ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membentuk karakter religius anak di tengah tantangan perkembangan zaman dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga serta faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter religius anak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, panutan, pendorong, teman, dan pengawas dalam proses internalisasi nilai-nilai religius. Pembentukan karakter religius anak juga dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, masyarakat, teman sebaya, serta perkembangan media dan teknologi. Upaya yang dilakukan keluarga meliputi pembiasaan ibadah, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta pengawasan penggunaan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa konsistensi dan komitmen keluarga menjadi kunci utama dalam membangun karakter religius anak secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius pada remaja yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Fenomena meningkatnya intensitas bermain game online pada remaja berdampak pada menurunnya kedisiplinan ibadah, pengendalian diri, serta sikap religius dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga memiliki peran strategis sebagai lingkungan pendidikan pertama dalam menanamkan dan menjaga nilai-nilai religius melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, komunikasi yang intensif, serta pengawasan terhadap penggunaan waktu bermain game. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua, pemberian nasihat keagamaan secara persuasif, serta penciptaan suasana keluarga yang religius mampu membantu remaja menyeimbangkan aktivitas bermain game dengan kewajiban keagamaan. Dengan demikian, peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk kembali sikap religius remaja meskipun berada dalam tantangan kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam mempertahankan nilai-nilai religius remaja usia 15-18 tahun yang mengalami kecanduan game online Mobile Legends di Kelurahan Mulyosari. Teknik analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami bagaimana pola komunikasi, keteladanan, serta pengawasan orang tua dapat menjaga dimensi religiusitas anak di tengah arus digital.