Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: nilai-nilai
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Santri Dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat Beragama di PP. Ma’arif Nu Metro Lampung

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Penguasaan materi nilai-nilai moderasi beragama santri PP. Ma&rsquo;arif NU Metro Lampung dalam menjaga kerukunan masyarakat beragama.</li> <li> Pendampingan calon santri lulusan yang akan mengabdi kepada masyarakat di daerahnya tinggal dalam mengamalkan paham agama yang moderat.</li> </ol> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Nilai-Nilai Moral Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMP Ma’arif 01 Kota Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk akhlak siswa di tengah fenomena penurunan moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI siswa kelas VII SMP Ma’arif 01 Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, guru telah mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam perangkat pembelajaran, namun belum sepenuhnya terukur secara sistematis. Pada tahap pelaksanaan, nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, serta toleransi telah diterapkan melalui metode keteladanan dan pembiasaan, meskipun belum konsisten pada semua siswa. Sementara itu, pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui observasi perilaku, namun belum menggunakan instrumen autentik yang terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI telah berjalan cukup baik, namun masih perlu penguatan agar lebih efektif dalam membentuk akhlak siswa secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

implikasi penggunaan artificial intelligance dalam pembelajaran PAI terhadap kecerdasan emosional siswa di SMA negeri 1 pagar dewa lampung barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap internalisasi nilai-nilai keislaman dan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman serta makna yang dirasakan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif guna memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu meningkatkan keaktifan, minat belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan. Selain itu, AI juga berkontribusi dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa, seperti kesadaran diri, pengendalian emosi, motivasi, dan empati. Dalam konteks internalisasi nilai-nilai keislaman, AI berperan sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai tersebut secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan AI juga memiliki tantangan, seperti potensi berkurangnya interaksi sosial dan munculnya distraksi selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru tetap sangat penting dalam mengarahkan, membimbing, dan mengelola penggunaan teknologi secara seimbang. Dengan demikian, AI dapat menjadi media pendukung yang efektif dalam pembelajaran PAI apabila digunakan secara bijak dan terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi nilai-nilai Moderasi Beragama Dalam Interaksi sosial siswa : Studi Kasus di SMP N2 Seputih Banyak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai moderasi beragama dalam interaksi sosial siswa di SMP Negeri 02 Seputih Banyak serta mengetahui factor pendukung dan penghambat penerapannya di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif, analisis dilakukan dengan melihat langsung kegiatan yang ada di sekolah untuk penanaman nilai-nilai moderasi beragama. Terdapat dukungan utama meliputi pedoman sekolah, peran guru, kegiatan antaragama, dan dukungan orang tua. Hambatan yang diidentifikasi mencakup kurangnya program khusus dalam kurikulum dan dampak media sosial dan radikalisme digital. Studi ini merekomendasikan strategi seperti pengembangan kurikulum, pelatihan guru, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Pada Tradisi Jawa Slametan Di Rama Puja

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Jawa slametan serta menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam di masyarakat Desa Rama Puja, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur. Slametan sebagai kearifan lokal masyarakat Jawa transmigran tidak hanya dipahami sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan Islam nonformal yang menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat yang terlibat langsung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan slametan mencakup persiapan bersama, pembacaan doa dan tahlil, serta pembagian berkat. Dalam praktik tersebut terkandung nilai-nilai Pendidikan Islam, yaitu nilai akidah, ibadah, akhlak, sosial, dan spiritual. Nilai-nilai ini diinternalisasikan melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi kolektif masyarakat. Dengan demikian, slametan tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga sarana pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang berperan dalam pembentukan karakter religius dan penguatan harmoni sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Budaya dan Seni Dalam Pendidikan Agama Islam Melalui Interdisiplener Dalam Mengarjakan Nilai-Nilai Islam Melalui Seni dan Budaya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study aims to examine the application of art and culture in Islamic Religious Education (PAI) learning through an interdisciplinary approach at SMA Al-Qur'an Tri Bhakti At-Taqwa. The main issue is the limited range of contextual learning methods in PAI, which tend to be theoretical and fail to address students' affective aspects and character development. Therefore, an innovative approach is needed to integrate Islamic values with art and culture elements relevant to students' lives. This research uses a qualitative, descriptive approach, drawing on observations, interviews with teachers and students, and documentation of learning activities. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that integrating art and culture into PAI learning enhances students' interest and participation and strengthens their understanding of Islamic values. The integration of art, such as religious music, calligraphy, and Islamic-themed performances, helps shape students' character to be moderate, tolerant, and virtuous. Thus, art and culture serve as an effective medium for shaping a holistic Islamic character relevant to the demands of the times within the school environment.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi kurikulum merdeka dalam penanamam nilai-nilai keagamaan di MINU Purwosari metro utara kota metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah NU Metro. Fokus penelitian mencakup fleksibilitas pembelajaran, pembelajaran berbasis proyek, penguatan profil Pelajar Pancasila, penggunaan asesmen formatif dan diagnostik, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran memungkinkan guru menyesuaikan metode dan materi sesuai kemampuan serta minat siswa, sementara pembelajaran berbasis proyek mendorong keterlibatan aktif siswa dalam praktik ibadah dan akhlak. Penguatan profil Pelajar Pancasila dan asesmen formatif serta diagnostik mendukung pengembangan karakter religius, sosial, dan kognitif siswa. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi memastikan setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai ritme belajarnya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mendukung internalisasi nilai keagamaan secara holistik, membentuk siswa yang religius, kritis, kreatif, dan berakhlak mulia, sekaligus mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pendidikan Nilai-Nilai Islam Oleh Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Upaya Preventif Terhadap Kenakalan Siswa di SMKN 1 Abung Selatan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya preventif terhadap kenakalan siswa di SMKN 1 Abung Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah masih ditemukannya perilaku indisipliner siswa, seperti keterlambatan hadir, pelanggaran tata tertib, penggunaan handphone saat pembelajaran, serta rendahnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pendidikan Islam dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berorientasi preventif. Guru mengintegrasikan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan akhlak dalam pembelajaran serta kegiatan pembiasaan religius. Pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan, nasihat persuasif, penegakan kedisiplinan, serta kegiatan keagamaan rutin. Evaluasi dilakukan dengan memantau perubahan perilaku siswa yang ditandai dengan penurunan keterlambatan dan pelanggaran tata tertib serta meningkatnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Implementasi tersebut berperan sebagai upaya preventif yang efektif dalam menekan kenakalan siswa pada kategori ringan hingga sedang, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan tertib.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Melalui Permainan Tradisional di RA Athfalul Huda Guppi Desa Qurnia Mataram

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan akhlak memegang peran penting dalam pembentukan karakter anak usia dini karena akhlak yang baik menjadi fondasi perilaku mulia dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Pada usia emas, anak sangat peka terhadap rangsangan nilai, sikap, dan kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Namun, pendidikan akhlak di lembaga RA seringkali disampaikan secara verbal atau hafalan, sehingga kurang efektif dalam menginternalisasi nilai moral. Anak usia dini lebih mudah memahami nilai melalui pengalaman konkret dan aktivitas bermain. Permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng, Gobak Sodor, Petak Umpet, dan Dakon memiliki potensi tinggi sebagai media pembelajaran akhlak karena mengandung unsur kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kesabaran, sportivitas, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain field research di RA Athfalul Huda GUPPI Desa Qurnia Mataram. Subjek penelitian terdiri atas kepala RA, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan akhlak melalui permainan tradisional berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan. Anak-anak menanamkan nilai kejujuran, amanah, toleransi, kesabaran, tawadhu’, kasih sayang, dan rasa malu berbuat salah melalui pengalaman bermain, interaksi sosial, kepatuhan terhadap aturan, serta bimbingan guru sebagai fasilitator dan teladan. Perubahan perilaku anak juga terlihat di lingkungan rumah, menunjukkan transfer nilai yang efektif. Permainan tradisional terbukti menjadi strategi pedagogis yang menyenangkan dan relevan dalam pendidikan akhlak anak usia dini, selaras dengan nilai budaya lokal dan prinsip pendidikan Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja kecanduan game online mobile legend di kelurahan mulyosari kecamatan metro barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius pada remaja yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Fenomena meningkatnya intensitas bermain game online pada remaja berdampak pada menurunnya kedisiplinan ibadah, pengendalian diri, serta sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai religius melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi yang intensif, serta pengawasan terhadap penggunaan waktu bermain game. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, pemberian nasihat keagamaan secara persuasif, serta penciptaan suasana keluarga yang religius mampu membantu remaja menyeimbangkan aktivitas bermain game dengan kewajiban keagamaan. Dengan demikian, peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk kembali sikap religius remaja meskipun berada dalam tantangan kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja usia 15-18 tahun yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends di Kelurahan Mulyosari. Teknik analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami bagaimana pola komunikasi, keteladanan, serta pengawasan orang tua dapat menjaga dimensi religiusitas anak di tengah arus digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam tradisi suroan di Dusun Bumiasri, Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi Suroan merupakan budaya lokal masyarakat Jawa yang masih dilestarikan di Dusun Bumiasri Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur dan mengandung nilai-nilai religius Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam serta pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai akidah, ibadah, dan akhlak dalam tradisi Suroan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suroan telah mengalami transformasi makna dari sekadar tradisi budaya menjadi media dakwah kultural yang efektif. Proses internalisasi nilai Islam berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Nilai akidah terinternalisasi melalui penguatan tauhid dalam doa bersama, nilai ibadah melalui pembiasaan tahlilan, sedekah, dan pengajian, serta nilai akhlak melalui praktik gotong royong, solidaritas, dan ukhuwah Islamiyah. Masyarakat tidak hanya memahami tradisi Suroan sebagai adat, tetapi menghayatinya sebagai aktivitas bernilai ibadah yang memberikan ketenangan batin dan memperkuat kesadaran beragama. Internalisasi nilai ini berdampak pada perubahan perilaku keagamaan dan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tradisi Suroan terbukti mampu menjadi sarana harmonisasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam membentuk karakter religius dan harmoni sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai - Nilai Islami Melalui Rutinan Triwulan Desa Sungai Sibur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study examines the process of internalizing the Islamic values of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah through quarterly religious activities in Sungai Sibur Village, South Sumatra, Indonesia. Sungai Sibur represents a rural community that continues to preserve locally embedded Islamic traditions rooted in Aswaja principles. A descriptive qualitative approach was employed, involving religious leaders and representatives of the Muslimat NU congregation as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that the quarterly activities engage diverse segments of the community, including Muslimat NU members and local religious figures. These activities serve as an effective mechanism for internalizing Aswaja values particularly moderation (tawassuṭ), balance (tawāzun), and tolerance (tasāmuḥ). The internalization process occurs through habituation, exemplary practices, social interaction, and contextually relevant religious understanding. Moreover, the activities contribute to strengthening Nahdlatul Ulama identity, fostering Islamic social cohesion (ukhuwah Islamiyah), and shaping the communitys religious character. Nevertheless, challenges remain, notably limited religious literacy among certain community members and geographical constraints. This study underscores the significant role of local religious traditions in promoting moderate and religious character formation within rural Muslim communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai ‎Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah melalui kegiatan rutin ‎triwulan di Desa Sungai Sibur Sumatera Selatan, Indonesia. Hal ini dikarenakan ‎Desa Sungai Sibur merupakan salah satu desa yang masih menjaga tradisi ‎keislaman dalam konteks lokal yang berlandaskan Ahlusunnah wal Jama’ah. ‎Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dalam ‎penelitian ini menggunakan teori internalisasi nilai yang menekankan proses ‎transformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Informan penelitian terdiri atas ‎tokoh agama, perwakilan dari salah satu jamaah Muslimat dan Fatayat. Teknik ‎pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. ‎Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan triwulan diikuti dari berbagai ‎lapisan masyarakat mulai dari Muslimat NU fatayat NU dan tokoh agama. ‎Kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Aswaja, ‎khususnya nilai moderasi (tawassuṭ), keseimbangan (tawāzun), dan toleransi ‎‎(tasāmuḥ) ditanamkan melalui proses pembiasaan, keteladanan, interaksi ‎sosial, serta pemahaman keagamaan yang relevan dengan konteks masyarakat ‎setempat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat identitas ke-NU-an, ‎meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter religius ‎masyarakat. Adapun kendala yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman ‎sebagian warga dan kondisi geografis yang kurang mendukung. Penelitian ini ‎menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memiliki peran penting dalam ‎membangun karakter moderat dan religius pada masyarakat pedesaan.‎

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan nilai-nilai tasawuf dalam pembinaan akhlak santri pondok pesantren darussa'adah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan nilai-nilai tasawuf dalam membentuk karakter religius santri di pesantren tersebut. Pondok Pesantren Darussaadah Seputih Jaya Lampung Tengah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius santri melalui penerapan nilai-nilai tasawuf. Pendidikan berbasis tasawuf menjadi pendekatan utama dalam membangun kesadaran spiritual, moralitas, dan etika santri. Namun, permasalahan dalam penerapan nilai-nilai tasawuf masih ditemukan, seperti kesulitan santri dalam menginternalisasi konsep taubat, zuhud, wara, faqir, sabar, tawakkal, dan ridha dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus pondok, ustadz, dan santri, serta observasi langsung di lingkungan pesantren. Selain itu, analisis dokumen juga digunakan sebagai sumber data sekunder. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf diterapkan dalam kehidupan santri melalui pembiasaan ibadah, bimbingan spiritual, dan keteladanan dari para ustadz. Santri diajarkan untuk selalu melakukan introspeksi diri, hidup sederhana, menjauhi perkara syubhat, dan mempercayakan segala urusan kepada Allah. Nilai-nilai tersebut terbukti efektif dalam membentuk karakter religius yang kuat dan menjadikan santri lebih disiplin serta memiliki ketahanan moral yang tinggi. Dengan demikian, pendekatan tasawuf dapat dijadikan model dalam pendidikan karakter berbasis pesantren guna menghasilkan generasi muslim yang berakhlak mulia dan bertakwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

internalisasi nilai-nilai pancasila melaui pendidikan agama islam di mts ma'arif 31 trimurjo

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian riset ini dilakukan di MTs ma’arif 31 trimurjo Lampung Tengah. Pancasila adalah dasar negara dan hukum utama di Indonesia. pancasila terdiri dari dua jenis kata yaitu “pantja” dan “sila”. Pantja berarti lima, dan sila berarti asas atau sendi internalisasi nilai-nilai pancasila melalui pendidikan agama islam di MTs ma’arif 31 trimurjo.pendidikan agama islam mempunyai kedudukan yang tinggi dan yang paling utama,karena pendidikan agama menjamin dapat memperbaiki akhlak peserta didik dan mengangkat mereka ke derajat yang tinggi,maka dari itu Salah satu tujuan internalisasi nilai-nilai pancasila melalui pendidikan agama islam adalah agar mereka dapat mengetahui, mengamalkan serta melaksanakan ajaran dan nilai-nilai pendidikan agama islam didalam kehidupan sehari-harinya sehingga tumbuh karakter islami sesuai dengan al-Qur’an dan as-sunnah.suapaya pelajar di MTs ma’arif 31 trimurjo bisa mengamalkan nilai-nilai pancasila dilingkunganya,sehingga terbentuk lah individu-individu yang berkualialitas yang memiliki karakter islami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail