ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter generasi muda, yang ditunjukkan dengan meningkatnya berbagai perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, serta melemahnya nilai-nilai moral di kalangan pelajar. Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai wadah pembinaan generasi muda memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengurus IPNU dalam pembentukan karakter anggota di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus serta anggota IPNU sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus IPNU berperan aktif dalam pembentukan karakter melalui kegiatan kaderisasi, pembinaan keagamaan, pelatihan kepemimpinan, serta program pengembangan diri. Peran tersebut diimplementasikan melalui fungsi manajemen organisasi seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Proses pembinaan tersebut berhasil menanamkan nilai-nilai religius, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian sosial pada anggota. Oleh karena itu, peran pengurus IPNU memberikan kontribusi yang signifikan dalam membentuk anggota yang berakhlak mulia dan berkepribadian kuat dalam menghadapi tantangan zaman modern.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, semakin dekat dengan kehidupan remaja dan membawa pengaruh nyata terhadap pembentukan perilaku serta akhlak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tren TikTok terhadap pembentukan akhlak remaja di MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Ta’lim Muta’allim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan siswi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren TikTok memberikan dampak ganda terhadap akhlak remaja. Dampak positif tampak pada kemudahan mengakses konten edukatif dan motivasi belajar, sedangkan dampak negatif terlihat pada menurunnya adab, berkurangnya kesabaran, serta kecenderungan meniru perilaku yang tidak sejalan dengan nilai akhlak Islami. Nilai-nilai dalam Kitab Ta’lim Muta’allim seperti niat yang lurus, hormat kepada guru, kesabaran, wara’, kerja keras, saling menasihati, istifadzah, dan tawakkal masih relevan sebagai pedoman moral dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai klasik Islam dalam pendidikan modern guna membentuk remaja yang berakhlakul karimah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ajaran organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terhadap pembentukan karakter remaja di Desa Totokaton, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sosiologis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran PSHT yang berlandaskan Panca Dasar (persaudaraan, olahraga, bela diri, seni, dan kerohanian) berperan signifikan dalam membentuk nilai disiplin, tanggung jawab, solidaritas, dan spiritualitas pada remaja. Partisipasi dalam kegiatan PSHT, seperti latihan bela diri, pengajian, kerja bakti, dan silaturahmi, terbukti mampu mengurangi perilaku menyimpang sekaligus meningkatkan kepedulian sosial. Kesimpulannya, PSHT tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan fisik, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda, serta memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial masyarakat desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seni rebana merupakan salah satu warisan budaya Islam yang memiliki nilai edukatif dan moral bagi peserta didik. Seni ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran seni rebana dalam pembentukan karakter siswa di SMP Ma'arif 9 Seputih Banyak. Identifikasi masalah dalam jurnal ini yaitu; (1) kurangnya integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran, (2) kurangnya pemanfaatan seni rebana sebagai media pendidikan karakter, (3) kurangnya perhatian terhadap kesenian tradisional islam, (4) perlunya kajian lebih lanjut tentang integrasi seni rebana dalam pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru pembina seni rebana, serta dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola karakter yang berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler seni rebana. Proses integrasi dilakukan melalui tiga tahap utama yaitu; pembiasaan, internalisasi nilai, aplikasi nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi seni rebana dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran mampu menanamkan nilai-nilai religius, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab pada siswa. Dengan demikian, seni rebana bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media efektif dalam pembentukan karakter siswa. seni rebana dapat dijadikan sebagai sarana edukatif yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, berbudaya, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selain itu, Dengan integrasi yang tepat, seni rebana dapat menjadi instrumen yang tidak hanya melestarikan warisan budaya Islam tetapi juga memperkuat karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Panjianto, Tomy Kurniawan. “Peran Pesantren dalam Pembentukan Karakter Menghadapi Tantangan Kehidupan Modern (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Roudhotus Solihin Bumirestu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan)”. Skripsi, Universitas Ma’arif Lampung. (UMALA), 2025. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pembentukan karakter santri dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang diperan oleh pondok pesantren. Penelitian ini snagat menarik untuk dibahas di zaman modern ini, selain penelitian ini sesuai dengan yang terjadi di era yang semakin modern ini, juga menjadi pembelajaran yang perlu diterapkan di berbagai pesantren yang ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran pendidikan pesantren sebagai pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di Pondok Pesantren Roudhotus Solihin Bumirestu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan manfaat penelitian ini yakni sebagai sumbangan pemikiran dan bahan kajian bagi peneliti lain tentang peran pendidikan pesantren dan pembentukan karakter santri. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reseacrh). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis sekaligus menguraikan secara sistematis dan faktual peran pendidikan pesantren sebagai pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Hasil penelitian ini adalah bahwa bagaimana peran pendidikan pesantren sebagai pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di Pondok Pesantren Roudhotus Solihin Bumirestu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan yaitu dengan adanya beberapa kegiatan pembinaan serta pembiasaan oleh pengasuh dan pengurus pesantren kepada para santri. Hal tersebut didasarkan pada hasil dari keseriusan pondok pesantren dalam menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan terpercaya dimasyarakat luas. Selain itu, pembentukan karakter santri tentu dipengaruhi oleh kedigdayaan pengasuh pondok pesantren yang karismatik dan didukung dengan peran pengurus yang cukup autentik. Kehidupan modern yang saat ini sedang kita hadapi menjadi sedikit batu sandungan sejauh mana peran pondok pesantren tetap eksis dalam menunjukkan kedigdayaannya membentuk karakter santri, sebab kemajuan teknologi di era modern tentu tidak akan terbendung menghampiri para santri yang sedang tekun menimba ilmu dipesantren.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kedisiplinan siswa merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik dan pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kedisiplinan siswa di SDN 01 Bumi Sari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kedisiplinan siswa melalui keteladanan, pembiasaan, serta penerapan aturan yang konsisten. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pembentukan kedisiplinan siswa meliputi peran aktif guru dalam memberikan motivasi, kerja sama dengan orang tua, serta penerapan metode pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai disiplin. Namun, terdapat pula tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya kesadaran siswa terhadap pentingnya disiplin dan minimnya keterlibatan orang tua dalam pengawasan perilaku anak di rumah.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru, orang tua, dan pihak sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan siswa melalui peran guru PAI yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak pada kitab Akhlak Lil Banin Juz 1 dalam pembentukan karakter santri kelas 3 ula di Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro. Masih ada sebagian santri yang kurang memahami akhlak, kurang memiliki etika santri terhadap orang yang lebih tua dalam berperilaku, tidur saat proses pembelajaran, tidak memperhatikan penjelasan guru sehingga ketika ditanya langsung oleh guru santri bingung menjawabnya. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam penelitian ini. Peneliti memilih menggunakan jenis penelitian lapangan, dimana pengumpulan data dilakukan langsung di lapangan dengan mengamati fenomena-fenomena pada kondisi alam. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan pendidikan akhlak harus dilakukan sejak dini karena sangat penting bagi kehidupan sosial di masyarakat atau di lingkungan, penerapan akhlakul karimah yang paling baik adalah dengan membiasakan hidup di lingkungan yang religius seperti di pesantren atau ma'had yang didasari oleh pendidikan agama yang kuat, sehingga mengutamakan kebiasaan yang baik, seperti pepatah “Bisa karena terbiasa”.