implementasi metode sorogan kitab fathul qorib pada santri kelas alfiyah awal di pondok pesantren nurul anwar metro
Penerapan metode Sorogan dalam pembelajaran kitab kuning di pesantren, memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pemahaman agama Islam bagi para santri. Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Kota Metro, metode ini diaplikasikan salah satunya pada santri kelas Alfiyah Awal untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami kitab-kitab fiqh, termasuk kitab fatkhul Qorib. Fatkhul Qorib, sebagai kitab fiqh klasik yang dipelajari di pesantren, menjadi fokus utama dalam pembelajaran sorogan di Kelas Alfiah Awal, mengingat kitab Fatkhul Qorib memberikan dasar yang kuat dalam memahami hukum-hukum Islam yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pertanyaan penelelitian dalam penelitian ini yaitu bagaimana Implementasi Metode Sorogan kitab fatkhul qorib Pada Santri Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Implementasi Metode Sorogan Kitab Fatkhul Qorib Pada Kelas Alfiah Awal Di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan metode sorogan kitab fatkhul qorib pada santri kelas alfiyah awal di pondok pesantren nurul anwar metro. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi metode sorogan kitab Fatkhul Qorib kelas Alfiah Awal di Pondok Pesantren Nurul Anwar dimulai dengan doa dan bacaan Surat Al-Fatihah lalu secara bergiliran membaca. Metode ini memungkinkan pembelajaran personal, memperdalam pemahaman santri, dan memperkokoh penguasaan kitab. Faktor pendukung seperti dedikasi pengajar dan antusiasme berperan penting, meskipun ketergantungan pada kitab terjemahan dan ketidakseriusan menjadi hambatan.