangan sosial-emosional anak yang masih bervariasi, di mana terdapat anak yang sudah mampu berinteraksi dengan baik, namun masih ada anak yang kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, belum mandiri, dan belum mampu menyesuaikan diri secara optimal. Kesimpulan nya diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur, intensif, dan berkelanjutan agar tercipta keselarasan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Astiningsih, Yuli. UPAYA GURU DALAM MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA NURUL ULUM PAYUNG REJO Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenal huruf hijaiyah serta mengatasi berbagai kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran secara terencana melalui penyusunan RPP yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Implementasi metode bernyanyi didukung oleh berbagai strategi, seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, penciptaan suasana kelas yang kondusif, pendekatan individual dan emosional, pemberian motivasi dan reward, penerapan disiplin yang mendidik, serta evaluasi dan refleksi pembelajaran secara berkala. Selain itu, guru juga menjalin kerjasama dengan orang tua untuk mendukung proses pembelajaran di rumah. Metode bernyanyi terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah, melafalkan bunyi, serta memahami perubahan bentuk huruf dalam suatu kata. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, metode bernyanyi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Krisis nafkah dalam pernikahan dini di Sukadana menunjukkan adanya persoalan serius dalam relasi keluarga yang berdampak pada meningkatnya cerai gugat. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti faktor umum perceraian seperti ekonomi dan disharmoni rumah tangga, sementara kajian yang secara spesifik mengaitkan krisis nafkah dalam pernikahan dini dengan perspektif sosial-legal masih terbatas. Artikel ini menganalisis bagaimana ketidakmampuan suami dalam memenuhi kewajiban nafkah bertransformasi menjadi alasan yuridis dalam cerai gugat serta bagaimana dinamika tersebut mencerminkan interaksi antara faktor struktural, kultural, dan normatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain eksploratif-analitis melalui pendekatan sosial-legal. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan enam informan serta analisis putusan pengadilan dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis nafkah dipengaruhi oleh ketidaksiapan ekonomi akibat pernikahan usia dini, rendahnya pendidikan, serta lemahnya internalisasi norma hukum keluarga. Selain itu, terjadi pergeseran makna nafkah dari kewajiban normatif menjadi beban struktural serta perubahan relasi kuasa dalam rumah tangga yang memicu konflik. Temuan ini menegaskan bahwa cerai gugat berfungsi sebagai mekanisme sosial-legal untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi perempuan serta mencerminkan kebutuhan akan model keadilan keluarga yang lebih responsif terhadap realitas sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kurniasari, Febri. PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN NUSA INDAH MA’ARIF Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media boneka tangan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun melalui metode bercerita di Kelompok Bermain Nusa Indah Ma’arif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan media, uji coba, revisi, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak sebelum penggunaan media boneka tangan masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata 55,2. Sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah penerapan media boneka tangan melalui metode bercerita, kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 78,6 atau meningkat sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, serta penurunan pada kategori kemampuan rendah. Penggunaan media boneka tangan juga terbukti mampu meningkatkan keaktifan berbicara anak sebesar 87%, kemampuan menyusun kalimat sederhana sebesar 80%, dan penguasaan kosakata sebesar 93%. Sebanyak 93,3% anak mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan melalui metode bercerita efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun. Media ini mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Kata Kunci : Media Boneka Tangan, Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Metode Bercerita, R&D.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas bagaimana guru di RA Nurul Muttaqin mengajarkan nilai-nilai multikultural seperti kejujuran, toleransi, dan cinta damai kepada anak usia dini. Hal ini penting dilakukan agar karakter positif anak terbentuk sejak dini dalam lingkungan yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara dengan kepala sekolah serta guru, dan pengumpulan dokumen pendukung. Data yang terkumpul kemudian diproses dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam menerapkan pendidikan multikultural untuk menguatkan kejujuran, toleransi, dan cinta damai anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Tahun Ajaran 2025/2026 dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai karakter secara preventif dalam kegiatan sehari-hari. Guru berperan sebagai teladan, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis, serta menanamkan nilai melalui metode seperti bercerita, bermain peran, dan kerja kelompok. Selain itu, penerapan aturan kelas, pemberian penguatan positif, serta kerja sama dengan orang tua menjadi faktor pendukung dalam membentuk karakter anak yang jujur, toleran, dan cinta damai secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual. Pada usia 5–6 tahun, anak mulai menyerap nilai-nilai yang memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membangun dasar keimanan dan akhlak anak sejak dini. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama menjadi tempat awal penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan dan pembiasaan. Namun, keluarga dengan profesi sebagai pekebun sering memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak sehingga menjadi tantangan dalam penerapan pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun pada anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai pekebun serta anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun dilakukan melalui beberapa cara, yaitu keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, serta pengawasan terhadap perilaku anak. Orang tua berupaya membiasakan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, melaksanakan shalat, serta mengenal nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga menanamkan sikap sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, dan membiasakan anak untuk berkata baik. Meskipun memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan di kebun, orang tua tetap berusaha mendampingi anak dalam kegiatan keagamaan di rumah. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius turut memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan religius anak. Dengan demikian, penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun tidak hanya mengajarkan praktik ibadah, tetapi juga membentuk karakter, sikap moral, serta kebiasaan religius anak sejak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter anak usia dini, khususnya pada usia 5-6 tahun yang merupakan masa emas dalam pembentukan nilai moral,sosial dan emosional. Keberadaan guru laki-laki di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih relatif terbatas, padahal mereka memiliki potensi besar dalam memberikan keteladanan, terutama dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan. Hasil prasurvey di RA Al Khairiyah Tanjung Aji menunjukkan bahwa kemampuan karakter anak belum berkembang secara optimal, serta peran guru laki-laki dalam proses pembelajaran dan pembiasaan nilai karakter masih kurang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru, dan 12 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data di uji melalui teknik triangualisasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia dini dilaksanakan melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin sebagai pengajar, guru laki-laki mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, sopan santun, dan empati dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai pendidik guru laki-laki memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari serta membimbing anak dengan pendekatan yang persuasif. Sebagai pemimpin, guru laki-laki mampu mengelola kelas menerapkan nilai kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak meskipun masih belum sepenuhnya optimal dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan rasa cinta tanah air pada anak usia dini melalui kegiatan membatik di TK Kartini Biru Karang Anyar Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Tahun Ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, khususnya melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan peserta didik usia 5–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membatik dimanfaatkan guru sebagai media internalisasi nilai cinta tanah air melalui pengenalan motif batik nusantara, pemahaman makna simbolik dalam batik, serta penjelasan mengenai warisan budaya Indonesia yang patut dijaga. Proses pembelajaran dirancang secara terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan tetap mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak. Anak-anak terlibat aktif dalam membuat pola sederhana, mewarnai motif, hingga memahami cerita di balik motif batik tertentu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan motorik halus, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek pengetahuan budaya, sikap menghargai budaya nasional, serta minat anak terhadap kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, kegiatan membatik terbukti menjadi strategi efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada anak usia dini di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Cinta Tanah Air, Anak Usia Dini, Membatik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPAYA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN AKHLAK ANAK MELALUI METODE KOMUNIKASI TERPADU PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BANDAR MATARAM Oleh : Nur Thila Syarofa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku anak usia dini yang belum sepenuhnya mencerminkan akhlak terpuji, seperti kebiasaan berbicara kasar dan mengumpat, yang sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar maupun paparan media digital tanpa pengawasan orang tua. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan (mismatch) antara pembiasaan nilai akhlak di sekolah dengan pola pengasuhan di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru dan orang tua dalam mengembangkan akhlak anak melalui metode komunikasi terpadu pada Anak Usia Dini di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas, Orang Tua/Wali Murid, serta Peserta Didik di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan induktif yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan akhlak anak dilakukan secara efektif melalui metode komunikasi terpadu yang memiliki dimensi kolaboratif dan partisipatif. Guru dan orang tua menerapkan proses perancangan bersama (co-designing) untuk menyepakati target perilaku spesifik yang ingin dicapai, seperti adab berbicara. Upaya ini didukung oleh penggunaan berbagai media komunikasi secara optimal, mulai dari buku penghubung, pesan WhatsApp pribadi, hingga forum dialog langsung dan program parenting. Selain itu, pihak sekolah dan keluarga secara selaras menerapkan strategi keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation) dalam keseharian anak. Kesimpulannya, kolaborasi dan komunikasi terpadu antara sekolah dan rumah terbukti mampu menekan kebiasaan anak mengucapkan kata-kata kasar serta mencegah anak mengalami kebingungan nilai, karena aturan sopan santun mendapatkan penguatan yang konsisten di kedua lingkungan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HARTA KARUN BILANGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI DI TK ARSYA BUNDA BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH TAHUN 2025/2026 Oleh: SITI ROKAYAH Media pembelajaran merupakan perangkat yang dimanfaatkan oleh guru atau pendidik untuk menunjang keselenggaraannya kegiatan belajar anak. Media juga dapat menjadi alternatif untuk membantu melatih kemampuan berhitung pada anak. Dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan ramah ligkungan untuk melatih berhitung pada anak usia dini di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses pengembangan dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli media dan materi, serta uji coba produk terbatas dan lapangan pada anak usa 4-5 tahun. Adapun lokasi penelitian di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini dengan mengembangkan media pembelajaran harta karun bilangan yang berbahan dasar triplek di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media harta karun bilangan ini efisien dalam meningkatkan kamampuan berhitung pada anak usia dini, khususnya dalam aspek menghitung jumlah objek dari satu hingga sepuluh, memahami makna dasar konsep bilangan, mengenali symbol atau tanda angka, menyesuaikan symbol bilangan dengan symbol bilangan yang sepadan, serta melafalkan symbol angka dari satu sampai sepuluh. Selain itu, media harta karun bilangan juga mendapat tanggapan positif dari guru kelas sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Dengan demikian , media pembelajaran harta karun bilangan berbahan dasar triplek ini layak digunakan sebagai sarana edukatif atau media pembelajaran yang mendukung perkembangan berhitung pada anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan fisik motorik kasar pada anak dengan autisme, khususnya dalam koordinasi gerak, keseimbangan, dan kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan gerak dan lagu untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK As Salam Branti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan satu anak dengan autisme berinisial SAF. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak belum berkembang optimal. Upaya guru dilakukan melalui kegiatan gerak dan lagu secara terstruktur, meliputi pemilihan lagu yang sesuai, pendekatan individual, pelaksanaan bertahap, serta evaluasi. Penerapan metode ini memberikan peningkatan bertahap pada koordinasi gerak, keseimbangan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, gerak dan lagu efektif dalam membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar anak dengan autisme.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan Sedekah Jumat, peran orang tua dalam menanamkan empati dan kepedulian sosial, serta dampak kegiatan tersebut terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di RA Bustanul ‘Ulum Jayasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan beberapa orang tua murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan Sedekah Jumat dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai salah satu program pembentukan karakter di sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama melalui pemberian contoh, dukungan, serta komunikasi kepada anak mengenai makna berbagi. Dampak kegiatan ini terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan sikap lebih peduli terhadap teman, memiliki kebiasaan berbagi, serta mampu memahami perasaan orang lain. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi kerja sama antara sekolah dan orang tua serta keteladanan dari guru, sedangkan faktor penghambat yang ditemukan bersifat teknis seperti anak yang terkadang lupa membawa sedekah. Dengan demikian, pembiasaan Sedekah Jumat dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial pada anak usia dini apabila dilakukan secara konsisten dan didukung oleh kerja sama antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan motorik halus pada anak usia dini khususnya pada usia 5-6 tahun, karena kemampuan ini berperan dalam mendukung aktivitas belajar anak. Kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Belum Berkembang, terbukti masih terdapat beberapa anak yang masih sulit dalam kegiatan mengancingkan baju, menggunting, melipat kertas dan memegang pensil warna dengan baik. guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. salah satu bahan alam yang dapat digunka adalah serbuk kayu, karena memiliki tesktur yang ringan dan mudah dibentuk serta mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia dini usia 5-6 Tahun melalui media serbuk kayu di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sabjek penelitian berfokus pada siswa kelompok usia 5-6 Tahun yang berjumlah 21 anak, dengan temuan 6 siswa Belum Berkembang, 9 Siswa Mulai Berkembang dan 6 Siswa Berkembang Sesuai Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan kepada kegiatan pembelajaran yang menggunkan media serbuk kayu, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak yang dilakukan melalui kegiatan mencetak berbagai bentuk melalui media serbuk kayu mampu mengembangkan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA KARDUS BEKAS MENJADI "WEATHER BOX" UNTUK MENGEMBANGKAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI USIA 4-5 TAHUN DI KB MELATI REJO BINANGUN, KEC. RAMAN UTARA, KAB. LAMPUNG TIMUR T.A 2024/2025 Arum Kumala Putri NPM. 211310016 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di KB Melati Rejo Binangun dalam memahami konsep cuaca akibat keterbatasan media pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai karakteristik anak usia dini. Data prasurvei menunjukkan sebagian besar anak masih berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB) pada indikator kognitif terkait pengenalan cuaca. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran dari kardus bekas yang dinamakan Weather Box serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak usia 4–5 tahun Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan posttest lisan menggunakan pertanyaan pemantik. Indikator kognitif yang diukur meliputi kemampuan mengenal simbol cuaca, mengaitkan cuaca dengan aktivitas harian, berpikir kritis dan kreatif, serta memahami dampak cuaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Weather Box menarik perhatian anak, mudah digunakan, menciptakan pembelajaran interaktif, serta membantu anak memahami konsep cuaca secara konkret. Media ini juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan melalui pemanfaatan bahan daur ulang sebagai sarana belajar yang edukatif dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan moral dan agama merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada masa usia 5-6 tahun yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age). Dalam konteks lingkungan multikultural seperti TK Permata Atlantic, penerapan praktik ibadah menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan praktik ibadah dalam upaya mengembangkan moral dan agama anak usia 5-6 tahun serta menjawab permasalahan: bagaimana praktik ibadah dilaksanakan untuk mengembangkan motral dan agama anak usia 5-6 tahun. Landasan teori yang digunakan mencakup teori perkembangan moral dari Lawrence Kohlberg, pendidikan karakter, dan pendekatan pembelajaran berbasis nilai keagamaan yang menekankan pentingnya internalisasi nilai melalui praktik nyata, seperti doa, ibadah sederhana, serta cerita moral dari kitab suci. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik ibadah di TK Permata Atlantic dilakukan melalui kegiatan rutin doa bersama, mendengarkan kisah moral dari kitab suci, pelaksanaan ibadah sederhana setiap pekan, dan pembiasaan nilai-nilai moral seperti toleransi, empati, kejujuran, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut dirancang secara kontekstual dan sesuai dengan perkembangan anak, serta melibatkan peran aktif guru dan dukungan dari orang tua. Kesimpulannya, praktik ibadah yang diterapkan secara inklusif dan menyenangkan dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini dalam lingkungan yang beragam agama.