ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan media eco printing dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di RA Perwanida Metro Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak kelompok B2, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media eco printing dapat dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterlibatan, antusiasme, serta keaktifan anak dalam pembelajaran. Selain itu, media eco printing terbukti dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aspek koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketelitian, serta kemandirian. Temuan ini didukung oleh hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media eco printing merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan yang bersifat kreatif, konkret, dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan motorik halus pada anak usia dini khususnya pada usia 5-6 tahun, karena kemampuan ini berperan dalam mendukung aktivitas belajar anak. Kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Belum Berkembang, terbukti masih terdapat beberapa anak yang masih sulit dalam kegiatan mengancingkan baju, menggunting, melipat kertas dan memegang pensil warna dengan baik. guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. salah satu bahan alam yang dapat digunka adalah serbuk kayu, karena memiliki tesktur yang ringan dan mudah dibentuk serta mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia dini usia 5-6 Tahun melalui media serbuk kayu di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sabjek penelitian berfokus pada siswa kelompok usia 5-6 Tahun yang berjumlah 21 anak, dengan temuan 6 siswa Belum Berkembang, 9 Siswa Mulai Berkembang dan 6 Siswa Berkembang Sesuai Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan kepada kegiatan pembelajaran yang menggunkan media serbuk kayu, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak yang dilakukan melalui kegiatan mencetak berbagai bentuk melalui media serbuk kayu mampu mengembangkan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen vital dalam pendidikan yang berperan penting untuk membantu guru menyampaikan materi secara efektif, menarik dan relevan bagus siswa. Media juga dapat menjadi alternatif untuk membantu melatih motorik halus pada anak. Dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan ramah ligkungan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini di TK Al-Barokah Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses pengembangan dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli media dan materi, serta uji coba produk terbatas dan lapangan pada anak usa 4-5 tahun. Adapun lokasi penelitian di TK Al-Barokah Metro. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini dengan mengembangkan media pembelajaran berupa tabung bola warna yang berbahan dasar triplek di TK Al-Barokah Metro. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media tabung bola warna ini efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak usia dini, khususnya dalam aspek koordinasi tangan dan mata, ketelitian gerakan, serta kekuatan dna kontrol jari. Selain itu, media tabung bola warna ini juga mendapat tanggapan positif dari guru kelas sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Dengan demikian , media pembelajaran tabun bola warna berbahan dasar triplek ini layak digunakan sebagai sarana edukatif atau media pembelajaran yang mendukung perkembengan motorik halus pada anak usia dini. Kata kunci: Media Pembelajaran, Tabung Bola Warna, Triplek, Motorik Halus, Anak Usia Dini
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI KEGIATAN FINGER PAINTING UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KOBER ISTIQOMAH DESA SRI BASUKI KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan koordinasi otot kecil, khususnya tangan dan jari, yang mendukung berbagai aktivitas seperti menulis dan menggambar. Di KOBER Istiqomah Desa Sri Basuki, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, masih ditemukan anak usia 4-5 tahun yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus, seperti kesulitan memegang alat tulis atau menggunting. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, salah satunya melalui kegiatan finger painting, yaitu melukis dengan jari yang dapat melatih keterampilan tangan, meningkatkan kreativitas, dan memberikan pengalaman sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan finger painting dalam mengebangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Istiqomah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan validitas dan reliabilitas, dimana validitas diuji melalui validitas konten dan konstruksi dengan melibatkan ahli serta uji coba instrumen, sementara reliabilitas diuji melalui konsistensi pengukuran (test-retest) dan kesesuaian antar penilai menggunakan koefisien. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung sejak proses pengumpulan data hingga pasca penelitian di lapangan. Data dianalisis dengan cara mengorganisasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan temuan lapangan secara sistematis, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan finger painting efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun di KOBER Istiqomah Desa Sri Basuki. Setelah empat minggu pelaksanaan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan koordinasi mata dan tangan, penggunaan alat gambar, serta kreativitas dan kepercayaan diri anak. Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat edukatif yang substansial. Selain itu, kegiatan finger painting memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara kreatif, yang berkontribusi pada perkembangan emosional dan sosial mereka. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat lebih antusias dan aktif dalam proses belajar, menciptakan lingkungan yang positif untuk eksplorasi dan pembelajaran. Keberhasilan kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi seni dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.