ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPLEMENTASI KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL ANAK DI KELOMPOK BERMAIN HAMONG PUTRA LAMPUNG TENGAH Oleh: Mukhlisatun Intianah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang ditunjukkan melalui rendahnya kepercayaan diri, kesulitan dalam mengelola emosi, ketergantungan pada orang lain, kurangnya tanggung jawab, serta keterbatasan dalam menaati aturan dan berinteraksi sosial. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh belum selarasnya stimulasi yang diberikan di lingkungan sekolah dan rumah, serta belum optimalnya kolaborasi antara guru dan orang tua, khususnya dalam komunikasi yang masih bersifat informal, insidental, dan belum terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak di Kelompok Bermain Hamong Putra Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri dari guru dan orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru dan orang tua dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, komunikasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru merancang kegiatan tematik seperti Market Day dan melibatkan orang tua dalam mempersiapkan kebutuhan anak. Pada tahap komunikasi, interaksi dilakukan melalui WhatsApp dan komunikasi langsung saat penjemputan, namun masih bersifat terbatas, tidak terjadwal. Pada tahap pelaksanaan, orang tua terlibat dalam kegiatan sekolah, namun keterlibatannya masih bersifat pasif dan terbatas. Pada tahap evaluasi, kolaborasi belum dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada perkembangan sosial-emosional anak yang masih bervariasi, di mana terdapat anak yang sudah mampu berinteraksi dengan baik, namun masih ada anak yang kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan emosi, belum mandiri, dan belum mampu menyesuaikan diri secara optimal. Kesimpulan nya diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur, intensif, dan berkelanjutan agar tercipta keselarasan antara lingkungan sekolah dan rumah dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam pendidikan keagamaan anak, khususnya di Dusun II Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Perubahan gaya hidup, pengaruh teknologi, serta keterbatasan waktu menjadi tantangan yang dapat mengurangi intensitas dan kualitas pendidikan agama di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan keagamaan anak, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menemukan pendekatan efektif yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan sifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling terhadap 4 keluarga yang memenuhi kriteria. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua mencakup keteladanan, pengajaran nilai-nilai agama, pembiasaan ibadah, dan penciptaan lingkungan religius di rumah. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat pekerjaan, rendahnya konsistensi teladan, serta pengaruh negatif teknologi dan lingkungan. Meski demikian, orang tua berupaya mengatasinya dengan strategi seperti pembiasaan positif, pengawasan ketat, dan keterlibatan anak dalam kegiatan keagamaan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kesadaran dan dukungan bagi orang tua agar dapat optimal menjalankan perannya membentuk religius anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter kemandirian sejak usia dini sebagai bekal anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya serta kehidupan sehari-hari. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap mandiri pada anak melalui pola asuh, pembiasaan, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan guru, sedangkan objek penelitian adalah peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak dilakukan melalui beberapa bentuk, yaitu: (1) memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti makan, berpakaian, dan merapikan mainan; (2) membiasakan anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas sederhana; (3) memberikan motivasi dan dukungan positif; serta (4) menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dalam memantau perkembangan anak. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, lingkungan yang kondusif, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua dan pola asuh yang kurang konsisten
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract The family is the most important institution in raising and developing children. The first place of education that children receive is the family. In fact, the family is the first foundation for children's growth and development, because the family is the place where children spend more or less of their lives. Character formation is also greatly determined by parents, especially during the growth period. The period that determines how character is formed. The aim of this research is to determine the role of the family in shaping children's character in the era of globalization in Sumber Agung Village. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. Meanwhile, the data sources that researchers use in this case are, first, primary data sources, second sources. The data collection technique uses methods: observation, interviews and documentation. The results obtained show that there is a role of parents in forming character in children, namely by using several methods such as providing direct examples, educating children from an early age and also making habits.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UPAYA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN AKHLAK ANAK MELALUI METODE KOMUNIKASI TERPADU PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BANDAR MATARAM Oleh : Nur Thila Syarofa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku anak usia dini yang belum sepenuhnya mencerminkan akhlak terpuji, seperti kebiasaan berbicara kasar dan mengumpat, yang sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar maupun paparan media digital tanpa pengawasan orang tua. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan (mismatch) antara pembiasaan nilai akhlak di sekolah dengan pola pengasuhan di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru dan orang tua dalam mengembangkan akhlak anak melalui metode komunikasi terpadu pada Anak Usia Dini di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas, Orang Tua/Wali Murid, serta Peserta Didik di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan induktif yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan akhlak anak dilakukan secara efektif melalui metode komunikasi terpadu yang memiliki dimensi kolaboratif dan partisipatif. Guru dan orang tua menerapkan proses perancangan bersama (co-designing) untuk menyepakati target perilaku spesifik yang ingin dicapai, seperti adab berbicara. Upaya ini didukung oleh penggunaan berbagai media komunikasi secara optimal, mulai dari buku penghubung, pesan WhatsApp pribadi, hingga forum dialog langsung dan program parenting. Selain itu, pihak sekolah dan keluarga secara selaras menerapkan strategi keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation) dalam keseharian anak. Kesimpulannya, kolaborasi dan komunikasi terpadu antara sekolah dan rumah terbukti mampu menekan kebiasaan anak mengucapkan kata-kata kasar serta mencegah anak mengalami kebingungan nilai, karena aturan sopan santun mendapatkan penguatan yang konsisten di kedua lingkungan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Partisipasi aktif orang tua sebagai mitra pendidikan memiliki peran strategis dalam menopang keberlangsungan proses belajar anak, karena dukungan yang konsisten dari keluarga turut membentuk iklim pendidikan yang kondusif, dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi guru dan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDNU Metro. Kedua mengkaji faktor-faktor yang berperan sebagai pendukung dan penghambat dalam komunikasi antara guru dan orang tua siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sedangkan sumber data yang peneliti gunakan dalam hal ini yaitu, pertama sumber data primer kedua sumber. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode : observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan menunjukan pola komunikasi yang terjadi di SDNU Kota Metro yaitu bahwa pola komunikasi yang terbentuk antara orang tua dan guru adalah komunikasi interpersonal dan juga komunikasi kelompok. Komunikasi interpersonal dapat dilihat dari adanya pemanggilan terhadap wali murid, sedangkan pada komunikasi kelompok dapat dilihat pada adanya musyawarah antara pihak sekolah dengan wali murid pada tiap awal semester. Sedangkan hal-hal yang menjadi penghambat dalam komunikasi orang tua dengan guru adalah Penerimaan informasi yang kurang maksimal , Pemanfaatan media komunikasi yang kurang maksimal, Tim pendidik yang kurang perhatian ketika diluar jam pelajaran. Sedangkan faktor pendukung adalah Masih adanya orang tua yang aktif dalam komunukasi, Nilai Raport.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembiasaan Sedekah Jumat, peran orang tua dalam menanamkan empati dan kepedulian sosial, serta dampak kegiatan tersebut terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di RA Bustanul ‘Ulum Jayasakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan beberapa orang tua murid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan Sedekah Jumat dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai salah satu program pembentukan karakter di sekolah. Peran orang tua sangat penting dalam mendukung kegiatan tersebut, terutama melalui pemberian contoh, dukungan, serta komunikasi kepada anak mengenai makna berbagi. Dampak kegiatan ini terlihat pada perilaku anak yang menunjukkan sikap lebih peduli terhadap teman, memiliki kebiasaan berbagi, serta mampu memahami perasaan orang lain. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi kerja sama antara sekolah dan orang tua serta keteladanan dari guru, sedangkan faktor penghambat yang ditemukan bersifat teknis seperti anak yang terkadang lupa membawa sedekah. Dengan demikian, pembiasaan Sedekah Jumat dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial pada anak usia dini apabila dilakukan secara konsisten dan didukung oleh kerja sama antara sekolah dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketika seorang anak lahir ke dunia, jiwanya yang masih suci dan bersih akan menerima segala bentuk apa saja yang datang mempengaruhinya. Anak akan dibentuk oleh setiap pengaruh yang datang dalam dirinya. Imam Al-Ghazali berkata: anak adalah amanat bagi orang tuanya, hatinya bersih, suci dan polos. Kosong dari segala ukiran dan gambaran. Anak akan selalu menerima ukiran yang diukirnya, dan akan cenderung terhadap apa saja yang mempengaruhinya. Maka apabila ia dibiasakan dan diajarkan untuk melakukan kebaikan, niscaya akan seperti itulah anak terbentuk. Namun apabila anak dibiasakan untuk melakukan kejahatan dan ditelantarkan bagaikan binatang liar, sengsara dan celakalah ia. Rasulullah SAW bersabda : مَىْلُىْدٍ يُىْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَبَىَاهِ يَهَىْدَانِوِ أَوْ يُنَصَّرَانِوِ أَوْ يُمَجَّسَانِوِ Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, dan sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang yahudi atau nasrani atau majusi” (HR. Muslim) Anak mulai mengenal Sang Maha Pencipta melalui orang tua dan lingkungan keluarganya. Kata-kata, sikap, tindakan dan perbuatan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan spiritual dan karakter yang dimiliki anak. Sebelum anak bisa bicara, ia telah lebih dulu mendengar kata - kata yang mungkin belum ada arti apa- apa baginya.” Betapa besar pengaruh lingkungan rumah bagi kehidupan anak, oleh karena itu kedua orang tuanya harus memiliki kewajiban penuh dalam mempersiapkan anak dan melindunginya dari kehinaan serta mengarahkannya agar tumbuh di dalam jiwanya tentang nilai nilai agama dan budi pekerti yang baik. Keluarga adalah batu bata pertama bagi pembinaan setiap masyarakat. Ia adalah langkah pertama untuk membina seseorang. Karena pendidikan dalam islam harus dimulai sejak dini sekali ( sejak usia 0-5 tahun yang merupakan masa keemasan dalam perkembangan anak ). Pada dasarnya ia merupakan asas yang harus dipertimbangkan bagi pembinaan keluarga yang kokoh dan harmonis, yang menjamin terbentuknya seorang manusia yang sehat tubuh, akal dan jiwanya. Anak selain bagian dari keluarga, juga merupakan bagian dari masyarakat, yang di pundaknya terpikul beban pembangunan di masa mendatang dan juga sebagai generasi penerus dari generasi sebelumnya. Oleh karena itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik anak dengan baik, sehingga tercapailah baginya kebahagiaan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 yang berbunyi : وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”.(QS. An-Nisa : 9) Ayat di atas mengisyaratkan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak mereka dalam keadaan lemah. Lemah di sini maksudnya adalah lemah dalam segala aspek kehidupan, seperti ; lemah mental, psikis, pendidikan, ekonomi, terutama lemah iman (spiritual). Allah SWT memerintahkan kepada setiap orang tua untuk menjadikan keturunan- keturunan mereka anak-anak yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan terutama dalam aspek iman (spiritual). Karena sesungguhnya anak yang lemah iman akan menjadi generasi tanpa kepribadian dan budi pekerti yang baik. Era informasi menyebabkan lingkungan sosial semakin meluas karena disatukan oleh teknologi dibidang komunikasi. Di sinilah muncul era globalisasi. Peranan media elektronika yang demikian besar akan menggeser agen-agen sosialisasi yang tradisional, seperti orang tua, guru, pemuka agama, pemerintah dan sebagainya. Ilmu dan teknologi terus berkembang sejalan dengan perkembangan hidup manusia. Pola kehidupan pun semakin bergeser pada pola universal. Suatu permasalahan yang sering muncul di masyarakat adalah berkisar pada permasalahan remaja, pendidikan dan pergaulan masyarakat, kehidupan remaja kita saat ini sering dihadapkan pada berbagai masalah yang sangat kompleks yang tentunya sangat perlu mendapat perhatian kita semua. Salah satu masalah tersebut adalah semakin menurunnya tatakrama kehidupan sosial danetika remaja dalam praktik kehidupan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya mengakibatkan timbulnya sejumlah efek negatif di masyarakat yang akhir akhir ini sering merisaukan. Efek tersebut misalnya, semakin maraknya penyimpangan diberbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial, yang terwujud dalam bentuk-bentuk prilaku anisosial seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, penganiayaan, seks bebas serta perbuatan amoral lainnya, akibatnya yang ditimbulkan cukup serius dan tidak dapat dianggap sebagai suatu persoalan sederhana, karena tindakan-tindakan tersebut sudah menjerumus kepada tindakan yang tidak benar. Kondisi ini sangat memprihatinkan masyarakat, khususnya para orang tua, sebab pelaku-pelaku beserta korbannya adalah kaum remaja. Di zaman dimana arus teknologi dan komunikasi berkembang pesat dan maju, tidak sedikit orang yang tidak mempunyai alat komunikasi pribadi di antaranya handphone. Handphone adalah alat penunjang informasi, semua kalangan hampir memilikinya, dengan adanya handphone mengakibatkan adanya jarak antara diri sendiri dan keluarga, sehingga mengurangi keakraban dalam keluarga. Dengan adanya berbagai macam teknologi baru menjadikan manusia lebih mudah mendapatkan informasi yang ingin diketahui dan dapat lebih mudah dalam berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi dengan adanya teknologi baru menciptakan jarak kecil diantara keluarga, yang mestinya hubungan antara keluarga dekat tergantikan oleh adanya teknologi. Keluarga merupakan pendidikan dasar yang dilalui anak sebelum ia beranjak pada pendidikan sekolah. Anak merupakan aset yang sangat berharga bagi setiap orang tua. Sebagai orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dan berkembang dengan baik, mendapatkan pendidikan yang dapat mengembangkan potensi bakat, keterampilan yang dimilikinya secara maksimal. Orang tua juga menginginkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan akhlak, moral dan budi pekerti yang baik dan bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan masyarakat dimana ia tinggal. Hampir semua tujuan utama setiap orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak- anaknya secara umum adalah untuk mempersiapkan si anak agar dapat menjadi manusia dewasa yang mandiri dan produktif serta berakhlak dan berbudi pekerti baik. Orang tua sebagai pendidik utama tidak pernah lepas dari tanggung jawabnya yaitu mendidik kepribadian dan karakter. Karakter merupakan serangkaian sikap, prilaku, motivasi dan keterampilan yang ada pada setiap manusia. Proses pendidikan karakter tidak bisa di ukur dalam kurun waktu tertentu karena prosesnya terus menerus sehingga pendidikan karakter ini terus berjalan, akan tetapi pendidikan karakter itu dapat dilihat ketika sudah masuk kedalam sifat seseorang yaitu dapat dilihat dari tingkah lakunya, tutur katanya, sopan santun dan lain sebagainya. Karakter seseorang hanya ada satu contoh orang mulia yang memiliki karakter sempurna yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal ini bisa di mengerti dari salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah selaku salah satu ibu orang-orang mukmin beliau pernah mengatakan dalam salah satu hadisnya yaitu’ Akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an. Bisa dibayangkan betapa agungnya akhlak nabi, sebagai keluarga sudah menjadi keharusan kita untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai pedoman dalam mengajarkan akhlak dan karakter kepada anak-anak kita. Di lingkungan Masyarakat desa Sidomulyo terdapat beberapa kepala keluarga yang mana setiap keluarga memiliki perbedaan dalam mendidik karakter anak masing-masing. Peran orang tua sangatlah besar untuk membentuk pribadi anak yang berbudi pekerti, berkarakter baik dan berakhlak baik. Dalam penelitian ini penulis mengambil tema tetang “Peran Penring Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Karakter Anak (Study Kasus Di Desa Sidorahayu Sidomulyo Punggur Lampung Tengah)”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine the influence of parental involvement on the learning success of tenth-grade students at SMAN 01 Punggur, Central Lampung. The background of this research is based on the importance of parental engagement in children's education, as the family is the first and foremost educational environment. This research employs a quantitative approach with a survey method and is categorized as associative research. The population in this study consists of all tenth-grade students, with a sample of 60 students selected using purposive sampling technique. Data collection techniques include closed-ended questionnaires using a Likert scale and documentation of students' academic scores. Data analysis was conducted through simple linear regression using SPSS software. The results of the study show a significant influence of parental involvement on students' learning success, as indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.452. This means that 45.2% of students' learning success is influenced by parental involvement, while the remaining 54.8% is influenced by other factors. Parents' roles as mentors, motivators, and facilitators have been proven to contribute significantly to supporting students' academic achievement. These findings highlight the importance of active and consistent parental involvement in accompanying the educational process of children, as it can have a positive impact on improving students' academic performance at school.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perkembangan sosial emosional anak usia dini. Dalam keluarga yang melibatkan orang tua sambung, pola pengasuhan seringkali mengalami ketidakseimbangan karena adanya perbedaan pendekatan pengasuhan antara orang tua kandung dan orang tua sambung. Hal ini berpotensi menghambat tumbuh kembang anak, terutama jika tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua sambung dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh orang tua sambung dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di RA Muslimat Baitul Huda Sidoharjo, Selagai Lingga, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah lima orang tua yang memiliki pasangan orang tua sambung dan anak usia dini di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kecenderungan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sambung, yaitu pola asuh positif, negatif, dan netral. Pola asuh positif terlihat dari sikap membimbing, mengarahkan, dan mendampingi anak, terutama dalam kegiatan belajar dan sosialisasi. Pola asuh negatif ditunjukkan dengan penggunaan kekerasan, minimnya dukungan dan perhatian, serta kurangnya kasih sayang yang menyebabkan anak menjadi pendiam, tidak percaya diri, dan sulit berinteraksi. Sementara itu, pola asuh netral ditandai dengan pemberian kebebasan tanpa batas dan tanpa kontrol, sehingga anak merasa diabaikan meski tidak ditekan secara langsung. Ketiga pola ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap perkembangan sosial emosional anak, tergantung pada konsistensi penerapan dan kualitas komunikasi antara orang tua sambung dan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Akhlak hendaknya ditanamkan dan di tata dalam diri anak sejak dini dengan mengarahkan untuk memilih perbuatan yang baik dan menolak untuk perbuatan yang buruk. Dengan ber akhlak mulia maka kehidupan seseorang diarahkan menuju pada keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pentingnya penanaman akhlak mulia pada anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang diterapkan sejak dini dapat membentuk karakter anak, sehingga mereka mampu memilih perbuatan yang baik dan menolak perbuatan yang buruk. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun orang tua memiliki peran penting dalam pendidikan akhlak anak, keterbatasan waktu dan fokus pada pekerjaan menyebabkan mereka kurang terlibat langsung dalam proses pembinaan akhlak. Akibatnya, banyak orang tua yang lebih mengandalkan pihak sekolah untuk mendidik anak mereka dalam hal akhlak. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pembentukan karakter anak, di mana pembinaan akhlak tidak sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan pentingnya peningkatan kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam membentuk akhlak anak, sehingga karakter yang baik dapat terbentuk sejak dini dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu : observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta dalam penelitian kualitatif juga menggunakan teknik keabsahan data dan teknik analisis data. Teknik keabsahan data atau yang biasa disebut dengan validity yang berarti kebenaran dan keandalan data, pada penelitian kualitatif keabsahan data mempunyai konsep yaitu berupa kesohihan (validitas) dan keandalan (realibitas). Merupakan standar kebenaran dari suatu hasil penelitian yang menekankan data atau informasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber dan triangulasi waktu untuk menilai keabsahan data dalam penelitian kualitatif. Dan yang dimaksud dengan teknik analisis data yaitu sebuah upaya untuk mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi, wawancara dan lainnya untuk menambah peningkatan pemahaman peneliti tentang peristiwa yang diteliti dam menyajikannya sebagai temuan bagi orang lain. Adapun proses analisis data yang dilakukan oleh peneliti melalui tahap-tahap: pengumpulan data, redukasi data, penyajian data serta penyimpulan data. Berdasarkan hasil penelitian Peran orang tua anak di kampung Rejo Asri 3 Seputih Raman dalam pembinaan akhlak lingkungan keluarga dilakukan dengan berperan sebagai pendidikan, motivator, dan tauladan. Maka penulis menyimpulkan bahwa Sebagian orang tua di kampung Rejo Asri 3 Seputih Raman belum memenuhi dalam pembinaan akhlak anak disebabkan karena orang tua lebih mengutamakan kesibukan masing-masing sedangkan mengenai pembinaan ahklak anak disampingkan mereka menyerahkan pembelajaran akhlak kepada guru di sekolah. Padahal kesempatan dan kemampuan guru untuk mendidik anak juga sangat terbatas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hedonisme merupakan salah satu tantangan utama dalam pembentukan karakter remaja di era modern. Gaya hidup konsumtif yang semakin meluas, terutama melalui media sosial, membuat remaja rentan terhadap pola hidup berlebihan serta kurang menghargai nilai kesederhanaan. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan arahan untuk anak-anaknya agar hidup tidak terlalu berlebihan, menghamburkan uang, dan bergaul sesuai porsi hidup. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenisnya studi kasus, teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi secara langsung, narasumber yang di wawancarai pada penelitian ini yaitu orang tua dan remaja di Kecamatan Metro Pusat. Data dianalisis dan digambarkan berupa hasil penelitian tentang upaya orang tua dalam menanamkan nilai anti-hedonis pada remaja adalah mengarahkan anak untuk taat beribadah serta kegiatan keagamaan, mengarahkan anak untuk taat beribadah serta kegiatan keagamaan, selalu mengawasi pergaulan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendisiplinan dalam melaksanakan ibadah shalat merupakan aspek penting dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak baik dan religius. Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam menanamkan kebiasaan shalat lima waktu kepada anak-anak mereka, terutama pada masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam mendisiplinkan pelaksanaan shalat lima waktu pada remaja di Desa Catur Tunggal, Kecamatan Mesuji Makmur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mendisiplinkan shalat remaja dilakukan melalui metode keteladanan, pembiasaan, pengawasan, serta pemberian nasihat dan hukuman. Dengan adanya bimbingan yang berkelanjutan dari orang tua, remaja menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan shalat lima waktu serta menunjukkan perubahan positif dalam sikap dan perilaku mereka. Kesimpulannya, orang tua berperan sebagai faktor utama dalam membentuk kedisiplinan ibadah shalat pada remaja, yang berdampak pada peningkatan kualitas religiusitas mereka dalam kehidupan sehari-hari.