ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<ol>
<li>
Penguasaan materi nilai-nilai moderasi beragama santri PP. Ma’arif NU Metro Lampung dalam menjaga kerukunan masyarakat beragama.</li>
<li>
Pendampingan calon santri lulusan yang akan mengabdi kepada masyarakat di daerahnya tinggal dalam mengamalkan paham agama yang moderat.</li>
</ol>
<p>
</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Moderasi beragama merupakan konsep penting dalam membentuk sikap toleran, inklusif, dan seimbang di tengah masyarakat multikultural seperti Indonesia, namun implementasinya di tingkat sekolah dasar masih belum optimal, yang terlihat dari kecenderungan siswa berkelompok berdasarkan agama serta terbatasnya interaksi lintas perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penguatan moderasi beragama dalam pembentukan karakter siswa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SD Negeri 2 Rukti Endah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta analisis persentase untuk mengukur perubahan karakter toleransi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dan role playing efektif dalam meningkatkan karakter toleransi siswa, yang ditunjukkan melalui kebiasaan mengucapkan salam, berdo’a sebelum dan sesudah belajar, melaksanakan ibadah keagamaan, serta menghargai perayaan hari besar keagamaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep toleransi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, yang mencerminkan nilai tasamuh, musawah, syura, dan tahadhdhur. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang multikultural, kebijakan yang inklusif, strategi pembelajaran partisipatif, serta keteladanan guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, belum adanya program terstruktur, kurangnya pelatihan guru, serta pengaruh lingkungan eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman dalam memperkuat moderasi beragama serta perlunya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam pembentukan karakter siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah dinamika sosial keagamaan modern. Penelitian ini di latarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan yang ditandai dengan berkembangnya arus globalisasi, digitalisasi, serta munculnya berbagai paham keagamaan yang mana berpotensi memengaruhi pemahaman dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Islam Plus At-Tholibin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah masih sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, seimbang, serta berakhlakul karimah. Guru PAI berperan strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran, keteladanan, dan pembiasaan. Namun terdapat tantangan berupa pengaruh media sosial, keterbatasan pemahaman siswa, serta dinamika lingkungan sosial. Di perlukan sebuah strategi inovatif dan kontekstual agar nilai-nilai Ahlussunnah wal jama’ah tetap eksis dan adaptif di tengah arus globalisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
maintain social harmony within a diverse society. It aims to analyze the role of religious leaders in reinforcing religious moderation in Sidomakmur Village. The research employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, involving religious leaders, community leaders, and village residents as the research subjects. The results show that religious leaders play a strategic role as mentors, advisors, and role models in instilling the values of religious moderation. The strategies used include persuasive, dialogical, and humanistic approaches through sermons, religious study sessions, and social interactions. The impact of these roles is reflected in increased tolerance, strengthened social harmony, and conflict resolution through deliberation. However, there are several challenges, including the influence of external religious ideologies and the rapid development of social media. Overall, the role of religious leaders is considered effective in maintaining religious moderation and community harmony.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai moderasi beragama dalam interaksi sosial siswa di SMP Negeri 02 Seputih Banyak serta mengetahui factor pendukung dan penghambat penerapannya di sekolah. Melalui pendekatan kualitatif, analisis dilakukan dengan melihat langsung kegiatan yang ada di sekolah untuk penanaman nilai-nilai moderasi beragama. Terdapat dukungan utama meliputi pedoman sekolah, peran guru, kegiatan antaragama, dan dukungan orang tua. Hambatan yang diidentifikasi mencakup kurangnya program khusus dalam kurikulum dan dampak media sosial dan radikalisme digital. Studi ini merekomendasikan strategi seperti pengembangan kurikulum, pelatihan guru, pemanfaatan teknologi, kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari belum optimalnya perkembangan akhlak dan sikap toleransi siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil observasi awal di SMKN 3 Metro yang menemukan kecenderungan sikap keagamaan eksklusif, keterbukaan yang terbatas terhadap perbedaan, serta pemahaman ajaran agama yangmasih normatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran PendidikanAgama Islam (PAI) belum sepenuhnya mengintegrasikan konteks sosial budaya siswa.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan antropologi religius dalam pembelajaranPAI serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan pihak sekolah, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan dioperasionalkan sebagai integrasi budaya lokal, pengalaman keagamaan siswa, serta refleksi interpretatif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berkontribusi dalam mengontekstualisasikan pembelajaran PAI dan mengindikasikan adanya peningkatan sikap terbuka, inklusif, dan seimbang pada siswa.Penelitian ini memberikan kontribusi pada penerapan pendekatan antropologi religius dalam konteks SMK sebagai strategi kontekstualuntuk memperkuat moderasi beragama. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kebijakan moderasi beragama dengan praktik lapangan terkait internalisasi nilai kasih sayang yang belum sistematis. Penelitian bertujuan menganalisis strategi integrasi nilai teologis (cinta/mahabbah) ke dalam kurikulum formal serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri.Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) diimplementasikan melalui lima pilar: cinta Tuhan, ilmu, lingkungan, sesama, dan tanah air. Perencanaan dilakukan dengan memodifikasi modul ajar berbasis psikopedagogis, sementara pelaksanaan menggunakan pedagogi humanis-religius yang mengedepankan keteladanan (uswah). Dampak positif terlihat pada terciptanya lingkungan belajar aman dan menurunnya angka perundungan. Namun, kendala utama terletak pada dominasi evaluasi kognitif dan kurangnya instrumen penilaian afektif yang baku. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya komitmen kepemimpinan dan penguatan kompetensi guru dalam mengevaluasi karakter secara terstandar agar nilai rahmah terinternalisasi secara optimal dalam transformasi karakter siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom serta dampaknya dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Rumbia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI berbasis ranah afektif Taksonomi Bloom dilakukan melalui kegiatan pembiasaan sikap toleransi, keteladanan guru, dan diskusi reflektif. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran pai serta membantu siswa memahami materi dalam hal sikap moderasi. Faktor pendukung dalam penerapan pendekatan ini antara lain kompetensi dan keteladanan guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan latar belakang dan karakter siswa perbedaan, serta kurangnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya sikap moderasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract This study examines the process of internalizing the Islamic values of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah through quarterly religious activities in Sungai Sibur Village, South Sumatra, Indonesia. Sungai Sibur represents a rural community that continues to preserve locally embedded Islamic traditions rooted in Aswaja principles. A descriptive qualitative approach was employed, involving religious leaders and representatives of the Muslimat NU congregation as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that the quarterly activities engage diverse segments of the community, including Muslimat NU members and local religious figures. These activities serve as an effective mechanism for internalizing Aswaja values particularly moderation (tawassuṭ), balance (tawāzun), and tolerance (tasāmuḥ). The internalization process occurs through habituation, exemplary practices, social interaction, and contextually relevant religious understanding. Moreover, the activities contribute to strengthening Nahdlatul Ulama identity, fostering Islamic social cohesion (ukhuwah Islamiyah), and shaping the communitys religious character. Nevertheless, challenges remain, notably limited religious literacy among certain community members and geographical constraints. This study underscores the significant role of local religious traditions in promoting moderate and religious character formation within rural Muslim communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah melalui kegiatan rutin triwulan di Desa Sungai Sibur Sumatera Selatan, Indonesia. Hal ini dikarenakan Desa Sungai Sibur merupakan salah satu desa yang masih menjaga tradisi keislaman dalam konteks lokal yang berlandaskan Ahlusunnah wal Jama’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori internalisasi nilai yang menekankan proses transformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama, perwakilan dari salah satu jamaah Muslimat dan Fatayat. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan triwulan diikuti dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari Muslimat NU fatayat NU dan tokoh agama. Kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Aswaja, khususnya nilai moderasi (tawassuṭ), keseimbangan (tawāzun), dan toleransi (tasāmuḥ) ditanamkan melalui proses pembiasaan, keteladanan, interaksi sosial, serta pemahaman keagamaan yang relevan dengan konteks masyarakat setempat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat identitas ke-NU-an, meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter religius masyarakat. Adapun kendala yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman sebagian warga dan kondisi geografis yang kurang mendukung. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memiliki peran penting dalam membangun karakter moderat dan religius pada masyarakat pedesaan.