ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media papan perkalian untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika kelas III Mi Ma’arif 18 Trimurjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan di MI Ma’arif 18 Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, dengan subjek penelitian sebanyak 21 siswa kelas III B yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan hasil belajar siswa, serta statistik inferensial dengan uji paired sample t-test untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep perkalian siswa setelah penerapan media papan pintar perkalian. Nilai rata-rata pretest sebesar 64,76 meningkat menjadi 81,67 pada posttest, dengan selisih peningkatan sebesar 16,91 poin. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk, sehingga memenuhi syarat untuk analisis lebih lanjut. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan pintar Perkalian efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional serta menguji pengaruh signifikan penerapan model CTL terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di salah satu Madrasah tsanawiyah didaerah Bekri. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling yang menghasilkan satu kelas eksperimen (pembelajaran CTL) dan satu kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika berbentuk essay sebanyak 5 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model CTL dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penerapan model pembelajaran kontekstual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model CTL sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas IV MINU Metro Utara menjadi permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini. Dari 28 siswa, hanya 10 siswa (35,7%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal 75 dengan nilai rata-rata kelas 62,5. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada materi Pengukuran Panjang melalui penerapan model pembelajaran Course Review Horay. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas IV D MINU Metro Utara. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 62,5 (pra-siklus) menjadi 74,3 (Siklus I) dan 82,7 (Siklus II). Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 35,7% menjadi 64,3% pada Siklus I dan 89,3% pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan minimal 80%. Partisipasi aktif siswa juga meningkat dari 58% menjadi 72% (Siklus I) dan 88% (Siklus II). Temuan ini menunjukkan bahwa model Course Review Horay yang diterapkan dengan pembentukan kelompok heterogen, pembagian peran, scaffolding intensif, dan variasi soal kontekstual terbukti efektif meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran yang efektif sangat bergantung pada model yang digunakan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. Quantum learning merupakan salah satu pembelajaran yang inovatif yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif guna meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui belajar siswa dengan menerapkan model quantum learning pada mata pelajaran matematika siswa kelas 1 di mi shodiqussalam tanjung jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas 1 dan siswa kelas 1. Data yang diperoleh duanalisis menggunakan teknik analisis data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model quantum learning memberikan dampak posistif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun datar berdasarkan tiga ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Pada aspek kognitif siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep matematika terutama dalam materi bangun datar. Dari aspek afektif siswa menunjukan minat dan motivasi yang lebih tinggi dalam belajar, sebagaimana terlihat dari hasil penelitian menunjukan mayoritas siswa terbantu dengan metode yang diterapkan. Sementara itu pada ranah psikomotorik, siswa mampu mengaplikasikan konsep matematika secara lebih praktis melalui penggunakan alat bantu pembelajaran. Dengan demikian penerapan model quantum learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 1 mi shodiqussalam tanjung jaya, sehingga disarankan untuk terus di terapkan dan dikembangkan gula meningkatkan kullitas pembelajaran ditingkat madrasah ibtidaiyah.