ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Perkawinan tidak tercatat masih menimbulkan persoalan hukum terhadap kedudukan dan pemenuhan hak anak, khususnya ketika salah satu orang tua meninggal dunia dan anak harus memperoleh hak waris. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlindungan hukum terhadap hak waris anak dari perkawinan tidak tercatat di Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam konteks hukum Indonesia. Penelitian menggunakan metode field research dengan pendekatan yuridis-sosiologis dan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan anak dari perkawinan tidak tercatat, orang tua, tokoh agama, aparat kelurahan, dan pihak Kantor Urusan Agama sebagai sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, putusan pengadilan, serta literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan utama perlindungan hak waris anak tidak hanya terletak pada status perkawinan yang tidak tercatat, tetapi juga pada pembuktian hubungan nasab, kepastian status hukum, dan kemampuan anak merealisasikan hak kewarisannya. Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-māl, menegaskan pentingnya perlindungan keturunan dan harta anak. Penelitian ini menemukan adanya recognition–realization gap, yaitu kesenjangan antara pengakuan terhadap hak anak dan kemampuan merealisasikan hak waris secara nyata. Oleh karena itu, perlindungan hukum perlu diarahkan dari kepastian formal menuju keadilan substantif melalui pencatatan, pembuktian nasab, dan mekanisme kewarisan yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban suami istri dalam praktik poligami siri serta mengevaluasinya dalam perspektif teori keadilan John Rawls. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung normatif-deskriptif, studi ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif untuk mengungkap realitas law in action melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Desa Sidodadi, Kabupaten Lampung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik poligami siri menghasilkan ketimpangan struktural yang ditandai oleh dominasi suami dalam distribusi hak, ketidakpastian pemenuhan nafkah, serta lemahnya posisi tawar istri yang tidak memiliki pengakuan hukum formal. Istri tetap menjalankan kewajiban domestik tanpa diimbangi jaminan perlindungan hukum dan akses terhadap hak keperdataan. Dalam perspektif justice as fairness, kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam menjamin kesetaraan kebebasan dasar. Selain itu, berdasarkan difference principle, ketimpangan tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak memberikan manfaat bagi kelompok paling dirugikan. Ketiadaan pencatatan perkawinan juga memperkuat eksklusi terhadap akses hukum, ekonomi, dan sosial. Dengan demikian, praktik poligami siri tidak memenuhi prinsip keadilan Rawlsian karena mempertahankan ketimpangan distribusi dan melemahkan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam struktur keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik penggantian tanah warisan dengan uang yang
terjadi di Desa Mekar Sari, Kabupaten Lampung Utara, yang dalam pelaksanaannya seringkali tidak
melibatkan seluruh ahli waris dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan serta konflik keluarga.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana praktik tersebut ditinjau dari perspektif
maqasid al-syari’ah dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kesesuaian praktik penggantian tanah warisan dengan prinsip keadilan, perlindungan hak, serta
keabsahan hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris dengan pendekatan yuridis,
maqasid al-syari’ah, dan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,
kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik
penggantian tanah warisan dengan uang belum memenuhi prinsip keadilan prosedural karena tidak
melibatkan seluruh ahli waris dan tidak didukung oleh mekanisme penilaian yang transparan. Dalam
perspektif maqasid al-syari’ah, praktik ini belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan harta (hifz
al-mal) dan keharmonisan keluarga (hifz al-nasl). Sementara itu, dalam hukum positif Indonesia,
ketiadaan persetujuan kolektif menyebabkan praktik tersebut berpotensi cacat hukum. Kebaruan
penelitian ini terletak pada analisis integratif antara maqasid al-syari’ah dan hukum positif berbasis
data empiris. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya musyawarah, transparansi, dan
kesadaran hukum dalam pembagian warisan guna mewujudkan keadilan dan kemaslahatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas praktik jual beli daging sapi dengan sistem taksiran yang berlangsung di Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, ditinjau dari perspektif fiqih muamalah. Praktik ini dilakukan tanpa penimbangan aktual saat transaksi, melainkan melalui perkiraan bobot berdasarkan pengamatan fisik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme jual beli tersebut dan menganalisis kesesuaiannya dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap penjual dan pembeli di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan meskipun terdapat unsur ketidakpastian (gharar), transaksi tetap dilandasi oleh prinsip kejujuran dan kerelaan kedua belah pihak, sehingga dianggap sah secara fiqh oleh sebagian besar mazhab. Pembeli dapat melihat langsung kondisi sapi dan terjadi kesepakatan harga secara lisan. Dalam praktiknya, sistem ini tidak menimbulkan konflik signifikan dan dianggap adil oleh masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sistem taksiran di anggap sah secara fiqh muamalah selama dilakukan dengan itikad baik dan tanpa penipuan. Penelitian merekomendasikan perlunya edukasi fiqih muamalah bagi masyarakat guna memperkuat keabsahan praktik ini secara syariat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to examine the contribution of the Al-Barzanji reading tradition in shaping the character of traditional Muslim society in Tanjung Harapan Village, Seputih Banyak, Central Lampung. The problem raised in this study is how character values such as deliberation, justice, compassion, and forgiveness are applied through the Al-Barzanji tradition and the challenges faced in integrating this tradition into people's lives. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of the study consisted of village heads, religious figures, people who are active in the Al-Barzanji tradition, and the younger generation in Tanjung Harapan Village. Data collection was carried out through observation, in-depth interviews, and documentation related to Al-Barzanji reading activities. Data validity testing was carried out through triangulation techniques by comparing the results of observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the Al-Barzanji reading tradition still takes place in Tanjung Harapan Village and has an important role in instilling character values in the community. The value of deliberation is reflected in the habit of deliberation before religious activities, the value of justice is seen in the attitude of mutual respect between citizens, compassion is manifested in harmonious social relations, and the attitude of forgiveness is practiced in everyday life. However, the challenges faced are the low interest of the younger generation in this tradition and the limited understanding of the community regarding the essence of character education in Al-Barzanji. Therefore, an innovative strategy is needed to maintain and develop this tradition as an effective medium for character education.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembagian warisan dalam masyarakat Jawa masih banyak dipengaruhi oleh sistem adat, salah satunya adalah sepikul segendongan, yang memberikan bagian dua kali lipat kepada laki-laki dibandingkan perempuan. Penelitian ini berfokus pada kasus pembagian warisan dalam keluarga almarhumah Ibu M di Desa Balekencono, yang menimbulkan ketegangan karena tidak mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi ahli waris, khususnya Ibu T yang menjadi tulang punggung keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem sepikul segendongan dalam perspektif teori Hudud yang dikembangkan oleh Muhammad Syahrur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap ahli waris serta tokoh agama setempat. Teori Hudud menjelaskan bahwa pembagian warisan dalam Islam memiliki batas maksimal dan minimal yang dapat disesuaikan dengan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sepikul segendongan dalam kasus ini belum sepenuhnya sesuai dengan teori Hudud karena tidak mempertimbangkan fleksibilitas dalam hukum waris Islam. Kesimpulannya, sistem pewarisan berbasis adat perlu dikaji ulang agar lebih adaptif terhadap kondisi sosial tanpa mengabaikan prinsip keadilan dalam Islam.