ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah dinamika sosial keagamaan modern. Penelitian ini di latarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan yang ditandai dengan berkembangnya arus globalisasi, digitalisasi, serta munculnya berbagai paham keagamaan yang mana berpotensi memengaruhi pemahaman dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Islam Plus At-Tholibin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah masih sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, seimbang, serta berakhlakul karimah. Guru PAI berperan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan. Namun terdapat tantangan berupa pengaruh media sosial, keterbatasan pemahaman siswa, serta dinamika lingkungan sosial. Di perlukan sebuah strategi inovatif dan kontekstual agar nilai-nilai Ahlussunnah wal jama’ah tetap eksis dan adaptif di tengah arus globalisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial siswa, khususnya melalui media sosial. Namun, belum optimalnya penguatan etika digital dalam pendidikan menyebabkan munculnya reasoning gap, yakni kesenjangan antara kebebasan berekspresi dan kesadaran moral siswa, yang tercermin dalam perilaku anonim tanpa pertimbangan etika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi perilaku anonim pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Ma’arif 1 Kota Metro. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa pengguna aktif media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan berbagai platform media sosial, masih ditemukan interaksi negatif seperti ejekan, hinaan verbal, dan komentar tidak pantas yang mengarah pada perundungan siber ringan. Untuk mengatasinya, guru PAI menerapkan strategi berupa pembinaan moral, keteladanan, integrasi nilai-nilai Islam seperti konsep tabayyun dalam pembelajaran, konseling personal, serta kerja sama dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru PAI berperan penting dalam membentuk etika digital dan menanamkan akhlakul karimah melalui kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji peran guru pendidikan agama Islam dalam membimbing akhlak peserta didik dalam menghadapi pengaruh budaya Korean Pop (K-Pop) pada kelas X-7 SMA Negeri 2 Metro. Fenomena budaya K-Pop yang berkembang pesat di kalangan peserta didik memiliki implikasi terhadap pembentukan identitas diri, gaya hidup, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, sehingga diperlukan pendekatan pembinaan akhlak yang tepat dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam menjalankan perannya melalui penguatan pembelajaran akhlak, keteladanan sikap, serta pembinaan dan pendampingan langsung kepada peserta didik. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus membentuk sikap kritis dan selektif peserta didik dalam menyikapi budaya populer. Melalui bimbingan yang bersifat edukatif dan non-represif, guru pendidikan agama Islam membantu peserta didik menempatkan hiburan secara proporsional serta menyeimbangkannya dengan kewajiban keimanan dan ibadah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan akhlak peserta didik di tengah arus globalisasi budaya, serta menawarkan model pembinaan akhlak yang relevan dengan perkembangan zaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tujuan untuk melatih peserta didik yang beriman kepada ketaqwaan Allah SWT, bertakwa, berakhlak mulia (akhlak mulia), dan memiliki pengetahuan Islam yang baik, terutama sumber-sumber ajaran dan prinsip-prinsip Islam lainnya. Peran guru terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya sebatas pada transfer of knowledge kepada peserta didik tetapi juga transfer of value, yaitu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam guna memahami dan menguasai tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku murid dengan segala aspeknya. Kajian Islam membagi kesalehan menjadi dua, yakni individu dan sosial. Kesalehan individu merujuk pada kesalehan yang hanya menyangkut ibadah dengan Tuhan dan bagi dirinya, adapun kesalehan sosial mewujud pada perilaku kepedulian terhadap sosial Jenis penelitian adalah jenis penelitian kualitatif. Sedangkan sumber data yang peneliti gunakan dalam hal ini yaitu, pertama sumber data primer kedua sumber. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode : observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil ulasan pada pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa guru pendidikan agama islam di SMP Roudhotul Quran dalam menginternalisakan Keshalehan Sosial Dalam hal penanaman pendidik menggunakan metode dalam menanamkanya yaitu menggunakan beberapa tahapan diantaranya: pertama Tahap Transformsi Nilai dengan menggunakan Metode nasehat, Metode teladan Metode hukuman. Sedangkan pada tahap Tahap Transaksi Nilai menggunakan metode demonstrasi metode contoh Lebih lanjut guru pendidikan agama islam telah menamkan keshalehan sosial dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kesadaran sosial, pengembangan empati dan kepedulian,pengembangkan keterampilan berkomunikasi dari peserta didik di SMP TMII Raudhotul Qur'an
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan siswa merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kedisiplinan siswa di SDN 01 Bumi Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kedisiplinan siswa melalui keteladanan, pembiasaan, serta penerapan aturan yang konsisten. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan kedisiplinan siswa meliputi peran aktif guru dalam memberikan motivasi, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan metode pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai disiplin. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin dan minimnya keterlibatan orang tua dalam pengawasan perilaku anak di rumah.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui peran guru PAI yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan prestasi belajar siswi kelas 8B di SMP Roudhlatul Quran 3 Sekampung. Dilatar belakangi oleh turunya prestasi belajar berupa turunya nilai rapot, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru PAI, Wakil Kepala Kurikulum, dan siswi kelas 8B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswi melalui beberapa cara. Pertama, guru PAI memberikan contoh konkret perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas. Kedua, guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam pembelajaran. Ketiga, guru PAI memberikan motivasi dan bimbingan untuk meningkatkan semangat belajar dan mengatasi kesulitan siswi. Keempat, guru PAI menggunakan metode pembelajaran variatif seperti diskusi, ceramah, dan penugasan kelompok, sesuai dengan instrumen penilaian hasil belajar Kurikulum Merdeka. Kelima, guru PAI melakukan penilaian autentik yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peneladanan Rasulullah SAW oleh guru PAI berdampak positif pada peningkatan prestasi belajar siswi. Guru PAI diharapkan terus meningkatkan kompetensinya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran.