ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial siswa, khususnya melalui media sosial. Namun, belum optimalnya penguatan etika digital dalam pendidikan menyebabkan munculnya reasoning gap, yakni kesenjangan antara kebebasan berekspresi dan kesadaran moral siswa, yang tercermin dalam perilaku anonim tanpa pertimbangan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku anonim pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Ma’arif 1 Kota Metro. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan berbagai platform media sosial, masih ditemukan interaksi negatif seperti ejekan, hinaan verbal, dan komentar tidak pantas yang mengarah pada perundungan siber ringan. Untuk mengatasinya, guru PAI menerapkan strategi berupa pembinaan moral, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islam seperti konsep tabayyun dalam pembelajaran, konseling personal, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk etika digital dan menanamkan akhlakul karimah melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan media sosial telah mengubah praktik jual beli, termasuk transaksi jual beli sapi, yang memberikan kemudahan namun juga meningkatkan potensi wanprestasi akibat ketidaksesuaian antara kesepakatan dan pelaksanaan. Penelitian ini penting karena belum terdapat kajian spesifik mengenai akibat hukum wanprestasi dalam jual beli sapi melalui media sosial berdasarkan hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk wanprestasi dan menganalisis akibat hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika penjual menyerahkan sapi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperjanjikan. Akibat hukum yang timbul berupa pembatalan perjanjian dan pengembalian uang muka sebagai bentuk pertanggungjawaban penjual. Hal ini menunjukkan bahwa wanprestasi dalam transaksi melalui media sosial tetap menimbulkan konsekuensi hukum dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap konsentrasi belajar. TikTok merupakan salah satu platform yang banyak digunakan oleh siswa karena menyediakan konten video singkat yang menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial Tiktok terhadap konsentrasi belajar remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian N =193 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kotagajah dengan sampel N = 138 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) sebanyak 11 item dan skala konsentrasi belajar sebanyak 28 item. Analisis data menggunakan korelasi product moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,030 dengan nilai signifikansi 0,725 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial hanya memberikan kontribusi sebesar 0,1% terhadap variasi konsentrasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa, karena konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, minat terhadap pelajaran, serta lingkungan belajar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang tepat dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan mengatasi insecure pada siswa MTs Darul Ulum Panaragan Jaya di era media sosial. Di era digital saat ini membawa perubahan terhadap pola interaksi sosial, fear of missing out, rendahnya harga diri, pembentukan identitas dan perkembangan moral peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data mencakup proses reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa banyak yang merasa tidak percaya diri dikarenakan media sosial. Strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang diterapkan melalui pembelajaran inkuiri, pembiasaan akhlak positif, diskusi reflektif, mampu membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa insecure. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan mental siswa di tengah gempuran era media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial, khususnya program Tik Tok Affiliate, menciptakan peluang kewirausahaan baru bagi Generasi Z, masih menghadapi tantangan dalam aspek inovasi dan penerapan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan pada pemasaran media sosial, Secara langsung atau dengan peran mediasi inovasi dan etika bisnis Islam. Penelitian ini berbasis pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebanyak 250 responden dengan teknik purposive sampling, Generasi Z berusia 18–27 tahun beraktivitas sebagai Tik Tok affiliate, Temuan penelitian menunjukkan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, etika bisnis Islam, serta pemasaran media sosial. Selain itu, inovasi dan etika bisnis Islam terbukti berperan sebagai variabel mediasi. Hasil analisis menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan, inovasi, dan konsep etika bisnis Islam dalam membangun pemasaran digital yang efektif, beretika, dan berkelanjutan. Pemasaran media sosial pada Generasi Z perlu didukung oleh kewirausahaan pendidikan yang terintegrasi dengan etika bisnis Islam. Penerapan nilai etika berimplikasi pada terbentuknya praktik pemasaran digital yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan berkelanjutan. Penguatan literasi kewirausahaan dan etika bisnis Islam menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pemasaran media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemajuan teknologi informasi, khususnya dalam bentuk media sosial, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap kedisiplinan beribadah remaja di Desa Rejomulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. Penggunaan media sosial yang intens di kalangan remaja sering kali mempengaruhi kegiatan keagamaan mereka, khususnya dalam melaksanakan ibadah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala desa, tokoh agama, orang tua, dan remaja, serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memberikan dampak positif dan negatif terhadap kedisiplinan beribadah remaja. Dampak positifnya termasuk akses mudah terhadap konten dakwah dan pengingat waktu salat yang mendorong remaja untuk lebih disiplin. Namun, dampak negatifnya adalah kecenderungan remaja menghabiskan waktu berlebihan di media sosial, terutama untuk hiburan, yang mengakibatkan pengabaian ibadah seperti salat. Oleh karena itu, penting bagi lingkungan keluarga dan masyarakat untuk memberikan pengawasan dan pembinaan agar penggunaan media sosial dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung kedisiplinan beribadah remaja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum Kantor Urusan Agama (KUA) dalam menetapkan pernikahan dini yang terjadi akibat pengaruh media sosial, dengan fokus pada Desa Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Fenomena pernikahan dini yang dipengaruhi oleh media sosial menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius dari lembaga terkait, termasuk KUA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada pihak KUA, remaja yang terlibat dalam pernikahan dini, serta tokoh masyarakat setempat. Selain itu, dilakukan analisis dokumen dan observasi lapangan untuk menggali informasi yang lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan dalam membentuk persepsi dan keinginan remaja untuk menikah dini. KUA, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pernikahan, berperan penting dalam melakukan verifikasi hukum dan memastikan bahwa pernikahan tersebut sesuai dengan ketentuan agama dan hukum yang berlaku. Meskipun KUA telah berusaha melakukan pembinaan dan memberikan penjelasan kepada calon pengantin, pengaruh media sosial yang kuat seringkali menjadi tantangan dalam menanggulangi praktik pernikahan dini di kalangan remaja.)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of a study is 1) To analyze the role of social media in increasing student learning motivation in PAI subjects at SMK Miftahul Ulum Bandar Lampung, 2) The most effective type of social media in increasing student learning motivation in PAI subjects at SMK Miftahul Ulum Bandar Lampung, 3) Challenges of the role of Social Media in increasing student learning motivation in PAI subjects at SMK Miftahul Ulum Bandar Lampung The type of research used by the researcher is qualitative research using descriptive methods, data collection methods in the form of interviews and documentation, data sources through the principal, teachers and students. The results of the study are: 1) The role of social media is not only as communication but also as an innovation for teachers and students, 2) The types of social media used are Whatsapp, Instagram and Youtube, the researcher type of social media is whatsapp because SMK Miftahul Ulum is more dominant in using these social media, 3) The challenge of the role of social media is to distinguish hoax news and valid news, as a teacher it is wiser to provide direction and be wise in providing education on the use of social media and the role of teachers must also follow the times so as not to be left behind
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seiring berkembangnya inovasi digital serta kemajuan teknologi dalam dunia maya, salah satu fenomena yang hadir di tengah masyarakat adalah keberadaan platform jejaring sosial. Jejaring sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana terbaru dalam menjalin interaksi dan komunikasi, tetapi juga membawa pengaruh yang luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan kecenderungan yang terjadi saat ini, penggunaan jejaring sosial dapat memberikan dampak yang beragam, baik dalam bentuk manfaat maupun tantangan bagi ketenteraman dalam kehidupan rumah tangga. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan media sosial terhadap keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga yang ada di Desa Toto Mulyo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh penggunaan platform digital terhadap dinamika hubungan keluarga di wilayah tersebut. Penelitian ini diselenggarakan di Dusun III yang terletak di Desa Toto Mulyo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, dengan menerapkan pendekatan berbasis kuantitatif sebagai metode utama dalam proses pengumpulan dan analisis data. Subjek penelitian ini mencakup masyarakat yang menetap di wilayah Dusun III Desa Toto Mulyo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, yang dijadikan sebagai populasi penelitian. Dari hasil analisis data yang telah diperoleh, ditemukan bahwa pemanfaatan media sosial memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap tingkat keharmonisan keluarga di desa tersebut. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan ttabel (14,569 > 1,661). Selain itu, tingkat signifikansi yang dihasilkan, yaitu sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, semakin menguatkan fakta bahwa terdapat hubungan yang erat antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga. Berdasarkan analisis yang dilakukan, besarnya pengaruh dari penggunaan media sosial terhadap keharmonisan keluarga di wilayah tersebut tercatat mencapai 68,8%.