Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: kemandirian anak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pola Asuh Ibu terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini 4-5 tahun di kober nusa indah hadimulyo timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di RA Muslimat NU 06 Sri Bawono Kecamatan Way Seputih Kabupaten Lampung Tengah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pembentukan karakter kemandirian sejak usia dini sebagai bekal anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya serta kehidupan sehari-hari. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap mandiri pada anak melalui pola asuh, pembiasaan, dan keteladanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan guru, sedangkan objek penelitian adalah peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam meningkatkan kemandirian anak dilakukan melalui beberapa bentuk, yaitu: (1) memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri seperti makan, berpakaian, dan merapikan mainan; (2) membiasakan anak untuk bertanggung jawab terhadap tugas sederhana; (3) memberikan motivasi dan dukungan positif; serta (4) menjalin kerjasama dengan pihak sekolah dalam memantau perkembangan anak. Faktor pendukung meliputi kesadaran orang tua, lingkungan yang kondusif, dan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua dan pola asuh yang kurang konsisten

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail