Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: karakter
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktualisasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Pada Jama'ah Manaqib Jawahirul Ma'ani desa sumbergede dusun v

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang meliputi akidah, ibadah, dan akhlak dalam kegiatan Jama’ah Manaqib Jawahirul Ma’ani di Desa Sumbergede Dusun V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, pembiasaan, dan internalisasi nilai melalui keteladanan. Nilai akidah, ibadah, dan akhlak tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari jama’ah, seperti meningkatnya kesadaran beribadah, sikap tawakal, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Keberhasilan proses ini didukung oleh lingkungan religius, kegiatan manaqib yang rutin, keteladanan tokoh agama, serta kuatnya ukhuwah antar jama’ah. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan seperti perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya kesadaran individu, serta pengaruh lingkungan sosial dan modernisasi. Dengan demikian, kegiatan manaqib terbukti menjadi media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius jama’ah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru PAI Dalam Menanamkan Nilai-nilai Kejujuran Pada Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD IT Bumi Sholawat Wates

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SD IT Bumi Sholawat Wates. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menanamkan nilai kejujuran dilakukan melalui strategi terintegrasi berupa keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, pengawasan, dan penerapan sanksi. Keteladanan menjadi strategi paling dominan karena memberikan contoh nyata yang mudah ditiru siswa, sedangkan pembiasaan memperkuat internalisasi nilai melalui praktik sehari-hari. Keberhasilan penanaman nilai kejujuran didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan dukungan institusi, namun masih dihadapkan pada hambatan berupa pengaruh lingkungan luar dan rendahnya kesadaran personal siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan serta perlunya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk karakter kejujuran siswa secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 2 RUKTI ENDAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam membentuk sikap toleran, inklusif, dan seimbang di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia, namun implementasinya di tingkat sekolah dasar masih belum optimal, yang terlihat dari kecenderungan siswa berkelompok berdasarkan agama serta terbatasnya interaksi lintas perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penguatan moderasi beragama dalam pembentukan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri 2 Rukti Endah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta analisis persentase untuk mengukur perubahan karakter toleransi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dan role playing efektif dalam meningkatkan karakter toleransi siswa, yang ditunjukkan melalui kebiasaan mengucapkan salam, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan ibadah keagamaan, serta menghargai perayaan hari besar keagamaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai tasamuh, musawah, syura, dan tahadhdhur. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang multikultural, kebijakan yang inklusif, strategi pembelajaran partisipatif, serta keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, belum adanya program terstruktur, kurangnya pelatihan guru, serta pengaruh lingkungan eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman dalam memperkuat moderasi beragama serta perlunya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam pembentukan karakter siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Multikultural pada Era Generasi Alpha di MA Roudlotut Tholibin kota metro privinsi lampung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter multikultural pada siswa Generasi Alpha serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dikembangkan di MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan dipilih secara purposif terdiri dari guru PAI, siswa kelas X, kepala madrasah, dan wali kelas, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menemukan lima peran strategis guru PAI (pendidik nilai, teladan, fasilitator dialog lintas budaya, motivator, dan evaluator) serta tujuh nilai multikultural yang diinternalisasikan (toleransi, keadilan, persaudaraan, empati, keterbukaan pikiran, dialog demokratis, dan cinta damai). Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa paparan konten digital intoleran dan kecenderungan individualistis siswa Generasi Alpha. Implikasi penelitian menekankan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta pelatihan pedagogi responsif budaya bagi guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Relevansi Penguatan Tradisi Aswaja Oleh Guru PAI di Tengah Dinamika Sosial Keagamaan Modern (studikasus pada SMP Islam plus At Tholibin).

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah dinamika sosial keagamaan modern. Penelitian ini di latarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan yang ditandai dengan berkembangnya arus globalisasi, digitalisasi, serta munculnya berbagai paham keagamaan yang mana berpotensi memengaruhi pemahaman dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Islam Plus At-Tholibin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah masih sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, seimbang, serta berakhlakul karimah. Guru PAI berperan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan. Namun terdapat tantangan berupa pengaruh media sosial, keterbatasan pemahaman siswa, serta dinamika lingkungan sosial. Di perlukan sebuah strategi inovatif dan kontekstual agar nilai-nilai Ahlussunnah wal jama’ah tetap eksis dan adaptif di tengah arus globalisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pengurus IPNU Dalam Pembentukan Karakter Anggota IPNU di PAC Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter generasi muda, yang ditunjukkan dengan meningkatnya berbagai perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, serta melemahnya nilai-nilai moral di kalangan pelajar. Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai wadah pembinaan generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus IPNU dalam pembentukan karakter anggota di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus serta anggota IPNU sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus IPNU berperan aktif dalam pembentukan karakter melalui kegiatan kaderisasi, pembinaan keagamaan, pelatihan kepemimpinan, serta program pengembangan diri. Peran tersebut diimplementasikan melalui fungsi manajemen organisasi seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Proses pembinaan tersebut berhasil menanamkan nilai-nilai religius, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian sosial pada anggota. Oleh karena itu, peran pengurus IPNU memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk anggota yang berakhlak mulia dan berkepribadian kuat dalam menghadapi tantangan zaman modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam membentuk karakter religius anak desa tanjung harapan kecamatan marga tiga kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter religius anak di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter religius anak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, teman, dan pengawas dalam proses internalisasi nilai-nilai religius. Pembentukan karakter religius anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, masyarakat, teman sebaya, serta perkembangan media dan teknologi. Upaya yang dilakukan keluarga meliputi pembiasaan ibadah, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi dan komitmen keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter religius anak secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru akidah akhlak dalam menanamkan Nilai-Nilai keislaman pada siswa

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan sistem terstruktur untuk memberdayakan kualitas hidup manusia, namun proses internalisasi nilai seringkali terkendala oleh dominansi metode ceramah yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilainilai keislaman serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif lapangan digunakan untuk memperoleh data autentik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas guru, siswa, dan pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan peran sentral sebagai teladan (uswatun hasanah), motivator, dan pembimbing spiritual. Nilai-nilai keislaman diinternalisasi melalui strategi pembiasaan ibadah rutin, pemberian nasihat persuasif, dan pengawasan kedisiplinan yang terintegrasi dengan budaya pesantren. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan perilaku religius siswa dari jenjang kelas X hingga XII, di mana aspek adab terhadap guru mencapai tingkat capaian tertinggi sebesar 95%. Lingkungan pesantren yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh teknologi digital menjadi penghambat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan peran guru sebagai agen perubahan melalui pendekatan keteladanan sangat efektif dalam membentuk karakter islami yang permanen pada peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Karakter literasi santri Di Era Globalisasi Di Pondok Pesantren Nurul Qodiri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan karakter literasi santri di Pondok Pesantren Nurul Qodiri dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kendala dalam pembinaan literasi santri, seperti kurangnya konsistensi kegiatan belajar ketika ustadz tidak hadir, rendahnya motivasi sebagian santri, serta penggunaan handphone yang lebih dominan untuk hiburan dibandingkan sebagai sarana belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi ustadz dan santri yang telah lulus Alfiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan literasi santri dilakukan melalui kegiatan ngaji kitab, diskusi, dan belajar mandiri. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter santri seperti kebiasaan membaca, kemandirian, serta tanggung jawab dalam belajar. Peran ustadz sangat penting sebagai pembimbing dan motivator dalam membentuk kebiasaan literasi santri. Selain itu, penggunaan handphone memberikan dampak ganda, yaitu sebagai alat bantu belajar sekaligus potensi pengganggu konsentrasi. Faktor pendukung pembinaan literasi meliputi lingkungan pesantren yang kondusif dan tradisi keagamaan yang kuat, sedangkan faktor penghambat antara lain kurangnya konsistensi, rasa malas, serta penggunaan handphone untuk hiburan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter literasi di pesantren berjalan dengan baik, namun perlu penguatan dalam pengawasan penggunaan teknologi dan peningkatan motivasi belajar santri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pendekatan Psikologi Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMK Terpadu Nurul Qodiri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyze the implementation of an Islamic psychology approach in Islamic Religious Education (PAI) learning and its role in shaping students’ character at SMK Terpadu Nurul Qodiri. This research employs a qualitative approach with a field research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the application of Islamic psychology is carried out through role modeling, habituation, advice, and a personal approach to students. This approach is effective in shaping students’ character, particularly in the aspects of discipline, responsibility, honesty, and religiosity. Therefore, PAI learning based on Islamic psychology is proven to be effective in integrating cognitive, affective, and spiritual aspects, and contributes to the comprehensive development of students’ character

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai-Nilai Kepribadian Keislaman Dan Pembelajaran Teknologi Informasi Dalam Komunikasi Di Smp Unggulan Qur'an

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The purpose of this study is to describe in depth the integration of Islamic personality values in Information and Communication Technology (ICT) learning at SMP Unggulan Qur’an Tumijajar. This research is motivated by the rapid development of the digital era, which brings various challenges to students’ behavior and morality, such as low digital ethics, tendencies toward plagiarism, and a lack of responsibility in the use of technology. Therefore, it is necessary to implement learning strategies that not only focus on technical aspects but also instill Islamic values such as honesty (shiddiq), responsibility (amanah), and proper conduct (adab) in digital interactions. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, while data analysis is conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the integration of Islamic values in ICT learning can be effectively carried out through contextual learning strategies, teacher role modeling, and the habituation of positive behavior in technology use, which in turn enhances students’ awareness of digital ethics, strengthens academic responsibility, and fosters Islamic character in learning activities. In conclusion, ICT learning plays a strategic role not only in improving technological competence but also as an effective medium for shaping students’ character and Islamic personality in the midst of the digital era

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi kurikulum berbasis cinta KBC pada mata pelajaran Aqidah akhlak di madrasah Aliyah terpadu Nurul Qodiri

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebijakan moderasi beragama dengan praktik lapangan terkait internalisasi nilai kasih sayang yang belum sistematis. Penelitian bertujuan menganalisis strategi integrasi nilai teologis (cinta/mahabbah) ke dalam kurikulum formal serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri.Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diimplementasikan melalui lima pilar: cinta Tuhan, ilmu, lingkungan, sesama, dan tanah air. Perencanaan dilakukan dengan memodifikasi modul ajar berbasis psikopedagogis, sementara pelaksanaan menggunakan pedagogi humanis-religius yang mengedepankan keteladanan (uswah). Dampak positif terlihat pada terciptanya lingkungan belajar aman dan menurunnya angka perundungan. Namun, kendala utama terletak pada dominasi evaluasi kognitif dan kurangnya instrumen penilaian afektif yang baku. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan dan penguatan kompetensi guru dalam mengevaluasi karakter secara terstandar agar nilai rahmah terinternalisasi secara optimal dalam transformasi karakter siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh pembiyasaan Pembacaan Surat Yasin dan Tahlil Terhadap Pembentukan Karakter Spiritual Siswa MTs Darussalam Gayau Sakti

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Al-Qur’an memiliki peran fundamental sebagai sumber pembinaan spiritual yang mampu membentuk perilaku dan kesadaran manusia, sehingga internalisasinya menjadi sangat penting dalam pendidikan Islam. Namun, fenomena penurunan karakter spiritual siswa akibat pengaruh modernisasi menuntut adanya strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti pembacaan surat Yasin dan tahlil secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan pembacaan surat Yasin dan tahlil terhadap pembentukan karakter spiritual siswa di MTs Darussalam Gayau Sakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain ex post facto dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 17 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, observasi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan bantuan SPSS, yang didahului dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pembiasaan pembacaan surat Yasin dan tahlil terhadap karakter spiritual siswa, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 3,910 lebih besar dari t tabel 2,131 serta nilai signifikansi 0,001 0,05. Koefisien regresi sebesar 0,620 menunjukkan hubungan yang searah, sedangkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,710 berada pada kategori kuat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,504 menunjukkan bahwa 50,4% karakter spiritual siswa dipengaruhi oleh pembiasaan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan yang terstruktur memiliki peran penting dalam membentuk karakter spiritual siswa di lingkungan madrasah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembentukan karakter Santri melalui pendidikan pesantren di pondok pesantren Darul Hidayah Al Anshori Tulang Bawang Barat Lampung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembinaan karakter santriwati di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al-Anshori Tulang Bawang Barat Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan teori Thomas Lickona yang mencakup tiga dimensi karakter (moral knowing, moral feeling, dan moral action), penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santriwati dan ustadzah pembina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter telah berhasil membangun aspek moral knowing melalui kajian kitab dan moral action melalui pembiasaan ibadah serta kedisiplinan asrama. Namun, aspek moral feeling masih memerlukan penguatan agar santriwati melakukan kebaikan berdasarkan kesadaran hati, bukan sekadar kepatuhan terhadap sanksi. Faktor pendukung utama adalah lingkungan religius dan keteladanan pendidik, sedangkan hambatan muncul dari heterogenitas latar belakang santri dan pengaruh lingkungan luar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Fiqih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai karakter Islami dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran fikih di MA Bumi Sholawat Wates. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, serta adanya kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru fikih, kepala madrasah, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter Islami, yaitu disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, telah dilaksanakan secara sistematis melalui pembiasaan ibadah, pemberian tugas, keteladanan guru, serta kegiatan pembelajaran kolaboratif. Strategi guru dilakukan melalui pengaitan materi fikih dengan kehidupan nyata, pembiasaan perilaku positif, dan pemberian keteladanan yang konsisten, sehingga nilai karakter tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasikan dalam perilaku peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran fikih dalam implementasi Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai karakter Islami yang mampu membentuk peserta didik berakhlak mulia dan mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalilasi Nilai-Nilai Moral Pada Anak Gen Z Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Era Digitalisasi di SMA Wahid Hasyim Rumbia Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Laki-Laki dalam Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter anak usia dini, khususnya pada usia 5-6 tahun yang merupakan masa emas dalam pembentukan nilai moral,sosial dan emosional. Keberadaan guru laki-laki di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih relatif terbatas, padahal mereka memiliki potensi besar dalam memberikan keteladanan, terutama dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan. Hasil prasurvey di RA Al Khairiyah Tanjung Aji menunjukkan bahwa kemampuan karakter anak belum berkembang secara optimal, serta peran guru laki-laki dalam proses pembelajaran dan pembiasaan nilai karakter masih kurang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru, dan 12 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data di uji melalui teknik triangualisasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia dini dilaksanakan melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin sebagai pengajar, guru laki-laki mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, sopan santun, dan empati dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai pendidik guru laki-laki memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari serta membimbing anak dengan pendekatan yang persuasif. Sebagai pemimpin, guru laki-laki mampu mengelola kelas menerapkan nilai kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak meskipun masih belum sepenuhnya optimal dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Adab Tholabul Ilmi Dalam Kitab Alala Pada Santri Tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Transformasi Pendekatan Pembelajaran Agama Islam Dalam Menghadapi Tantangan Digital di Kelas 7 SMP Islam Plus Sabilunnajah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan digital di kelas VII SMP Islam Plus Sabilunnajah. Hal ini dikarnakan masih terdapat beberapa problem utama di antaranya kesenjangan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana kompetensi guru dalam transformasi digital dan potensi penyalahgunaan di gital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah pola belajar peserta didik sehingga guru PAI dituntut berinovasi agar pembelajaran tetap relevan, efektif, dan mampu membentuk karakter Islami. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan peserta didik kelas VII, dengan uji pengesahan data melalui reduksi, analisis data, penyajian, dan penarikan secara deskriptif analitis. Hasil permasalahn ini adalah Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam membangun kesadaran digital yang etis. Tantangan meliputi keterbatasan sarana, perbedaan literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Transformasi ini menekankan penguatan nilai spiritual, moral, dan karakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ajaran Organisasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Terhadap Pembentukan Karakter Remaja di Desa Totokaton, Kec. Punggur.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ajaran organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap pembentukan karakter remaja di Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran PSHT yang berlandaskan Panca Dasar (persaudaraan, olahraga, bela diri, seni, dan kerohanian) berperan signifikan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan spiritualitas pada remaja. Partisipasi dalam kegiatan PSHT, seperti latihan bela diri, pengajian, kerja bakti, dan silaturahmi, terbukti mampu mengurangi perilaku menyimpang sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Kesimpulannya, PSHT tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan fisik, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda, serta memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial masyarakat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail