Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LULUK INDRIANI

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Tradisi Puasa Sunnah dalam Membentuk Kedisiplinan diri Bagi Santri Pondok Pesantren Darussalam Simpang Mesir

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Tradisi puasa sunnah merupakan salah satu praktik keagamaan yang berkembang di ‎lingkungan pesantren dan diyakini berperan dalam pembentukan karakter santri. ‎Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi puasa sunnah serta ‎perannya dalam membentuk kedisiplinan diri santri di Pondok Pesantren Darussalam ‎Simpang Mesir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ‎deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi ‎terhadap santri, ustaz/ustazah, serta pengasuh pesantren. Hasil penelitian menunjukkan ‎bahwa praktik puasa sunnah, seperti puasa laduni, puasa 41 hari, puasa nyatus, puasa naun, ‎dan puasa Daud, berkontribusi dalam melatih pengendalian diri, keteraturan waktu, ‎kesabaran, serta kepatuhan santri terhadap aturan pesantren. Puasa sunnah juga ‎mendorong santri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah, belajar, dan aktivitas ‎keseharian. Dengan demikian, puasa sunnah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, ‎tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk kedisiplinan ‎diri santri di lingkungan pesantren.‎

Tradisi Puasa Sunnah dalam Membentuk Kedisiplinan diri Bagi Santri Pondok Pesantren Darussalam Simpang Mesir

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Abstrak Tradisi puasa sunnah merupakan salah satu praktik keagamaan yang berkembang di ‎lingkungan pesantren dan diyakini berperan dalam pembentukan karakter santri. ‎Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tradisi puasa sunnah serta ‎perannya dalam membentuk kedisiplinan diri santri di Pondok Pesantren Darussalam ‎Simpang Mesir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ‎deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi ‎terhadap santri, ustaz/ustazah, serta pengasuh pesantren. Hasil penelitian menunjukkan ‎bahwa praktik puasa sunnah, seperti puasa laduni, puasa 41 hari, puasa nyatus, puasa naun, ‎dan puasa Daud, berkontribusi dalam melatih pengendalian diri, keteraturan waktu, ‎kesabaran, serta kepatuhan santri terhadap aturan pesantren. Puasa sunnah juga ‎mendorong santri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah, belajar, dan aktivitas ‎keseharian. Dengan demikian, puasa sunnah tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, ‎tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk kedisiplinan ‎diri santri di lingkungan pesantren.‎