Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

145 hasil
Penulis: SE
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

INTEGRASI PRINSIP EKONOMI SYARIAH DAN PENDEKATAN EKONOMI EKOLOGI DALAM PENGELOLAAN KEBUN SAWIT

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengevaluasi model pengelolaan kebun sawit yang menggabungkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dengan pendekatan ekologi, guna mencapai keseimbangan antara manfaat dengan pendekatan ekonomi ekologi, guna mencapai keseimbangan antara manfaat ekonomi, keejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan dalam industri kebun sawit. sedangkan tujuan penelitian ini secara khusus adalah sebagai berikut;</p> <p> 1. Mengembangkan model pengelolaan kebun sawit terintegrasi</p> <p> 2. Mengevaluasi dampak prinsip ekonomi syariah terhadap kesejahteraan petani.</p> <p> 3. Menilai efektivitas model terintegrasi terhadap keberlanjutan lingkungan.</p> <p> 4. Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam implementasi model terintegrasi.</p> <p> 5. Menyusun rekomendasi kebijakan dan praktik terbaik</p> <p> Catatan</p> <p> Latar belakang perlu menguraikan secara lebih mendalam tentang tantangan yang dihadapi kebun sawit dari dua perspektif: (1) masalah lingkungan seperti deforestasi dan degradasi tanah, serta (2) pentingnya penerapan prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Juga, perlu dijelaskan secara lebih rinci mengapa kedua pendekatan ini bisa diintegrasikan dan relevansinya dalam pengelolaan sawit yang lebih etis dan ramah lingkungan.</p> <p> Secara keseluruhan, proposal ini memiliki topik yang sangat penting dan relevan, terutama dalam konteks Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar dunia. Pengelolaan kebun sawit yang berbasis pada prinsip syariah dan ekonomi ekologi bisa menjadi langkah inovatif dalam menciptakan industri yang lebih adil dan berkelanjutan. Namun, metodologi dan landasan teoritis harus dijelaskan dengan lebih rinci agar integrasi kedua pendekatan ini dapat dilihat secara lebih konkret dalam implementasinya di lapangan.</p> <p> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

DETERMINASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK SYARI'AH DI INDONESIA: STUDI KUANTITATIF PADA BANK SYARI’AH INDONESIA (BSI)

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Penelitian ini bertujuan untuk memahami determinan yang paling berpengaruh terhadap profitabilitas BSI, sehingga dapat memberikan rekomendasi bagi manajemen dalam meningkatkan kinerja keuangan.</p> <p> Catatan</p> <p> Judul sudah cukup jelas dan langsung menunjukkan objek serta tujuan penelitian, yaitu faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas Bank Syariah tapi Pertimbangkan untuk lebih spesifik tentang faktor-faktor yang akan dianalisis (misalnya faktor internal atau eksternal), jika memungkinkan. Judul juga bisa dibuat lebih singkat tanpa kehilangan makna.</p> <p> Secara keseluruhan, proposal ini memiliki dasar yang kuat dengan topik yang relevan dan penting. Penelitian ini berpotensi memberikan wawasan baru dalam bidang perbankan syariah, terutama jika dilakukan dengan metodologi yang tepat dan data yang kuat.</p> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pola Asuh Ibu terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini 4-5 tahun di kober nusa indah hadimulyo timur

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pola Asuh Ibu terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini 4-5 tahun di kober nusa indah hadimulyo timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pelaksanaan Ibadah Kurban Dengan Kondisi Hewan Sakit Perspektif Fatwa MUI No.32 Tahun 2022 (studi di Desa Purwosari Kecamatan Metro Utara Kota Metro)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hari Raya Idul Adha erat kaitannya dengan ibadah kurban yang menuntut pemilihan hewan kurban sehat sesuai syariat islam. Di Desa Purwosari Kecamatan Metro Utara Kota Metro, salah satu hewan kurban mengalami kondisi sakit ringan menjelang penyembelihan, menimbulkan keraguan tentang keabsahan ibadah kurban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan ibadah kurban dengan kondisi hewan sakit berdasarkan Fatwa MUI No.32 Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan pihak yang berkurban, panitia kurban dan tokoh agama, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu hewan kurban mengalami gejala ringan PMK, seperti lesu, tidak nafsu makan, dan keluarnya air liur yang berlebihan. Panitia tetap melaksanakan penyembelihan setelah memastikan hewan kurban tidak cacat berat dan kualitas daging tidak berkurang, sehingga hewan kurban tersebut sah saat digunakan untuk berkurban sesuai Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022. Penelitian ini menunjukan pemahaman masyarakat terhadap syarat sah kurban, meskipun ada kendala dalam informasi yang diberikan oleh pihak penjual hewan kurban mengenai kondisi hewan, serta masyarakat belum mengetahui secara pasti mengenai hewan kurban dengan gejala ringan dan berat berdasarkan Fatwa MUI. Penelitian ini menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan pemahaman masyarakat mengenai hewan kurban dengan kondisi sakit agar ibadah kurban tetap sah, aman dan sesuai syariat Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media ECO Printing Dalam Mengembangkan Motorik Halus Anak Kelas B2 RA PERWANIDA METRO Tahun Ajaran 2025/2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemanfaatan media eco printing dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di RA Perwanida Metro Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis pengalaman langsung dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak kelompok B2, guru kelas, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media eco printing dapat dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang sistematis. Kegiatan ini mampu meningkatkan keterlibatan, antusiasme, serta keaktifan anak dalam pembelajaran. Selain itu, media eco printing terbukti dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, khususnya dalam aspek koordinasi mata dan tangan, kekuatan jari, ketelitian, serta kemandirian. Temuan ini didukung oleh hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menunjukkan adanya peningkatan keterampilan anak selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media eco printing merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan yang bersifat kreatif, konkret, dan menyenangkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Pelaksanaan Ibadah Kurban Dengan Kondisi Hewan Sakit Perspektif Fatwa MUI No.32 Tahun 2022 (studi di Desa Purwosari Kecamatan Metro Utara Kota Metro)

2026•Koleksi Perpustakaan

Hari Raya Idul Adha erat kaitannya dengan ibadah kurban yang menuntut pemilihan hewan kurban sehat sesuai syariat islam. Di Desa Purwosari Kecamatan Metro Utara Kota Metro, salah satu hewan kurban mengalami kondisi sakit ringan menjelang penyembelihan, menimbulkan keraguan tentang keabsahan ibadah kurban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan ibadah kurban dengan kondisi hewan sakit berdasarkan Fatwa MUI No.32 Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan pihak yang berkurban, panitia kurban dan tokoh agama, serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa salah satu hewan kurban mengalami gejala ringan PMK, seperti lesu, tidak nafsu makan, dan keluarnya air liur yang berlebihan. Panitia tetap melaksanakan penyembelihan setelah memastikan hewan kurban tidak cacat berat dan kualitas daging tidak berkurang, sehingga hewan kurban tersebut sah saat digunakan untuk berkurban sesuai Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022. Penelitian ini menunjukan pemahaman masyarakat terhadap syarat sah kurban, meskipun ada kendala dalam informasi yang diberikan oleh pihak penjual hewan kurban mengenai kondisi hewan, serta masyarakat belum mengetahui secara pasti mengenai hewan kurban dengan gejala ringan dan berat berdasarkan Fatwa MUI. Penelitian ini menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan kurban dan pemahaman masyarakat mengenai hewan kurban dengan kondisi sakit agar ibadah kurban tetap sah, aman dan sesuai syariat Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Praktik Pengangkatan Anak Temuan dalam Perspektif Hukum di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan: Implikasi terhadap Status Hukum dan Perlindungan Hak Anak

2026•Koleksi Perpustakaan

Abstrac Penelitian ini mengkaji praktik pengangkatan anak temuan (laqith) yang berkembang secara nonformal dalam masyarakat Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Fokus permasalahan penelitian terletak pada adanya ketidakharmonisan antara ketentuan pengangkatan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 dengan praktik sosial masyarakat yang lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan dan relasi kekeluargaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pengangkatan anak temuan di tingkat lokal serta menilai tingkat kesesuaiannya dengan norma hukum positif. Penelitian ini menggunakan kerangka teori perlindungan anak dan sosiologi hukum, khususnya konsep living law. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan anak temuan dilakukan secara de facto tanpa melalui prosedur hukum formal, sehingga belum memberikan jaminan kepastian status hukum dan perlindungan hak keperdataan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa dominasi nilai sosial dan lemahnya peran institusional negara menjadi faktor utama rendahnya efektivitas implementasi hukum pengangkatan anak di tingkat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pembelajaran Tematik melalui Media Story Dice dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 3-4 tahun di Kober. Fathul Mukmin

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun di Kober Fathul Mukmin, yang ditunjukkan dengan kurangnya kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali suatu peristiwa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya adalah media Story Dice. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tematik melalui media story dice dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun di Kober Fathul Mukmin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak usia 3-4 tahun serta guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan media story dice dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran, ditunjukkan dengan meningkatnya antusiasme, keaktifan, kemampuan menyebutkan gambar, memperkaya kosakata, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali secara sederhana

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Implementasi Pembelajaran Tematik melalui Media Story Dice dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia 3-4 tahun di Kober. Fathul Mukmin

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun di Kober Fathul Mukmin, yang ditunjukkan dengan kurangnya kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali suatu peristiwa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya adalah media Story Dice. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tematik melalui media story dice dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun di Kober Fathul Mukmin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak usia 3-4 tahun serta guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan media story dice dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran, ditunjukkan dengan meningkatnya antusiasme, keaktifan, kemampuan menyebutkan gambar, memperkaya kosakata, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali secara sederhana

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisi evektivitas pengawasan internal dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah (studi bprs rajasa lampung tengah)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pengawasan internal di BPRS Rajasa Lampung Tengah dan menganalisis efektivitasnya dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari pihak manajemen dan marketing BPRS Rajasa, sementara data sekunder bersumber dari laporan nominatif pembiayaan dan laporan NPF per Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Rajasa telah menerapkan sistem pengawasan internal melalui unit audit internal yang melakukan pengecekan berkas, verifikasi agunan, dan monitoring pembayaran secara berkala menggunakan core banking system. Namun demikian, tingkat NPF per Desember 2025 masih berada di angka 5,70%, melampaui batas maksimal 5% yang ditetapkan OJK, dengan total 257 dari 1.772 nasabah (14,49%) mengalami pembiayaan bermasalah yang terdiri dari 40 nasabah DPK, 48 nasabah KL, 64 nasabah Diragukan, dan 145 nasabah Macet. Kendala utama yang ditemukan adalah miskomunikasi antar bagian dan kelemahan seleksi nasabah awal. Pengawasan internal dinilai belum sepenuhnya efektif karena belum mampu menekan NPF di bawah ambang batas OJK, meskipun telah berkontribusi dalam pencegahan dan deteksi dini pembiayaan bermasalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

analisi evektivitas pengawasan internal dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah (studi bprs rajasa lampung tengah)

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pengawasan internal di BPRS Rajasa Lampung Tengah dan menganalisis efektivitasnya dalam meminimalisir pembiayaan bermasalah pada produk murabahah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari pihak manajemen dan marketing BPRS Rajasa, sementara data sekunder bersumber dari laporan nominatif pembiayaan dan laporan NPF per Desember 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPRS Rajasa telah menerapkan sistem pengawasan internal melalui unit audit internal yang melakukan pengecekan berkas, verifikasi agunan, dan monitoring pembayaran secara berkala menggunakan core banking system. Namun demikian, tingkat NPF per Desember 2025 masih berada di angka 5,70%, melampaui batas maksimal 5% yang ditetapkan OJK, dengan total 257 dari 1.772 nasabah (14,49%) mengalami pembiayaan bermasalah yang terdiri dari 40 nasabah DPK, 48 nasabah KL, 64 nasabah Diragukan, dan 145 nasabah Macet. Kendala utama yang ditemukan adalah miskomunikasi antar bagian dan kelemahan seleksi nasabah awal. Pengawasan internal dinilai belum sepenuhnya efektif karena belum mampu menekan NPF di bawah ambang batas OJK, meskipun telah berkontribusi dalam pencegahan dan deteksi dini pembiayaan bermasalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Pengangkatan Anak Temuan dalam Perspektif Hukum di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan: Implikasi terhadap Status Hukum dan Perlindungan Hak Anak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrac Penelitian ini mengkaji praktik pengangkatan anak temuan (laqith) yang berkembang secara nonformal dalam masyarakat Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Fokus permasalahan penelitian terletak pada adanya ketidakharmonisan antara ketentuan pengangkatan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 dengan praktik sosial masyarakat yang lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan dan relasi kekeluargaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pengangkatan anak temuan di tingkat lokal serta menilai tingkat kesesuaiannya dengan norma hukum positif. Penelitian ini menggunakan kerangka teori perlindungan anak dan sosiologi hukum, khususnya konsep living law. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan anak temuan dilakukan secara de facto tanpa melalui prosedur hukum formal, sehingga belum memberikan jaminan kepastian status hukum dan perlindungan hak keperdataan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa dominasi nilai sosial dan lemahnya peran institusional negara menjadi faktor utama rendahnya efektivitas implementasi hukum pengangkatan anak di tingkat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Mengobati diri sendiri (self healing) perspektif Al-Qur'an (studi komparatif tafsir Al-kasyaf dan tafsir al-munir)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak: Konsep self healing dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan kesehatan mental dan spiritual manusia modern. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self healing melalui analisis komparatif tafsir Al-Kasyâf karya Al-Zamakhsyari dan tafsir Al-Munîr karya Wahbah Az-Zuhaili. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pemaknaan ayat-ayat self healing, pendekatan penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap upaya pemulihan jiwa. Pemilihan judul didasarkan pada perbedaan karakter metodologis kedua tafsir, di mana Al-Kasyâf menekankan aspek kebahasaan dan rasionalitas, sementara Al-Munîr mengintegrasikan pendekatan normatif, sosial, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan komparatif. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketenangan jiwa, kesabaran, dzikir, dan tawakal, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self healing dalam perspektif Al-Qur’an dipahami sebagai proses pemulihan jiwa yang holistik dan berkelanjutan melalui penguatan spiritual, kesadaran rasional, dan kedekatan kepada Allah. Kedua tafsir saling melengkapi dalam menegaskan dimensi transendental dan praktis dari konsep self healing Islami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Mengobati diri sendiri (self healing) perspektif Al-Qur'an (studi komparatif tafsir Al-khayaf dan tafsir al-munir)

2026•Koleksi Perpustakaan

Abstrak: Konsep self healing dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan kesehatan mental dan spiritual manusia modern. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self healing melalui analisis komparatif tafsir Al-Kasyâf karya Al-Zamakhsyari dan tafsir Al-Munîr karya Wahbah Az-Zuhaili. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pemaknaan ayat-ayat self healing, pendekatan penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap upaya pemulihan jiwa. Pemilihan judul didasarkan pada perbedaan karakter metodologis kedua tafsir, di mana Al-Kasyâf menekankan aspek kebahasaan dan rasionalitas, sementara Al-Munîr mengintegrasikan pendekatan normatif, sosial, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan komparatif. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketenangan jiwa, kesabaran, dzikir, dan tawakal, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self healing dalam perspektif Al-Qur’an dipahami sebagai proses pemulihan jiwa yang holistik dan berkelanjutan melalui penguatan spiritual, kesadaran rasional, dan kedekatan kepada Allah. Kedua tafsir saling melengkapi dalam menegaskan dimensi transendental dan praktis dari konsep self healing Islami.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Regulasi Emosi Orang Tua dan Stres Pengasuhan pada Anak Usia Dini: Moderasi Dukungan Sosial

2026•Koleksi Perpustakaan

Background: Early childhood parenting represents a crucial phase in family development that requires a high level of emotional involvement from parents. During this period, parents face various parenting demands related to meeting children’s physical needs as well as supporting their emotional and social development. Such conditions may increase the risk of parenting stress, particularly when parents experience difficulties regulating their emotions or lack adequate support from their social environment. Aim: Therefore, this study aims to analyze the effect of emotion regulation on parenting stress among parents of young children and to examine the moderating role of social support in this relationship. Method: This study employed a quantitative approach using a survey parents of students at RA Muslimat NU 07 as research participants. Data were collected using three standardized psychological instruments: the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure parents’ emotion regulation, the Parental Burnout Assessment (PBA) to assess the level of parenting stress, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support. Data analysis was conducted using simple regression to examine the direct effects of emotion regulation and social support on parenting stress. Result and Disscussions: The results indicate that emotion regulation and social support do not have a significant simultaneous effect on parenting stress (F = 0.357; p = 0.701; R² = 0.011). Partially, emotion regulation (p = 0.866) and social support (p = 0.486) also do not show a significant effect on parenting stress. Furthermore, the moderation test reveals that the interaction between emotion regulation and social support is not significant (p = 0.387), indicating that social support does not function as a moderating variable in this relationship. Conclusion: These findings suggest that emotion regulation and social support are not the main determinants of parenting stress among parents of young children in this study, indicating that other factors may play a more dominant role in influencing parenting stress beyond the variables examined.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Regulasi Emosi Orang Tua dan Stres Pengasuhan pada Anak Usia Dini: Moderasi Dukungan Sosial

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Background: Early childhood parenting represents a crucial phase in family development that requires a high level of emotional involvement from parents. During this period, parents face various parenting demands related to meeting children’s physical needs as well as supporting their emotional and social development. Such conditions may increase the risk of parenting stress, particularly when parents experience difficulties regulating their emotions or lack adequate support from their social environment. Aim: Therefore, this study aims to analyze the effect of emotion regulation on parenting stress among parents of young children and to examine the moderating role of social support in this relationship. Method: This study employed a quantitative approach using a survey parents of students at RA Muslimat NU 07 as research participants. Data were collected using three standardized psychological instruments: the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure parents’ emotion regulation, the Parental Burnout Assessment (PBA) to assess the level of parenting stress, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support. Data analysis was conducted using simple regression to examine the direct effects of emotion regulation and social support on parenting stress. Result and Disscussions: The results indicate that emotion regulation and social support do not have a significant simultaneous effect on parenting stress (F = 0.357; p = 0.701; R² = 0.011). Partially, emotion regulation (p = 0.866) and social support (p = 0.486) also do not show a significant effect on parenting stress. Furthermore, the moderation test reveals that the interaction between emotion regulation and social support is not significant (p = 0.387), indicating that social support does not function as a moderating variable in this relationship. Conclusion: These findings suggest that emotion regulation and social support are not the main determinants of parenting stress among parents of young children in this study, indicating that other factors may play a more dominant role in influencing parenting stress beyond the variables examined.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi mapag panganten masyarakat Sunda di desa Banjar kerta Rahayu Lampung Tengah

2026•Koleksi Perpustakaan

Tradisi Mapag Panganten merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang masih lestari di Desa Banjar Kerta Rahayu, Lampung Tengah. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian upacara penyambutan pengantin, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan religius yang mencerminkan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi Mapag Panganten serta mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan tradisi Mapag Panganten. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapag Panganten mengandung nilai-nilai Islam seperti nilai tauhid, adab dan akhlak, doa dan tawakal, ukhuwah Islamiyah, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Proses internalisasi nilai-nilai terjadi melalui simbol-simbol ritual, doa, nasihat tokoh adat dan agama, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian acara. Tradisi ini menjadi sarana efektif dalam menanamkan ajaran Islam secara kultural kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya lokal. Mapag Panganten tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Banjar Kerta Rahayu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail