ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebijakan moderasi beragama dengan praktik lapangan terkait internalisasi nilai kasih sayang yang belum sistematis. Penelitian bertujuan menganalisis strategi integrasi nilai teologis (cinta/mahabbah) ke dalam kurikulum formal serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri.Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diimplementasikan melalui lima pilar: cinta Tuhan, ilmu, lingkungan, sesama, dan tanah air. Perencanaan dilakukan dengan memodifikasi modul ajar berbasis psikopedagogis, sementara pelaksanaan menggunakan pedagogi humanis-religius yang mengedepankan keteladanan (uswah). Dampak positif terlihat pada terciptanya lingkungan belajar aman dan menurunnya angka perundungan. Namun, kendala utama terletak pada dominasi evaluasi kognitif dan kurangnya instrumen penilaian afektif yang baku. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan dan penguatan kompetensi guru dalam mengevaluasi karakter secara terstandar agar nilai rahmah terinternalisasi secara optimal dalam transformasi karakter siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The phenomenon of hedonistic lifestyles among adolescents is increasingly prevalent, including among students in the madrasah environment. This behavior is reflected in consumptive tendencies, wasteful use of pocket money, and following trends without considering needs and moral values. This condition poses a challenge for educational institutions in instilling moral and faith-based values that can shape students' character. The purpose of this study is to analyze the role of socio-culturally based moral and faith education in preventing hedonistic behavior among students at MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya. This research is a field study employing data collection techniques through a combination of methods (observation, interviews, and documentation). For data analysis, the researcher used a qualitative approach. Based on the analysis of the data discussed, this study reveals that socio-culturally based moral and faith education plays a role in preventing hedonistic behavior through: (1) spiritual reinforcement through habitual worship practices, (2) internalization of zuhud (asceticism) and qana'ah (contentment) values through local wisdom, (3) strengthening self-control through teacher role modeling, and (4) developing social awareness through religious activities.This approach fosters simplicity, responsibility, and moral awareness in students, thereby minimizing consumptive behavior.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan sosial siswa. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya bullying adalah melalui pendidikan akidah akhlak. Guru akidah akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa agar memiliki perilaku yang baik dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk membahas peran guru akidah akhlak dalam mencegah bullying di MTs Ma'arif 3 Taman Cari.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap situasi dan fenomena yang terjadi di sekolah tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru Akidah Akhlak, siswa, serta observasi langsung di lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak memegang peranan penting dalam membentuk karakter siswa dan mengembangkan sikap saling menghargai, yang pada akhirnya dapat mengurangi kasus bullying. Melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan pada nilai-nilai agama dan etika, guru berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi seluruh siswa.