ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial, khususnya program Tik Tok Affiliate, menciptakan peluang kewirausahaan baru bagi Generasi Z, masih menghadapi tantangan dalam aspek inovasi dan penerapan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan pada pemasaran media sosial, Secara langsung atau dengan peran mediasi inovasi dan etika bisnis Islam. Penelitian ini berbasis pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebanyak 250 responden dengan teknik purposive sampling, Generasi Z berusia 18–27 tahun beraktivitas sebagai Tik Tok affiliate, Temuan penelitian menunjukkan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, etika bisnis Islam, serta pemasaran media sosial. Selain itu, inovasi dan etika bisnis Islam terbukti berperan sebagai variabel mediasi. Hasil analisis menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan, inovasi, dan konsep etika bisnis Islam dalam membangun pemasaran digital yang efektif, beretika, dan berkelanjutan. Pemasaran media sosial pada Generasi Z perlu didukung oleh kewirausahaan pendidikan yang terintegrasi dengan etika bisnis Islam. Penerapan nilai etika berimplikasi pada terbentuknya praktik pemasaran digital yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan berkelanjutan. Penguatan literasi kewirausahaan dan etika bisnis Islam menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pemasaran media sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Eksekusi Barang Jaminan Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Di KSPPS BMT Artha Buana Metro) Oleh: Ridwan Baihaqi Npm: 201130048 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan eksekusi jaminan di KSPPS BMT Artha Buana Metro dari perspektif etika bisnis Islam. Dalam konteks lembaga keuangan syariah, eksekusi jaminan sering dianggap sebagai langkah terakhir yang bisa memicu ketegangan antara lembaga dan anggota. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji apakah tindakan ini sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam yang menekankan keseimbangan, kebebasan, tanggung jawab, kebajikan, keadilan, maslahat, dan tolong-menolong. Penelitian ini dipilih karena pentingnya memahami apakah lembaga keuangan syariah seperti KSPPS BMT Artha Buana Metro dapat menjalankan eksekusi jaminan tanpa mengabaikan nilai-nilai etika yang terkandung dalam ajaran Islam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, serta observasi terhadap praktik eksekusi jaminan yang dilakukan oleh KSPPS BMT Artha Buana Metro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi jaminan di lembaga ini tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui proses yang sangat hati-hati dan berlandaskan pada prinsip-prinsip etika bisnis Islam. BMT Artha Buana Metro mempertimbangkan keseimbangan antara hak lembaga dan kondisi anggota, menghargai kebebasan anggota, serta menjalankan tanggung jawab melalui edukasi dan pendekatan persuasif. Proses eksekusi juga dilaksanakan dengan penuh kebajikan, keadilan, dan untuk kemaslahatan bersama. Selain itu, BMT selalu mengutamakan prinsip tolong-menolong, memberikan kesempatan bagi anggota untuk mencari solusi bersama sebelum eksekusi dilakukan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa praktik eksekusi jaminan di KSPPS BMT Artha Buana Metro telah sejalan dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, menunjukkan komitmen lembaga dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan lembaga dan kesejahteraan anggota, serta menjalankan operasional secara adil dan beretika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Praktik bisnis dengan jujur serta transparan sangatlah penting, serta memiliki suatu perjanjian yang jelas guna mencegah sesuatu yang tidakediinginkan, baik bagiepenjual dan juga pembeli. Pelaku bisnis diharapkan bertindak secara etis dan juga bermartabat dalam segala kegiatanya. Bisnis layang-layang tersebut sama halnya dengan bisnis tanaman aglonema, athurium dan juga ikan lohan, hanya saja berbeda obyekbya saja. Pada awalnya harga benda-benda tersebut dinilai wajar, kemudian menjadi harga yangsangat tinggi. Lebih lanjut, harga barang tersebut melambung tinggi hanya beberapa waktu kemudian harga barang tersebutkembali pada harga sewajarnya. Praktik bisnis ini disebut dengan monkey bussines. Sedangkan tujuan dari peneitian ini adalah mengetahuiepraktik monkeyebusiness pada jual beli layang-layang di Kecamaatan Batanghari dan menganalisa pandangan etika bisnis islametentang praktikemonkey busines pada jual beli layangan di Kecamaatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur