Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Fiqh muamalah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Status Hukum Jual Beli Padi Basah Dengan Padi Kering: Perspektif Fiqih Muamalah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study examines the practice of exchanging wet paddy for dry paddy in Rejo Agung Village, Tegineneng District, Pesawaran Regency, from the perspective of fiqh muamalah. This practice emerges from the economic needs of farmers and the limitations of post-harvest facilities, particularly drying infrastructure. The research employs a qualitative field research approach using observation, semi-structured interviews, and documentation, involving four key informants selected through purposive sampling. The findings reveal that although the transaction is conducted based on mutual consent and direct exchange (taqabudh), it fails to meet the principle of equality (tamatsul) due to the absence of standardized measurement of moisture content. Scientifically, wet paddy contains higher moisture levels, resulting in weight shrinkage after drying, which creates uncertainty in determining the actual value at the time of the contract. This condition constitutes significant uncertainty (gharar fahish) and potentially leads to riba al-fadl, as the exchange involves ribawi commodities of the same type with unequal quantities. From a fiqh muamalah perspective, the practice is legally problematic and tends to be invalid as it resembles the prohibited transaction of muzabanah. Therefore, this study emphasizes the need for reconstructing local transaction mechanisms through moisture standardization, the use of measurement tools, and the transformation into monetary-based transactions. These findings contribute to the development of applied Islamic economic law in rural agricultural contexts.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS JUAL BELI KARET MENTAH PERSEPEKTIF FIQIH MUAMALAH DI DESA MEKAR JAYA PROVINSI SUMATRA SELATAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang tradisi buruk yang dilakukan turun temurun oleh pihak pengepul getah karet dan petani karet di desa Mekar Jaya, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan, seperti penerapan potong timbangan dari pihak pengepul karet dan manipulasian getah karet oleh petani karet. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana jual beli getah karet yang mengandung unsur potongan dan pemanipulasian berat serta untuk mengetahui pandangan fiqih muamalah dengan adanya praktek tersebut. Penelitian ini di golongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif, Yaitu menginterpretasikan apa yang diteliti, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi,untuk mengumpulkan data primer. Data sekunder dikumpulkan dari literatur terkait dan dokumen resmi. Temuan menunjukan jual beli dengan menerapkan potong timbangn dan pemanipulasian berat ini tidak sesuai dengan fiqih muamalah karena tidak adanya unsur kejujuran, keadilan, serta transparansi, oleh karena itu masyarakat di sarankan untuk lebih memperhatikan halhal yang menimbulkan riba, agar setiap transaksi tidak hanya sah secara hukum duniawi, tetapi juga bernilai ibadah dalam pandangan syariah Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail