Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

43 hasil
Subjek: anak
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa (English Arab) di Kalangan Anak Usia Dini

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Penelitian ini bertujuan untuk:</p> <ol> <li> Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam tentang penggunaan teknologi dalam penguasaan Bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li> <li> Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam peran&nbsp; teknologi dalam penguasaan Bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li> <li> Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lebih dalam tentang hal- hal yang mempengaruhi penguasaan tehnologi dalam penguasaan bahasa arab dan Bahasa inggris pada anak usia dini?</li> </ol>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

PRAKTEK PERCERAIAN ADAT LAMPUNG PEPADUN MARGA ANAK TUHA LAMPUNG TENGAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP HUKUM KELUARGA ISLAM

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Untuk mengetahui praktek perceraian adat Lampung Pepadun Marga Anak Tuha Lampung Tengah</li> <li> Untuk mengetahui&nbsp; Relevansinya Praktek Perceraian Adat Lampung Pepadun Marga Anak Tuha Lampung Tengah Terhadap Hukum Keluarga Islam.</li> </ol> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Terhadap Hak Waris Anak Dalam perkawinan tidak Tercatat Perspektif Maqasid Syariah (Studi Kasus dikelurahan Karang Rejo Metro Utara Kota Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Perkawinan tidak tercatat masih menimbulkan persoalan hukum terhadap kedudukan dan pemenuhan hak anak, khususnya ketika salah satu orang tua meninggal dunia dan anak harus memperoleh hak waris. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap hak waris anak dari perkawinan tidak tercatat di Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam konteks hukum Indonesia. Penelitian menggunakan metode field research dengan pendekatan yuridis-sosiologis dan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan anak dari perkawinan tidak tercatat, orang tua, tokoh agama, aparat kelurahan, dan pihak Kantor Urusan Agama sebagai sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, putusan pengadilan, serta literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama perlindungan hak waris anak tidak hanya terletak pada status perkawinan yang tidak tercatat, tetapi juga pada pembuktian hubungan nasab, kepastian status hukum, dan kemampuan anak merealisasikan hak kewarisannya. Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-māl, menegaskan pentingnya perlindungan keturunan dan harta anak. Penelitian ini menemukan adanya recognition–realization gap, yaitu kesenjangan antara pengakuan terhadap hak anak dan kemampuan merealisasikan hak waris secara nyata. Oleh karena itu, perlindungan hukum perlu diarahkan dari kepastian formal menuju keadilan substantif melalui pencatatan, pembuktian nasab, dan mekanisme kewarisan yang efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Upaya Hukum Terhadap Sengketa Pengalihan Hak Atas Tanah Yang Dilakukan Secara Sepihak oleh Anak Angkat (Studi Di Desa Tulung Pasik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena sengketa pertanahan yang melibatkan penguasaan dan pengalihan hak atas tanah tanpa dasar hukum yang sah masih kerap terjadi di masyarakat, khususnya dalam hubungan kekeluargaan seperti antara ahli waris dan anak angkat. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum terkait keabsahan pengalihan hak serta mekanisme penyelesaian sengketa yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan tindakan pengalihan hak atas tanah secara sepihak oleh anak angkat serta mengkaji upaya hukum yang dapat ditempuh dalam penyelesaian sengketa tersebut di Desa Tulung Pasik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis normatif dan sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan ahli waris, pihak yang menguasai tanah, aparat desa, dan masyarakat setempat, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan serta literatur hukum terkait. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan menghubungkan norma hukum dengan fakta empiris di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan tanah oleh anak angkat dalam kasus ini hanya didasarkan pada izin penggunaan yang diberikan melalui wasiat, bukan pemberian hak milik. Tindakan pengalihan atau klaim kepemilikan secara sepihak tidak memiliki kekuatan hukum yang sah karena tidak memenuhi syarat peralihan hak atas tanah, baik secara materiil maupun formil sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dari aspek penyelesaian sengketa, upaya non-litigasi melalui mediasi adat dan kekeluargaan terbukti lebih efektif dalam mencapai kesepakatan, meskipun secara normatif jalur litigasi tetap tersedia untuk menjamin kepastian hukum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pola Asuh Ibu terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini 4-5 tahun di kober nusa indah hadimulyo timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Pembelajaran inklusif anak usia dini berbasis parenting pada keluarga masyarakat di kota metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN INKLUSIF ANAK USIA DINI BERBASIS PARENTING PADA KELUARGA MASYARAKAT DI KOTA METRO Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus seperti ADHD, disleksia, dan speech delay. Namun, implementasi pembelajaran inklusif di lingkungan keluarga masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman orang tua, keterbatasan model pembelajaran adaptif, serta minimnya dukungan fasilitas. Padahal, keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif melalui pendekatan parenting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran inklusif anak usia dini berbasis parenting pada keluarga masyarakat di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia dini berkebutuhan khusus di Kota Metro. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusif berbasis parenting berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi dan asesmen kebutuhan anak, penyesuaian materi dan aktivitas pembelajaran, kegiatan bermain edukatif, keterlibatan aktif orang tua, serta evaluasi berkelanjutan. Pembelajaran dilakukan secara fleksibel, alami, dan berbasis pengalaman sehari-hari dalam keluarga. Orang tua berperan sebagai pendidik utama yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak serta memberikan pendampingan secara intensif. Kesimpulannya, model ini efektif dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus, meskipun masih diperlukan penguatan dalam sistematisasi dan dukungan profesional agar hasilnya lebih optimal

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Strategi Guru Dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Di RA Al Huda Tulung Balak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK IMPLEMENTASI STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA AL HUDA TULUNG BALAK Oleh : Alisa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di RA Al Huda Tulung Balak. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional sebagai fondasi dalam pembentukan karakter, kemampuan adaptasi sosial, serta pengendalian emosi anak. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai perkembangan sosial emosional yang sesuai dengan tahap usianya, namun masih ditemukan beberapa anak yang mengalami kendala dalam mengelola emosi, menunjukkan kepercayaan diri, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan guna memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait implementasi strategi pembelajaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi guru dalam mengembangkan sosial emosional anak dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, melalui pembiasaan perilaku positif, kegiatan bermain peran, aktivitas kelompok, metode bercerita, serta keteladanan guru dalam interaksi sehari-hari. Guru juga berperan dalam menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi lingkungan sekolah yang mendukung serta adanya kolaborasi antara guru dan orang tua, sedangkan faktor penghambat mencakup keragaman karakteristik anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh lingkungan keluarga. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi guru di RA Al Huda Tulung Balak telah dilaksanakan secara sistematis dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual maupun praktis dalam pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada aspek sosial emosional dalam pendidikan anak usia dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran keluarga dalam membentuk karakter religius anak desa tanjung harapan kecamatan marga tiga kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter religius anak di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter religius anak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, teman, dan pengawas dalam proses internalisasi nilai-nilai religius. Pembentukan karakter religius anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, masyarakat, teman sebaya, serta perkembangan media dan teknologi. Upaya yang dilakukan keluarga meliputi pembiasaan ibadah, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi dan komitmen keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter religius anak secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media ECO Printing Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Kelas B2 RA PERWANIDA METRO Tahun Ajaran 2025/2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan media eco printing dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di RA Perwanida Metro Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak kelompok B2, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media eco printing dapat dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterlibatan, antusiasme, serta keaktifan anak dalam pembelajaran. Selain itu, media eco printing terbukti dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aspek koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketelitian, serta kemandirian. Temuan ini didukung oleh hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media eco printing merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan yang bersifat kreatif, konkret, dan menyenangkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Lingkungan Belajar Yang Positif Dan Kolaboratif Antara Guru Dan Orang Tua Untuk Meningkatkan Holistik Integratif Di PAUD Hamong Putra Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IMPLEMENTASI KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HAMONG PUTRA LAMPUNG TENGAH Oleh: Mukhlisatun Intianah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang ditunjukkan melalui rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam mengelola emosi, ketergantungan pada orang lain, kurangnya tanggung jawab, serta keterbatasan dalam menaati aturan dan berinteraksi sosial. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum selarasnya stimulasi yang diberikan di lingkungan sekolah dan rumah, serta belum optimalnya kolaborasi antara guru dan orang tua, khususnya dalam komunikasi yang masih bersifat informal, insidental, dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak di Kelompok Bermain Hamong Putra Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merancang kegiatan tematik seperti Market Day dan melibatkan orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan anak. Pada tahap komunikasi, interaksi dilakukan melalui WhatsApp dan komunikasi langsung saat penjemputan, namun masih bersifat terbatas, tidak terjadwal. Pada tahap pelaksanaan, orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, namun keterlibatannya masih bersifat pasif dan terbatas. Pada tahap evaluasi, kolaborasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada perkembangan sosial-emosional anak yang masih bervariasi, di mana terdapat anak yang sudah mampu berinteraksi dengan baik, namun masih ada anak yang kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, belum mandiri, dan belum mampu menyesuaikan diri secara optimal. Kesimpulan nya diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur, intensif, dan berkelanjutan agar tercipta keselarasan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Anak Luar Nikah Perspektif KHI dan UU Perlindungan Anak Studi Kasus: Desa Sukajadi, Kec. Punggur, Kab. Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Fenomena kelahiran anak di luar perkawinan yang sah semakin meningkat dan menimbulkan permasalahan hukum serta sosial, terutama terkait status hukum, stigma masyarakat, dan pemenuhan hak-hak anak. Perbedaan pengaturan antara Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan hukum positif turut mempengaruhi efektivitas perlindungan hukum terhadap anak luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perlindungan hukum anak luar nikah dalam perspektif KHI dan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta menilai implementasi dan efektivitasnya di Desa Sukajadi, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris dan yuridis-sosiologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak luar nikah belum optimal. Secara administratif, pencatatan identitas anak masih berorientasi pada ketentuan formal sehingga nama ayah biologis tidak dapat dicantumkan tanpa penetapan hukum. Dalam perspektif hukum Islam, anak hanya memiliki hubungan nasab dengan ibu, sedangkan hukum positif memberikan ruang pengakuan hubungan perdata dengan ayah biologis. Namun, implementasinya terkendala oleh faktor ekonomi, prosedur hukum yang kompleks, dan rendahnya pemahaman masyarakat, sehingga menimbulkan kesenjangan antara norma hukum dan praktik di lapangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN DI RA NURUL ULUM PAYUNG REJO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Astiningsih, Yuli. UPAYA GURU DALAM MENGENALKAN HURUF HIJAIYAH MELALUI METODE BERNYANYI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA NURUL ULUM PAYUNG REJO Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bernyanyi dalam meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenal huruf hijaiyah serta mengatasi berbagai kesulitan belajar yang dihadapi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran secara terencana melalui penyusunan RPP yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Implementasi metode bernyanyi didukung oleh berbagai strategi, seperti penggunaan media pembelajaran yang menarik, penciptaan suasana kelas yang kondusif, pendekatan individual dan emosional, pemberian motivasi dan reward, penerapan disiplin yang mendidik, serta evaluasi dan refleksi pembelajaran secara berkala. Selain itu, guru juga menjalin kerjasama dengan orang tua untuk mendukung proses pembelajaran di rumah. Metode bernyanyi terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan dalam membedakan huruf hijaiyah, melafalkan bunyi, serta memahami perubahan bentuk huruf dalam suatu kata. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, metode bernyanyi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah pada peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter kemandirian sejak usia dini sebagai bekal anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya serta kehidupan sehari-hari. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap mandiri pada anak melalui pola asuh, pembiasaan, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan guru, sedangkan objek penelitian adalah peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak dilakukan melalui beberapa bentuk, yaitu: (1) memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti makan, berpakaian, dan merapikan mainan; (2) membiasakan anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas sederhana; (3) memberikan motivasi dan dukungan positif; serta (4) menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dalam memantau perkembangan anak. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, lingkungan yang kondusif, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua dan pola asuh yang kurang konsisten

