Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: motorik kasar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Permainan Tradisional Lompat Tali Pelangi Sebagai Media Stimulasi Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Kb Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah, berdasarkan hasil pra-survey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik serta belum optimalnya penggunaan permainan yang melibatkan aktivitas fisik secara terarah. Selain itu, permainan tradisional yang berpotensi menstimulasi perkembangan motorik kasar, seperti lompat tali, belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan serta efektivitas permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data meliputi angket (kuesioner), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui penilaian validator serta capaian perkembangan anak berdasarkan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali pelangi yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam menstimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan kemampuan anak dalam melakukan gerakan melompat, menjaga keseimbangan, berlari, serta koordinasi tubuh yang semakin baik. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keberhasilan ini didukung oleh desain permainan yang menarik, penggunaan warna yang variatif, serta pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, permainan lompat tali pelangi dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak secara optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya Guru Dalam Penerapan Gerak Dan Lagu Terhadap Anak Autisme Dalam Mengembangkan Fisik Motorik Kasar Pada Kelompok Usia 5-6 Tahun Di TK As Salam Branti

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan fisik motorik kasar pada anak dengan autisme, khususnya dalam koordinasi gerak, keseimbangan, dan kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan gerak dan lagu untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK As Salam Branti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan satu anak dengan autisme berinisial SAF. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak belum berkembang optimal. Upaya guru dilakukan melalui kegiatan gerak dan lagu secara terstruktur, meliputi pemilihan lagu yang sesuai, pendekatan individual, pelaksanaan bertahap, serta evaluasi. Penerapan metode ini memberikan peningkatan bertahap pada koordinasi gerak, keseimbangan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, gerak dan lagu efektif dalam membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar anak dengan autisme.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail