ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari identifikasi masalah berupa krisis makna akibat modernisasi, digitalisasi, dan kecenderungan hidup materialistik yang berdampak pada melemahnya dimensi spiritual serta meningkatnya gangguan kesehatan mental. Kondisi ini menunjukkan keterbatasan pemahaman umat Islam terhadap konsep Kecintaan Terhadap Allah serta minimnya kajian tafsir yang mengkaji cinta Ilahi secara komprehensif dalam perspektif mufasir klasik, sehingga kajian ini menjadi urgen untuk mengaitkan warisan tafsir klasik dengan problem spiritual masyarakat modern dan konteks kehidupan kontemporer. Penelitian ini menjawab pertanyaan mengenai konsep Kecintaan Terhadap Allah dalam tafsir Fakhruddin al-Razi, metodologi penafsirannya, dan relevansinya di era modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tematik, menggunakan Mafātīḥ al-Ghayb sebagai sumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecintaan Terhadap Allah merupakan konstruksi integratif antara ma‘rifah, rasionalitas, dan spiritualitas yang bersifat teosentris serta berimplikasi etis-praktis. Lebih lanjut, kajian ini mengidentifikasi relevansi konsep tersebut di era modern: maḥabbah ilāllāh terbukti fungsional dalam mengatasi krisis makna, memperkuat kesehatan mental, membangun etika sosial, dan menjawab kekeringan spiritual yang ditimbulkan oleh dominasi materialisme dan rasionalisme, sehingga berkontribusi dalam memperkaya khazanah tafsir klasik sekaligus menawarkan solusi konseptual bagi kehidupan kontemporer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Al-Qur’an memiliki peran fundamental sebagai sumber pembinaan spiritual yang mampu membentuk perilaku dan kesadaran manusia, sehingga internalisasinya menjadi sangat penting dalam pendidikan Islam. Namun, fenomena penurunan karakter spiritual siswa akibat pengaruh modernisasi menuntut adanya strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, seperti pembacaan surat Yasin dan tahlil secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan pembacaan surat Yasin dan tahlil terhadap pembentukan karakter spiritual siswa di MTs Darussalam Gayau Sakti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain ex post facto dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 17 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert, observasi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan bantuan SPSS, yang didahului dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pembiasaan pembacaan surat Yasin dan tahlil terhadap karakter spiritual siswa, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 3,910 lebih besar dari t tabel 2,131 serta nilai signifikansi 0,001 0,05. Koefisien regresi sebesar 0,620 menunjukkan hubungan yang searah, sedangkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,710 berada pada kategori kuat. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,504 menunjukkan bahwa 50,4% karakter spiritual siswa dipengaruhi oleh pembiasaan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan yang terstruktur memiliki peran penting dalam membentuk karakter spiritual siswa di lingkungan madrasah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengajian rutin jum’at Desa Sukamaju merupakan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang signitifkan bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengajian sebagai ruang perempuan dan spiritualitas dalam meningkatkan peran sosial ibu-ibu di lingkungan masyarakat desa. Penelitian menggunakan metode kualitataif dengan desain studi lapangan. Data di perloleh melalui observasi langsung terhadap kegiatan pengajian, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota, serta dokumentasi aktivitasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, membangun kesadaran spiritual kolektif, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagi kegiatan bermasyarakatan. Melalui pengajian, ibu-ibu tidak hanya memperdalam nilai religiusitas, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kapasitas sosial dalam kehidupan publik di desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak game online terhadap spiritualitas peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTs Manbaul Ulum Gaya Baru II. Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan peserta didik. Fenomena ini menimbulkan berbagai permasalahan, terutama berkaitan dengan perilaku belajar dan perkembangan spiritualitas siswa dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa siswa cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online sehingga melupakan kewajiban belajar, ibadah, serta tanggung jawab sebagai pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memiliki dampak positif dan negatif terhadap peserta didik. Dampak positifnya antara lain melatih konsentrasi, meningkatkan kerja sama tim, serta menambah kosakata bahasa asing. Namun dampak negatif yang muncul lebih dominan, seperti menurunnya konsentrasi belajar, bermain hingga larut malam, kurangnya kedisiplinan, serta berkurangnya kesadaran dalam menjalankan kewajiban belajar dan ibadah. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan serta bimbingan dari guru dan orang tua agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijak serta menyeimbangkan antara aktivitas belajar, bermain, dan pengembangan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dirancang untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan spiritual sebagai indikator ketenangan batin antara santri pengamal dan non-pengamal Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyah di Pondok Pesantren Baitul Mustaqim Lampung Tengah. Menggunakan metode kuantitatif komparatif non-eksperimental, sebanyak 108 santri dipilih melalui teknik sampling jenuh berdasarkan kriteria purposive, yang terdiri dari 55 santri pengamal dan 53 santri non-pengamal. Skala Kesejahteraan Spiritual (Spiritual Well-Being Scale/SWBS) yang mengukur dimensi religius dan eksistensial digunakan sebagai instrumen dengan validitas dan reliabilitas yang telah teruji. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji independent sample t-test untuk menguji perbedaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesejahteraan spiritual santri pengamal (Mean=87,49; SD=11,117) secara deskriptif lebih tinggi dibandingkan santri non-pengamal (Mean=86,25; SD=9,663). Namun, uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,536 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menolak hipotesis alternatif (H₁) dan menerima hipotesis nol (H₀). Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa praktik thoriqoh saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan kesejahteraan spiritual, dan pendekatan holistik yang mempertimbangkan dukungan sosial serta aspek eksistensial perlu dipertimbangkan dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah dalam meningkatkan spiritualitas keagamaan santri di Pondok Pesantren Baitul Mustaqim Punggur, Lampung Tengah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penurunan moral dan lemahnya nilai spiritual dikalangan santri, sehingga diperlukan pembinaan keagamaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah santri inabah putri yang aktif mengikuti amaliah Thoriqoh Naqsyabandiyah, Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep spiritualitas keagamaan dibangun melalui latihan kesadaran hati (dzikrullah), pengawasan diri (muraqabah), suluk, tawajjuh, rabithah, serta pembiasaan hidup sederhana dan disiplin. Proses ini berkontribusi terhadap terbentuknya karakter religius yang kuat pada santri, seperti keikhlasan, kesabaran, tawadhu’, dan tanggung jawab. Amalan dalam Thoriqoh Naqsyabandiyah berperan dalam membentuk ketenangan batin, meningkatkan kedisiplinan ibadah, serta melatih pengendalian diri santri. Praktik tersebut juga mendorong perubahan perilaku yang lebih religius dan menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Thoriqoh Naqsyabandiyah menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual yang efektif dalam membentuk karakter dan memperkuat spiritualitas keagamaan santri di lingkungan pesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Konsep self healing dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan kesehatan mental dan spiritual manusia modern. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self healing melalui analisis komparatif tafsir Al-Kasyâf karya Al-Zamakhsyari dan tafsir Al-Munîr karya Wahbah Az-Zuhaili. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pemaknaan ayat-ayat self healing, pendekatan penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap upaya pemulihan jiwa. Pemilihan judul didasarkan pada perbedaan karakter metodologis kedua tafsir, di mana Al-Kasyâf menekankan aspek kebahasaan dan rasionalitas, sementara Al-Munîr mengintegrasikan pendekatan normatif, sosial, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan komparatif. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketenangan jiwa, kesabaran, dzikir, dan tawakal, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self healing dalam perspektif Al-Qur’an dipahami sebagai proses pemulihan jiwa yang holistik dan berkelanjutan melalui penguatan spiritual, kesadaran rasional, dan kedekatan kepada Allah. Kedua tafsir saling melengkapi dalam menegaskan dimensi transendental dan praktis dari konsep self healing Islami.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract Madrasah Diniyah sebagai lembaga non formal yang mengemban dan tujuan pendidikan keagamaan Islam yaitu mampu membentuk ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta pembentukan watak dan moral siswa sehingga memiliki akhlak mulia. Sehingga Madrasah diniyah memiliki peran penting sebagai sarana dalam mengembangkan spiritual santri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Al Amanah Kampung Depokrejo. Ustad dan Ustadzah serta santri Madrasah Diniyah Al Amanah di Desa Depokrejo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, dijadikan sebagai subjek penelitian. Penulis menggunakan beberapa teknik untuk mendapatkan data yang diperlukan untuk penelitian ini, antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran madrasah diniyah dalam mengembangkan spiritual santri di Madrasah Diniyah Al Amanah Kampung Depokrejo Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah dilakukan dengan lima domain, yaitu: (a) Memahamkan santri atas isi kandungan dan konsep keagamaan Islam. (b) adanya penguatan kompetensi guru pengajar Madrasah Diniyah. (c) pembiasaan praktik atas nilai-nilai dan rutinitas yang khas akan spiritualitas keislaman. (d) Memberi motivasi keagamaan kepada santri dalam rangka meningkatkan kesadaran beribadah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktik ruqyah sebagai salah satu bentuk terapi spiritual digunakan oleh masyarakat Muslim untuk mengatasi gangguan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pelafalan ayat-ayat ruqyah terhadap kesembuhan pasien serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas ruqyah dalam konteks fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini menggunakan teori living Qur’an dengan Pendekatan etnografi. Untuk memahami praktik ruqyah dalam konteks kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Masjid At-Taqwa, Labuhan Ratu, yang menjadi pusat kegiatan JRA Lampung Timur, pada periode Februari hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ruqyah memiliki efek signifikan terhadap kesembuhan pasien, yang tercermin dalam peningkatan fokus, berkurangnya stres, reduksi gejala depresi, serta perbaikan kualitas tidur. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi termasuk keyakinan pasien, dukungan keluarga. Praktik ruqyah tidak hanya menyembuhkan secara fisik dan psikologis, tetapi juga memulihkan aspek sosial dan spiritual pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
kesadaran spiritual, menjadi tantangan serius bagi generasi muda, termasuk di kalangan santri. Meskipun pesantren telah berupaya membentuk karakter dan akhlak santri, ancaman dekadensi moral, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindak kekerasan, masih menghantui akibat lemahnya fondasi spiritual. Kondisi ini juga dirasakan di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro, di mana masih ditemukan sebagian santri yang memiliki akhlak kurang baik dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan, sehingga diperlukan upaya lebih intensif untuk memperkuat spiritualitas sebagai pijakan utama dalam membangun moralitas. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis proses, pola berpikir, dan pendekatan logis ilmiah, dengan hasil yang difokuskan pada lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui survei langsung di tempat penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan rutin Mujahadah di Pondok Pesantren Rodlatul Qur’an Metro sebagai upaya penguatan spiritualitas santri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan Mujahadah. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil dari penelitian ini menunjukan Mujahadah menjadi elemen penting dalam penguatan spiritualitas santri di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro. Melalui rutinitas yang melibatkan salat Magrib berjamaah, Tilawatil Qur'an, pembacaan sholawat, dan doa, santri dilatih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi dan keikhlasan. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran spiritual yang mendalam. Dampaknya terlihat pada perubahan positif dalam diri santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ARTICLE INFO
Article history:
Received
February 20, 2024
Revised
March 31, 2024
Accepted
April 04,2024
ABSTRACT
Achieving successful learning goals for a teacher is something that is desired, especially forming students' spiritual attitudes that are better, always grateful, and closer to Allah SWT through worship. The aim of this researcher is to determine teacher Pai's efforts to shape students' spiritual attitudes through the habit of performing dhuha prayers at MI ma'arif NU 5 sekampung. The research method used in this research is qualitative research, with a qualitative descriptive approach. Then the data collection techniques are observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis technique has three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the research show that the efforts made by PAI teachers in forming a spiritual attitude through getting used to the dhuha prayer, namely the dhuha prayer, went well where the teacher gave directions for carrying out the dhuha prayer which is usually done in prayer. The benefits and rewards are according to the level of rak'ah performed. Because there are still students who are difficult to get to pray Dhuha. There are several efforts made by Islamic religious education teachers to shape students' spiritual attitudes, namely by using four methods, namely the example method, discipline method, habituation method and advice method. So from this method it is hoped that teachers will always provide motivation to all students continuously. so that they are enthusiastic to always do something good. At first the teacher must use coercive methods so that students can understand that the teacher applies these methods with the aim of forming students' spiritual attitudes to be better than before. For this reason, students must realize that the teacher is doing this which will later be beneficial for the students themselves.
Keywords: effort, spiritual attitude, habit of Duha prayer