Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: internalisasi nilai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Bumiharjo; Studi Etnografis Tentang Praktik Keagamaan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi keagamaan berperan sebagai sarana penting dalam penanaman nilai-nilai islam di dalam komunitas, tetapi mengalami transformasi sejalan dengan kemajuan modern dan teknologi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai islam dalam tradisi keagamaan masyarakat desa Bumiharjo, mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi keagamaan sebagai media internalisasi nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, menganalisis perubahan praktik keagamaan masyarakat desa Bumiharjo dari segi bentuk, intensitas,dan partisipasi,serta mengkaji perbedaan respons antara generasi tua dan generasi muda dalam menjalankan tradisi keagamaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi untuk memahami makna praktik keagamaan dari sudut pandang data diperoleh melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi keagamaan seperti, pengajian, yasinan, dan tahlilan tetap berperan penting sebagai sarana utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai islam melalui proses hubilitasi, interaksi sosial, dan pengalaman bersama.Namun praktik keagamaan menunjukan adanya praktik keagamaan, menunjukan adanya perubahan, dicirikan oleh variasi bentuk, tingkat keterlibatan, dan pemaknaan, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung bersikap fleksibel dan individualistik. Studi ini memberikan konstribusi dalam kajian sosial keagamaan dengan mengungkapkan bahwa tradisi keagamaan adalah medium yang dinamis untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai islam ditengah perubahan sosial

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru akidah akhlak dalam menanamkan Nilai-Nilai keislaman pada siswa

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan sistem terstruktur untuk memberdayakan kualitas hidup manusia, namun proses internalisasi nilai seringkali terkendala oleh dominansi metode ceramah yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilainilai keislaman serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif lapangan digunakan untuk memperoleh data autentik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas guru, siswa, dan pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan peran sentral sebagai teladan (uswatun hasanah), motivator, dan pembimbing spiritual. Nilai-nilai keislaman diinternalisasi melalui strategi pembiasaan ibadah rutin, pemberian nasihat persuasif, dan pengawasan kedisiplinan yang terintegrasi dengan budaya pesantren. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan perilaku religius siswa dari jenjang kelas X hingga XII, di mana aspek adab terhadap guru mencapai tingkat capaian tertinggi sebesar 95%. Lingkungan pesantren yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh teknologi digital menjadi penghambat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan peran guru sebagai agen perubahan melalui pendekatan keteladanan sangat efektif dalam membentuk karakter islami yang permanen pada peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Fiqih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai karakter Islami dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran fikih di MA Bumi Sholawat Wates. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, serta adanya kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru fikih, kepala madrasah, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter Islami, yaitu disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, telah dilaksanakan secara sistematis melalui pembiasaan ibadah, pemberian tugas, keteladanan guru, serta kegiatan pembelajaran kolaboratif. Strategi guru dilakukan melalui pengaitan materi fikih dengan kehidupan nyata, pembiasaan perilaku positif, dan pemberian keteladanan yang konsisten, sehingga nilai karakter tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasikan dalam perilaku peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran fikih dalam implementasi Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai karakter Islami yang mampu membentuk peserta didik berakhlak mulia dan mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalilasi Nilai-Nilai Moral Pada Anak Gen Z Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Era Digitalisasi di SMA Wahid Hasyim Rumbia Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Pelangkahan Pada Upacara Perkawinan Di Desa Sidomulyo Kec. Mesuji Kab. Mesuji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi pelangkahan sebagai bagian dari kearifan lokal dalam upacara perkawinan memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tradisi ini masih dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan seorang adik kepada kakak yang dilangkahi dalam pernikahan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tradisi pelangkahan, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan, dengan nilai-nilai utama yang meliputi ketuhanan (takwa), adab dan akhlakul karimah, ukhuwah, qana‘ah, ta‘awun, serta tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pelangkahan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai wahana pendidikan akhlak nonformal yang efektif dalam membentuk pribadi yang religius, santun, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal serta menjadi rujukan praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelestarian tradisi yang bermakna edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Adab Tholabul Ilmi Dalam Kitab Alala Pada Santri Tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi mapag panganten masyarakat Sunda di desa Banjar kerta Rahayu Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi Mapag Panganten merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang masih lestari di Desa Banjar Kerta Rahayu, Lampung Tengah. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian upacara penyambutan pengantin, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan religius yang mencerminkan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi Mapag Panganten serta mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan tradisi Mapag Panganten. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapag Panganten mengandung nilai-nilai Islam seperti nilai tauhid, adab dan akhlak, doa dan tawakal, ukhuwah Islamiyah, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Proses internalisasi nilai-nilai terjadi melalui simbol-simbol ritual, doa, nasihat tokoh adat dan agama, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian acara. Tradisi ini menjadi sarana efektif dalam menanamkan ajaran Islam secara kultural kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya lokal. Mapag Panganten tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Banjar Kerta Rahayu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pemahaman Konsep Aurat pada Siswa dalamKonteks Tren Berpakaian (Studi Kasus MA Ma’arif Roudlotut Tholibin)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena tren pakaian modern yang berkembang pesat saat ini telah membawa pengaruh signifikan terhadap gaya berpakaian siswa, terutama di lingkungan pendidikan berbasis agama yang memiliki standar moralitas tertentu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya tren berpakaian modern di kalangan remaja yang sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat Islam tentang menutup aurat. Meskipun konsep aurat telah diajarkan dalam pendidikan agama, pada praktiknya masih banyak siswa yang belum menerapkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas 12 MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro terhadap konsep aurat serta bagaimana implementasinya dalam menghadapi tren pakaian masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami batasan aurat secara teoritis, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku berpakaian sehari-hari. Faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan lemahnya internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai kesenjangan antara pemahaman dan praktik berpakaian siswa, serta menjadi dasar bagi penguatan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail