Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Jual Beli
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembatalan perjanjian jual beli dengan sistem pesanan pada bengkel las prespektif fatwa Dsn MUI/No.06/2000

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pembatalan perjanjian jual beli dengan sistem pesanan (akad istishna’) pada bengkel las Folding Gate Desa Mulyosari dalam perspektif Fatwa Dsn-Mui No. 06/2000. Tujuan penelitian adalah mengetahui penyebab pembatalan perjanjian secara sepihak oleh konsumen serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan fatwa. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan terjadi saat barang masih dalam proses produksi, sehingga menimbulkan kerugian bagi produsen karena bahan telah dibeli dan pekerjaan telah berjalan. Faktor penyebabnya kurangnya pemahaman dalam akad jual beli pesanan (Istishna), dan tidak adanya perjanjian tertulis rinci. Berdasarkan fatwa, pembatalan akad istishna’ hanya dibenarkan apabila disepakati kedua belah serta pembatalan harus persetujuan kedua belah pihak tanpa merugikan sepihak. Pembatalan sepihak yang merugikan produsen belum sesuai dengan prinsip pihak prinsip keadilan, kejelasan, dan saling ridha dalam transaksi. Kesimpulannya, praktik pembatalan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan syariah. oleh karena itu, disarankan adanya perjanjian tertulis yang jelas, peningkatan pemahaman hukum syariah, serta penegasan sanksi atau ganti rugi untuk meminimalisir kerugian dan sengketa di masa mendatang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Hak khiyar dalam transaksi jual beli hp bekas perspektif UU Perlindungan konsumen (studi di toko hp afa store)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hak khiyar dalam transaksi telepon seluler bekas di Toko AFA, Bandar Lampung, dari perspektif Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Khiyar, khususnya khiyar 'aib, adalah mekanisme hukum Islam yang melindungi pembeli ketika ditemukan cacat tersembunyi pada barang yang dibeli. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian lapangan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pemilik toko, observasi langsung, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa Toko AFA telah sebagian menerapkan prinsip khiyar 'aib: penjual menjelaskan kondisi fisik dan teknis setiap perangkat sebelum transaksi, pembeli diberi kesempatan untuk memeriksa telepon, dan mekanisme garansi tersedia dalam bentuk perbaikan atau penggantian unit dalam masa garansi yang disepakati. Namun, praktik-praktik ini sebagian besar masih informal dan belum sepenuhnya selaras dengan kewajiban yang ditetapkan dalam Pasal 7 dan 19 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, yang mengharuskan pelaku usaha untuk mengungkapkan informasi yang akurat dan memberikan kompensasi atas cacat tersembunyi. Studi ini merekomendasikan pembentukan mekanisme tertulis yang menguraikan hak pembeli dan ketentuan garansi untuk lebih melindungi konsumen dalam transaksi telepon seluler bekas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hukum Perdata terhadap Akibat Hukum Wanprestasi dalam Jual Beli Sapi melalui Media Sosial

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan media sosial telah mengubah praktik jual beli, termasuk transaksi jual beli sapi, yang memberikan kemudahan namun juga meningkatkan potensi wanprestasi akibat ketidaksesuaian antara kesepakatan dan pelaksanaan. Penelitian ini penting karena belum terdapat kajian spesifik mengenai akibat hukum wanprestasi dalam jual beli sapi melalui media sosial berdasarkan hukum perdata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk wanprestasi dan menganalisis akibat hukumnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian di Desa Buko Poso, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika penjual menyerahkan sapi yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diperjanjikan. Akibat hukum yang timbul berupa pembatalan perjanjian dan pengembalian uang muka sebagai bentuk pertanggungjawaban penjual. Hal ini menunjukkan bahwa wanprestasi dalam transaksi melalui media sosial tetap menimbulkan konsekuensi hukum dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang dirugikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Hukum Ekonomi Islam terhadap praktek jual beli mystery box pada aplikasi Shopee (Studi Kasus di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mystery box merupakan suatu produk berisi barang yang berbeda-beda. Untuk sebuah produk mystery box pembeli tidak dapat menebak isi atau barang yang akan didapatkannya nanti. Pentingnya transaksi jual beli mystery box di shopee di teliti karena dalam Islam jual beli itu objeknya harus jelas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk Mengetahui Praktik Jual Beli Mystery Box pada aplikasi Shopee Di Kecamatan Metro Pusat,Kota Metro. 2) Untuk Menganalisa Praktik Jual Beli Mystery Box di Aplikasi Shopee Sesuai Dengan Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Di Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Dalam mengidentifikasi permasalah tersebut, metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan yuridis empiris ataus penelitian lapangan (field research), Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif-kualitatif. Dari penelitian ini memperoleh kesimpulan untuk membeli mystery box online di shopee, dengan cara memasukkan kata kunci mystery box dipencarian shopee kemudian memilih mystery box dengan harga dan diskripsi barang yang telah dli tentukan. Praktik jual beli Mystery Box pada aplikasi Shopee Di Kecamatan Metro Pusat tidak sesuai dengan perspektif hukum ekonomi syariah. Dalam hukum ekonomi syariah objek dari barang yang dibeli harus jelas sedangkan jual beli Mystery Box pada aplikasi Shopee Di Kecamatan Metro Pusat termasuk dalam jual beli gharar karena objek dari barang yang dibeli tidak jelas barang yang ada di dalamnya hanya diketahui oleh penjual, sehingga isi dari box tersebut tidak ada kepastian yang nyata dan perbuatan itu dapat merugikan salah satu pihak atau pembeli. Rekomendasi untuk penjual dan pembeli produk mystery box agar dapat menjalankan praktik jual beli yang sesuai dengan hukum ekonomni syariah dengan tidak melemahkan dan merugikan salah satu pihak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRAKTIK JUAL BELI DAGING SAPI DENGAN SISTEM TAKSIRAN DITINJAU DARI FIQIH MUAMALAH DI DESA RATNA DAYA KECAMATAN RAMAN UTARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas praktik jual beli daging sapi dengan sistem taksiran yang berlangsung di Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, ditinjau dari perspektif fiqih muamalah. Praktik ini dilakukan tanpa penimbangan aktual saat transaksi, melainkan melalui perkiraan bobot berdasarkan pengamatan fisik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme jual beli tersebut dan menganalisis kesesuaiannya dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap penjual dan pembeli di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan meskipun terdapat unsur ketidakpastian (gharar), transaksi tetap dilandasi oleh prinsip kejujuran dan kerelaan kedua belah pihak, sehingga dianggap sah secara fiqh oleh sebagian besar mazhab. Pembeli dapat melihat langsung kondisi sapi dan terjadi kesepakatan harga secara lisan. Dalam praktiknya, sistem ini tidak menimbulkan konflik signifikan dan dianggap adil oleh masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem taksiran di anggap sah secara fiqh muamalah selama dilakukan dengan itikad baik dan tanpa penipuan. Penelitian merekomendasikan perlunya edukasi fiqih muamalah bagi masyarakat guna memperkuat keabsahan praktik ini secara syariat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisa praktek jual beli bibit ikan gurame dengan akad salam perspektif fatwa DSN-MUI NO.05/DSN.MUI/IV/2000(studi di desa sribasuki)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam praktik jual beli di Desa Sribasuki, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, masyarakat menerapkan akad salam yakni suatu bentuk transaksi di mana pembayaran dilakukan di awal khususnya dalam kegiatan penjualan bibit ikan gurame. Pada praktek penjualan bibit ikan gurame di Desa tersebut ada pembeli yang tidak membayar pada saat akad dilakukan dengan alasan belum mempunyai uang untuk membayarnya. Untuk menggali lebih dalam mengenai praktik transaksi bibit ikan gurame melalui akad salam serta meninjau kesesuaiannya dengan fatwa DSN-MUI Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000, penulis melakukan penelitian lapangan. Studi ini memanfaatkan data primer yang diperoleh langsung dari para pelaku transaksi baik penjual maupun pembeli bibit ikan gurami serta data sekunder yang bersumber dari fatwa DSN-MUI tersebut dan berbagai referensi yang relevan dengan tema penelitian. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan akad salam dalam transaksi bibit ikan gurame di Desa Sri Basuki belum mencerminkan kesesuaian dengan ketentuan yang diatur dalam fatwa DSN-MUI Nomor 05/DSN-MUI/IV/2000. Salah satu poin yang menyimpang terletak pada aspek pembayaran, di mana dalam Pasal 2 ditegaskan bahwa pembayaran seharusnya dilakukan saat akad disepakati. Namun, kenyataannya, pembeli tidak menjalankan kewajiban tersebut pada waktu yang telah ditetapkan. Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya pihak penjual jangan memberikan barang yang dipesan sebab belum menerima uangnya dan sebagai pembeli jika mempunyai tanggungan pembayaran hendaknya segera dibayarkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis jual beli daging ayam perspektif fatwa DSN MUI NO.12 tahun 2009

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract. Manusia tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lainnya. Untuk memenuhi kebutuhanya, manusia juga melakukan sistem kerja sama yang bisa disebut dengan kegiatan muamalah. Kegiatan muamalah yang sering dilakukan manusia ialah jual beli, Penelitian ini membahas praktik jual beli daging ayam di Rumah Potong Desa Kedaton Satu dalam perspektif Fatwa DSN MUI No. 12 Tahun 2009. Fokus utama penelitian adalah proses penyembelihan dan jual beli dengan prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyembelihan ayam dilakukan secara manual oleh pekerja Muslim dan menggunakan alat yang sesuai syariat. Namun, ditemukan beberapa ketidaksesuaian, seperti tidak semua penyembelih menyebut nama Allah saat menyembelih, area penyembelihan yang berdekatan dengan kandang ayam hidup, serta belum adanya pengawasan dan sertifikasi halal. Kesesuaian dengan Fatwa DSN MUI No 12 Tahun 2009 dari sisi jual beli, transaksi berlangsung tanpa unsur riba, maysir, atau gharar, tetapi belum ada pencatatan khusus yang menjamin kehalalan produk.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisa jual beli barang bangunan dalam penggunaan hak khiyar persepektif madzhab imam syafi'i ( studi kasus toko bangunan barokah desa Bangun Jaya, kecamatan tanjungraya Kabupaten Mesuji)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Khiyar adalah suatu perbuatan memilih untuk meneruskan atau membatalkan akad jual beli, tujuan sebenarnya diadakannya khiyar adalah untuk mewujudkan kemaslahatan bagi kedua belah pihak yaitu antara pembeli dan penjual, khiyar bisa terlaksana dengan syarat harus berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan hukum syariat yang telah ditetapkan. Dalam praktiknya, peneliti menemukan permasalahan terkait beberapa pembeli yang melakukan pengembalian barang ketoko tersebut karena ditemukannya cacat/rusak pada barang, namun setelah sampai ditoko pihak toko tidak mau menerima pengembalian barang tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perspektif madzhab Imam Syafi’i terhadap penolakan yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli apakah penolakan tersebut sesuai dengan konsep hak khiyar perspektif Imam Syafi’i. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian, meliputi persepsi, tindakan, motivasi dan perilaku mereka. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan sudah sesuai dengan konsep khiyar dari Imam Syafi’i karena pada dasarnya jika pembeli sudah mengambil dan menggunakan barang tersebut kemudian telah berpisah dari tempat terjadinya transaksi lalu objek jual beli yang berupa barang tersebut rusak/cacat yang diakibatkan oleh pembeli sendiri dan tanpa adanya syarat khiyar maka barang tersebut merupakan tanggung jawab dari pembeli itu sendiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS JUAL BELI KARET MENTAH PERSEPEKTIF FIQIH MUAMALAH DI DESA MEKAR JAYA PROVINSI SUMATRA SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi buruk yang dilakukan turun temurun oleh pihak pengepul getah karet dan petani karet di desa Mekar Jaya, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, seperti penerapan potong timbangan dari pihak pengepul karet dan manipulasian getah karet oleh petani karet. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jual beli getah karet yang mengandung unsur potongan dan pemanipulasian berat serta untuk mengetahui pandangan fiqih muamalah dengan adanya praktek tersebut. Penelitian ini di golongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif, Yaitu menginterpretasikan apa yang diteliti, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder dikumpulkan dari literatur terkait dan dokumen resmi. Temuan menunjukan jual beli dengan menerapkan potong timbangn dan pemanipulasian berat ini tidak sesuai dengan fiqih muamalah karena tidak adanya unsur kejujuran, keadilan, serta transparansi, oleh karena itu masyarakat di sarankan untuk lebih memperhatikan halhal yang menimbulkan riba, agar setiap transaksi tidak hanya sah secara hukum duniawi, tetapi juga bernilai ibadah dalam pandangan syariah Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail