ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk akhlak siswa di tengah fenomena penurunan moral remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI siswa kelas VII SMP Ma’arif 01 Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru PAI, dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, guru telah mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam perangkat pembelajaran, namun belum sepenuhnya terukur secara sistematis. Pada tahap pelaksanaan, nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian, serta toleransi telah diterapkan melalui metode keteladanan dan pembiasaan, meskipun belum konsisten pada semua siswa. Sementara itu, pada tahap evaluasi, penilaian dilakukan melalui observasi perilaku, namun belum menggunakan instrumen autentik yang terstruktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran PAI telah berjalan cukup baik, namun masih perlu penguatan agar lebih efektif dalam membentuk akhlak siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai kejujuran pada siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SD IT Bumi Sholawat Wates. Subjek penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menanamkan nilai kejujuran dilakukan melalui strategi terintegrasi berupa keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat, pengawasan, dan penerapan sanksi. Keteladanan menjadi strategi paling dominan karena memberikan contoh nyata yang mudah ditiru siswa, sedangkan pembiasaan memperkuat internalisasi nilai melalui praktik sehari-hari. Keberhasilan penanaman nilai kejujuran didukung oleh lingkungan sekolah yang religius dan dukungan institusi, namun masih dihadapkan pada hambatan berupa pengaruh lingkungan luar dan rendahnya kesadaran personal siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai teladan serta perlunya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk karakter kejujuran siswa secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kasus bullying di kelas IX SMP Islam Al Yazier Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya fenomena bullying di lingkungan sekolah yang berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Guru PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, seperti empati, toleransi, dan saling menghargai, sehingga diharapkan mampu meminimalisasi perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, siswa, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam mengatasi bullying meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan. Dalam perannya sebagai pendidik, guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai anti-bullying dalam proses pembelajaran. Sebagai pembimbing, guru memberikan bimbingan secara personal kepada siswa yang terlibat dalam bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Sebagai motivator, guru memberikan dorongan moral dan spiritual untuk membentuk perilaku positif siswa. Selain itu, guru PAI juga berperan sebagai teladan dengan menunjukkan sikap yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Upaya yang dilakukan antara lain melalui pendekatan persuasif, pemberian nasihat keagamaan, serta kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter multikultural pada siswa Generasi Alpha serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dikembangkan di MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan dipilih secara purposif terdiri dari guru PAI, siswa kelas X, kepala madrasah, dan wali kelas, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menemukan lima peran strategis guru PAI (pendidik nilai, teladan, fasilitator dialog lintas budaya, motivator, dan evaluator) serta tujuh nilai multikultural yang diinternalisasikan (toleransi, keadilan, persaudaraan, empati, keterbukaan pikiran, dialog demokratis, dan cinta damai). Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa paparan konten digital intoleran dan kecenderungan individualistis siswa Generasi Alpha. Implikasi penelitian menekankan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta pelatihan pedagogi responsif budaya bagi guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui praktik wudhu yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Permasalahan penelitian ini adalah pembelajaran PAI yang masih berorientasi pada penyampaian materi secara teoritis sehingga keterlibatan dan pemahaman siswa belum optimal, khususnya pada materi yang bersifat praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilaksanakan di SMP Ma’arif Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI dan siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan materi wudhu dengan kehidupan sehari-hari siswa, pelaksanaan pembelajaran berlangsung melalui praktik langsung yang mendorong keterlibatan aktif siswa, serta evaluasi dilakukan secara autentik melalui penilaian praktik dan proses belajar. Implementasi CTL melalui praktik wudhu mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan pengalaman belajar siswa secara lebih konkret dan bermakna.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang menekankan pembelajaran fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai keislaman melalui pendekatan yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran PAI di MA Nurul Qodiri menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi (Mulyasa, 2022; Marsela, 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa melalui penerapan Project Based Learning dan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan siswa (Noor et al., 2023; Setiawati, 2024). Namun, masih terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman guru dan sarana pembelajaran (Fauzi et al., 2023; Hasanah, 2024). Dengan demikian, diperlukan peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas agar implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan optimal serta meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara menyeluruh (Nurjanah et al., 2023)
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the implementation of an Islamic psychology approach in Islamic Religious Education (PAI) learning and its role in shaping students’ character at SMK Terpadu Nurul Qodiri. This research employs a qualitative approach with a field research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the application of Islamic psychology is carried out through role modeling, habituation, advice, and a personal approach to students. This approach is effective in shaping students’ character, particularly in the aspects of discipline, responsibility, honesty, and religiosity. Therefore, PAI learning based on Islamic psychology is proven to be effective in integrating cognitive, affective, and spiritual aspects, and contributes to the comprehensive development of students’ character
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap internalisasi nilai-nilai keislaman dan kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman serta makna yang dirasakan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif guna memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu meningkatkan keaktifan, minat belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan. Selain itu, AI juga berkontribusi dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa, seperti kesadaran diri, pengendalian emosi, motivasi, dan empati. Dalam konteks internalisasi nilai-nilai keislaman, AI berperan sebagai media pembelajaran yang membantu siswa memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai tersebut secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan AI juga memiliki tantangan, seperti potensi berkurangnya interaksi sosial dan munculnya distraksi selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru tetap sangat penting dalam mengarahkan, membimbing, dan mengelola penggunaan teknologi secara seimbang. Dengan demikian, AI dapat menjadi media pendukung yang efektif dalam pembelajaran PAI apabila digunakan secara bijak dan terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Religious extracurricular activities in Islamic boarding schools play an important role as a means of strengthening Islamic Religious Education (PAI), not only in the cognitive aspect but also in the affective and psychomotor domains. However, their implementation still faces several challenges, such as limited supervisors, lack of method variation, and suboptimal evaluation systems. This study aims to describe the implementation of religious extracurricular activities and to analyze their level of effectiveness in improving Islamic Religious Education in pesantren. The research uses a qualitative approach with a descriptive method, and data are collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the implementation of religious extracurricular activities has been carried out through planning, implementation, and evaluation stages, although it has not been fully optimal. These activities contribute significantly to improving the success of Islamic Religious Education, especially in the affective and psychomotor aspects, such as increased discipline in worship, religious attitudes, and practical religious skills of students. However, more systematic management and measurable evaluation are still needed to achieve optimal outcomes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari belum optimalnya perkembangan akhlak dan sikap toleransi siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil observasi awal di SMKN 3 Metro yang menemukan kecenderungan sikap keagamaan eksklusif, keterbukaan yang terbatas terhadap perbedaan, serta pemahaman ajaran agama yangmasih normatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran PendidikanAgama Islam (PAI) belum sepenuhnya mengintegrasikan konteks sosial budaya siswa.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan antropologi religius dalam pembelajaranPAI serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan pihak sekolah, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan dioperasionalkan sebagai integrasi budaya lokal, pengalaman keagamaan siswa, serta refleksi interpretatif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berkontribusi dalam mengontekstualisasikan pembelajaran PAI dan mengindikasikan adanya peningkatan sikap terbuka, inklusif, dan seimbang pada siswa.Penelitian ini memberikan kontribusi pada penerapan pendekatan antropologi religius dalam konteks SMK sebagai strategi kontekstualuntuk memperkuat moderasi beragama. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk sikap transformasi sosial santri, tidak hanya pada aspek ritual tetapi juga kepedulian kebersihan lingkungan pesantren. Pembelajaran PAI diharapkan menginternalisasikan nilai teologi pembebasan yang menumbuhkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial sebagaimana gagasan Hasan Hanafi bahwa teologi harus berorientasi pada pembebasan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran PAI dalam membentuk sikap transformasi sosial santri di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Safinatun Najaa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan perencanaan memuat nilai tanggung jawab sosial melalui materi fiqh thaharah dan akhlak, namun masih normatif. Pelaksanaan menggunakan metode bandongan, sorogan, ceramah, dan keteladanan, tetapi internalisasi nilai kebersihan masih instruktif. Evaluasi melalui pengamatan perilaku tanpa instrumen formal. Sikap transformasi sosial tampak pada partisipasi kebersihan, meskipun masih dipengaruhi aturan. Pembelajaran PAI berkontribusi dalam membentuk kesadaran sosial santri, namun masih memerlukan penguatan pendekatan yang lebih kontekstual dan transformatif agar nilai-nilai teologi pembebasan dapat mendorong kesadaran kritis, kepekaan sosial, serta partisipasi aktif santri dalam perubahan sosial secara mandiri sesuai dengan perspektif hermeneutika pembebasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dalam pembentukan identitas akademik mahasiswa Pendidikan Agama Islam di era digital. FOMO sebagai dampak dari intensitas penggunaan media sosial menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga konsistensi nilai akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi FOMO. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas PAI 6E yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kebutuhan akan pengakuan, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial. Fenomena ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, manajemen waktu, serta keterlibatan dalam aktivitas akademik. Selain itu, FOMO juga memengaruhi proses pembentukan identitas akademik mahasiswa yang tidak berlangsung secara linear, melainkan melalui proses negosiasi antara tuntutan akademik dan dorongan sosial digital. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menunjukkan kesadaran terhadap nilai-nilai akademik sebagai bagian dari identitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan faktor penting yang memengaruhi dinamika akademik dan pembentukan identitas akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan pembinaan karakter akademik dalam menghadapi tantangan era digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom serta dampaknya dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Rumbia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom dilakukan melalui kegiatan pembiasaan sikap toleransi, keteladanan guru, dan diskusi reflektif. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran pai serta membantu siswa memahami materi dalam hal sikap moderasi. Faktor pendukung dalam penerapan pendekatan ini antara lain kompetensi dan keteladanan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan latar belakang dan karakter siswa perbedaan, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya sikap moderasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa kelas VII yang terpengaruh fenomena budaya K-Pop di SMP Islam Tri Bhakti Al-Asna Tulang Bawang Barat, Lampung. Fenomena K-Pop telah menjadi bagian dari kehidupan remaja dan tidak hanya mempengaruhi gaya hidup, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam secara purposive, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengelola sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru dalam membimbing siswa yang memiliki ketertarikan terhadap K-Pop cenderung tidak bersifat larangan, melainkan mengarahkan siswa agar tetap fokus belajar; (2) upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islam sangat tinggi dengan tetap menegakkan keseimbangan antara ibadah dan kegiatan positif lainnya; (3) strategi guru yang digunakan adalah dengan cara beradaptasi, memberikan ruang ekspresi siswa di luar jam belajar, serta mengingatkan siswa tentang prioritas belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap K-Pop tidak secara signifikan mengganggu proses pembelajaran, dan penanaman akhlak di sekolah ini cukup kuat untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif budaya populer tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada lembaga pendidikan saat ini proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru cenderung hanya didominasi dengan model satu arah dan tidak diselingi dengan yang lain sehingga siswa tidak antusias dalam mengikuti pembelajaran. Untuk itu diperlukan minat dan motivasi belajar saat proses pembelajaran berlangsung. Jika siswa tertarik saat kegiatan belajar mengajar, maka diharapkan prestasi belajarpun meningkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Tujuan penelitian ini adalah: “untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Kecamatan Seputih banyak kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif kemudian yang menjadi populasinya terdiri dari 208 siswa sehingga dinamakan penelitian sampel penelitian dengan 90 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode angket (Questionare), metode wawancara (Interview) dan metode dokumentasi. Hasil analisa data yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik Regresi Linier Multiple dan menghasilkan model persamaan regresi (Yc=113.984,07+(-0,033)X1+3,057X2) menunjukkan bahwa harga Fhitung jika di bandingkan dengan Ftabel ternyata lebih besar, yaitu -41,736 > 3,13. Maupun Fhitung yang diperoleh untuk menguji keberartian koefisien korelasi multiple -41,778 sehingga mampu menjelaskan pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI. Hal ini menunjukkan model regresi tersebut sangat signifikan. Berarti hipotesis (Ha) yang penulis ajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh yang positif minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh minat belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMP Ma’arif 9 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2024/2025.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan digital di kelas VII SMP Islam Plus Sabilunnajah. Hal ini dikarnakan masih terdapat beberapa problem utama di antaranya kesenjangan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana kompetensi guru dalam transformasi digital dan potensi penyalahgunaan di gital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah pola belajar peserta didik sehingga guru PAI dituntut berinovasi agar pembelajaran tetap relevan, efektif, dan mampu membentuk karakter Islami. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan peserta didik kelas VII, dengan uji pengesahan data melalui reduksi, analisis data, penyajian, dan penarikan secara deskriptif analitis. Hasil permasalahn ini adalah Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam membangun kesadaran digital yang etis. Tantangan meliputi keterbatasan sarana, perbedaan literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Transformasi ini menekankan penguatan nilai spiritual, moral, dan karakter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK IMPLEMENTASI KEGIATAN FINGER PAINTING UNTUK MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN DI KOBER ISTIQOMAH DESA SRI BASUKI KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR. Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan koordinasi otot kecil, khususnya tangan dan jari, yang mendukung berbagai aktivitas seperti menulis dan menggambar. Di KOBER Istiqomah Desa Sri Basuki, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, masih ditemukan anak usia 4-5 tahun yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus, seperti kesulitan memegang alat tulis atau menggunting. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, salah satunya melalui kegiatan finger painting, yaitu melukis dengan jari yang dapat melatih keterampilan tangan, meningkatkan kreativitas, dan memberikan pengalaman sensorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan finger painting dalam mengebangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Istiqomah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan validitas dan reliabilitas, dimana validitas diuji melalui validitas konten dan konstruksi dengan melibatkan ahli serta uji coba instrumen, sementara reliabilitas diuji melalui konsistensi pengukuran (test-retest) dan kesesuaian antar penilai menggunakan koefisien. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dilakukan secara interaktif dan berlangsung sejak proses pengumpulan data hingga pasca penelitian di lapangan. Data dianalisis dengan cara mengorganisasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan temuan lapangan secara sistematis, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan finger painting efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 4-5 tahun di KOBER Istiqomah Desa Sri Basuki. Setelah empat minggu pelaksanaan, hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan koordinasi mata dan tangan, penggunaan alat gambar, serta kreativitas dan kepercayaan diri anak. Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis seni tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat edukatif yang substansial. Selain itu, kegiatan finger painting memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri secara kreatif, yang berkontribusi pada perkembangan emosional dan sosial mereka. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini terlihat lebih antusias dan aktif dalam proses belajar, menciptakan lingkungan yang positif untuk eksplorasi dan pembelajaran. Keberhasilan kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi seni dalam kurikulum pendidikan anak usia dini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Motivasi belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Terpadu Tri Bhakti Assalam masih rendah akibat minimnya dorongan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Terpadu Tri Bhakti Assalam. Kondisi ini mendorong guru PAI untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe Student Teams Achievement Division (STAD), guna meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui model pembelajaran kooperatif STAD, guru berharap dapat mengubah dinamika kelas menjadi lebih aktif dan kolaboratif, sehingga motivasi belajar siswa meningkat. Model ini dirancang untuk mendorong interaksi kelompok yang produktif serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik, khususnya bagi siswa kelas IX di SMP Islam Terpadu Tri Bhakti Assalam. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang berfokus pada analisis penggunaan model pembelajaran cooperative learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) holistic. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses uji keabsahan data yang dilakukan penulis dalam penelitian ini melalui tahapan-tahapan yaitu: Triangulasi Sumber dan triaangulasi data. Hasil peneltian menunjukan penggunaan model STAD secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Motivasi yang tumbuh dari metode pembelajaran yang relevan memberikan dorongan positif bagi siswa untuk terus terlibat aktif dalam pembelajaran. Dengan memadukan motivasi belajar berbasis individu dan dukungan kolektif melalui model STAD, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, menciptakan siswa yang berprestasi secara akademik sekaligus memiliki karakter yang kuat sesuai dengan ajaran agama.