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Permainan Tradisional Lompat Tali Pelangi Sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Kb Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah, berdasarkan hasil pra-survey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik serta belum optimalnya penggunaan permainan yang melibatkan aktivitas fisik secara terarah. Selain itu, permainan tradisional yang berpotensi menstimulasi perkembangan motorik kasar, seperti lompat tali, belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan serta efektivitas permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data meliputi angket (kuesioner), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui penilaian validator serta capaian perkembangan anak berdasarkan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali pelangi yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam menstimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan kemampuan anak dalam melakukan gerakan melompat, menjaga keseimbangan, berlari, serta koordinasi tubuh yang semakin baik. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keberhasilan ini didukung oleh desain permainan yang menarik, penggunaan warna yang variatif, serta pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, permainan lompat tali pelangi dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN NUSA INDAH MA’ARIF

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kurniasari, Febri. PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN NUSA INDAH MA’ARIF Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media boneka tangan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun melalui metode bercerita di Kelompok Bermain Nusa Indah Ma’arif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan media, uji coba, revisi, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak sebelum penggunaan media boneka tangan masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata 55,2. Sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah penerapan media boneka tangan melalui metode bercerita, kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 78,6 atau meningkat sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, serta penurunan pada kategori kemampuan rendah. Penggunaan media boneka tangan juga terbukti mampu meningkatkan keaktifan berbicara anak sebesar 87%, kemampuan menyusun kalimat sederhana sebesar 80%, dan penguasaan kosakata sebesar 93%. Sebanyak 93,3% anak mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan melalui metode bercerita efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun. Media ini mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Kata Kunci : Media Boneka Tangan, Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Metode Bercerita, R&D.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Dalam Menerapkan Pendidikan Multikultural Untuk Menguatkan Nilai Kejujuran Toleransi Dan Cinta Damai Pada Anak Usia Dini Di RA Nurul Muttaqin

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas bagaimana guru di RA Nurul Muttaqin mengajarkan nilai-nilai multikultural seperti kejujuran, toleransi, dan cinta damai kepada anak usia dini. Hal ini penting dilakukan agar karakter positif anak terbentuk sejak dini dalam lingkungan yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di sekolah, wawancara dengan kepala sekolah serta guru, dan pengumpulan dokumen pendukung. Data yang terkumpul kemudian diproses dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam menerapkan pendidikan multikultural untuk menguatkan kejujuran, toleransi, dan cinta damai anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Tahun Ajaran 2025/2026 dilakukan melalui pembiasaan nilai-nilai karakter secara preventif dalam kegiatan sehari-hari. Guru berperan sebagai teladan, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis, serta menanamkan nilai melalui metode seperti bercerita, bermain peran, dan kerja kelompok. Selain itu, penerapan aturan kelas, pemberian penguatan positif, serta kerja sama dengan orang tua menjadi faktor pendukung dalam membentuk karakter anak yang jujur, toleran, dan cinta damai secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KELUARGA TERHADAP TANGGUNG JAWAB PADA ANAK ERA GLIBALISASI DI DESA SUMBER AGUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract The family is the most important institution in raising and developing children. The first place of education that children receive is the family. In fact, the family is the first foundation for children's growth and development, because the family is the place where children spend more or less of their lives. Character formation is also greatly determined by parents, especially during the growth period. The period that determines how character is formed. The aim of this research is to determine the role of the family in shaping children's character in the era of globalization in Sumber Agung Village. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. Meanwhile, the data sources that researchers use in this case are, first, primary data sources, second sources. The data collection technique uses methods: observation, interviews and documentation. The results obtained show that there is a role of parents in forming character in children, namely by using several methods such as providing direct examples, educating children from an early age and also making habits.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Pekebun Pada Anak Usia Dini Di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2025/2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anak usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual. Pada usia 5–6 tahun, anak mulai menyerap nilai-nilai yang memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membangun dasar keimanan dan akhlak anak sejak dini. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama menjadi tempat awal penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan dan pembiasaan. Namun, keluarga dengan profesi sebagai pekebun sering memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak sehingga menjadi tantangan dalam penerapan pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun pada anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai pekebun serta anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun dilakukan melalui beberapa cara, yaitu keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, serta pengawasan terhadap perilaku anak. Orang tua berupaya membiasakan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, melaksanakan shalat, serta mengenal nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga menanamkan sikap sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, dan membiasakan anak untuk berkata baik. Meskipun memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan di kebun, orang tua tetap berusaha mendampingi anak dalam kegiatan keagamaan di rumah. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius turut memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan religius anak. Dengan demikian, penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun tidak hanya mengajarkan praktik ibadah, tetapi juga membentuk karakter, sikap moral, serta kebiasaan religius anak sejak usia dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Laki-Laki dalam Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter anak usia dini, khususnya pada usia 5-6 tahun yang merupakan masa emas dalam pembentukan nilai moral,sosial dan emosional. Keberadaan guru laki-laki di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih relatif terbatas, padahal mereka memiliki potensi besar dalam memberikan keteladanan, terutama dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan. Hasil prasurvey di RA Al Khairiyah Tanjung Aji menunjukkan bahwa kemampuan karakter anak belum berkembang secara optimal, serta peran guru laki-laki dalam proses pembelajaran dan pembiasaan nilai karakter masih kurang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru, dan 12 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data di uji melalui teknik triangualisasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia dini dilaksanakan melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin sebagai pengajar, guru laki-laki mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, sopan santun, dan empati dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai pendidik guru laki-laki memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari serta membimbing anak dengan pendekatan yang persuasif. Sebagai pemimpin, guru laki-laki mampu mengelola kelas menerapkan nilai kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak meskipun masih belum sepenuhnya optimal dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail