Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: peran guru
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru TPA dalam menggunakan metode an-Nahdliyah di TPA AN-NUR desa sumber agung kecamatan muara sungkai kabupaten Lampung Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam menerapkan metode An-Nahdliyah pada pembelajaran Al-Qur’an di TPQ An-Nur Desa Sumber Agung Kecamatan Muara Sungkai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi kepala TPQ, ustadz/ustadzah, dan santri. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, demonstrator, dan pengelola kelas dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode An-Nahdliyah. Penerapan metode ini dilakukan secara klasikal dengan menggunakan sistem ketukan serta tahapan pembelajaran yang terstruktur melalui program jilid dan sorogan. Metode An-Nahdliyah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri, baik dari segi kelancaran, ketepatan tajwid, maupun keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan kompetensi guru, jumlah tenaga pengajar, waktu pembelajaran, serta kedisiplinan santri, guru mampu melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an melalui metode An-Nahdliyah sangat dipengaruhi oleh optimalisasi peran guru dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru PAI Dalam Mengatasi Kasus Bullying di Kelas IX SMP ISLAM AL YAZIER

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kasus bullying di kelas IX SMP Islam Al Yazier Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena bullying di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Guru PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti empati, toleransi, dan saling menghargai, sehingga diharapkan mampu meminimalisasi perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, siswa, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam mengatasi bullying meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan. Dalam perannya sebagai pendidik, guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying dalam proses pembelajaran. Sebagai pembimbing, guru memberikan bimbingan secara personal kepada siswa yang terlibat dalam bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan moral dan spiritual untuk membentuk perilaku positif siswa. Selain itu, guru PAI juga berperan sebagai teladan dengan menunjukkan sikap yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pendekatan persuasif, pemberian nasihat keagamaan, serta kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Multikultural pada Era Generasi Alpha di MA Roudlotut Tholibin kota metro privinsi lampung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter multikultural pada siswa Generasi Alpha serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dikembangkan di MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan dipilih secara purposif terdiri dari guru PAI, siswa kelas X, kepala madrasah, dan wali kelas, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menemukan lima peran strategis guru PAI (pendidik nilai, teladan, fasilitator dialog lintas budaya, motivator, dan evaluator) serta tujuh nilai multikultural yang diinternalisasikan (toleransi, keadilan, persaudaraan, empati, keterbukaan pikiran, dialog demokratis, dan cinta damai). Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa paparan konten digital intoleran dan kecenderungan individualistis siswa Generasi Alpha. Implikasi penelitian menekankan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta pelatihan pedagogi responsif budaya bagi guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak melalui bermain Loose Parts Play di TK Tunas Muda Way Pengubuan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengembangkan sosial emosional anak melalui bermain loose part di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya perkembangan sosial emosional anak usia dini yang perlu di kembangkan melalui kegiatan pembelajaran yang tepat dan menyenangkan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kegiatan bermain loose part yang memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak di TK Tunas Muda Way Pengubuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian di analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam kegiatan bermain loose part. Guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, serta memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi. Kegiatan bermain loose part terbukti efektif dalam mengembangkan sosial emosional anak, yang di tandai dengan meningkatnya kemampuan bekerja sama, interaksi sosial, empati, serta pengendalian emosi. Selain itu anak juga menunjukkan perubahan perilaku yang positif, seperti lebih mandiri, percaya diri,dan mampu menyelesaikan konflik sederhana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain loose part merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Meningkatkan Minat Belajar Baca Siswa Melalui Program Literasi Sekolah Di kelas II SDN 36 Tulang Bawang Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minat belajar membaca merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa. Program literasi sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar membaca siswa. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar membaca siswa melalui program literasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan minat belajar membaca siswa kelas II SD melalui program literasi sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan desktiptif. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsung tempat yang menjadi objek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu : metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya melalui tiga tahapan yaitu: Data Reduction, Data Display, dan Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat meningkatkan minat belajar membaca siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yang menarik dan membangun hubungan yang baik dengan siswa melalui program literasi sekolah dengan menerapkan kegiatan membaca buku 10-15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dan melaksanakan program kunjungan perpustakaan sekolah. Kegiatan kunjungan perpustakaan ini dilakukan seminggu sekali secara bergantian setiap kelasnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Penanaman Akhlak Pada K-Pop Dalam pembelajaran PAI di SMP Islam Tri Bhakti Al Asna

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa kelas VII yang terpengaruh fenomena budaya K-Pop di SMP Islam Tri Bhakti Al-Asna Tulang Bawang Barat, Lampung. Fenomena K-Pop telah menjadi bagian dari kehidupan remaja dan tidak hanya mempengaruhi gaya hidup, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam secara purposive, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengelola sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru dalam membimbing siswa yang memiliki ketertarikan terhadap K-Pop cenderung tidak bersifat larangan, melainkan mengarahkan siswa agar tetap fokus belajar; (2) upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islam sangat tinggi dengan tetap menegakkan keseimbangan antara ibadah dan kegiatan positif lainnya; (3) strategi guru yang digunakan adalah dengan cara beradaptasi, memberikan ruang ekspresi siswa di luar jam belajar, serta mengingatkan siswa tentang prioritas belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap K-Pop tidak secara signifikan mengganggu proses pembelajaran, dan penanaman akhlak di sekolah ini cukup kuat untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif budaya populer tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK ETIKA SISWA DI GTENGAH FEMOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA PENGGUNAAN TIKTOK ( STUDI DI SMA DARUSSALAM)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru PAI dalam pencapaian kompetensi membaca Al Qur'an pada siswa siswi di sekolah menengah pertama

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menjelaskan Peran Guru Pendidikan Agama Islam sangatlah penting dalam peranannya apalagi ketika kita berbicara tentang peranan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis: Peran Guru PAI dalam pencapaian kompetensi membaca Al-Quran pada siswa/i kelas 7A Di SMPN 09Pulung Kencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif , jenis pendekatannya adalah penelitian lapangan atau Field Reseach Di SMPN 09 PulungKencana. Untuk prosedur pengumpulannya menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Sedangkan pada analisis datanya meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peranan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran pada siswa kelas 7A terbilang cukup berhasil hal ini di gambarkan dengan peranan guru sebagai motivator yang dimana guru mendorong siswa untuk meningkatkan semangat dan kegairahan belajar ,evaluator peran ini menilai siswa untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran dan peran lainnya menjadikan guru lebih bervariatif dalam mengajar serta membuat peserta didik lebih termotivasi dalam membaca Al-Quran. Metode yang digunakan guru berpengaruh baik ataupun efektif terhadap pencapaian kompetensi kualitas membaca Al-Quran pada siswa kelas 7A Di SMPN 09 Pulung Kencana dengan itu fase siswa yang semula kurang fasih dalam membacanya menjadi mulai lancar tajwidnya beserta makharijul hurufnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Kelas 10 SMK TRI BHAKTI AT-TAQWA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan karakter saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial, teknologi dan nilai yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan observasi awal penulis menemukan sebuah permasalahan yakni adanya penurunan sikap moral siswa siswi SMK Tri Bhakti Attaqwa, selain itu munculnya tantangan perkembangan budaya global yang mempengaruhi moral yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama. Munculnya degradasi moral siswa kelas X SMK Tri Bhakti At- Taqwa berupa perilaku menyimpang seperti perundungan (bullying), ketidakjujuran, atau rendahnya rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru PAI dalam mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah dan menilai sejauh mana strategi yang diterapkan oleh guru PAI efektif dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif yang diharapkan dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana metode ini menggunakan cara pengumpulan data dengan teknik kualitatif seperti: Wawancara, Observasi, dokumen. Sebelum menjelaskan setiap teknik secara rinci, sangat penting bagi semua peneliti untuk memahami mengapa setiap teknik digunakan dan memperoleh informasi apa yang diperlukan untuk bagian mana dari fokus masalah yang harus saya tekankan di sini. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa sangat penting dan strategis. Guru PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa yang baik. Guru bertugas menanamkan nilai-nilai agama melalui pengajaran dan memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan Orang tua memainkan peran utama dalam mengajarkan nilai-nilai moral di rumah, mendidik anak-anak tentang akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kedisiplinan SIswa Di SDN 01 Bumi Sari

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kedisiplinan siswa merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kedisiplinan siswa di SDN 01 Bumi Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kedisiplinan siswa melalui keteladanan, pembiasaan, serta penerapan aturan yang konsisten. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan kedisiplinan siswa meliputi peran aktif guru dalam memberikan motivasi, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan metode pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai disiplin. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin dan minimnya keterlibatan orang tua dalam pengawasan perilaku anak di rumah.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui peran guru PAI yang lebih optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan sikap Empati pada siswa SMK Tri Bhakti At-taqwa

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sikap empati pada siswa memegang peran yang sangat penting. Guru memiliki potensi besar dalam pembentukaan karakter siswa. Pada usia remaja siswa sering kali mengalami pencarian identitas diri dan tekanan untuk diterima dalam kelompok teman sebaya, yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat, persaingan, dan pengucilan antar kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru pendidikan agama islam serta menganalisis penanaman sikap empati pada siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PAI berperan sebagai motivator dan administrator dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri pada siswa. Selain itu, guru PAI juga bertanggung jawab dalam membimbing peserta didik untuk memiliki keperdulian sosial terhadap sesama. Maka dari itu peran guru PAI sangat penting diterapkan kepada siswa dalam menanamkan sikap empati untuk mendukung hubungan yang sehat dan produktif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma'arif 1 metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran guru PAI menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku bullying di sekolah, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying khususnya di SMK Ma’arif 1 Metro. Hal ini disebabkan karena adanya perilaku bullying di Sekolah. Oleh sebab itu peran guru Pendidikan Agama Islam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya perilaku tersebut. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian kali ini yaitu guru pendidikan agama Islam di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan (reduksi data), display data (penyajian data). Hasil dari penelitian ini adalah, peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran guru pendidikan agama islam dalam mengatasi bullying di smpn satu atap 2 selagai lingga

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi masalah bullying di SMPN Satu Atap 2 Selagai Lingga serta srtategi guru dalam mengatasi bullying dan faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam menangasi kasus tersebut hal ini dilakukan karena adanya masalah Fenomena bullying yang meningkat di lingkungan sekolah seperti memukul, mendorong, mengejek, mengolok-olok dengan sebutan yang tida pantas ini menunjukkan perlunya campur tangan yang efektif dari para guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam, dan siswa, serta diperkuat menggunakan dokumentasi. Uji keabsahan datanya menggunakan Tringulasi. Teknik analisis datanya yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru pendidikan agama Islam berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam menghadani masalah bullying. Mereka berhasil menggabungkan materi tentang bullying dalam pengajaran, memberikan pemahaman kepada siswa tentang perilaku tidak pantas dan dampaknya, serta menciptakan lingkungan yang aman. Guru aktif mendeteksi perilaku bullying dan memberikan bimbingan kepada siswa yang terlibat baik sebagai pelaku maupun korban. Di samping itu, kepala sekolah turut mendukung usaha pengurangan bullying melalui program sosialisasi dan pelatihan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan oleh guru pendidikan agama Islam mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan bullying dan menciptakan suasana belajar yang lebih positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Akidah Akhlak Dalam Mencegah Terjadinya Perilaku Bullying Pada Siswa Mts Ma'arif 3 Taman Cari

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan sosial siswa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bullying adalah melalui pendidikan akidah akhlak. Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki perilaku yang baik dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran guru akidah akhlak dalam mencegah bullying di MTs Ma'arif 3 Taman Cari.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap situasi dan fenomena yang terjadi di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Akidah Akhlak, siswa, serta observasi langsung di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa dan mengembangkan sikap saling menghargai, yang pada akhirnya dapat mengurangi kasus bullying. Melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai agama dan etika, guru berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail