ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<strong>Tujuan Penelitian</strong></p>
<p>
Penelitian ini bertujuan untuk:</p>
<ol>
<li>
Mengidentifikasi cara-cara implementasi herbarium sebagai media pembelajaran PAI.</li>
<li>
Menganalisis pengaruh penggunaan herbarium terhadap peningkatan kreativitas peserta didik dalam PAI.</li>
</ol>
<p>
</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang meliputi akidah, ibadah, dan akhlak dalam kegiatan Jama’ah Manaqib Jawahirul Ma’ani di Desa Sumbergede Dusun V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, pembiasaan, dan internalisasi nilai melalui keteladanan. Nilai akidah, ibadah, dan akhlak tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari jama’ah, seperti meningkatnya kesadaran beribadah, sikap tawakal, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Keberhasilan proses ini didukung oleh lingkungan religius, kegiatan manaqib yang rutin, keteladanan tokoh agama, serta kuatnya ukhuwah antar jama’ah. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan seperti perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya kesadaran individu, serta pengaruh lingkungan sosial dan modernisasi. Dengan demikian, kegiatan manaqib terbukti menjadi media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius jama’ah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan sosial di masyarakat pedesaan dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI). Perubahan sosial yang didorong oleh modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya mobilitas sosial telah mengubah pola kehidupan beragama masyarakat desa secara signifikan. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional seperti masjid, surau, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan madrasah diniah kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi tokoh agama, guru PAI, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial telah melemahkan otoritas keagamaan tradisional, menggeser pola pewarisan nilai-nilai Islam, dan mengurangi partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, teknologi digital juga membuka peluang baru bagi inovasi pendidikan agama apabila dimanfaatkan secara positif. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptasi pendidikan agama Islam yang integratif, memadukan pendekatan tradisional dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana, serta memperkuat peran keluarga dan lembaga keagamaan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berpengetahuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah dinamika sosial keagamaan modern. Penelitian ini di latarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan yang ditandai dengan berkembangnya arus globalisasi, digitalisasi, serta munculnya berbagai paham keagamaan yang mana berpotensi memengaruhi pemahaman dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Islam Plus At-Tholibin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah masih sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, seimbang, serta berakhlakul karimah. Guru PAI berperan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan. Namun terdapat tantangan berupa pengaruh media sosial, keterbatasan pemahaman siswa, serta dinamika lingkungan sosial. Di perlukan sebuah strategi inovatif dan kontekstual agar nilai-nilai Ahlussunnah wal jama’ah tetap eksis dan adaptif di tengah arus globalisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk pembelajaran bermakna bagi peserta didik di MI Al-Maunah Bandar Sakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala madrasah, guru PAI, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI tergolong cukup baik dalam perencanaan pembelajaran, namun dalam pelaksanaannya masih didominasi metode ceramah yang bersifat teacher-centered sehingga keterlibatan aktif peserta didik belum optimal. Upaya penerapan pembelajaran bermakna telah dilakukan melalui pendekatan kontekstual dan pemberian contoh kehidupan sehari-hari, tetapi belum terstruktur secara konsisten dalam perangkat pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi pedagogik guru PAI memiliki peran penting dalam mewujudkan pembelajaran bermakna, namun perlu ditingkatkan melalui pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik agar proses pembelajaran tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran platform e-learning dalam meningkatkan pemahaman akidah siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XII SMKN 1 Raman Utara. Pembelajaran akidah selama ini masih didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga kurang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 119 siswa kelas XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh 20 butir pernyataan dinyatakan valid dengan nilai r-hitung > r-tabel (0,176), dan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,845 untuk variabel X dan 0,823 untuk variabel Y, menunjukkan tingkat reliabilitas tinggi. Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,485, yang berarti media pembelajaran platform e-learning memberikan pengaruh sebesar 48,5% terhadap peningkatan pemahaman akidah siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan platform e-learning efektif dalam meningkatkan pemahaman akidah siswa, dengan kontribusi yang signifikan terhadap aspek kognitif, afektif, dan perilaku keagamaan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan platform e-learning dalam pembelajaran PAI secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Kahoot sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sekampung Udik. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya konsentrasi belajar siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot mampu meningkatkan fokus, partisipasi, dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, Kahoot juga mengurangi kejenuhan belajar dengan menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menarik. Namun, penelitian ini menemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan koneksi internet dan pengelolaan waktu pembelajaran. Dengan demikian, Kahoot dapat dinilai sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mendukung peningkatan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial siswa, khususnya melalui media sosial. Namun, belum optimalnya penguatan etika digital dalam pendidikan menyebabkan munculnya reasoning gap, yakni kesenjangan antara kebebasan berekspresi dan kesadaran moral siswa, yang tercermin dalam perilaku anonim tanpa pertimbangan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku anonim pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Ma’arif 1 Kota Metro. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan berbagai platform media sosial, masih ditemukan interaksi negatif seperti ejekan, hinaan verbal, dan komentar tidak pantas yang mengarah pada perundungan siber ringan. Untuk mengatasinya, guru PAI menerapkan strategi berupa pembinaan moral, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islam seperti konsep tabayyun dalam pembelajaran, konseling personal, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk etika digital dan menanamkan akhlakul karimah melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract This study aims to examine the application of art and culture in Islamic Religious Education (PAI) learning through an interdisciplinary approach at SMA Al-Qur'an Tri Bhakti At-Taqwa. The main issue is the limited range of contextual learning methods in PAI, which tend to be theoretical and fail to address students' affective aspects and character development. Therefore, an innovative approach is needed to integrate Islamic values with art and culture elements relevant to students' lives. This research uses a qualitative, descriptive approach, drawing on observations, interviews with teachers and students, and documentation of learning activities. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that integrating art and culture into PAI learning enhances students' interest and participation and strengthens their understanding of Islamic values. The integration of art, such as religious music, calligraphy, and Islamic-themed performances, helps shape students' character to be moderate, tolerant, and virtuous. Thus, art and culture serve as an effective medium for shaping a holistic Islamic character relevant to the demands of the times within the school environment.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan media pembelajaran interaktif. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keaktifan, perhatian, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran interaktif Duck Race pada website Online Stopwatch, menganalisis perubahan motivasi belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan subjek penelitian siswa kelas VII SMP Islam Plus Hidayatut Thullab Lampung Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif Duck Race mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, motivasi belajar siswa mulai meningkat namun belum merata, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yang ditunjukkan oleh meningkatnya keaktifan, perhatian, antusiasme, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran. Selain itu, penggunaan media ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan. Keberhasilan penerapan media pembelajaran ini didukung oleh ketersediaan fasilitas teknologi, kreativitas guru, serta antusiasme siswa. Namun demikian, terdapat kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kestabilan jaringan internet. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif Duck Race dapat menjadi alternatif inovatif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual. Pada usia 5–6 tahun, anak mulai menyerap nilai-nilai yang memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membangun dasar keimanan dan akhlak anak sejak dini. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama menjadi tempat awal penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan dan pembiasaan. Namun, keluarga dengan profesi sebagai pekebun sering memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak sehingga menjadi tantangan dalam penerapan pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun pada anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai pekebun serta anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun dilakukan melalui beberapa cara, yaitu keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, serta pengawasan terhadap perilaku anak. Orang tua berupaya membiasakan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, melaksanakan shalat, serta mengenal nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga menanamkan sikap sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, dan membiasakan anak untuk berkata baik. Meskipun memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan di kebun, orang tua tetap berusaha mendampingi anak dalam kegiatan keagamaan di rumah. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius turut memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan religius anak. Dengan demikian, penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun tidak hanya mengajarkan praktik ibadah, tetapi juga membentuk karakter, sikap moral, serta kebiasaan religius anak sejak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada lembaga pendidikan saat ini proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru cenderung hanya didominasi dengan model satu arah dan tidak diselingi dengan yang lain sehingga siswa tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu diperlukan minat dan motivasi belajar saat proses pembelajaran berlangsung. Jika siswa tertarik saat kegiatan belajar mengajar, maka diharapkan prestasi belajarpun meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Tujuan penelitian ini adalah: “untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif kemudian yang menjadi populasinya terdiri dari 208 siswa sehingga dinamakan penelitian sampel penelitian dengan 90 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode angket (Questionare), metode wawancara (Interview) dan metode dokumentasi. Hasil analisa data yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik Regresi Linier Multiple dan menghasilkan model persamaan regresi (Yc=113.984,07+(-0,033)X1+3,057X2) menunjukkan bahwa harga Fhitung jika di bandingkan dengan Ftabel ternyata lebih besar, yaitu -41,736 > 3,13. Maupun Fhitung yang diperoleh untuk menguji keberartian koefisien korelasi multiple -41,778 sehingga mampu menjelaskan pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI. Hal ini menunjukkan model regresi tersebut sangat signifikan. Berarti hipotesis (Ha) yang penulis ajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa masih menjadi hambatan signifikan dalam pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran konvensional yang berpusat pada kelas sering kali membatasi kemampuan guru dalam memberikan bimbingan individual untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode sorogan serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan diterapkan melalui sesi membaca Al-Qur’an secara individual di hadapan guru sehingga memungkinkan koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan. Penerapan metode ini berkontribusi pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan dalam penerapan kaidah tajwid, serta kepercayaan diri siswa. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta variasi kedisiplinan belajar. Secara keseluruhan, metode sorogan terbukti sebagai pendekatan yang efektif karena memberikan perhatian personal dan umpan balik langsung dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis microsite menggunakan Canva AI Code Generator pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Ma’arif 1 Metro. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dipadukan dengan uji efektivitas melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan 25 siswa kelas X. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, angket respon siswa, angket respon guru, serta tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan persentase kelayakan, uji t berpasangan, dan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media microsite yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan validasi ahli materi (95,71%) dan ahli media (83,68%). Praktikalitas media tergolong sangat praktis berdasarkan respon siswa (83,02%) dan respon guru (86,67%). Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata pretest 61,60 menjadi 91,80 pada posttest (t = -8.557; p 0.05). Nilai N-Gain sebesar 0,76 berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa microsite berbasis Canva AI Code Generator valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran PAI di SMK.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji peran guru pendidikan agama Islam dalam membimbing akhlak peserta didik dalam menghadapi pengaruh budaya Korean Pop (K-Pop) pada kelas X-7 SMA Negeri 2 Metro. Fenomena budaya K-Pop yang berkembang pesat di kalangan peserta didik memiliki implikasi terhadap pembentukan identitas diri, gaya hidup, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, sehingga diperlukan pendekatan pembinaan akhlak yang tepat dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam menjalankan perannya melalui penguatan pembelajaran akhlak, keteladanan sikap, serta pembinaan dan pendampingan langsung kepada peserta didik. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus membentuk sikap kritis dan selektif peserta didik dalam menyikapi budaya populer. Melalui bimbingan yang bersifat edukatif dan non-represif, guru pendidikan agama Islam membantu peserta didik menempatkan hiburan secara proporsional serta menyeimbangkannya dengan kewajiban keimanan dan ibadah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan akhlak peserta didik di tengah arus globalisasi budaya, serta menawarkan model pembinaan akhlak yang relevan dengan perkembangan zaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di era perkembang an media sosial saat ini, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, memberikan dampak positif terhadap kreativitas dan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan serius terhadap moralitas dan karakter generasi muda. Krisis moral yang muncul meliputi penurunan etika komunikasi, perilaku meniru konten negatif, serta menurunnya disiplin dan sopan santun di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi dan dialog menjadi strategi efektif dalam pembentukan kesadaran moral siswa. Guru PAI berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif, sehingga siswa dapat menilai nilai moral dari perspektif agama dan sosial secara rasional. Melalui kegiatan dialogis ini, siswa lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, sopan dalam berkomentar, dan mampu menegur perilaku negatif teman sebaya. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky tentang konstruktivisme sosial dan konsep ta’dib menurut Al-Attas, bahwa pendidikan moral terbentuk melalui interaksi sosial dan keteladanan reflektif. Dengan demikian, penerapan metode dialog dan diskusi dalam pembelajaran PAI terbukti efektif membentuk spiritualitas digital, tanggung jawab sosial, serta kesadaran etis generasi Z di era media sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode ini dalam kurikulum Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, dan kontekstual di sekolah-sekolah Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program pembentukan karakter religius siswa latihan termasuk faktor-faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan melibatkan subjek penelitian diantaranya kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan diantaranya lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles & Hubberman dengan melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius dilakukan melalui sinergi antara kegiatan keagamaan rutin (seperti sholat duhur berjamaah, pembacaan surah Yasin dan asma’ul husna), keteladanan guru, dan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa dan kurangnya konsistensi dalam pembiasaan, guru tetap memainkan peran penting sebagai motivator dan teladan. Penanaman karakter religius secara bertahap menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran PAI sebagai media efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan belajar tehadap minat belajar siswa SMP se-Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP se-Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 101. Teknik pengambilan sampel menggunakan porbabilty sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner/angket sedangkan studi dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data pelengkap. Berdasarkan hasil pengujian statistik uji-t bahwa nilai thitung = 6.745 dan ttabel = 1.96, dengan signifikan yang diperoleh adalah sebesar 0,000 yang artinya H0 ditolak. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan belajar terhadap minat belajar siswa. Adapun koefisien determinasi menunjukan skor 0,315 yang artinya pengaruh lingkungan belajar terhadap minat belajar siswa sebesar 31,5% sedangkan sisanya 68,5% dipengaruji oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian untuk meningkatkan minat belajar siswa, maka perlu lingkungan yang kondusif baik lingkungan bersifat fisik maupun non fisik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada kepala sekolah maupun orang tua untuk dapat melakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman perbaikan lingkungan belajar dengan cara menambah sarana prasarana sehingga minat belajar siswa dapat meningkat.