ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh moral hazard terhadap risiko pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Artha Buana Metro. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya peningkatan jumlah pembiayaan murabahah yang tidak selalu diiringi dengan peningkatan kualitas pembiayaan, sehingga memunculkan risiko pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing). Moral hazard diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, baik dari sisi nasabah maupun internal lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota pembiayaan bermasalah dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan pengujian asumsi klasik meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral hazard berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko pembiayaan bermasalah, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05 dan koefisien regresi sebesar 0,420. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,264 menunjukkan bahwa moral hazard memberikan kontribusi sebesar 26,4% terhadap variasi risiko pembiayaan bermasalah, sedangkan sisanya sebesar 73,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat moral hazard, maka semakin meningkat pula risiko pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Artha Buana Metro. Oleh karena itu, diperlukan penguatan analisis pembiayaan, peningkatan monitoring, serta pembinaan kepada nasabah guna meminimalkan risiko tersebu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan praktik akuntansi pada sektor keuangan mikro menuntut setiap entitas untuk menyusun laporan keuangan yang akurat, transparan, dan dapat dipercaya. Kualitas informasi akuntansi menjadi faktor penting dalam menilai kinerja lembaga, mengelola aset, serta mendukung pengambilan keputusan oleh para pemangku kepentingan. Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan pada entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan, ikatan akuntan indonesia (IAI) menetapkan standar akuntansi keuangan entitas privat (SAK EP) sebagai penyempurnaan dari SAK ETAP yang dirancang lebih sederhana agar dapat diterapkan oleh entitas privat seperti koperasi, usaha kecil dan menengah, serta Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SAK EP pada laporan keuangan di BMT assyafi’iyah berkah nasional kantor cabang tanjung jaya serta mengidentifikasi kesesuaian praktik pencatatan akuntansi dengan ketentuan standar yang berlaku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap proses pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta pengungkapan informasi akuntansi pada BMT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAK EP pada laporan keuangan BMT telah dilakukan secara bertahap, namun masih menghadapi beberapa kendala seperti perubahan struktur akun, keterbatasan sumber daya manusia yang memahami standar akuntansi, serta perlunya penyesuaian dengan karakteristik transaksi berbasis akad syariah. Meskipun demikian, penerapan SAK EP memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan melalui penyajian informasi yang lebih relevan, andal, dan transparan sehingga dapat memperkuat tata kelola lembaga serta meningkatkan kepercayaan anggota dan pemangku kepentingan terhadap kinerja BMT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan syariah yang tidak hanya bersifat pembiayaan, tetapi juga mampu mengakomodasi kebutuhan investasi, khususnya dalam bentuk emas. Namun, pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pembiayaan emas di lembaga keuangan mikro syariah masih belum merata, sehingga menimbulkan kesenjangan antara potensi produk dan tingkat pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi inovasi produk pembiayaan emas serta menganalisis perannya dalam meningkatkan daya saing BMT Artha Buana Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui proses pengkodean untuk menemukan pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan emas telah diimplementasikan dengan baik melalui akad murabahah, didukung dengan fleksibilitas angsuran dan pelayanan yang cukup baik, sehingga mampu menarik minat masyarakat. Produk ini juga berperan dalam meningkatkan daya saing BMT melalui kemudahan akses investasi berbasis aset riil. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan edukasi dan strategi promosi agar pemahaman masyarakat lebih merata. Oleh karena itu, penguatan sosialisasi dan inovasi layanan menjadi rekomendasi penting untuk pengembangan ke depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pertumbuhan Lembaga Keuangan Mikro Syariah sering kali dihadapkan pada dilema antara kecepatan layanan likuiditas dengan ketepatan peruntukan dana sesuai akad syariah. Fenomena side-streaming atau penyimpangan penggunaan dana menjadi risiko nyata yang dapat mencederai integritas pembiayaan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme praktik Dana Talangan Usaha (DTU) di KSPPS BMT Ar- rahmah Jaya Mulya Metro serta mengevaluasi tingkat kesesuaiannya dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah (HES), khususnya dalam memitigasi risiko side-streaming. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research), di mana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara administratif, produk DTU telah menggunakan akad Qardh dan Ijarah yang sesuai dengan standar DSN- MUI. Namun, tantangan utama yang ditemukan adalah adanya perilaku nasabah yang melakukan penyimpangan penggunaan dana (side-streaming) dari tujuan produktif menjadi konsumtif. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara legal formal telah memenuhi aspek syariah, efektivitas implementasinya masih memerlukan penguatan pada fungsi pengawasan pasca-pencairan serta edukasi spiritual agar substansi akad amanah tetap terjaga dan tidak sekadar menjadi formalitas legalitas semata Kata Kunci: Dana Talangan Usaha, Ekonomi Syariah, BMT Ar-rahmah, Side-Streaming, Hukum Ekonomi Syariah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko dan strategi mitigasi pembiayaan bermasalah pada akad murabahah di KSPPS BMT Arta Buana Metro Cabang Tulang Bawang, serta mengidentifikasi faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala cabang dan staf, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko di BMT Arta Buana dilakukan melalui tahap identifikasi, pengukuran, pengendalian, dan monitoring dengan menerapkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) secara konsisten sejak tahap survei hingga pasca realisasi. Strategi mitigasi yang dilakukan meliputi tindakan preventif (analisis 5C ketat), kuratif (pendekatan persuasif dan kekeluargaan, komunikasi intensif), dan restrukturisasi pembiayaan (reschedule) bagi anggota yang memenuhi kriteria. Adapun faktor penyebab pembiayaan bermasalah adalah faktor internal (lemahnya analisis/monitoring) dan faktor eksternal, yang dominan disebabkan oleh kegagalan usaha dan penurunan ekonomi anggota.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji kebijakan restrukturisasi pembiayaan di BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional KC Metro akibat kondisi force majeure, seperti bencana alam dan penurunan usaha. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan anggota untuk membayar kewajiban dan meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah Non-Performing Financing (NPF). Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan dan efektivitas kebijakan restrukturisasi dalam membantu anggota yang terdampak force majeure. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa restrukturisasi dilakukan secara selektif melalui evaluasi dan persetujuan pengurus, dan efektif meringankan beban anggota, menjaga kelangsungan usaha, dan mengendalikan NPF. Oleh karena itu, lembaga disarankan untuk memperkuat sistem monitoring, evaluasi, serta meningkatkan pendampingan usaha bagi anggota. Di sisi lain, anggota diharapkan memahami prosedur yang berlaku, menjalin komunikasi aktif ketika menghadapi kesulitan, serta meningkatkan pengelolaan keuangan agar kewajiban tetap terpenuhi dan hubungan kemitraan dapat terjaga secara berkelanjutan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Customer Recovery dalam menangani gangguan layanan Mobile Banking serta pengaruhnya terhadap pemulihan kepercayaan anggota di BMT Artha Buana Metro. Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga keuangan syariah untuk menghadirkan layanan Mobile Banking guna meningkatkan kemudahan dan efisiensi transaksi bagi anggota. Namun, penggunaan layanan digital seperti IBS Mobile dan MikroPay masih berpotensi mengalami gangguan, seperti error sistem, keterlambatan transaksi, dan notifikasi yang tertunda, sehingga diperlukan strategi pemulihan layanan yang efektif untuk menjaga kepuasan dan kepercayaan anggota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di KSPPS BMT Artha Buana Metro. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan manajemen, staf Customer Service, staf teknologi informasi (IT), serta anggota pengguna layanan Mobile Banking. Selain itu, data juga dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Artha Buana Metro telah menerapkan Customer Recovery secara terstruktur dan terintegrasi dalam menangani gangguan layanan Mobile Banking. Proses pemulihan layanan dilakukan melalui pengecekan awal oleh manajemen untuk mengidentifikasi penyebab masalah, pendampingan dan komunikasi yang responsif oleh Customer Service, serta perbaikan teknis dan evaluasi sistem oleh tim IT. Koordinasi antarbagian berjalan dengan baik sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Inovasi layanan melalui pengembangan aplikasi MikroPay yang lebih aman dan dilengkapi fitur transaksi seperti QRIS juga meningkatkan kenyamanan anggota dalam bertransaksi. Berdasarkan hasil analisis, penerapan Customer Recovery di BMT Artha Buana Metro dinilai efektif dalam meningkatkan kembali kepercayaan anggota terhadap layanan mobile banking. Peningkatan kepercayaan tersebut turut berkontribusi dalam menjaga dan memulihkan reputasi lembaga sebagai penyedia layanan keuangan syariah berbasis digital.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh LAZISNU Kota Metro serta mengetahui peran kemitraan antara LAZISNU Kota Metro dengan BMT Artha Buana Metro dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Ketua LAZISNU Kota Metro, Manager BMT Artha Buana Metro, serta salah satu muzakki. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh LAZISNU Kota Metro masih belum sepenuhnya optimal, karena sebagian masyarakat masih memilih menyalurkan zakat secara langsung kepada mustahik. Namun demikian, dari perspektif lembaga, tingkat kepercayaan masyarakat menunjukkan adanya peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah muzakki serta partisipasi masyarakat dalam program- program sosial LAZISNU. Kemitraan antara LAZISNU Kota Metro dan BMT Artha Buana Metro dilaksanakan dalam bentuk kerja sama penghimpunan dan penyaluran dana zakat secara formal dan administratif. Faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan masyarakat meliputi kepercayaan terhadap lembaga, sistem kerja organisasi yang terencana, pengelolaan dana zakat yang terpusat, serta mekanisme penyaluran zakat yang dilakukan melalui proses survei terhadap calon mustahik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar LAZISNU Kota Metro terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat, memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penyaluran zakat melalui lembaga resmi, serta mengoptimalkan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah seperti BMT guna meningkatkan efektivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko serta strategi mitigasi yang diterapkan dalam layanan door to door pada produk pembiayaan murabahah di BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional Kantor Cabang Metro. Layanan ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas pembiayaan bagi anggota, khususnya pelaku usaha mikro., namun dalam implementasinya berpotensi menimbulkan berbagai risiko operasional dan risiko pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko operasional meliputi keterbatasan pengawasan lapangan, potensi kesalahan pencatatan transaksi, risiko keamanan petugas, serta tingginya biaya operasional. Sementara itu, risiko pembiayaan berkaitan dengan potensi keterlambatan pembayaran dan meningkatnya Non Performing Financing (NPF) akibat ketidakstabilan usaha anggota. Untuk memitigasi risiko tersebut, BMT menerapkan prinsip kehati-hatian melalui analisis 5C, pengawasan berlapis, penggunaan sistem digital Mobile Collection yang terintegrasi, pembatasan transaksi tunai dalam jumlah besar, serta mekanisme penanganan pembiayaan bermasalah secara bertahap. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi antara penguatan prosedur internal dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan murabahah serta memastikan layanan door to door tetap berjalan efektif, aman, dan sesuai prinsip syariah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kualitas layanan serta kaitannya dengan pembentukan kepercayaan dan keputusan anggota dalam mengambil pembiayaan di BMT Ar-Rahmah Jaya Mulia KC Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan kepala cabang, staf funding officer, dan anggota aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan diterapkan melalui prinsip kemudahan, fleksibilitas, hubungan, transparansi, dan kepatuhan terhadap SOP. Pada aspek funding, BMT menerapkan sistem jemput setoran, tanpa potongan saldo saat penarikan dan tanpa batas minimal setoran yang memberatkan. Pada aspek lending, tersedia berbagai skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan arus kas usaha anggota. Prosedur pembiayaan dilakukan secara sistematis melalui verifikasi administrasi, survei kelayakan, serta penerapan akad rahn sesuai prinsip syariah tanpa bunga. Transparansi akad dan biaya membangun rasa aman anggota. Pelayanan yang ramah, responsif, dan konsisten melalui sistem jemput bola menciptakan pengalaman positif yang memperkuat kepercayaan dan mendorong keputusan pembiayaan, termasuk pembiayaan ulang. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas layanan memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan dan keputusan pengambilan pembiayaan anggota
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan kewajiban penggunaan aplikasi Berkah Digital dalam upaya mengoptimalkan penyaluran dan pengawasan pembiayaan murabahah di BMT Assafiyah Berkah Nasional KC Metro. Transformasi digital dipandang krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional lembaga keuangan mikro syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat administrasi dan meningkatkan transparansi, praktik di lapangan belum sepenuhnya optimal. Implementasi aplikasi berhasil mempermudah kontrol angsuran secara sistematis, namun efektivitasnya terhambat secara signifikan oleh rendahnya literasi digital anggota senior dan kendala teknis jaringan yang kerap muncul. Akibatnya, sebagian proses pengawasan masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi secara utuh sesuai target kebijakan. Secara keseluruhan, kebijakan ini memberikan fondasi digitalisasi yang baik, namun memerlukan evaluasi mendalam pada aspek kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung agar optimalisasi pembiayaan murabahah dapat benar-benar tercapai secara akuntabel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract. Perusahaan keuangan mikro Baitul Mal wet Tamwil (BMT) berorientasi pada hasil. Dengan mengutamakan martabat dan rasa hormat terhadap kontribusi perempuan dan kelompok minoritas, BMT berupaya menciptakan usaha mikro. Petugas pendanaan merupakan komponen penting dalam organisasi perbankan dan bertindak sebagai pemimpin bisnis di sektor keuangan, khususnya industri perbankan. Tanggung jawab petugas pendanaan meliputi mengidentifikasi anggota yang memiliki dana lebih untuk disimpan di bank, meluncurkan, mengiklankan, dan memasarkan produk perbankan, serta mengembangkan jaringan baik di dalam maupun di luar industri perbankan. Kunjungan langsung ke lokasi digunakan untuk melakukan penelitian lapangan. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penyusunan dan verifikasi kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Petugas Pendanaan memainkan peran penting dan sukses dalam meningkatkan keanggotaan melalui fasilitas Berkah Digital. BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) Cabang Kota Gajah berhasil meningkatkan jumlah anggotanya dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang lembaga keuangan Islam melalui pemanfaatan fasilitas Berkah Digital dan penerapan rencana pemasaran yang efektif. Aplikasi Berkah Digital merupakan layanan tambahan yang disediakan BMT Assyafi'iyah Berkah Nasional (BMT Nasional) bagi para anggotanya dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Eksekusi Barang Jaminan Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Di KSPPS BMT Artha Buana Metro) Oleh: Ridwan Baihaqi Npm: 201130048 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan eksekusi jaminan di KSPPS BMT Artha Buana Metro dari perspektif etika bisnis Islam. Dalam konteks lembaga keuangan syariah, eksekusi jaminan sering dianggap sebagai langkah terakhir yang bisa memicu ketegangan antara lembaga dan anggota. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji apakah tindakan ini sesuai dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam yang menekankan keseimbangan, kebebasan, tanggung jawab, kebajikan, keadilan, maslahat, dan tolong-menolong. Penelitian ini dipilih karena pentingnya memahami apakah lembaga keuangan syariah seperti KSPPS BMT Artha Buana Metro dapat menjalankan eksekusi jaminan tanpa mengabaikan nilai-nilai etika yang terkandung dalam ajaran Islam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, serta observasi terhadap praktik eksekusi jaminan yang dilakukan oleh KSPPS BMT Artha Buana Metro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksekusi jaminan di lembaga ini tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi melalui proses yang sangat hati-hati dan berlandaskan pada prinsip-prinsip etika bisnis Islam. BMT Artha Buana Metro mempertimbangkan keseimbangan antara hak lembaga dan kondisi anggota, menghargai kebebasan anggota, serta menjalankan tanggung jawab melalui edukasi dan pendekatan persuasif. Proses eksekusi juga dilaksanakan dengan penuh kebajikan, keadilan, dan untuk kemaslahatan bersama. Selain itu, BMT selalu mengutamakan prinsip tolong-menolong, memberikan kesempatan bagi anggota untuk mencari solusi bersama sebelum eksekusi dilakukan. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa praktik eksekusi jaminan di KSPPS BMT Artha Buana Metro telah sejalan dengan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, menunjukkan komitmen lembaga dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan lembaga dan kesejahteraan anggota, serta menjalankan operasional secara adil dan beretika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kinerja karyawan menjadi faktor penting dalam pencapaian tujuan organisasi, dengan kualitas tata kelola Pengembangan Sumber Daya Manusia (HRD) sebagai penentu utamanya. Di KSPPS BMT Artha Buana Metro, meskipun HRD telah menerapkan sistem sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tantangan seperti miskomunikasi operasional dan kendala teknis masih ditemui, berpotensi menghambat produktivitas dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola HRD serta mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada manajer, HRD dan karyawan serta observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola HRD di lembaga ini telah dilaksanakan secara terstruktur, mencakup perencanaan SDM, rekrutmen berbasis kompetensi dan loyalitas, pelatihan berkala, evaluasi kinerja, serta sistem kompensasi dan benefit yang transparan. Efektivitasnya terbukti melalui 4 indikator meliputi peningkatan output kerja, kepuasan karyawan yang tercermin dari disiplin waktu dan semangat kerja, lingkungan kerja kondusif dengan solidaritas tim, serta komitmen kuat terhadap visi-misi organisasi. Temuan ini memperkuat teori yang menyatakan bahwa efektivitas organisasi bermula dari individu, di mana budaya kekeluargaan dan komunikasi dua arah melalui forum rutin seperti opening pagi menjadi cerminan koordinasi dan kerjasama yang baik di antara karyawan. Meski menghadapi kendala teknis, lembaga berhasil mengatasinya melalui evaluasi berkala dan pendekatan kolaboratif, menegaskan bahwa tata kelola HRD yang sistematis dan berorientasi pada pengembangan SDM berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan serta pencapaian tujuan organisasi.