ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Writing is one of the essential language skills that students must master in learning English. However, many students still face difficulties in organizing ideas, using appropriate vocabulary, and applying correct grammar in writing activities. This research aimed to improve students’ writing achievement in recount text through the implementation of Collaborative Dialogue Journal Technique. The research was conducted at the eighth grade of SMP Ma’arif 1 Metro in the academic year 2025/2026. This study applied Classroom Action Research (CAR) which consisted of two cycles. Each cycle included planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 32 students. The data were collected through writing tests, observation sheets, questionnaires, and documentation. The result of the study showed that the students’ writing achievement improved after the implementation of the technique. The students’ mean score increased from 54.13 in the preliminary study to 65.38 in Cycle I and 80.38 in Cycle II. In addition, the questionnaire results showed that most students gave positive responses toward the use of Collaborative Dialogue Journal Technique in learning writing. Therefore, it can be concluded that the Collaborative Dialogue Journal Technique is effective in improving students’ writing achievement in recount text.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di era perkembang an media sosial saat ini, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, memberikan dampak positif terhadap kreativitas dan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan serius terhadap moralitas dan karakter generasi muda. Krisis moral yang muncul meliputi penurunan etika komunikasi, perilaku meniru konten negatif, serta menurunnya disiplin dan sopan santun di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi dan dialog menjadi strategi efektif dalam pembentukan kesadaran moral siswa. Guru PAI berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif, sehingga siswa dapat menilai nilai moral dari perspektif agama dan sosial secara rasional. Melalui kegiatan dialogis ini, siswa lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, sopan dalam berkomentar, dan mampu menegur perilaku negatif teman sebaya. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky tentang konstruktivisme sosial dan konsep ta’dib menurut Al-Attas, bahwa pendidikan moral terbentuk melalui interaksi sosial dan keteladanan reflektif. Dengan demikian, penerapan metode dialog dan diskusi dalam pembelajaran PAI terbukti efektif membentuk spiritualitas digital, tanggung jawab sosial, serta kesadaran etis generasi Z di era media sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode ini dalam kurikulum Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, dan kontekstual di sekolah-sekolah Indonesia.