Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Kajian Tokoh-Tokoh Pemikiran Islam
Pendidikan dan kehidupan manusia merupakan dua hal identik yang tak bisa dipisahkan diantara satu sama lain, di ibaratkan sama dengan dua mata pisau yang saling membutuhkan. Hubungan keduanya ibarat tubuh dengan jiwa manusia, jiwa berpotensi menggerakkan tubuh, sementra kehidupan manusia digerakkan oleh “bandul” pendidikan menuju tujuan hidup yang didambakan. Dengan pendidikan, manusia memperoleh wawasan pengetahuan dari mana asal usul kehidupan dan kemana tujuan hidup manusia itu sendiri, serta juga dapat kejelasan orientasi kehidupannya. Tanpa pendidikan, bisa dipastikan manusia akan kehilangan ruh penggerak-penggerak kehidupannya, ibarat kapal sedang berlayar tanpa kompas. Namun kenyataannya sehari-hari pendidikan di negeri berkembang seperti indonesia ini masih jauh dari harapan dan bahkan subtansinya tercabut akarnya yang seyogyanya memanusiakan manusia. Terbukti output pendidikan kita banyak yang berpibadi kerdil, gagap dan buta dalam melakoni hidup, bingung dan kaku dalam bersikap, ceroboh dalam bertindak, bruntal dan nakal dalam bergaul, suka tawuran, terlibat seks bebas dan bahkan terjerat narkoba. Krisis inilah yang kemudian memanjangkan bangsa kita dalam kata panutan di segala bidang, multidimensi. Bayangkan dari fenomena tersebut, semoga kiranya buku ini layak untuk dijadikan sebagai sala satu solusinya. Buku ini membahas persoalan kehidupan manusia sebagai hamba Allah SWT.
Filsafat pendidikan Islam
Filsafat pendidikan Islam
On philosophy of Islam and Islamic education.
TEORI FILSAFAT MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Latar belakang lahirnya filsafat islam adalah karena pada abad ke 16 umat Islam menjalankan ibadah hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Tokoh-tokoh dalam filsafat Islam diantaranya: al-Kindi, al-Farabi, dan Ibn Bajjah. Pokok masalah yang dibahas dalam filsafat Islam adalah hubungan filsafat (akal) dan agama, tentang kejadian alam, dan tentang roh serta kelangsungan hidup.
Filsafat pendidikan : Islam teori dan metodologi
Seorang pendidik berkewajiban membimbing, mengarahkan, mengantarkan, dan mengembangkan potensi peserta didik seoptimal mungkin. Tentu saja, pekerjaan ini tidak mudah bagi seorang pendidik, sebab ia harus mampu menggali atau menampakkan potensi peserta didik yang masih tersembunyi (hidden talent) menjadi potensi yang tumbuh dan berkembang ke permukaan. Sebuah layanan yang bukan saja membutuhkan waktu, akan tetapi membutuhkan pula proses layanan pendidikan Islam yang tepat dan benar. Dengan landasan di atas, seorang pendidik perlu pandangan yang luas, sehingga memiliki pemahaman yang mendalam terkait dengan berbagai konsep filsafat pendidikan Islam. Peristiwa memilah, memilih, dan menerapkan beragam teori filsafat pendidikan Islam menjadi bagian yang kerap dilakukan oleh seorang pendidik. Selain itu, mengkaji dan menentukan keberpihakan pada beragam aliran dari beberapa tokoh pendahulu juga merupakan bagian yang senantiasa dilakukan oleh seorang pendidik yang berkeinginan memberikan layanan yang terbaik bagi peserta didiknya. Semua yang disebutkan di atas menjadi perhatian utama dan serius. Penyusunan bab demi bab telah disesuaikan dengan kebutuhan bahan ajar Filsafat Pendidikan Islam, sehingga aneka materi yang disajikan mudah dipahami. Dengan demikian tidak hanya kalangan pendidik yang dapat mengambil manfaat, melainkan juga masyarakat yang peduli pendidikan mampu mendapatkan gambaran dan kandungan pengetahuan yang ada di dalamnya.
ANTOLOGI FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM; STUDI TERHADAP PEMIKIRAN IBNU SINA
Buku yang ada di tangan pembaca ini adalah hasil karya dari teman-teman mahasiswa Program Doktor Pendidikan Islam kelas PEDI-A tahun akademik 2021-2022 pada mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam (Lanjutan). Pendidikan dan filsafat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, sebagai ibu dari semua ilmu (mother of knowledge)filsafat dipakai menjadi kerangka teori dasar dalam pengembangan disiplin ilmu pengetahuan. Itulah mengapa dalam pendidikan dikenal cabang ilmu Filsafat Pendidikan, belakangan pendidikan Islam terutama Perguruan Tinggi Kegaman Islam (PTKI) juga menggunakannya sebagai sebuah disiplin ilmu baru yaitu Filsafat Pendidikan Islam dan ini menjadi mata kuliah wajib di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).
Filsafat Pendidikan
Buku Filsafat Pendidikan ini memberikan penjelasan tentang menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi materi-materi 1) Filsafat Pendidikan, 2) Sejarah Pendidikan, 3) Sistematika Filsafat Pendidikan, 4) Konsep Dasar Ilmu Pendidikan, 5) Aliran Filsafat Pendidikan, 6) Sistem Pendidikan dan Sistem Pendidikan Nasional, 7) Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pancasila, 8) Student Wellbeing and School Being, dan 9) Pembelajaran Abad 21. Guru sebagai unsur utama dalam pembelajaran yang berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan perlu mendapatkan pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman filsafat pendidikan, selain metode atau pendekatan dan keterampilan dalam pembelajaran. Penekanan utama buku ajar Filsafat Pendidikan terletak pada pembahasan pengetahuan tentang komponen-komponen filsafat pendidikan.
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM (Sejarah, Ruang Lingkup, dan Peranannya)
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM (Sejarah, Ruang Lingkup, dan Peranannya) PENULIS: Ah. Birrul Walidain ISBN : 978-623-251-424-9 www.guepedia.com Sinopsis: Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap dimensi kehidupan manusia baik dari segi ekonomi, sosial budaya, maupun dunia pendidikan. Didalam era globalisasai yang ditandai kemajuan- kemajuan penting dalam teknologi informasi dan komunikasi, mendorong terjadinya pula perubahan- perubahan dalam pembelajaran. Pendidikan agama harus dapat menumbuhkan sikap kritis, inovatif dan dinamis sehingga menjadi pendorong peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan demi pelaksanaan agama. Kita menyadari bahwa pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah- sekolah masih belum sesuai dengan kualitas seharusnya dan apa yang diharapkan oleh masyarakat, terutama dalam hal- hal yang berkenaan dengan profesionalisasi guru agama. Beberapa tujuan mengkaji filsafat pendidikan Islam yaitu :(a) membantu para Guru menjadi paham akan persoalan-persoalan mendasar pendidikan demi profesionalismenya, (b)memungkinkan untuk mengevaluasi secara lebih baik sebagai solusi bagi persoalan persoalan pendidikan (c) membekali mereka berpikir secara aktif tentang tujuan hidup dan pendidikan, (d) memberikan bimbingan dalam pengembangan suatu sudut pandang yang konsisten secara internal sesuai dengan tujuan pendidikan. Dari penjelasan tersebut maka penulis memilih beberapa materi diantaranya tentang : Pengertian, ruang lingkup dan peranan filsafat pendidikan Islam, Sejarah perkembangan filsafat pendidikan Islam, Hakikat pendidikan Islam, manusia sebagai peserta didik, Titik singgung unsur pendidikan dalam ajaran agama, Tujuan pendidikan Islam dan tujuan risalah, Unsur-unsur empiri dalam proses pendidikan Islam, Islam universal dan Islam lokal dalam proses pendidikan Islam, Interelasi filsafat pendidikan Islam, ilmu tauhid, ilmu fiqih dan akhlak, Tinjauan filosofis tentang metode, lingkungan, dan kurikulum pendidikan Islam, Ragam pemikiran filsafat pendidikan Islam para tokoh, serta Arah baru pendidikan Islam di Indonesia. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
FILSAFAT MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Keadaan filsafat manajemen pendidikan islam menjadikan perdebatan kedudukan dan juga menjadikan pertanyaan. Apakah hal ini mempunyaikontribusi terhadap pendidikan. Tapi yang jelasa dalam pendidikan saangat dibutuhkan landasan yang ideal dan rasional yang memberikan pandangan paling mendasar, menyeluruh dan sistematis tentang hakikat di balik masalah manajemen pendidikan islam yang akan dihadapi. Dengan demikian filsafat manajemen pendidikan islam menyumbang analisisnya kepada pendidikanislam tentang hakikat masalah yang nyata dan rasional yang mengandung nilai-nilai dasar yang dijadikan landasan atau petunjuk.
Filsafat Pendidikan Akhlak
Karena bervariasinya pendapat ahli dalam mendefinisikan dan memahami suatu konsep dan terkesan tugas itu belum selesai sampai sekarang, sehingga masing-masing penulis sepertinya perlu menegaskan pendapatnya tentang konsep kata yang digunakan, termasuk terhadap kata pendidikan dan akhlak. Berbeda sekali ketika orang berbicara tentang “durian”. Asosiasi berpikir orang kemungkinan banyak persamaannya dan jika ada perbedaan, maka kemungkinannya sedikit. Di antaranya, orang punya pemahaman yang sama bahwa durian itu banyak durinya, isinya dikonsepsikan lezat dan nikmat kecuali busuk dan mentah. Isi durian itu ada yang tebal dan ada yang tipis Asal durian pun sering dikonsepsi oleh pikiran secara baik. Contohnya kalau dikatakan “Durian Bangkok” atau ada yang menyebut “Durian Montong”, orang sudah mengkonsepsi bahwa harganya mahal dan isinya tebal, lezat tetapi rasanya tidak bervariasi dan berbeda dengan durian lainnya seperti yang disebut orang dengan “Durian Medan” walaupun maksudnya yang berasal dari wilayah Sumatera Utara. Rasanya bervariasi tidak seperti “Durian Montong”.
FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN DASAR ISLAM (Sebuah Pengantar Filosofi dan Aplikasi Pendidikan Islam Jenjang MI/SD)
Kandungan buku ini adalah memberikan sebuah pengantar menuju gerbang keilmuan terkait pendidikan dasar Islam ditinjau dari aspek filosofis dan aplikatif. Hadirnya, berupaya menjadi peneguh filosofi pendidikan Islam bagi anak usia dasar jenjang MI/SD. Tindakan aplikatifnya, juga berupaya menyadarkan anak sedini mungkin tentang ber-Islam melalui konsep pendidikan.
Filsafat pendidikan Islam
Wacana baru pendidikan
Peranan tauhid dalam pembentukan kepribadian Muslim
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Dalam kehidupan kita dewasa ini, tampaknya kita sudah terlalu sering mendengar adanya pejabat atau orang yang berkedudukan berprilaku menyimpang. Entah itu perilaku a moral maupun tindakan kriminal (seperti korupsi, kolusi dan nepotisme). Yang membuat ironi adalah di belakang nama mereka tidak jarang tersemat, gelar yang begitu panjang. Dari gelar sarjana strata satu bahkan hingga guru besar. Yang teranyar adalah ada kasus seorang guru besar tertangkap tangan sedang pesta sabu di Makassar pada penghujung tahun 2014 silam. Yang membuat ironi adalah, mengapa faktor pendidikan tidak berbanding lurus dengan perilaku seseorang? Ironi tersebut memang patut dipertanyakan. Sebab memang kenyataannya faktor pendidikan justru berbanding terbalik dengan perilaku seseorang. Tapi tentu saja kita tidak boleh apriori, sebab toh tidak sedikit orang yang berpendidikan namun juga mempunyai perilaku bermoral dan sesuai aturan. Namun banyaknya kasus yang menimpa orang-orang yang berpendidikan, patut mempertanyakan ironisme tersebut. Ibarat pepatah, “nila setitik, rusak susu sebelanga.” Meskipun kasus-kasus a moral dan menyimpang dari orang yang berpendidikan lebih sedikit daripada yang berprilaku bermoral dan sesuai aturan, hal ini cukup menjadi alasan mempertanyakan bagaimana peran pendidikan dalam kehidupan seseorang. Pendidikan, khususnya pendidikan Islam, sudah selayaknya tidak hanya bersifat formalitas. Jika pendidikan Islam hanya bersifat formalitas, maka yang terjadi adalah pendidikan tersebut tidak mampu mewarnai kehidupan seseorang. Buku ini setidaknya mengajak kepada pembaca untuk menjadikan pendidikan Islam tidak saja sebagai alat untuk menciptakan generasi yang beriman dan bertakwa namun juga menjadi gaya hidup seseorang maupun masyarakat. Hal ini dapat dicapai apabila pendidik dan peserta didik dapat mengetahui apa hakikat pendidikan Islam tersebut. Pengetahuan tentang hakikat inilah sesungguhnya yang menjadi pokok bahasan Filsafat Pendidikan Islam dalam buku ini. Sebagaimana diungkapkan penulis, Filsafat Pendidikan Islam memiliki maksud pada kajian pemikiran-pemikiran yang rasional, mendalam, sistematis, universal, dan spekulasi tentang pendidikan berdasarkan tuntunan ajaran Islam. Filsafat sendiri sebetulnya bukan barang aneh dalam Islam, meskipun sebagian besar umat Islam merasa khawatir dengan melekatnya istilah “filsafat” dalam kajian Islam. Kekhawatiran tersebut muncul karena filsafat dianggap dekonstruktif terhadap tatanan norma yang sudah mapan dalam Islam. Kekhawatiran ini sebenarnya tidak cukup beralasan, sebab dengan berfilsafat kita akan mengetahui hakikat yang tersimpan dalam suatu entitas keilmuan. Dengan berfilsafat kita akan dapat bertanya secara kritis dan akhirnya dapat menemukan jawaban yang esensial. Lebih dari itu, dalam al-Qur’an dan Hadits sesungguhnya telah mengisyaratkan umat Islam untuk berfilsafat. Sekiranya filsafat itu dimaksudkan sebagai usaha untuk mempelajari hubungan di antara manusia dengan sesama manusia, manusia dengan alam semesta, serta manusia dengan Tuhan, maka kita akan menjumpai pembahasan filsafat dalam al-Quran. Dalam ayat-ayat al-Qur’an yang dimaksud, banyak sekali ajakan kepada umat Islam untuk menggunakan akal pikirannya. Ajakan ini tidak lain adalah anjuran untuk berfilsafat itu sendiri. Bahkan di dalam Hadits, juga sangat lekat mengenai anjuran untuk berfilsafat ini. Seperti ada Hadits Nabi yang berbunyi, “ambillah hikmah (filsafat) darimana datangnya”; “agama itu adalah akal, barangsiapa yang tidak berakal maka ia tidak bisa beragama”; “tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China”, dan lain-lain. Jadi, filsafat dalam Islam sesungguhnya bukan suatu hal yang aneh namun justru dianjurkan. Akhirnya, buku ini pada dasarnya mengajak kepada para pembaca sekalian untuk mengetahui hakikat pendidikan Islam. Islam yang mempunyai ajaran moral yang begitu mulia, sudah selayaknya dapat ditransfer kepada setiap peserta didik dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam. Namun dalam proses pembelajaran tersebut, harus diketahui hingga esensi ataupun hakikatnya. Sehingga tujuan pendidikan Islam agar terbentuknya kepribadian yang utama berdasarkan pada nilai-nilai dan ukuran ajaran Islam dapat terwujud dengan baik. Selamat membaca!
Filsafat Pendidikan Islam
Buku filsafat pendidikan Islam berusaha menjelaskan bagaimana sistem pendidikan Islam yang diambil dari sumber utama ajaran Islam, yakni alquran dan sunnah. Dalam buku ini diungkapkan tentang hakikat pendidikan Islam, aliran-aliran dalam pendidikan Islam, sistem pendidikan Islam dan pemikiran pada ulama tentang pemikiran pendidikan Islam yang ideal. Buku filsafat pendidikan Islam ini dapat dijadikan sumber rujukan bagi mahasiswa IAIN Bengkulu, khususnya bagi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu. Buku ini juga bisa menjadi rujukan bagi para pencinta dan pemerhati pendidikan Islam. Isi dan uraian dalam buku ini, tentu tidak terlepas dari kekurangan disana sini. Karenanya, saran dan masukan yang membangun dari segala pihak sangat diharapkan guna kesempurnaan dan perbaiki buku ini kedepannya.
Filsafat Pendidikan Islam
Buku ini mengkaji sebuah konsep berpikir tentang kependidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam: filsafat pendidikan Islam. Sebagaimana kita tahu, mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki sebuah konsep pemikiran yang mendasar, sistematik, logis, dan universal tentang pendidikan yang berlandaskan ajaran agama Islam yang tertuang dalam Alquran dan hadis. Pembahasan dalam buku ini meliputi: konsep manusia dalam Islam, pengertian pendidikan Islam, dasar-dasar pendidikan Islam, tujuan pendidikan dalam Islam, kurikulum dalam pendidikan Islam, konsep pendidik dalam Islam, peserta didik dalam pendidikan Islam, metode pendidikan Islam, media atau alat dalam pendidikan Islam, hubungan visi pendidikan dengan ajaran Islam, evaluasi pendidikan Islam, sejarah masuk dan berkembangnya Islam di indonesia, serta perkembangan sejarah madrasah di Indonesia. Konsep-konsep dasar tersebut akan membawa pembaca sekalian untuk mengenal konsep filsafat pendidikan Islam secara menyeluruh sebagai dasar pemahaman yang lebih lanjut. Filsafat Pendidikan Islam ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Filsafat Pendidikan Islam
Pengertian, tujuan, dan ruang lingkup filsafat pendidikan islam, kedudukan alam semesta, manusia, dan ilmu pengetahuan dalam perspektif filsafat pendidikan islam, hakikat pendidikan islam, etika keilmuan dalam filsafat pendidikan islam, tinjauan filsafat pendidikan islam kurikulum, tinjauan filsafat pendidikan islam terhadap alat dan evaluasi pendidikan, tinjauan filsafat pendidikan islam terhadap pendidik dan anak didik, pendidikan islam sebagai suatu sistem, pemikiran filsafat pendidikan islam imam ghazali, pemikiran filsafat pendidikan islam ibnu miskawaih, pemikiran filsafat pendidikan islam dan politik ibnu khaldum, pemikiran filsafat pendidikan islam muhammad abduh, pemikiran filsafat pendidikan islam kh. Hasyim asy’ari, metode, asal dan peranan filsafat pendidikan
Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat Pendidikan Islam, kalau dipisah urutan kata per kata, maka masing-masing memiliki pengertian yang berbeda-beda. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran (isme), oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikirkan tentang asumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar). Adapun pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Sedangkan Islam adalah sebuah agama samawi yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada menusia dengan pengutusan Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wa Salam untuk kebahagian umat manusia di dunia dan akhereta. Sehingga Islam sebagai agama adalah jalan hidup, pandangan hidup, dan nilai-nilai yang dipegang oleh umatnya. Menurut Islam pendidikan adalah pemberi corak hitam putihnya perjalanan hidup seseorang. Oleh karena itu ajaran islam menetapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang wajib hukumnya bagi pria dan wanita, dan berlangsung seumur hidup, semenjak dari buaian hingga ajal datang. Tetapi, kalau lah disatukan ke tiga kata tersebut, Filsafat Pendidikan Islam, maka ia menjadi sebuah objek pembahasan ilmu dan pengetahuan, yang memiliki definisi tersendiri. Yaitu, sesuatu disiplin ilmu yang mengkajian secara filosofis mengenai masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan yang didasarkan pada al Qur’an dan al Hadist sebagai sumber primer, dan pendapat para ahli, khususnya para filosof Muslim, sebagai sumber sekunder.