Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: karakter religius
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aktualisasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam Pada Jama'ah Manaqib Jawahirul Ma'ani desa sumbergede dusun v

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang meliputi akidah, ibadah, dan akhlak dalam kegiatan Jama’ah Manaqib Jawahirul Ma’ani di Desa Sumbergede Dusun V. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, pembiasaan, dan internalisasi nilai melalui keteladanan. Nilai akidah, ibadah, dan akhlak tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari jama’ah, seperti meningkatnya kesadaran beribadah, sikap tawakal, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Keberhasilan proses ini didukung oleh lingkungan religius, kegiatan manaqib yang rutin, keteladanan tokoh agama, serta kuatnya ukhuwah antar jama’ah. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan seperti perbedaan tingkat pemahaman, kurangnya kesadaran individu, serta pengaruh lingkungan sosial dan modernisasi. Dengan demikian, kegiatan manaqib terbukti menjadi media pendidikan Islam nonformal yang efektif dalam membentuk karakter religius jama’ah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 2 RUKTI ENDAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam membentuk sikap toleran, inklusif, dan seimbang di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia, namun implementasinya di tingkat sekolah dasar masih belum optimal, yang terlihat dari kecenderungan siswa berkelompok berdasarkan agama serta terbatasnya interaksi lintas perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penguatan moderasi beragama dalam pembentukan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri 2 Rukti Endah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta analisis persentase untuk mengukur perubahan karakter toleransi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dan role playing efektif dalam meningkatkan karakter toleransi siswa, yang ditunjukkan melalui kebiasaan mengucapkan salam, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan ibadah keagamaan, serta menghargai perayaan hari besar keagamaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai tasamuh, musawah, syura, dan tahadhdhur. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang multikultural, kebijakan yang inklusif, strategi pembelajaran partisipatif, serta keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, belum adanya program terstruktur, kurangnya pelatihan guru, serta pengaruh lingkungan eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman dalam memperkuat moderasi beragama serta perlunya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam pembentukan karakter siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam membentuk karakter religius anak desa tanjung harapan kecamatan marga tiga kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter religius anak di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter religius anak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, teman, dan pengawas dalam proses internalisasi nilai-nilai religius. Pembentukan karakter religius anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, masyarakat, teman sebaya, serta perkembangan media dan teknologi. Upaya yang dilakukan keluarga meliputi pembiasaan ibadah, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi dan komitmen keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter religius anak secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru akidah akhlak dalam menanamkan Nilai-Nilai keislaman pada siswa

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan sistem terstruktur untuk memberdayakan kualitas hidup manusia, namun proses internalisasi nilai seringkali terkendala oleh dominansi metode ceramah yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilainilai keislaman serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif lapangan digunakan untuk memperoleh data autentik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas guru, siswa, dan pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan peran sentral sebagai teladan (uswatun hasanah), motivator, dan pembimbing spiritual. Nilai-nilai keislaman diinternalisasi melalui strategi pembiasaan ibadah rutin, pemberian nasihat persuasif, dan pengawasan kedisiplinan yang terintegrasi dengan budaya pesantren. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan perilaku religius siswa dari jenjang kelas X hingga XII, di mana aspek adab terhadap guru mencapai tingkat capaian tertinggi sebesar 95%. Lingkungan pesantren yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh teknologi digital menjadi penghambat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan peran guru sebagai agen perubahan melalui pendekatan keteladanan sangat efektif dalam membentuk karakter islami yang permanen pada peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembentukan karakter religiusitas siswa melalui pembelajaran PAI materi asma'ul husna di SMP ma'arif 1 kota metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program pembentukan karakter religius siswa latihan termasuk faktor-faktor penghambat dalam pembentukan karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Penelitian ini dilakukan di SMP Ma’arif 1 Metro pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan melibatkan subjek penelitian diantaranya kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan diantaranya lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data menggunakan model Miles & Hubberman dengan melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius dilakukan melalui sinergi antara kegiatan keagamaan rutin (seperti sholat duhur berjamaah, pembacaan surah Yasin dan asma’ul husna), keteladanan guru, dan pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti rendahnya kesadaran siswa dan kurangnya konsistensi dalam pembiasaan, guru tetap memainkan peran penting sebagai motivator dan teladan. Penanaman karakter religius secara bertahap menunjukkan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, baik di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya pembelajaran PAI sebagai media efektif dalam membentuk karakter religius siswa secara holistik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan nilai-nilai tasawuf dalam pembinaan akhlak santri pondok pesantren darussa'adah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan nilai-nilai tasawuf dalam membentuk karakter religius santri di pesantren tersebut. Pondok Pesantren Darussaadah Seputih Jaya Lampung Tengah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius santri melalui penerapan nilai-nilai tasawuf. Pendidikan berbasis tasawuf menjadi pendekatan utama dalam membangun kesadaran spiritual, moralitas, dan etika santri. Namun, permasalahan dalam penerapan nilai-nilai tasawuf masih ditemukan, seperti kesulitan santri dalam menginternalisasi konsep taubat, zuhud, wara, faqir, sabar, tawakkal, dan ridha dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus pondok, ustadz, dan santri, serta observasi langsung di lingkungan pesantren. Selain itu, analisis dokumen juga digunakan sebagai sumber data sekunder. Teknik keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf diterapkan dalam kehidupan santri melalui pembiasaan ibadah, bimbingan spiritual, dan keteladanan dari para ustadz. Santri diajarkan untuk selalu melakukan introspeksi diri, hidup sederhana, menjauhi perkara syubhat, dan mempercayakan segala urusan kepada Allah. Nilai-nilai tersebut terbukti efektif dalam membentuk karakter religius yang kuat dan menjadikan santri lebih disiplin serta memiliki ketahanan moral yang tinggi. Dengan demikian, pendekatan tasawuf dapat dijadikan model dalam pendidikan karakter berbasis pesantren guna menghasilkan generasi muslim yang berakhlak mulia dan bertakwa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peran kepala pondok dalam pembentukan karakter religius santri di pondok pesantren darul 'ulum seputih banyak lampung tengah.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kepala Pondok dalam Membangun Karakter Religius Santri Di Pondok Pesantran Darul 'Ulum Seputih Banyak Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dibuat mengunakan metode kualitaif karena penelitiannya secara naturalistik di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak Lampung Tengah selama dua bulan. Teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala pondok berperan penting dalam membangun karakter religius santri melalui pembinaan, pengawasan, dan keteladanan. kepala pondok juga berperan sebagai panutan dan pembimbing rohani bagi santri. penelitian ini difokuskan pada bagaimana kepala pondok sebagai pemimpin pusat menjalankan tugasnya dalam mengendalikan program pondok serta mengawasi dan mengarahkan santri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komprehensif penelitian ini mencoba mengidentifikasi tantangan dan proses yang dilalui Kepala Pondok dalam menciptakan santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki Karakter Religius yang kuat, sesuai dengan kaidah Islam sehingga dapat mencetak santri yang siap berjuang di masyarakat, yang memiliki jiwa santri yang kental. Penelitian ini berimplikasi terhadap pentingnya peran pimpinan pondok pesantren dalam Membangun Karakter Religius Santri dan mengembangkan mutu pendidikan di Pondok Pesantren.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROHIS ( KEROHANIAN ISLAM) DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMA NEGERI 1 SEKAMPUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penurunan kualitas karakter religius pada siswa, seperti rendahnya kedisiplinan, kurangnya empati, dan perilaku menyimpang, menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Di SMAN 1 Sekampung, ekstrakurikuler ROHIS (Kerohanian Islam) dirancang sebagai solusi untuk menanamkan nilai-nilai agama dan membentuk karakter religius siswa. Berbagai kegiatan seperti keputrian, baca tulis Al-Qur'an, dan dakwah melalui da’i, qira’, serta hadroh, menjadi media efektif dalam pembentukan akhlak mulia, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan rasa hormat dan toleransi antar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran kegiatan ekstrakurikuler ROHIS dalam membentuk karakter religious siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pembimbing ROHIS, siswa, dan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Sekampung. Proses analisis dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Fokus penelitian adalah Peran kegiatan ekstrakurikuler ROHIS dalam menanamkan tujuh indikator karakter religius, yaitu empati, hati nurani, kontrol diri, rasa hormat, kebaikan hati, toleransi, dan keadilan. Hasil penelitian mengungkap bahwa kegiatan ekstrakurikuler ROHIS memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius siswa. Siswa yang aktif dalam kegiatan ini menunjukkan perubahan positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, kesadaran spiritual, serta sikap yang lebih menghormati guru dan sesama. Beberapa kendala, seperti keterlambatan dan benturan jadwal, dapat diatasi melalui pendekatan personal dan bimbingan yang sabar dari pembina. Program ini tidak hanya menguatkan nilai-nilai religius siswa, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih harmonis dan bernuansa Islami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail