ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini secara komprehensif menganalisis fenomena wanprestasi dalam konteks perjanjian sewa-menyewa rumah toko (ruko) di Desa Ganjar Asri, Metro Barat, dengan landasan utama pada ketetapan Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dalam praktik di lapangan, dinamika sewa-menyewa ruko di wilayah ini seringkali dihadapkan pada berbagai bentuk pelanggaran kontrak yang merugikan salah satu atau kedua belah pihak. Masalah-masalah seperti keterlambatan pembayaran biaya sewa, pengabaian kewajiban pembayaran tagihan listrik, hingga tindakan penyewa yang meninggalkan ruko tanpa pemberitahuan, menjadi fokus utama pada penelitian ini. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi secara mendalam konsekuensi hukum yang timbul akibat wanprestasi pada perjanjian sewa-menyewa ruko, serta mengevaluasi kesesuaian praktik yang terjadi di Desa Ganjar Asri dengan kerangka hukum yang tertuang dalam Pasal 1243 KUHPerdata. Dengan menerapkan metode penelitian kualitatif serta pendekatan studi lapangan, penelitian ini berupaya untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai permasalahan wanprestasi ini. Data dikumpulkan dengan observasi langsung, wawancara mendalam dengan pemilik ruko, serta dokumentasi data-data terkait perjanjian sewa-menyewa. Hasil temuan menunjukkan bahwasanya bentuk wanprestasi utama merujuk pada keterlambatan/gagal bayar sewa serta penunggakan tagihan listrik. Penyelesaian yang ditempuh oleh pemilik ruko cenderung non-litigasi melalui negosiasi dan pemberian somasi lisan/tertulis. Penerapan Pasal 1243 KUH Perdata tidak sepenuhnya formal, tuntutan ganti rugi (biaya dan kerugian) didasarkan pada kesepakatan damai (arbitrase) dan bukan melalui mekanisme pengadilan resmi. Dengan demikian, meskipun konsep wanprestasi diakui, proses tuntutan ganti rugi belum sepenuhnya mengimplementasikan prosedur ingebrekestelling (pernyataan lalai) formal sebagaimana diatur Pasal 1243 KUH Perdata, melainkan berbasis pada penyelesaian kekeluargaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa atas wanprestasi konsumen dalam jual beli pesanan (akad istisna’) serta mengkaji kesesuaiannya dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Istisna’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku usaha mebel (shani’) dan konsumen (mustashni’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi dalam bentuk pembatalan pesanan secara sepihak oleh konsumen setelah proses produksi berjalan, yang menimbulkan kerugian materiil bagi penjual. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dengan kesepakatan pengembalian uang muka secara sebagian, sementara sisanya digunakan untuk menutup biaya produksi. Mekanisme penyelesaian sengketa yang ada di Desa Sumber Rejeki Kabupaten Lampung Tengah ini secara umum telah sesuai dengan ketentuan fatwa No.06/DSN-MUI/IV/2000 yang mengedepankan prinsip musyawarah sebelum menempuh jalur arbitrase syariah. Namun demikian, diperlukan penguatan dalam aspek pencatatan akad dan perincian spesifikasi barang secara tertulis guna mencegah terjadinya perbedaan persepsi serta menjamin keseimbangan hak dan kewajiban para pihak dalam akad istisna’
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum pegawai perkebunan karet atas wanprestasi dalam perjanjian kerja menurut hukum perdata, dengan studi kasus di Desa Kalipapan, Kabupaten Way Kanan. Permasalahan utama adalah pelanggaran pembagian hasil karet yang tidak sesuai dengan kesepakatan, yang berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidakadilan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif, serta pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis berfokus pada bentuk wanprestasi, tanggung jawab hukum, dan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan ketentuan hukum perdata. Temuan menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika pegawai melaksanakan kewajiban penyadapan tetapi tidak membagi hasil sesuai kesepakatan, sehingga menimbulkan tanggung jawab hukum secara pribadi. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui mekanisme diluar pengadilan yaitu mediasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak para pihak di sektor perkebunan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan media sosial telah mengubah praktik jual beli, termasuk transaksi jual beli sapi, yang memberikan kemudahan namun juga meningkatkan potensi wanprestasi akibat ketidaksesuaian antara kesepakatan dan pelaksanaan. Penelitian ini penting karena belum terdapat kajian spesifik mengenai akibat hukum wanprestasi dalam jual beli sapi melalui media sosial berdasarkan hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk wanprestasi dan menganalisis akibat hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika penjual menyerahkan sapi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperjanjikan. Akibat hukum yang timbul berupa pembatalan perjanjian dan pengembalian uang muka sebagai bentuk pertanggungjawaban penjual. Hal ini menunjukkan bahwa wanprestasi dalam transaksi melalui media sosial tetap menimbulkan konsekuensi hukum dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan.