ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada lembaga pendidikan saat ini proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru cenderung hanya didominasi dengan model satu arah dan tidak diselingi dengan yang lain sehingga siswa tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu diperlukan minat dan motivasi belajar saat proses pembelajaran berlangsung. Jika siswa tertarik saat kegiatan belajar mengajar, maka diharapkan prestasi belajarpun meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Tujuan penelitian ini adalah: “untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif kemudian yang menjadi populasinya terdiri dari 208 siswa sehingga dinamakan penelitian sampel penelitian dengan 90 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode angket (Questionare), metode wawancara (Interview) dan metode dokumentasi. Hasil analisa data yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik Regresi Linier Multiple dan menghasilkan model persamaan regresi (Yc=113.984,07+(-0,033)X1+3,057X2) menunjukkan bahwa harga Fhitung jika di bandingkan dengan Ftabel ternyata lebih besar, yaitu -41,736 > 3,13. Maupun Fhitung yang diperoleh untuk menguji keberartian koefisien korelasi multiple -41,778 sehingga mampu menjelaskan pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI. Hal ini menunjukkan model regresi tersebut sangat signifikan. Berarti hipotesis (Ha) yang penulis ajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan siswa merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kedisiplinan siswa di SDN 01 Bumi Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kedisiplinan siswa melalui keteladanan, pembiasaan, serta penerapan aturan yang konsisten. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan kedisiplinan siswa meliputi peran aktif guru dalam memberikan motivasi, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan metode pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai disiplin. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin dan minimnya keterlibatan orang tua dalam pengawasan perilaku anak di rumah.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui peran guru PAI yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan metode tutor sebaya yang disesuaikan dengan karakteristik kelas dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VIII-A di salah satu SMP yang berlokasi di Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuesioner. Pendekatan ini diterapkan sebagai upaya untuk mengatasi rendahnya minat serta motivasi siswa dalam belajar. Penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan berulang sering kali menyebabkan kejenuhan di kalangan siswa. Akibatnya, mereka bisa kehilangan minat, mudah terlibat dalam konflik, atau bahkan tertidur saat guru terus menyampaikan materi. Kondisi ini mempengaruhi prestasi siswa, dengan banyak yang belum mencapai KKM yang ditetapkan. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, suasana belajar di kelas tampak kurang interaktif dan menyenangkan, yang tentunya berpengaruh pada tingkat motivasi siswa. Metode pengajaran yang digunakan pada saat itu cenderung tidak melibatkan siswa secara aktif, sehingga siswa merasa kurang tertantang untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan metode pengajaran di kelas yang lebih interaktif sebagai alternatif, dengan harapan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui strategi ini, siswa didorong untuk saling membantu dalam memahami materi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Diharapkan bahwa penerapan metode ini tidak hanya menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, tetapi juga mengurangi kejenuhan yang sering muncul akibat penggunaan metode pembelajaran tradisional yang monoton. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif antar siswa secara signifikan meningkatkan motivasi belajar. Pada tahap pra-siklus, motivasi belajar siswa tercatat hanya sebesar 31%. Namun, setelah siklus pertama diterapkan, motivasi belajar siswa meningkat menjadi 65%. Peningkatan ini terus berlanjut pada siklus kedua, di mana motivasi belajar siswa mencapai 87%. Hasil peningkatan motivasi ini mengindikasikan bahwa metode tutor sebaya tidak hanya berperan dalam memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga mampu mendorong mereka untuk lebih aktif dan termotivasi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini telah mencapai tujuan yang diharapkan. Metode tutor sebaya terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar interaktif dan meningkatkan semangat siswa. Pendekatan ini berhasil mengatasi rendahnya motivasi belajar serta membantu siswa mencapai nilai sesuai standar guru.