Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: FOMO
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dalam Pembentukan Identitas Akademik Calon Guru Pendidikan Agama Islam (Studi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Kelas PAI 6E)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dalam pembentukan identitas akademik mahasiswa Pendidikan Agama Islam di era digital. FOMO sebagai dampak dari intensitas penggunaan media sosial menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga konsistensi nilai akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi FOMO. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas PAI 6E yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kebutuhan akan pengakuan, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial. Fenomena ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, manajemen waktu, serta keterlibatan dalam aktivitas akademik. Selain itu, FOMO juga memengaruhi proses pembentukan identitas akademik mahasiswa yang tidak berlangsung secara linear, melainkan melalui proses negosiasi antara tuntutan akademik dan dorongan sosial digital. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menunjukkan kesadaran terhadap nilai-nilai akademik sebagai bagian dari identitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan faktor penting yang memengaruhi dinamika akademik dan pembentukan identitas akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan pembinaan karakter akademik dalam menghadapi tantangan era digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONSEP LIVING QUR’AN DALAM TAFSIR MARĀḤ LABĪD SEBAGAI SOLUSI QURANI TERHADAP FENOMENA FEAR OF MISSING OUT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis dari tingginya intensitas penggunaan media sosial yang memicu kecemasan, perasaan tertinggal, serta kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam Tafsīr Marāḥ Labīd karya Nawawi al-Bantani yang berkaitan dengan konsep ketenangan batin, sekaligus merumuskan pendekatan Living Qur’an sebagai respons Qur’ani terhadap fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari Tafsīr Marāḥ Labīd, sementara data pendukung diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan konsep Living Qur’an dan FOMO. Proses analisis dilakukan melalui metode content analysis terhadap penafsiran ayat-ayat yang memuat nilai-nilai dzikir, tawakal, dan qana’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsīr Marāḥ Labīd menegaskan tiga nilai utama, yakni dzikir sebagai dasar kesadaran spiritual, tawakkal sebagai mekanisme pengelolaan diri, serta qana’ah sebagai bentuk penerimaan diri yang proporsional, yang secara terpadu berkontribusi dalam membentuk ketenangan batin. Dalam perspektif Living Qur’an, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mereduksi kecemasan dan tekanan sosial yang muncul akibat budaya digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an tetap memiliki relevansi sebagai sumber solusi spiritual dalam menjaga keseimbangan psikologis masyarakat di era digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK ETIKA SISWA DI GTENGAH FEMOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA PENGGUNAAN TIKTOK ( STUDI DI SMA DARUSSALAM)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail