ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan karakter literasi santri di Pondok Pesantren Nurul Qodiri dalam menghadapi tantangan era globalisasi. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kendala dalam pembinaan literasi santri, seperti kurangnya konsistensi kegiatan belajar ketika ustadz tidak hadir, rendahnya motivasi sebagian santri, serta penggunaan handphone yang lebih dominan untuk hiburan dibandingkan sebagai sarana belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian meliputi ustadz dan santri yang telah lulus Alfiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan literasi santri dilakukan melalui kegiatan ngaji kitab, diskusi, dan belajar mandiri. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membentuk karakter santri seperti kebiasaan membaca, kemandirian, serta tanggung jawab dalam belajar. Peran ustadz sangat penting sebagai pembimbing dan motivator dalam membentuk kebiasaan literasi santri. Selain itu, penggunaan handphone memberikan dampak ganda, yaitu sebagai alat bantu belajar sekaligus potensi pengganggu konsentrasi. Faktor pendukung pembinaan literasi meliputi lingkungan pesantren yang kondusif dan tradisi keagamaan yang kuat, sedangkan faktor penghambat antara lain kurangnya konsistensi, rasa malas, serta penggunaan handphone untuk hiburan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter literasi di pesantren berjalan dengan baik, namun perlu penguatan dalam pengawasan penggunaan teknologi dan peningkatan motivasi belajar santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan holistik melalui kegiatan tahunan dalam pembentukan karakter santriwati di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Pendidikan holistik di Gontor tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi diwujudkan dalam berbagai kegiatan tahunan seperti Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI), Panggung Gembira (PG), serta kegiatan kepramukaan. Kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan media internalisasi nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, dan kejujuran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi santriwati kelas V–VI, ustadzah pembimbing, serta dokumen kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan santriwati dalam kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan tahunan melatih kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, kerja sama, dan tanggung jawab, sekaligus mengasah kemampuan manajerial serta solidaritas. Dengan demikian, kegiatan tahunan terbukti menjadi instrumen strategis dalam implementasi pendidikan holistik yang mampu menanamkan nilai karakter secara berkesinambungan. This study aims to describe the implementation of holistic education through annual activities in shaping the character of female students at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 8. Holistic education at Gontor is not limited to classroom learning but is manifested in various annual activities such as the Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy (PKA), Sports and Arts Week (PORSENI), Panggung Gembira (PG), and scouting programs. These activities are not merely ceremonial events but serve as a medium for internalizing character values such as discipline, responsibility, leadership, cooperation, independence, and honesty. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The participants consisted of senior students (fifth and sixth grades), supervising teachers, and institutional documents. The findings indicate that active involvement in organizing and carrying out annual activities fosters leadership, decision-making, conflict resolution, teamwork, and responsibility, while also enhancing managerial skills and solidarity. Thus, annual activities are proven to be strategic instruments in the implementation of holistic education that effectively instills character values in a sustainable manner.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penginternalisasian nilai-nilai agama islam dalam membentuk karakter seorang santri melalui kegiatan sehari-harinya di kelas 4 ibtida’iyah Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak. Karena Masih terdapat santri yang sudah menerapkan pendidikan karakternya tapi belum paham akan materi pendidikan karakter bahkan sebaliknya, Masih terdapat santri yang mengucilkan hingga membully teman nya, dan masih terdapat santri yang akhlak nya belum sesuai oleh ajaran-ajaran yang daijarkan dipondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, yakni penyederhanaan data-data yang telah dikumpulkan, selanjutnya penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh yang berkaitan dengan judul peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sehari-hari santri yang selalu menerapkan nilai-nilai agama islam, karena nilai-nilai agam islam itu berperan penting dalam pembentukan karakter yang penginternalisasiannya dilakukan melalui pembelajarn dikelas, pembiasaan nilai-nilai agama islam melalui kegiatan sehari-harinya serta keteladanan dari para ustadz/ustadzahnya Kata kunci: nilai nilai Agama Islam, Karakter Santri, kegiatan sehari hari