Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kearifan Lokal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

"Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Problem Based Learninng(PBL)Berbasis Kearifan Lokal Pondok Pesantren Wali Songo "

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik pada materi aljabar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa yang masih dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design (Pretest-Posttest). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL berbasis kearifan lokal dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berbentuk uraian, serta dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan valid dengan nilai r hitung > r tabel (0,433) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,872 (kategori sangat tinggi). Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan varians posttest homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada pretest (Sig. = 0,212 > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest (Sig. = 0,000 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa. Model ini efektif karena mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan pemahaman konsep, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Pada Tradisi Jawa Slametan Di Rama Puja

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Jawa slametan serta menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam di masyarakat Desa Rama Puja, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Slametan sebagai kearifan lokal masyarakat Jawa transmigran tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan Islam nonformal yang menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat yang terlibat langsung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan slametan mencakup persiapan bersama, pembacaan doa dan tahlil, serta pembagian berkat. Dalam praktik tersebut terkandung nilai-nilai Pendidikan Islam, yaitu nilai akidah, ibadah, akhlak, sosial, dan spiritual. Nilai-nilai ini diinternalisasikan melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi kolektif masyarakat. Dengan demikian, slametan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang berperan dalam pembentukan karakter religius dan penguatan harmoni sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Nilai Akhlak Dan Sosial Dalam Tradisi Kenduri Di Kampung Negara Jaya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi tahlilan dan kenduri sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berkembang dalam kehidupan sosial keagamaan. Di Kampung Negara Jaya, tradisi ini masih dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan syukur, doa bersama, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Pelaksanaannya tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat dan keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai akhlak dan sosial yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai akhlak dan sosial yang terkandung dalam tradisi tahlilan dan kenduri serta mengkaji perannya dalam pembentukan karakter masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri mengandung nilai-nilai akhlak seperti keikhlasan, adab, tanggung jawab, dan saling menghormati, serta nilai-nilai sosial berupa gotong royong, kebersamaan, solidaritas, dan silaturahmi. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi tahlilan dan kenduri berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius dan memperkuat hubungan sosial masyarakat, serta menjadi bagian penting dari pelestarian kearifan lokal yang bernilai edukatif bagi generasi mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Pelangkahan Pada Upacara Perkawinan Di Desa Sidomulyo Kec. Mesuji Kab. Mesuji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi pelangkahan sebagai bagian dari kearifan lokal dalam upacara perkawinan memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tradisi ini masih dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan seorang adik kepada kakak yang dilangkahi dalam pernikahan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tradisi pelangkahan, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan, dengan nilai-nilai utama yang meliputi ketuhanan (takwa), adab dan akhlakul karimah, ukhuwah, qana‘ah, ta‘awun, serta tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pelangkahan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai wahana pendidikan akhlak nonformal yang efektif dalam membentuk pribadi yang religius, santun, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal serta menjadi rujukan praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelestarian tradisi yang bermakna edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Rutinan Tradisi Rejeban di Masyarakat Desa Rama Puja ,Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail