Abstrak
Pendidikan moral dan agama merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak usia dini, khususnya pada masa usia 5-6 tahun yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age). Dalam konteks lingkungan multikultural seperti TK Permata Atlantic, penerapan praktik ibadah menjadi salah satu strategi dalam mengembangkan nilai-nilai moral dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan praktik ibadah dalam upaya mengembangkan moral dan agama anak usia 5-6 tahun serta menjawab permasalahan: bagaimana praktik ibadah dilaksanakan untuk mengembangkan motral dan agama anak usia 5-6 tahun. Landasan teori yang digunakan mencakup teori perkembangan moral dari Lawrence Kohlberg, pendidikan karakter, dan pendekatan pembelajaran berbasis nilai keagamaan yang menekankan pentingnya internalisasi nilai melalui praktik nyata, seperti doa, ibadah sederhana, serta cerita moral dari kitab suci. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan praktik ibadah di TK Permata Atlantic dilakukan melalui kegiatan rutin doa bersama, mendengarkan kisah moral dari kitab suci, pelaksanaan ibadah sederhana setiap pekan, dan pembiasaan nilai-nilai moral seperti toleransi, empati, kejujuran, dan saling menghormati. Kegiatan tersebut dirancang secara kontekstual dan sesuai dengan perkembangan anak, serta melibatkan peran aktif guru dan dukungan dari orang tua. Kesimpulannya, praktik ibadah yang diterapkan secara inklusif dan menyenangkan dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini dalam lingkungan yang beragam agama.