Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Masyarakat
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PIAUD MELALUI PELATIHAN DAN PENYEDIAAN MODUL NUMERASI TERINTEGRASI SOSIAL EMOSIONAL BAGI ANAK USIA DINI

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan modul pembelajaran numerasi terintegrasi sosial emosional yang dapat digunakan oleh guru di RA Ma&#39;arif 1 Kota Metro dalam mengajarkan konsep-konsep dasar matematika kepada anak usia dini. Secara spesifik, tujuan pengabdian ini adalah sebagai berikut:</p> <ol> <li> Mengembangkan Modul Pembelajaran Numerasi Terintegrasi Sosial Emosional</li> </ol> <p style="margin-left:21.3pt;"> Menyusun modul pembelajaran yang mengintegrasikan pengajaran numerasi (angka, penghitungan, pola, dan bentuk) dengan pengembangan keterampilan sosial emosional pada anak usia dini. Modul ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh, yang tidak hanya mengembangkan keterampilan kognitif, tetapi juga membantu anak dalam membangun kemampuan mengelola emosi dan berinteraksi secara positif dengan orang lain.</p> <ol> <li value="2"> Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengimplementasikan Pembelajaran Numerasi dan Sosial Emosional</li> </ol> <p style="margin-left:21.3pt;"> Melatih dan memberdayakan guru RA Ma&#39;arif 1 Kota Metro untuk memahami dan mengimplementasikan pendekatan pengajaran yang mengintegrasikan numerasi dan sosial emosional. Melalui pelatihan dan pendampingan, guru diharapkan dapat menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk anak-anak, yang memperhatikan kebutuhan kognitif dan emosional mereka.</p> <ol> <li value="3"> Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Emosional Anak</li> </ol> <p style="margin-left:21.3pt;"> Meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali dan mengelola emosi, berempati terhadap orang lain, serta bekerja sama dalam konteks pembelajaran matematika. Pembelajaran yang terintegrasi dengan sosial emosional ini bertujuan untuk menciptakan anak-anak yang tidak hanya mahir dalam konsep-konsep dasar matematika, tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang baik, yang mendukung perkembangan holistik mereka.</p> <ol> <li value="4"> Menyediakan Solusi Pembelajaran yang Kontekstual dan Relevan untuk Anak Usia Dini</li> </ol> <p style="margin-left:21.3pt;"> Menghasilkan sebuah solusi pembelajaran yang kontekstual, berbasis pada kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan, sehingga modul yang dikembangkan benar-benar relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di RA Ma&#39;arif 1 Kota Metro. Modul ini diharapkan dapat digunakan oleh guru secara berkelanjutan dan bermanfaat untuk anak-anak dalam jangka panjang.</p> <ol> <li value="5"> Meningkatkan Kolaborasi antara Guru dan Pengabdi Universitas Ma&#39;arif Lampung</li> </ol> <p style="margin-left:21.3pt;"> Meningkatkan kerjasama antara tim pengabdi dari Universitas Ma&#39;arif Lampung dengan guru RA Ma&#39;arif 1 Kota Metro melalui pendekatan partisipatif. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta pengalaman belajar yang saling memperkaya, baik bagi guru maupun tim pengabdi, dalam rangka mengembangkan kemampuan profesional di bidang pendidikan anak usia dini.</p> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ResearchOpen AccessMetadata saja

Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Santri Dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat Beragama di PP. Ma’arif Nu Metro Lampung

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Penguasaan materi nilai-nilai moderasi beragama santri PP. Ma&rsquo;arif NU Metro Lampung dalam menjaga kerukunan masyarakat beragama.</li> <li> Pendampingan calon santri lulusan yang akan mengabdi kepada masyarakat di daerahnya tinggal dalam mengamalkan paham agama yang moderat.</li> </ol> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Bumiharjo; Studi Etnografis Tentang Praktik Keagamaan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi keagamaan berperan sebagai sarana penting dalam penanaman nilai-nilai islam di dalam komunitas, tetapi mengalami transformasi sejalan dengan kemajuan modern dan teknologi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai islam dalam tradisi keagamaan masyarakat desa Bumiharjo, mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi keagamaan sebagai media internalisasi nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, menganalisis perubahan praktik keagamaan masyarakat desa Bumiharjo dari segi bentuk, intensitas,dan partisipasi,serta mengkaji perbedaan respons antara generasi tua dan generasi muda dalam menjalankan tradisi keagamaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi untuk memahami makna praktik keagamaan dari sudut pandang data diperoleh melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi keagamaan seperti, pengajian, yasinan, dan tahlilan tetap berperan penting sebagai sarana utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai islam melalui proses hubilitasi, interaksi sosial, dan pengalaman bersama.Namun praktik keagamaan menunjukan adanya praktik keagamaan, menunjukan adanya perubahan, dicirikan oleh variasi bentuk, tingkat keterlibatan, dan pemaknaan, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung bersikap fleksibel dan individualistik. Studi ini memberikan konstribusi dalam kajian sosial keagamaan dengan mengungkapkan bahwa tradisi keagamaan adalah medium yang dinamis untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai islam ditengah perubahan sosial

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dinamika Perubahan Sosial Pada Era Digital Dan Imlikasinya Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Masyarakat Pedesaan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan sosial di masyarakat pedesaan dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI). Perubahan sosial yang didorong oleh modernisasi, perkembangan teknologi informasi, dan meningkatnya mobilitas sosial telah mengubah pola kehidupan beragama masyarakat desa secara signifikan. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tradisional seperti masjid, surau, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan madrasah diniah kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi tokoh agama, guru PAI, tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial telah melemahkan otoritas keagamaan tradisional, menggeser pola pewarisan nilai-nilai Islam, dan mengurangi partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, teknologi digital juga membuka peluang baru bagi inovasi pendidikan agama apabila dimanfaatkan secara positif. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptasi pendidikan agama Islam yang integratif, memadukan pendekatan tradisional dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijaksana, serta memperkuat peran keluarga dan lembaga keagamaan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berpengetahuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Mekanisme Penguatan Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Tradisi Mappanre Temme pada Masyarakat Bugis Perantauan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan Islam tidak hanya berlangsung melalui lembaga formal, tetapi juga berkembang dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat sebagai bagian dari proses internalisasi nilai. Dalam konteks ini, tradisi keagamaan lokal dapat berfungsi sebagai media pendidikan Islam nonformal yang kontekstual. Namun, kajian mengenai bagaimana mekanisme penguatan pendidikan Islam berlangsung dalam praktik tradisi masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penguatan pendidikan Islam dalam tradisi khataman Al-Qur’an (Mappanre Temme) pada masyarakat Bugis di Desa Sukorahayu, Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan Islam dalam tradisi Mappanre Temme berlangsung melalui mekanisme internalisasi nilai yang mencakup dimensi akidah, ibadah, akhlak, dan sosial. Mekanisme tersebut terwujud melalui pembacaan Al-Qur’an sebagai praksis ibadah, penyampaian paseng sebagai transmisi nilai moral, keteladanan tokoh agama dan adat sebagai model pembelajaran, serta partisipasi kolektif masyarakat sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial. Selain itu, tradisi ini tetap relevan dalam konteks masyarakat Bugis perantauan meskipun menghadapi dinamika sosial seperti modernisasi dan mobilitas penduduk. Dengan demikian, tradisi Mappanre Temme dapat dipahami sebagai model pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal yang bekerja melalui mekanisme internalisasi nilai secara kultural dalam kehidupan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai pendidikan islam pada tradisi tingkeban di Desa Melungun dalam kec. Bukit kemuning lampung utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis proses Tradisi tingkeban yang masih dilaksanakan di Desa Melungun Dalam Kecamatan Bukit Kemuning Lampung Utara sebagai bentuk ungkapan syukur atas kehamilan yang memasuki usia tujuh bulan. Penelitian ini di dasari perbedaan pandangan mengenai kesesuaian nya dengan ajaran islam sehingga perlu di kaji nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung di dalam nya Penelitian ini didasari dengangan Menggunakan Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan tokoh agama, tokoh adat, ibu hamil, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tingkeban mengandung nilai pendidikan Islam berupa nilai religius, sosial, dan budaya yang tercermin dalam kegiatan doa bersama, kebersamaan masyarakat, serta pelestarian tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Tradisi ini juga mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Praktik Pengangkatan Anak Temuan dalam Perspektif Hukum di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan: Implikasi terhadap Status Hukum dan Perlindungan Hak Anak

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrac Penelitian ini mengkaji praktik pengangkatan anak temuan (laqith) yang berkembang secara nonformal dalam masyarakat Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Fokus permasalahan penelitian terletak pada adanya ketidakharmonisan antara ketentuan pengangkatan anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 dengan praktik sosial masyarakat yang lebih berorientasi pada nilai kemanusiaan dan relasi kekeluargaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pengangkatan anak temuan di tingkat lokal serta menilai tingkat kesesuaiannya dengan norma hukum positif. Penelitian ini menggunakan kerangka teori perlindungan anak dan sosiologi hukum, khususnya konsep living law. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangkatan anak temuan dilakukan secara de facto tanpa melalui prosedur hukum formal, sehingga belum memberikan jaminan kepastian status hukum dan perlindungan hak keperdataan anak. Penelitian ini menegaskan bahwa dominasi nilai sosial dan lemahnya peran institusional negara menjadi faktor utama rendahnya efektivitas implementasi hukum pengangkatan anak di tingkat desa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh Laziznu kota metro melalui kemitraan dengan BMT Artha Buana Metro

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh LAZISNU Kota Metro serta mengetahui peran kemitraan antara LAZISNU Kota Metro dengan BMT Artha Buana Metro dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Ketua LAZISNU Kota Metro, Manager BMT Artha Buana Metro, serta salah satu muzakki. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh LAZISNU Kota Metro masih belum sepenuhnya optimal, karena sebagian masyarakat masih memilih menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik. Namun demikian, dari perspektif lembaga, tingkat kepercayaan masyarakat menunjukkan adanya peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah muzakki serta partisipasi masyarakat dalam program- program sosial LAZISNU. Kemitraan antara LAZISNU Kota Metro dan BMT Artha Buana Metro dilaksanakan dalam bentuk kerja sama penghimpunan dan penyaluran dana zakat secara formal dan administratif. Faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat meliputi kepercayaan terhadap lembaga, sistem kerja organisasi yang terencana, pengelolaan dana zakat yang terpusat, serta mekanisme penyaluran zakat yang dilakukan melalui proses survei terhadap calon mustahik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar LAZISNU Kota Metro terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penyaluran zakat melalui lembaga resmi, serta mengoptimalkan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah seperti BMT guna meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai - Nilai Islami Melalui Rutinan Triwulan Desa Sungai Sibur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study examines the process of internalizing the Islamic values of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah through quarterly religious activities in Sungai Sibur Village, South Sumatra, Indonesia. Sungai Sibur represents a rural community that continues to preserve locally embedded Islamic traditions rooted in Aswaja principles. A descriptive qualitative approach was employed, involving religious leaders and representatives of the Muslimat NU congregation as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that the quarterly activities engage diverse segments of the community, including Muslimat NU members and local religious figures. These activities serve as an effective mechanism for internalizing Aswaja values particularly moderation (tawassuṭ), balance (tawāzun), and tolerance (tasāmuḥ). The internalization process occurs through habituation, exemplary practices, social interaction, and contextually relevant religious understanding. Moreover, the activities contribute to strengthening Nahdlatul Ulama identity, fostering Islamic social cohesion (ukhuwah Islamiyah), and shaping the communitys religious character. Nevertheless, challenges remain, notably limited religious literacy among certain community members and geographical constraints. This study underscores the significant role of local religious traditions in promoting moderate and religious character formation within rural Muslim communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai ‎Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah melalui kegiatan rutin ‎triwulan di Desa Sungai Sibur Sumatera Selatan, Indonesia. Hal ini dikarenakan ‎Desa Sungai Sibur merupakan salah satu desa yang masih menjaga tradisi ‎keislaman dalam konteks lokal yang berlandaskan Ahlusunnah wal Jama’ah. ‎Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dalam ‎penelitian ini menggunakan teori internalisasi nilai yang menekankan proses ‎transformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Informan penelitian terdiri atas ‎tokoh agama, perwakilan dari salah satu jamaah Muslimat dan Fatayat. Teknik ‎pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. ‎Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan triwulan diikuti dari berbagai ‎lapisan masyarakat mulai dari Muslimat NU fatayat NU dan tokoh agama. ‎Kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Aswaja, ‎khususnya nilai moderasi (tawassuṭ), keseimbangan (tawāzun), dan toleransi ‎‎(tasāmuḥ) ditanamkan melalui proses pembiasaan, keteladanan, interaksi ‎sosial, serta pemahaman keagamaan yang relevan dengan konteks masyarakat ‎setempat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat identitas ke-NU-an, ‎meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter religius ‎masyarakat. Adapun kendala yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman ‎sebagian warga dan kondisi geografis yang kurang mendukung. Penelitian ini ‎menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memiliki peran penting dalam ‎membangun karakter moderat dan religius pada masyarakat pedesaan.‎

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna dan Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Rutinan Tradisi Rejeban di Masyarakat Desa Rama Puja ,Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perspektif permensos no 20 tahun 2019 (studi didesa Menggala mas, Kecamatan Tulang Bawang Tengah)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas banyak mendapatkan keluhan dari KPM (kelompok penerima manfaat) karena untuk bahan pangan yang diberikan oleh KPM sudah ditentukan dan tidak bisa dipilih sesuai kemauan KPM, jadi sebagian KPM merasa membutuhkan bahan pokok lain namun yang didapat lain lagi. Selain itu, dalam pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak tepat sasaran dikarenakan masih banyak penerima BPNT yang berasal dari masyarakat mampu dan bahkan terdapat masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas dan untuk menganalisis apakah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Permensos No.20 Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan sifat penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga dapat di analisis dengan menggunakan teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa 1) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan saja dan hanya mengurangi beban pengeluaran yang sebelumnya pengeluaran untuk bahan pokok bisa dialihkan dengan memenuhi kebutuhan lainnya. Dimana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya diberikan kepada masyarakat 3 bulan sekali saja bukan setiap bulan sehingga masyarakat merasa tetap belum terpenuhi kebutuhannya. 2) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 20 Tahun 2019. Dimana dalam hal memberikan bantuan tersebut sudah diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan BPNT. Penyaluran bantuan untuk orang penerima kartu manfaat (KPM) berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) telah sesuai ketentuan yang ada. Namun, kenyataan yang terjadi data tidak ditinjau ulang untuk menemukan kejanggalan apabila terdapat masyarakat yang tergolong sejahtera mendapatkan bantuan dan sebaliknya masyarakat miskin kadangkala tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai karena pihak yang memverifikasi data tersebut hanya terpaku pada data yang ada tanpa melakukan pengawasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail