Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: M. IRSYAD MUHYIDIN A. H
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI TAFSIR AYAT-AYAT MERITOKRASI DALAM AL-QUR’AN: STUDI PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meritokrasi merupakan sistem penempatan individu dalam jabatan atau peran berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kelayakan, bukan karena hubungan kekerabatan, status sosial, atau kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tafsir ayat-ayat meritokrasi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed serta menganalisis relevansinya terhadap sistem kepemimpinan meritokratis kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan meritokrasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Abdullah Saeed, kitab tafsir, buku, jurnal, dan kajian akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui empat langkah tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas, karakter, empati, dan tanggung jawab moral. QS. Al-Qaṣaṣ [28]:26 menekankan kompetensi dan amanah, QS. Al-Isrā’ [17]:84 menegaskan kesesuaian peran dengan karakter individu, dan QS. At-Taubah [9]:128 menghadirkan model kepemimpinan yang empatik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, meritokrasi dalam perspektif Al-Qur’an menawarkan paradigma kepemimpinan yang holistik, etis, dan relevan bagi tata kelola organisasi maupun pemerintahan kontemporer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI TAFSIR AYAT-AYAT MERITOKRASI DALAM AL-QUR’AN: STUDI PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED

2026•Koleksi Perpustakaan

Meritokrasi merupakan sistem penempatan individu dalam jabatan atau peran berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kelayakan, bukan karena hubungan kekerabatan, status sosial, atau kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tafsir ayat-ayat meritokrasi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed serta menganalisis relevansinya terhadap sistem kepemimpinan meritokratis kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan meritokrasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Abdullah Saeed, kitab tafsir, buku, jurnal, dan kajian akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui empat langkah tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas, karakter, empati, dan tanggung jawab moral. QS. Al-Qaṣaṣ [28]:26 menekankan kompetensi dan amanah, QS. Al-Isrā’ [17]:84 menegaskan kesesuaian peran dengan karakter individu, dan QS. At-Taubah [9]:128 menghadirkan model kepemimpinan yang empatik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, meritokrasi dalam perspektif Al-Qur’an menawarkan paradigma kepemimpinan yang holistik, etis, dan relevan bagi tata kelola organisasi maupun pemerintahan kontemporer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail