Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ISNA QUFFA AWAMIRA

2 karya publik ditemukan.

2026: 2

Akhlak Tabayyun dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqashidi atas Ayat-Ayat Tabayyun

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Akhlak Tabayyun dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqashidi atas Ayat-Ayat Tabayyun

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.