Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Thaharah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Pembelajaran Fikih Terhadap Penggunaan Make-Up Waterproof Santri Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro Utara Kota Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The use of waterproof make-up among female students (santri putri) in Islamic boarding schools has the potential to invalidate ablution (wudu) due to its function as a barrier (ha’il) that prevents water from reaching the skin. This phenomenon reflects a weak understanding of fiqh al-thaharah, which is closely related to the suboptimal implementation of fiqh instruction at Pondok Pesantren Ma’arif Metro 28 Purwosari. This study aims to analyze the factors contributing to inadequate fiqh learning, describe students’ behavior in using waterproof make-up, and explain its relationship with worship practices, particularly ablution. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical case study design. The findings indicate that weak fiqh instruction is influenced by the lack of integration of contemporary fiqh issues, predominantly theoretical and textual teaching methods, minimal practical demonstrations related to man‘ al-wuṣūl, and low levels of religious awareness among students. These findings confirm that non-contextual fiqh learning leads to a low understanding of the legal requirements of valid ablution, thereby encouraging the use of waterproof make-up without consideration of worship validity. Therefore, strengthening contextual and case-based fiqh education is an urgent necessity in responding to the dynamics of modern lifestyles. Keywords: Islamic Boarding School, Waterproof Make-up, Fiqh, Thaharah, Ablution. Penggunaan make-up waterproof di kalangan santri putri di pondok pesantren berpotensi membatalkan wudu karena fungsinya sebagai penghalang (ḥā’il) yang mencegah air sampai ke kulit. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pemahaman fikih al-thaharah yang berkaitan erat dengan belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya pembelajaran fikih, mendeskripsikan perilaku santri dalam penggunaan make-up waterproof, serta menjelaskan kaitannya dengan praktik ibadah, khususnya wudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembelajaran fikih dipengaruhi oleh kurangnya integrasi isu-isu fikih kontemporer, metode pengajaran yang masih dominan bersifat teoritis dan tekstual, minimnya demonstrasi praktis terkait konsep man‘ al-wuṣūl, serta rendahnya tingkat kesadaran religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran fikih yang tidak kontekstual menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap syarat sah wudu, sehingga mendorong penggunaan make-up waterproof tanpa mempertimbangkan keabsahan ibadah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan fikih yang kontekstual dan berbasis kasus menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika gaya hidup modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi pembelajaran kitab Al ghayah wa At taqrib dalam meningkatkan pemahaman Thaharah di kelas II Madrasah Isti'dadiyah Darul Falah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap konsep thaharah dalam fiqih Islam, khususnya dalam madzhab Syafi’i. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya keterlibatan aktif santri dalam pembelajaran serta keterbatasan waktu yang tersedia untuk mendalami materi secara mendalam. Selain itu, metode pembelajaran sebelumnya yang masih bersifat pasif menyebabkan pemahaman santri terhadap thaharah kurang optimal, terutama dalam membedakan jenis-jenis najis dan tata cara bersuci yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas metode pembelajaran kitab tersebut dalam memperdalam pemahaman santri tentang thaharah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini dilakukan di lingkungan pesantren yang menerapkan kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib sebagai bahan ajar utama dalam fiqih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah, diskusi dan praktik langsung yang diterapkan dalam pembelajaran kitab ini mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap konsep thaharah secara signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib dapat menjadi strategi efektif dalam memperdalam pemahaman fiqih thaharah bagi para santri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail