ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh moral hazard terhadap risiko pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Artha Buana Metro. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya peningkatan jumlah pembiayaan murabahah yang tidak selalu diiringi dengan peningkatan kualitas pembiayaan, sehingga memunculkan risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing). Moral hazard diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, baik dari sisi nasabah maupun internal lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota pembiayaan bermasalah dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan pengujian asumsi klasik meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral hazard berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko pembiayaan bermasalah, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,420. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,264 menunjukkan bahwa moral hazard memberikan kontribusi sebesar 26,4% terhadap variasi risiko pembiayaan bermasalah, sedangkan sisanya sebesar 73,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat moral hazard, maka semakin meningkat pula risiko pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Artha Buana Metro. Oleh karena itu, diperlukan penguatan analisis pembiayaan, peningkatan monitoring, serta pembinaan kepada nasabah guna meminimalkan risiko tersebu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk akhlak siswa di tengah fenomena penurunan moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI siswa kelas VII SMP Ma’arif 01 Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, guru telah mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam perangkat pembelajaran, namun belum sepenuhnya terukur secara sistematis. Pada tahap pelaksanaan, nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, serta toleransi telah diterapkan melalui metode keteladanan dan pembiasaan, meskipun belum konsisten pada semua siswa. Sementara itu, pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui observasi perilaku, namun belum menggunakan instrumen autentik yang terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI telah berjalan cukup baik, namun masih perlu penguatan agar lebih efektif dalam membentuk akhlak siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pembinaan karakter santriwati di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al-Anshori Tulang Bawang Barat Lampung serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan teori Thomas Lickona yang mencakup tiga dimensi karakter (moral knowing, moral feeling, dan moral action), penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap santriwati dan ustadzah pembina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter telah berhasil membangun aspek moral knowing melalui kajian kitab dan moral action melalui pembiasaan ibadah serta kedisiplinan asrama. Namun, aspek moral feeling masih memerlukan penguatan agar santriwati melakukan kebaikan berdasarkan kesadaran hati, bukan sekadar kepatuhan terhadap sanksi. Faktor pendukung utama adalah lingkungan religius dan keteladanan pendidik, sedangkan hambatan muncul dari heterogenitas latar belakang santri dan pengaruh lingkungan luar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Open Booking Online (BO) dan seks bebas di kalangan remaja dalam perspektif Al-Qur’an Surat Al-Isrā’: 32 dengan pendekatan Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi pustaka, menggunakan sumber utama Al-Qur’an, tafsir, serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan zina dalam Al-Isrā’: 32 tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga mengandung nilai moral preventif, yaitu menjauhi segala hal yang mengarah pada zina. Nilai yang dihasilkan meliputi kontrol diri, penghormatan terhadap martabat manusia, empati sosial, serta tanggung jawab dalam relasi. Nilai tersebut diperkuat dengan Al-Qur’an Surat An-Nūr: 30 yang menekankan pentingnya menjaga pandangan dan kehormatan diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai moral Al-Qur’an tetap relevan dalam menghadapi fenomena modern seperti Open Booking Online dan seks bebas. Pendekatan Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman mampu menjembatani teks dengan konteks, sehingga menghasilkan pemahaman moral yang kontekstual dan aplikatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education in shaping anti-online gambling awareness among adolescents in Kalilangkap Village, Central Java Province, and to identify its supporting and inhibiting factors. The development of digital technology increases adolescents' exposure to various risky behaviors, including online gambling, which has the potential to affect self-control and character formation, thereby necessitating the strengthening of the role of value-based education. Using a qualitative approach, data were collected through observation techniques, documentation studies, and in-depth interviews with adolescents, parents, and religious and community leaders. The results indicate that Islamic Religious Education plays a significant role through the internalization of faith values, the strengthening of moral conduct, and the development of self-control, which encourages an attitude of rejecting risky behavior in the digital space. The effectiveness of this role is strengthened by the collaboration of the family and a conducive social environment. The main supporting factors include the role modeling provided by parents and religious figures, while the inhibiting factors include limited parental guidance, peer influence, and the absence of specific educational programs addressing the challenges of the digital space
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying is a common problem in schools and can negatively impact students' psychological and social development. Therefore, effective efforts are needed to prevent and minimize bullying behavior among students. One such effort is through the instilling of moral values and tolerance in Akidah Akhlak learning. This study aims to determine the role and strategies of Akidah Akhlak teachers in instilling moral values and tolerance to minimize bullying among students at MTs Tri Bhakti At-Taqwa. This study uses a qualitative approach with field research. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of the study indicate that Akidah Akhlak teachers have an important role in shaping students' character through the instilling of moral values such as mutual respect, respect for differences, and fostering empathy for others. The strategies used by teachers include integrating moral values into the learning process, providing role models for students, taking a personal approach to students, and instilling tolerance in everyday life in the school environment. Instilling these moral values has a positive impact on student behavior so that it can help minimize the occurrence of bullying among students.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana intensitas penggunaan TikTok, jenis konten yang dikonsumsi, serta pola interaksi ibu-anak berkontribusi terhadap perkembangan moral anak di Desa Trimulyo, terutama pada aspek ketaatan terhadap aturan, empati, kontrol diri, tanggung jawab, dan kejujuran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebiasaan orangtua, khususnya ibu, dalam menggunakan platform TikTok sebagai hiburan sehari-hari yang secara tidak langsung dapat memengaruhi pembentukan moralitas anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik purposive sampling yang melibatkan lima orangtua pengguna aktif TikTok dan lima anak usia 712 tahun. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kepala Desa Trimulyo, orangtua, dan anak, serta dokumentasi pendukung berupa profil desa dan catatan aktivitas digital keluarga. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan orangtua bermain TikTok secara berlebihan berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas moral anak, terlihat dari berkurangnya interaksi emosional, melemahnya pengawasan, serta meningkatnya perilaku meniru konten tanpa pemahaman moral. Meskipun terdapat beberapa konten positif, penggunaan TikTok yang tidak terkontrol lebih banyak memengaruhi perilaku anak secara negatif. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan digital dan penguatan peran orangtua sebagai teladan moral dalam keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to describe and analyze the role of the Basic Education and Training (Diklatsar) of Barisan Ansor Serbaguna (Banser) in shaping the militancy and moral character of Nahdlatul Ulama (NU) cadres at SMA Pondok Pesantren Sunan Ampel Punggur. This research is motivated by the perception that Banser Diklatsar tends to emphasize physical training and semi-military discipline, thereby overlooking its role in value education, NU ideology, and moral development. The research problems focus on how Banser Diklatsar is implemented, how Islamic education values are internalized in the training process, and how Diklatsar contributes to the formation of cadre militancy and moral character. This study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method. Research data were collected through direct observation of Banser Diklatsar activities, in-depth interviews with Diklatsar participants, Banser instructors, pesantren administrators, and local NU officials, as well as documentation of relevant archives and organizational records. Data analysis was conducted using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Banser Diklatsar plays a significant role in fostering cadre militancy through the internalization of NU ideological values, discipline, organizational loyalty, and readiness to serve. In addition, Banser Diklatsar contributes to moral development through religious habituation, exemplary conduct of instructors, and the internalization of Islamic moral values (akhlaq al-karimah). Therefore, Banser Diklatsar functions as an integral medium of Islamic education in the NU cadreization process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di era perkembang an media sosial saat ini, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, memberikan dampak positif terhadap kreativitas dan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan serius terhadap moralitas dan karakter generasi muda. Krisis moral yang muncul meliputi penurunan etika komunikasi, perilaku meniru konten negatif, serta menurunnya disiplin dan sopan santun di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi dan dialog menjadi strategi efektif dalam pembentukan kesadaran moral siswa. Guru PAI berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif, sehingga siswa dapat menilai nilai moral dari perspektif agama dan sosial secara rasional. Melalui kegiatan dialogis ini, siswa lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, sopan dalam berkomentar, dan mampu menegur perilaku negatif teman sebaya. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky tentang konstruktivisme sosial dan konsep ta’dib menurut Al-Attas, bahwa pendidikan moral terbentuk melalui interaksi sosial dan keteladanan reflektif. Dengan demikian, penerapan metode dialog dan diskusi dalam pembelajaran PAI terbukti efektif membentuk spiritualitas digital, tanggung jawab sosial, serta kesadaran etis generasi Z di era media sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode ini dalam kurikulum Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, dan kontekstual di sekolah-sekolah Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan moral dan agama merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada masa usia 5-6 tahun yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age). Dalam konteks lingkungan multikultural seperti TK Permata Atlantic, penerapan praktik ibadah menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan praktik ibadah dalam upaya mengembangkan moral dan agama anak usia 5-6 tahun serta menjawab permasalahan: bagaimana praktik ibadah dilaksanakan untuk mengembangkan motral dan agama anak usia 5-6 tahun. Landasan teori yang digunakan mencakup teori perkembangan moral dari Lawrence Kohlberg, pendidikan karakter, dan pendekatan pembelajaran berbasis nilai keagamaan yang menekankan pentingnya internalisasi nilai melalui praktik nyata, seperti doa, ibadah sederhana, serta cerita moral dari kitab suci. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik ibadah di TK Permata Atlantic dilakukan melalui kegiatan rutin doa bersama, mendengarkan kisah moral dari kitab suci, pelaksanaan ibadah sederhana setiap pekan, dan pembiasaan nilai-nilai moral seperti toleransi, empati, kejujuran, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut dirancang secara kontekstual dan sesuai dengan perkembangan anak, serta melibatkan peran aktif guru dan dukungan dari orang tua. Kesimpulannya, praktik ibadah yang diterapkan secara inklusif dan menyenangkan dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini dalam lingkungan yang beragam agama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk moral dan etika siswa kelas V di SDN 02 Lempuyang Bandar, dengan fokus pada peningkatan moral bangsa dan negara. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena penurunan moral siswa yang tercermin dari kurangnya disiplin, sikap tidak hormat terhadap guru, dan rendahnya pemahaman terhadap nilai-nilai agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap kepala sekolah, guru PAI, dan siswa guna memperoleh informasi mendalam. Lokasi penelitian berada di SDN 02 Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah, dan dilaksanakan pada 1720 Maret 2025. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta cinta tanah air kepada siswa. Namun, efektivitasnya belum optimal karena metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan lingkungan sosial belum mendukung secara maksimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode pembelajaran PAI dan kerja sama yang erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk siswa yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial, teknologi dan nilai yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan observasi awal penulis menemukan sebuah permasalahan yakni adanya penurunan sikap moral siswa siswi SMK Tri Bhakti Attaqwa, selain itu munculnya tantangan perkembangan budaya global yang mempengaruhi moral yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama. Munculnya degradasi moral siswa kelas X SMK Tri Bhakti At- Taqwa berupa perilaku menyimpang seperti perundungan (bullying), ketidakjujuran, atau rendahnya rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru PAI dalam mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah dan menilai sejauh mana strategi yang diterapkan oleh guru PAI efektif dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif yang diharapkan dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana metode ini menggunakan cara pengumpulan data dengan teknik kualitatif seperti: Wawancara, Observasi, dokumen. Sebelum menjelaskan setiap teknik secara rinci, sangat penting bagi semua peneliti untuk memahami mengapa setiap teknik digunakan dan memperoleh informasi apa yang diperlukan untuk bagian mana dari fokus masalah yang harus saya tekankan di sini. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa sangat penting dan strategis. Guru PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa yang baik. Guru bertugas menanamkan nilai-nilai agama melalui pengajaran dan memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan Orang tua memainkan peran utama dalam mengajarkan nilai-nilai moral di rumah, mendidik anak-anak tentang akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The aim of this research is to examine how the moral growth of class XI students at Tri Bhakti Attaqwa Vocational School is maximized through the use of extraordinary Islamic Religious Education (PAI) teachers. This research uses qualitative methodology, collecting data through documentation, interviews and observation. The research results show that the example of PAI teachers plays an important role in shaping students' morals through attitudes, behavior and teaching methods. Key supporting factors include teachers' commitment to integrating moral values into teaching and school activities and a supportive school environment. However, barriers such as limited parental involvement and inadequate facilities for moral education were also identified. This study recommends increasing collaboration between schools and parents and developing value-based programs to support optimal student character development.