Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

34 hasil
Subjek: Peran
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru TPA dalam menggunakan metode an-Nahdliyah di TPA AN-NUR desa sumber agung kecamatan muara sungkai kabupaten Lampung Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam menerapkan metode An-Nahdliyah pada pembelajaran Al-Qur’an di TPQ An-Nur Desa Sumber Agung Kecamatan Muara Sungkai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan santri. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, demonstrator, dan pengelola kelas dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode An-Nahdliyah. Penerapan metode ini dilakukan secara klasikal dengan menggunakan sistem ketukan serta tahapan pembelajaran yang terstruktur melalui program jilid dan sorogan. Metode An-Nahdliyah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri, baik dari segi kelancaran, ketepatan tajwid, maupun keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, jumlah tenaga pengajar, waktu pembelajaran, serta kedisiplinan santri, guru mampu melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode An-Nahdliyah sangat dipengaruhi oleh optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kasus Bullying di Kelas IX SMP ISLAM AL YAZIER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kasus bullying di kelas IX SMP Islam Al Yazier Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena bullying di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Guru PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti empati, toleransi, dan saling menghargai, sehingga diharapkan mampu meminimalisasi perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, siswa, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam mengatasi bullying meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan. Dalam perannya sebagai pendidik, guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying dalam proses pembelajaran. Sebagai pembimbing, guru memberikan bimbingan secara personal kepada siswa yang terlibat dalam bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan moral dan spiritual untuk membentuk perilaku positif siswa. Selain itu, guru PAI juga berperan sebagai teladan dengan menunjukkan sikap yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pendekatan persuasif, pemberian nasihat keagamaan, serta kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Multikultural pada Era Generasi Alpha di MA Roudlotut Tholibin kota metro privinsi lampung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter multikultural pada siswa Generasi Alpha serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dikembangkan di MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan dipilih secara purposif terdiri dari guru PAI, siswa kelas X, kepala madrasah, dan wali kelas, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menemukan lima peran strategis guru PAI (pendidik nilai, teladan, fasilitator dialog lintas budaya, motivator, dan evaluator) serta tujuh nilai multikultural yang diinternalisasikan (toleransi, keadilan, persaudaraan, empati, keterbukaan pikiran, dialog demokratis, dan cinta damai). Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa paparan konten digital intoleran dan kecenderungan individualistis siswa Generasi Alpha. Implikasi penelitian menekankan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta pelatihan pedagogi responsif budaya bagi guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Pengurus IPNU Dalam Pembentukan Karakter Anggota IPNU di PAC Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter generasi muda, yang ditunjukkan dengan meningkatnya berbagai perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, serta melemahnya nilai-nilai moral di kalangan pelajar. Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai wadah pembinaan generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus IPNU dalam pembentukan karakter anggota di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus serta anggota IPNU sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus IPNU berperan aktif dalam pembentukan karakter melalui kegiatan kaderisasi, pembinaan keagamaan, pelatihan kepemimpinan, serta program pengembangan diri. Peran tersebut diimplementasikan melalui fungsi manajemen organisasi seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Proses pembinaan tersebut berhasil menanamkan nilai-nilai religius, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian sosial pada anggota. Oleh karena itu, peran pengurus IPNU memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk anggota yang berakhlak mulia dan berkepribadian kuat dalam menghadapi tantangan zaman modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam membentuk karakter religius anak desa tanjung harapan kecamatan marga tiga kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter religius anak di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter religius anak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, teman, dan pengawas dalam proses internalisasi nilai-nilai religius. Pembentukan karakter religius anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, masyarakat, teman sebaya, serta perkembangan media dan teknologi. Upaya yang dilakukan keluarga meliputi pembiasaan ibadah, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi dan komitmen keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter religius anak secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak melalui bermain Loose Parts Play di TK Tunas Muda Way Pengubuan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan sosial emosional anak melalui bermain loose part di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional anak usia dini yang perlu di kembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kegiatan bermain loose part yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam kegiatan bermain loose part. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, serta memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Kegiatan bermain loose part terbukti efektif dalam mengembangkan sosial emosional anak, yang di tandai dengan meningkatnya kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, serta pengendalian emosi. Selain itu anak juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti lebih mandiri, percaya diri,dan mampu menyelesaikan konflik sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain loose part merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Keagamaan Anak di Dusun II Desa Kagungan Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam pendidikan keagamaan anak, khususnya di Dusun II Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Perubahan gaya hidup, pengaruh teknologi, serta keterbatasan waktu menjadi tantangan yang dapat mengurangi intensitas dan kualitas pendidikan agama di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan keagamaan anak, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menemukan pendekatan efektif yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan sifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling terhadap 4 keluarga yang memenuhi kriteria. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua mencakup keteladanan, pengajaran nilai-nilai agama, pembiasaan ibadah, dan penciptaan lingkungan religius di rumah. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat pekerjaan, rendahnya konsistensi teladan, serta pengaruh negatif teknologi dan lingkungan. Meski demikian, orang tua berupaya mengatasinya dengan strategi seperti pembiasaan positif, pengawasan ketat, dan keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran dan dukungan bagi orang tua agar dapat optimal menjalankan perannya membentuk religius anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Baca Siswa Melalui Program Literasi Sekolah Di kelas II SDN 36 Tulang Bawang Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minat belajar membaca merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Program literasi sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar membaca siswa. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar membaca siswa melalui program literasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan minat belajar membaca siswa kelas II SD melalui program literasi sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung tempat yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya melalui tiga tahapan yaitu: Data Reduction, Data Display, dan Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat meningkatkan minat belajar membaca siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan membangun hubungan yang baik dengan siswa melalui program literasi sekolah dengan menerapkan kegiatan membaca buku 10-15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan melaksanakan program kunjungan perpustakaan sekolah. Kegiatan kunjungan perpustakaan ini dilakukan seminggu sekali secara bergantian setiap kelasnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter kemandirian sejak usia dini sebagai bekal anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya serta kehidupan sehari-hari. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap mandiri pada anak melalui pola asuh, pembiasaan, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan guru, sedangkan objek penelitian adalah peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak dilakukan melalui beberapa bentuk, yaitu: (1) memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti makan, berpakaian, dan merapikan mainan; (2) membiasakan anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas sederhana; (3) memberikan motivasi dan dukungan positif; serta (4) menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dalam memantau perkembangan anak. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, lingkungan yang kondusif, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua dan pola asuh yang kurang konsisten

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengajian Jumat Sebagian Ruang Perempuan dan Spritualitas : Studi Kualitatif Antropologis Tentang Peran Sosial Ibu -Ibu di Desa Sukamaju

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengajian rutin jum’at Desa Sukamaju merupakan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang signitifkan bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengajian sebagai ruang perempuan dan spiritualitas dalam meningkatkan peran sosial ibu-ibu di lingkungan masyarakat desa. Penelitian menggunakan metode kualitataif dengan desain studi lapangan. Data di perloleh melalui observasi langsung terhadap kegiatan pengajian, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota, serta dokumentasi aktivitasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, membangun kesadaran spiritual kolektif, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagi kegiatan bermasyarakatan. Melalui pengajian, ibu-ibu tidak hanya memperdalam nilai religiusitas, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kapasitas sosial dalam kehidupan publik di desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Penanaman Akhlak Pada K-Pop Dalam pembelajaran PAI di SMP Islam Tri Bhakti Al Asna

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa kelas VII yang terpengaruh fenomena budaya K-Pop di SMP Islam Tri Bhakti Al-Asna Tulang Bawang Barat, Lampung. Fenomena K-Pop telah menjadi bagian dari kehidupan remaja dan tidak hanya mempengaruhi gaya hidup, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam secara purposive, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengelola sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru dalam membimbing siswa yang memiliki ketertarikan terhadap K-Pop cenderung tidak bersifat larangan, melainkan mengarahkan siswa agar tetap fokus belajar; (2) upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islam sangat tinggi dengan tetap menegakkan keseimbangan antara ibadah dan kegiatan positif lainnya; (3) strategi guru yang digunakan adalah dengan cara beradaptasi, memberikan ruang ekspresi siswa di luar jam belajar, serta mengingatkan siswa tentang prioritas belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap K-Pop tidak secara signifikan mengganggu proses pembelajaran, dan penanaman akhlak di sekolah ini cukup kuat untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif budaya populer tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Ustadz Dalam meningkatkan pemahaman fiqih santri kelas 6 ibtidaiyyah madrasah darul falah pondok pesantren darul ulum seputih banyak lampung tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Madrasah Memiliki Peran Strategis Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Santri, Khususnya Dalam Bidang Fiqih Sebagai Pedoman Hukum Islam Dalam Kehidupan Sehari-Hari. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Peran Ustadz Dalam Meningkatkan Pemahaman Fiqih Santri Kelas 6 Ibtidaiyyah Di Madrasah Darul Falah, Yang Berada Di Lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum, Seputih Banyak, Lampung Tengah. Penelitian Ini Menggunakan Pendekatan Kualitatif Dengan Metode Fenomenologi, Melibatkan Observasi, Wawancara Mendalam, Dan Analisis Dokumen Sebagai Teknik Pengumpulan Data. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal Berperan Dalam Menyediakan Kurikulum Fiqih Yang Sistematis, Sementara Ustadz Berperan Sebagai Pengajar, Pendidik, Dan Pembimbing Dalam Proses Pembelajaran. Metode Yang Digunakan Dalam Pembelajaran Fiqih Meliputi Ceramah, Diskusi, Demonstrasi, Tanya Jawab, Dan Hafalan. Namun, Terdapat Beberapa Tantangan Dalam Pembelajaran Fiqih Di Madrasah, Seperti Keterbatasan Sumber Belajar, Variasi Tingkat Pemahaman Santri, Serta Motivasi Belajar Yang Berbeda-Beda. Untuk Mengatasi Tantangan Tersebut, Ustadz Menerapkan Strategi Pembelajaran Berbasis Praktik, Pendekatan Kontekstual, Penggunaan Media Pembelajaran, Serta Penguatan Karakter Santri Melalui Bimbingan Langsung. Penelitian Ini Menegaskan Bahwa Efektivitas Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Sangat Bergantung Pada Peran Aktif Ustadz Serta Strategi Pembelajaran Yang Diterapkan. Studi Ini Diharapkan Dapat Menjadi Referensi Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fiqih Di Madrasah Sebagai Bagian Dari Sistem Pendidikan Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua dalam Menanamkan Rasa Empati dan Kepedulian Sosial Terhadap Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Sedekah Jumat pada kelompok B Usia 5-6 tahun di RA Bustanul 'Ulum Jayasakti Anak Tuha Lampung Tengah Tahun Ajaran 2025-2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan Sedekah Jumat, peran orang tua dalam menanamkan empati dan kepedulian sosial, serta dampak kegiatan tersebut terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di RA Bustanul ‘Ulum Jayasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan beberapa orang tua murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan Sedekah Jumat dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai salah satu program pembentukan karakter di sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama melalui pemberian contoh, dukungan, serta komunikasi kepada anak mengenai makna berbagi. Dampak kegiatan ini terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan sikap lebih peduli terhadap teman, memiliki kebiasaan berbagi, serta mampu memahami perasaan orang lain. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi kerja sama antara sekolah dan orang tua serta keteladanan dari guru, sedangkan faktor penghambat yang ditemukan bersifat teknis seperti anak yang terkadang lupa membawa sedekah. Dengan demikian, pembiasaan Sedekah Jumat dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial pada anak usia dini apabila dilakukan secara konsisten dan didukung oleh kerja sama antara sekolah dan keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK ETIKA SISWA DI GTENGAH FEMOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA PENGGUNAAN TIKTOK ( STUDI DI SMA DARUSSALAM)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja kecanduan game online mobile legend di kelurahan mulyosari kecamatan metro barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius pada remaja yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Fenomena meningkatnya intensitas bermain game online pada remaja berdampak pada menurunnya kedisiplinan ibadah, pengendalian diri, serta sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai religius melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi yang intensif, serta pengawasan terhadap penggunaan waktu bermain game. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, pemberian nasihat keagamaan secara persuasif, serta penciptaan suasana keluarga yang religius mampu membantu remaja menyeimbangkan aktivitas bermain game dengan kewajiban keagamaan. Dengan demikian, peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk kembali sikap religius remaja meskipun berada dalam tantangan kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja usia 15-18 tahun yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends di Kelurahan Mulyosari. Teknik analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami bagaimana pola komunikasi, keteladanan, serta pengawasan orang tua dapat menjaga dimensi religiusitas anak di tengah arus digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran penting orang tua dalam proses pendidikan karakter anak (studi kasus di desa sidorahayu kelurahan sidomlyo kecamaan punggur kabupaten lampung tengah)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketika seorang anak lahir ke dunia, jiwanya yang masih suci dan bersih akan menerima segala bentuk apa saja yang datang mempengaruhinya. Anak akan dibentuk oleh setiap pengaruh yang datang dalam dirinya. Imam Al-Ghazali berkata: anak adalah amanat bagi orang tuanya, hatinya bersih, suci dan polos. Kosong dari segala ukiran dan gambaran. Anak akan selalu menerima ukiran yang diukirnya, dan akan cenderung terhadap apa saja yang mempengaruhinya. Maka apabila ia dibiasakan dan diajarkan untuk melakukan kebaikan, niscaya akan seperti itulah anak terbentuk. Namun apabila anak dibiasakan untuk melakukan kejahatan dan ditelantarkan bagaikan binatang liar, sengsara dan celakalah ia. Rasulullah SAW bersabda : مَىْلُىْدٍ يُىْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَىَاهِ يَهَىْدَانِوِ أَوْ يُنَصَّرَانِوِ أَوْ يُمَجَّسَانِوِ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, dan sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi atau nasrani atau majusi” (HR. Muslim) Anak mulai mengenal Sang Maha Pencipta melalui orang tua dan lingkungan keluarganya. Kata-kata, sikap, tindakan dan perbuatan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan spiritual dan karakter yang dimiliki anak. Sebelum anak bisa bicara, ia telah lebih dulu mendengar kata - kata yang mungkin belum ada arti apa- apa baginya.” Betapa besar pengaruh lingkungan rumah bagi kehidupan anak, oleh karena itu kedua orang tuanya harus memiliki kewajiban penuh dalam mempersiapkan anak dan melindunginya dari kehinaan serta mengarahkannya agar tumbuh di dalam jiwanya tentang nilai nilai agama dan budi pekerti yang baik. Keluarga adalah batu bata pertama bagi pembinaan setiap masyarakat. Ia adalah langkah pertama untuk membina seseorang. Karena pendidikan dalam islam harus dimulai sejak dini sekali ( sejak usia 0-5 tahun yang merupakan masa keemasan dalam perkembangan anak ). Pada dasarnya ia merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis, yang menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwanya. Anak selain bagian dari keluarga, juga merupakan bagian dari masyarakat, yang di pundaknya terpikul beban pembangunan di masa mendatang dan juga sebagai generasi penerus dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik anak dengan baik, sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 yang berbunyi : وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.(QS. An-Nisa : 9) Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. Lemah di sini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan, seperti ; lemah mental, psikis, pendidikan, ekonomi, terutama lemah iman (spiritual). Allah SWT memerintahkan kepada setiap orang tua untuk menjadikan keturunan- keturunan mereka anak-anak yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam aspek iman (spiritual). Karena sesungguhnya anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian dan budi pekerti yang baik. Era informasi menyebabkan lingkungan sosial semakin meluas karena disatukan oleh teknologi dibidang komunikasi. Di sinilah muncul era globalisasi. Peranan media elektronika yang demikian besar akan menggeser agen-agen sosialisasi yang tradisional, seperti orang tua, guru, pemuka agama, pemerintah dan sebagainya. Ilmu dan teknologi terus berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Pola kehidupan pun semakin bergeser pada pola universal. Suatu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan remaja, pendidikan dan pergaulan masyarakat, kehidupan remaja kita saat ini sering dihadapkan pada berbagai masalah yang sangat kompleks yang tentunya sangat perlu mendapat perhatian kita semua. Salah satu masalah tersebut adalah semakin menurunnya tatakrama kehidupan sosial danetika remaja dalam praktik kehidupan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya mengakibatkan timbulnya sejumlah efek negatif di masyarakat yang akhir akhir ini sering merisaukan. Efek tersebut misalnya, semakin maraknya penyimpangan diberbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial, yang terwujud dalam bentuk-bentuk prilaku anisosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, seks bebas serta perbuatan amoral lainnya, akibatnya yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjerumus kepada tindakan yang tidak benar. Kondisi ini sangat memprihatinkan masyarakat, khususnya para orang tua, sebab pelaku-pelaku beserta korbannya adalah kaum remaja. Di zaman dimana arus teknologi dan komunikasi berkembang pesat dan maju, tidak sedikit orang yang tidak mempunyai alat komunikasi pribadi di antaranya handphone. Handphone adalah alat penunjang informasi, semua kalangan hampir memilikinya, dengan adanya handphone mengakibatkan adanya jarak antara diri sendiri dan keluarga, sehingga mengurangi keakraban dalam keluarga. Dengan adanya berbagai macam teknologi baru menjadikan manusia lebih mudah mendapatkan informasi yang ingin diketahui dan dapat lebih mudah dalam berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi dengan adanya teknologi baru menciptakan jarak kecil diantara keluarga, yang mestinya hubungan antara keluarga dekat tergantikan oleh adanya teknologi. Keluarga merupakan pendidikan dasar yang dilalui anak sebelum ia beranjak pada pendidikan sekolah. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Sebagai orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi bakat, keterampilan yang dimilikinya secara maksimal. Orang tua juga menginginkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Hampir semua tujuan utama setiap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak- anaknya secara umum adalah untuk mempersiapkan si anak agar dapat menjadi manusia dewasa yang mandiri dan produktif serta berakhlak dan berbudi pekerti baik. Orang tua sebagai pendidik utama tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya yaitu mendidik kepribadian dan karakter. Karakter merupakan serangkaian sikap, prilaku, motivasi dan keterampilan yang ada pada setiap manusia. Proses pendidikan karakter tidak bisa di ukur dalam kurun waktu tertentu karena prosesnya terus menerus sehingga pendidikan karakter ini terus berjalan, akan tetapi pendidikan karakter itu dapat dilihat ketika sudah masuk kedalam sifat seseorang yaitu dapat dilihat dari tingkah lakunya, tutur katanya, sopan santun dan lain sebagainya. Karakter seseorang hanya ada satu contoh orang mulia yang memiliki karakter sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa di mengerti dari salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah selaku salah satu ibu orang-orang mukmin beliau pernah mengatakan dalam salah satu hadisnya yaitu’ Akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an. Bisa dibayangkan betapa agungnya akhlak nabi, sebagai keluarga sudah menjadi keharusan kita untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai pedoman dalam mengajarkan akhlak dan karakter kepada anak-anak kita. Di lingkungan Masyarakat desa Sidomulyo terdapat beberapa kepala keluarga yang mana setiap keluarga memiliki perbedaan dalam mendidik karakter anak masing-masing. Peran orang tua sangatlah besar untuk membentuk pribadi anak yang berbudi pekerti, berkarakter baik dan berakhlak baik. Dalam penelitian ini penulis mengambil tema tetang “Peran Penring Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Karakter Anak (Study Kasus Di Desa Sidorahayu Sidomulyo Punggur Lampung Tengah)”

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Orang Tua terhadap Keberhasilan Belajar Siswa

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to determine the influence of parental involvement on the learning success of tenth-grade students at SMAN 01 Punggur, Central Lampung. The background of this research is based on the importance of parental engagement in children's education, as the family is the first and foremost educational environment. This research employs a quantitative approach with a survey method and is categorized as associative research. The population in this study consists of all tenth-grade students, with a sample of 60 students selected using purposive sampling technique. Data collection techniques include closed-ended questionnaires using a Likert scale and documentation of students' academic scores. Data analysis was conducted through simple linear regression using SPSS software. The results of the study show a significant influence of parental involvement on students' learning success, as indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.452. This means that 45.2% of students' learning success is influenced by parental involvement, while the remaining 54.8% is influenced by other factors. Parents' roles as mentors, motivators, and facilitators have been proven to contribute significantly to supporting students' academic achievement. These findings highlight the importance of active and consistent parental involvement in accompanying the educational process of children, as it can have a positive impact on improving students' academic performance at school.