ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA AL HUDA TULUNG BALAK Oleh : Alisa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di RA Al Huda Tulung Balak. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional sebagai fondasi dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi sosial, serta pengendalian emosi anak. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai perkembangan sosial emosional yang sesuai dengan tahap usianya, namun masih ditemukan beberapa anak yang mengalami kendala dalam mengelola emosi, menunjukkan kepercayaan diri, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait implementasi strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi guru dalam mengembangkan sosial emosional anak dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain peran, aktivitas kelompok, metode bercerita, serta keteladanan guru dalam interaksi sehari-hari. Guru juga berperan dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta adanya kolaborasi antara guru dan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keragaman karakteristik anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi guru di RA Al Huda Tulung Balak telah dilaksanakan secara sistematis dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual maupun praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada aspek sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan sosial emosional anak melalui bermain loose part di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional anak usia dini yang perlu di kembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kegiatan bermain loose part yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam kegiatan bermain loose part. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, serta memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Kegiatan bermain loose part terbukti efektif dalam mengembangkan sosial emosional anak, yang di tandai dengan meningkatnya kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, serta pengendalian emosi. Selain itu anak juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti lebih mandiri, percaya diri,dan mampu menyelesaikan konflik sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain loose part merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perkembangan sosial emosional anak usia dini. Dalam keluarga yang melibatkan orang tua sambung, pola pengasuhan seringkali mengalami ketidakseimbangan karena adanya perbedaan pendekatan pengasuhan antara orang tua kandung dan orang tua sambung. Hal ini berpotensi menghambat tumbuh kembang anak, terutama jika tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua sambung dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh orang tua sambung dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di RA Muslimat Baitul Huda Sidoharjo, Selagai Lingga, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah lima orang tua yang memiliki pasangan orang tua sambung dan anak usia dini di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kecenderungan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sambung, yaitu pola asuh positif, negatif, dan netral. Pola asuh positif terlihat dari sikap membimbing, mengarahkan, dan mendampingi anak, terutama dalam kegiatan belajar dan sosialisasi. Pola asuh negatif ditunjukkan dengan penggunaan kekerasan, minimnya dukungan dan perhatian, serta kurangnya kasih sayang yang menyebabkan anak menjadi pendiam, tidak percaya diri, dan sulit berinteraksi. Sementara itu, pola asuh netral ditandai dengan pemberian kebebasan tanpa batas dan tanpa kontrol, sehingga anak merasa diabaikan meski tidak ditekan secara langsung. Ketiga pola ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap perkembangan sosial emosional anak, tergantung pada konsistensi penerapan dan kualitas komunikasi antara orang tua sambung dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keuntungan dari Market Day untuk menumbuhkan keterampilan sosial pada anak-anak termasuk keberanian, kreativitas, kewirausahaan, tanggung jawab, ketahanan terhadap keputusasaan, kemandirian, kehati-hatian, kemampuan, dan keterampilan sosial adalah apa yang memacu penelitian ini. Karena interaksi langsung yang akan dimiliki anak-anak dengan teman sekelas dan guru, Market Day sedang dilaksanakan dengan cara yang sangat instruktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana Market Day diterapkan pada perkembangan sosial emosional siswa berusia 4 hingga 5 tahun di Taman Kanak-kanak Pagaruyung. Dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan Market Day untuk mengembangkan emosi sosial anak-anak berusia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Pagaruyung, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi deskriptif. Baik observasi maupun wawancara termasuk dalam metodologi penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana Market Day diterapkan pada perkembangan sosial emosional siswa berusia 4 hingga 5 tahun di Taman Kanak-kanak Pagaruyung. Temuan penelitian menunjukkan, dalam pelaksanaan Hari Pasar, emosi sosial anak usia empat sampai lima tahun sudah memenuhi syarat untuk menunjukkan kompetensi sosial emosional sesuai dengan tahapan perkembangannya dalam area ini.