Upaya Guru Dan Orang Tua Dalam Pengembangan Akhlak Anak Melalui Metode Komunikasi Terpadu Pada Anak Usia Dini Di RA Nurul Huda
ABSTRAK UPAYA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN AKHLAK ANAK MELALUI METODE KOMUNIKASI TERPADU PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BANDAR MATARAM Oleh : Nur Thila Syarofa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku anak usia dini yang belum sepenuhnya mencerminkan akhlak terpuji, seperti kebiasaan berbicara kasar dan mengumpat, yang sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar maupun paparan media digital tanpa pengawasan orang tua. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan (mismatch) antara pembiasaan nilai akhlak di sekolah dengan pola pengasuhan di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru dan orang tua dalam mengembangkan akhlak anak melalui metode komunikasi terpadu pada Anak Usia Dini di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas, Orang Tua/Wali Murid, serta Peserta Didik di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan induktif yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan akhlak anak dilakukan secara efektif melalui metode komunikasi terpadu yang memiliki dimensi kolaboratif dan partisipatif. Guru dan orang tua menerapkan proses perancangan bersama (co-designing) untuk menyepakati target perilaku spesifik yang ingin dicapai, seperti adab berbicara. Upaya ini didukung oleh penggunaan berbagai media komunikasi secara optimal, mulai dari buku penghubung, pesan WhatsApp pribadi, hingga forum dialog langsung dan program parenting. Selain itu, pihak sekolah dan keluarga secara selaras menerapkan strategi keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation) dalam keseharian anak. Kesimpulannya, kolaborasi dan komunikasi terpadu antara sekolah dan rumah terbukti mampu menekan kebiasaan anak mengucapkan kata-kata kasar serta mencegah anak mengalami kebingungan nilai, karena aturan sopan santun mendapatkan penguatan yang konsisten di kedua lingkungan tersebut.