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH AL-ASROR DESA SUMBERSARI KECAMATAN SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Motivasi orangtua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar anak. Tanpa adanya dorongan atau rangsangan dari orang tua untuk belajar, maka timbul kurang gairah pada diri anak dalam prestasi belajarnya. Hal ini yang akan mengarah pada rasa pesimis yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak. Prestasi belajar akan optimal manakala ada motivasi yang tepat dari orang tua selain motivasi yang datang dari anak itu sendiri. Di sini tampak perlunya motivasi pengabdian yang kuat dari orang tua untuk sadar melaksanakan perannya membawa generasi penerus bangsa ke dalam kehidupan yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat motivasi orangtua terhadap prestasi belajar siswa MA Al-Asror Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah unsur Kepala Sekolah, Dewan Guru, orangtua dan Siswa. Teknik pengambilan data menggunakan obervasi, Interview dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Teknik analisa data menggunakan model Miles and Huberman mengemukakan bahwa analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Peran motivasi orang tua terhadap prestasi belajar siswa ialah dapat membangkitkan gairah belajar siswa sehingga dalam pencapaian hasil belajar dapat diperoleh dengan baik, hal ini terbukti berupa dorongan untuk rajin belajar agar mendapatkan hasil belajar yang baik, memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi pada anak, memberikan nasihat dan motivasi ketika anak kurang semangat dalam belajar, orangtua memberi semangat agar anak selalu optimis dan tidak mudah menyerah. Kendala motivasi orangtua dalam meningkatkan hasil kurangnya bimbingan orang tua terhadap anak dengan alasan karena sibuk mencari nafkah, sehingga siswa sering pulang sekolah pada sore hari, tidak mengerjakan tugas sekolah, malas belajar dan banyak bermain diluar sehingga hasil belajar siswa menurun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran orang tua untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar membaca Al-Qur'an di TPA Nurul Huda desa Bumi ratu nuban Lampung Tengah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AbstractPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan motivasi anak untuk belajar membaca Al-Qur’an di Desa Bhakti Negara, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan sebagian orang tua dalam mendampingi anak belajar membaca AlQur’an, yang disebabkan oleh kesibukan kerja dan kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi orang tua , dan anak-anak usia 10–11 tahun di RT 03 Desa Bhakti Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kata Kunci: Peran orang keterlibatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi anak dalam belajar membaca Al-Qur’an. Bentuk keterlibatan tersebut tua, motivasi anak, meliputi bimbingan langsung, pengawasan, komunikasi yang baik, serta membaca Al-Qur’an.pemberian motivasi berupa pujian dan hadiah. Kendala yang dihadapi .orang tua antara lain keterbatasan waktu, kelelahan setelah bekerja, dan kurangnya kemampuan mengaji. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya peran aktif orang tua dalam membentuk karakter religius anak sejak dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Mujahadah Maghrib Dalam Penguatan Spiritual Santri di Pondok Pesantren Roudlotul Qur'an

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

kesadaran spiritual, menjadi tantangan serius bagi generasi muda, termasuk di kalangan santri. Meskipun pesantren telah berupaya membentuk karakter dan akhlak santri, ancaman dekadensi moral, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindak kekerasan, masih menghantui akibat lemahnya fondasi spiritual. Kondisi ini juga dirasakan di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro, di mana masih ditemukan sebagian santri yang memiliki akhlak kurang baik dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan, sehingga diperlukan upaya lebih intensif untuk memperkuat spiritualitas sebagai pijakan utama dalam membangun moralitas. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis proses, pola berpikir, dan pendekatan logis ilmiah, dengan hasil yang difokuskan pada lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui survei langsung di tempat penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan rutin Mujahadah di Pondok Pesantren Rodlatul Qur’an Metro sebagai upaya penguatan spiritualitas santri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan Mujahadah. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil dari penelitian ini menunjukan Mujahadah menjadi elemen penting dalam penguatan spiritualitas santri di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro. Melalui rutinitas yang melibatkan salat Magrib berjamaah, Tilawatil Qur'an, pembacaan sholawat, dan doa, santri dilatih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi dan keikhlasan. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran spiritual yang mendalam. Dampaknya terlihat pada perubahan positif dalam diri santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail